PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 47 : PERTARUNGAN PENENTUAN KERAJAAN KAVALERI


__ADS_3

Setelah hari mendekati siang, para petinggi kembali dikumpulkan oleh pangeran ke 4 di ruang pertemuan Benteng Trock.


Walaupun wajah pangeran ke 4 masih sangat suram sebab belum berhasil menemukan para pengkhianat di antara petinggi ini, ia sebenarnya mencurigai Luin tetapi tanpa bukti apapun maka ia tidak bisa sembarangan membunuh Luin, bagaimanapun Luin masih anak Marquis. Jika ia membunuh Luin tanpa alasan, dukungan Marquis padanya mungkin menghilang sehingga pangeran ke 4 hanya bisa terus mencari bukti.


Tetapi di bawah bujukan orang yang paling ia percaya sekarang yaitu Limo, serta orang yang paling membantunya untuk melawan Kerajaan Kavaleri yaitu Myro dan Ren maka ia kembali memutuskan untuk tidak membahas masalah pengkhianat ini lebih dulu, melainkan membahas tentang penyerangan terhadap Kerajaan Kavaleri.


Di antara semua orang, Jerat sedang berdiri sambil berkata "Data yang aku dapatkan melalui pertarungan kemarin malam, paling tidak 2000 pasukan elit kavaleri musuh terbunuh di perang tersebut. Belum lagi kapten yang memimpin kavaleri tersebut ikut terbunuh, terima kasih kepada Falka. Dengan ini maka kavaleri elit musuh bisa dianggap sebagai sudah tidak ada, lagipula tanpa kapten serta kehilangan lebih dari setengah pasukan mereka, kavaleri elit itu sudah seperti kavaleri mati".


Ketika Jerat selesai mengatakan semua itu, pangeran ke 4 yang memiliki wajah suram kembali tersenyum cerah, ia bertepuk tangan dengan keras "Ini semua karena bantuan Myro, tanpa Nona Ren dan Falka yang membantu kami maka kami belum tentu bisa menang semudah ini. Apabila Myro tidak datang maka Nona Ren dan Falka tidak mungkin disini, kenapa kalian semua hanya diam? Apakah kalian tidak memberi penghargaan kepada para pahlawan yang sudah membantu kita memenangkan perang ini?".


Melihat tatapan tajam pangeran ke 4, para petinggi yang lain hanya bisa berdiri sambil bertepuk tangan juga. Mereka semua tersenyum kecuali Luin yang bertepuk tangan dengan wajah marah, bagaimanapun semakin kalah Myro maka semakin senang juga Luin. Tapi Myro menang sekarang yang membuat ia sangat tidak senang.


Myro menggelengkan kepalanya sedikit "Aku tidak melakukan apapun, semua kemenangan ini karena bantuan Ren dan Falka. Namun aku rasa kita belum bisa meremehkan musuh, mereka masih memiliki 6000 pasukan serta 1000 kavaleri elit masih ada. Meskipun kavaleri elit mereka sudah sangat terluka, 1000 kavaleri elit bukan jumlah yang bisa diremehkan".


"Apa yang Myro katakan benar!", kata Jerat mengangguk setuju "Pertarungan ini belum selesai, bahkan kemenangan kita belum bisa dipastikan! Oleh karena itu, kita harus menyerang secepat mungkin! Selagi musuh masih sangat terluka dan belum pulih, ini adalah waktu terbaik untuk menyerang".

__ADS_1


Pangeran ke 4 tidak lagi bertanya ke orang lain di sekitarnya, melainkan ia bertanya kepada Ren secara langsung "Nona Ren, bagaimana pendapatmu? Apakah kau memiliki rencana yang lain?".


Ren membuka kipas lipat di tangannya sambil berkata "Aku rasa tidak perlu rencana apapun lagi, sekarang adalah pertarungan terakhir. Bukankah Raja Kavaleri II dulunya pernah menjadi prajurit yang hebat? Aku yakin ia sedang menunggu kita di padang rumput untuk pertarungan terakhir, sebagai seorang prajurit juga maka sudah seharusnya kita menghargai pertarungan terakhir yang disiapkan Raja Kavaleri II".


