
Mendengar sekarang waktunya membahas tentang rencana serangan berikutnya, wajah semua orang di ruangan itu menjadi lebih berhati-hati, terutama Ren. Bagaimanapun ia adalah seorang ahli strategi di medan perang, oleh karena itu langkah mereka selanjutnya sangat bergantung padanya.
Di ruangan ini sekarang terdapat Falka yang memimpin 1000 Kavaleri Mongol, Lopen memiliki 700 Penjaga Praetorian serta Retya bersama 2000 pasukan baru. Walaupun sudah ada beberapa korban akibat perang sebelum tiba di Kota Folk, tapi korbannya tidak banyak sehingga tidak berpengaruh besar kepada pasukan Myro.
Aclan masih tetap di Kota Rorec bersama para ksatria dan Sorna, Myro tidak membiarkan mereka membantu agar tetap menjaga wilayah Myro. Bagaimanapun selama Myro berperang melawan Kerajaan Orc-Goblin, ada kemungkinan musuh akan menyerang wilayah Myro yaitu Kota Rorec, Kota Vendes serta Kota Loth. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk berhati-hati serta membiarkan Aclan berjaga disana.
Myro menatap semua orang sambil menjelaskan "Sekarang kita sudah berhasil merebut Kota Folk, tapi kita masih jauh dari kemenangan. Tidak, peperangan baru di mulai! Kerajaan Orc-Goblin pasti tidak akan duduk diam melihat kita berhasil merebut 1 kota milik mereka, kemungkinan besar mereka akan mengirim pasukan lagi kesini. Jadi kita harus bergerak lebih dulu sebelum pasukan bantuan musuh muncul, kita harus melakukan sesuatu yang besar hingga bisa mengalahkan mereka dengan 1 gerakan".
"Masalahnya ada disini, kita memiliki 2 pilihan sebagai langkah kita selanjutnya. Pilihan ke 1 yaitu kita terus bergerak merebut kota di sekitar hingga mencapai Ibukota Kerajaan Orc-Goblin, selama ibukota direbut maka seluruh kerajaan ini juga akan dikalahkan. Tetapi ada resiko besar di rencana ini, kita memiliki kekuatan terbatas sehingga sangat sulit merebut Ibukota Kerajaan Orc-Goblin yang memiliki banyak pasukan elit".
"Pilihan ke 2 yaitu merebut beberapa kota hingga kita terhubung dengan Provinsi Utara. Selama kita menyerang di kota yang tepat, kita bisa sampai ke Provinsi Utara dan menyerang 70.000 pasukan musuh yang ada disana. Dengan kerja sama kita yang menyerang dari belakang dan Jendral Perbatasan Utara