"Nona Ren, aku sedikit tidak mengerti, apakah kita hanya perlu menyerang sekarang?", tanya pangeran ke 4 bingung.


"Aku rasa Kapten Jerat lebih mengerti apa maksud yang aku katakan ini, aku yakin ia bisa menjelaskannya", kata Ren yang menutup kipas lipatnya lalu berdiri diam di tempat.


Semua orang menatap ke arah Jerat, bahkan Luin yang selalu mengejek Ren sama sekali tidak mengerti tentang apa yang terjadi disini, ia tidak mengerti maksud perkataan Ren.


"Sifat Raja Kavaleri II mirip seperti diriku, oleh karena itu aku yakin ia sedang menunggu kita di padang rumput untuk pertarungan terakhir. Raja Kavaleri II tahu bahwa mereka pasti kalah saat melawan kita, hal ini membuatnya memutuskan untuk mati di tengah pertarungan. Tanpa strategi atau apapun, hanya peperangan murni, ini sebuah tantangan. Selama kita diam di benteng maka mereka tidak akan bergerak, tidak peduli apa yang kita lakukan maka mereka tidak akan bergerak agar tidak terjebak lagi, kecuali kita siap melawan mereka secara langsung di padang rumput".


Pangeran ke 4 merasa sedikit aneh mendengar hal tersebut "Kenapa aku harus menerima tantangannya?".


Sebelum Jerat bisa menjawab, Falka sudah berkata "Mungkin memang tindakan bodoh untuk menerima tantangan tersebut tanpa alasan, tapi selama bisa memenangkan peperangan ini maka nama pangeran ke 4 pasti menyebar. Bukan hanya sebagai pangeran yang hebat sebab bisa merebut Kerajaan Kavaleri, melainkan pangeran berani yang menerima tantangan terakhir dari Raja Kavaleri II. Aku Falka memang tidak cerdas seperti Nona Ren, tapi sebagai prajurit maka aku merasa harus menjawab keberanian Raja Kavaleri II".

__ADS_1


Jerat ikut mengangguk "Apa yang Falka katakan benar! Pangeran, beri kami kesempatan untuk menjawab tantangan Raja Kavaleri II dan menunjukkan keberanian kita di seluruh dunia".


Pangeran tidak langsung setuju melainkan bertanya lagi "Jerat, apakah kau yakin bisa menang? Kau tahu bukan, selama kita kalah maka kemungkinan ku menjadi raja berikutnya pasti menghilang".


"Pangeran, Jerat pasti membawa kembali kemenangan! Apabila pasukan kalah, maka Jerat siap membayarnya dengan hidupku sendiri!", teriak Jerat tegas.


Pangeran ke 4 mengangguk, ia menatap ke arah Myro dan yang lainnya "Bagaimana dengan kalian?".


Falka ataupun Ren hanya berdiri diam di belakang Myro, mereka tahu bahwa apapun jawaban Myro maka itu adalah jawaban mereka.


Myro berdiri dan menjawab tanpa ragu "Pangeran tidak perlu khawatir, kita pasti membawa kembali kemenangan! Saat pangeran ke 4 kembali ke Ibukota Kerajaan Azeroth, maka nama pangeran ke 4 sebagai pangeran pemberani pasti menyebar di seluruh kerajaan".


Pangeran ke 4 mengetuk jarinya di meja selama beberapa saat, lalu ia membuka matanya "Siapkan seluruh pasukan, baik itu pasukan elit ataupun tidak akan bergerak! Peperangan terakhir untuk Kerajaan Kavaleri akan di mulai hari ini, kita akan membawa kembali kemenangan! Ayo tunjukkan kepada Kerajaan Kavaleri, taring sebenarnya milik Kerajaan Azeroth kita".


"Baik, pangeran!", teriak semua orang disini menerima tugas tersebut, pertarungan penentuan mengenai pemenang di Kerajaan Kavaleri akan segera di mulai.

__ADS_1


__ADS_2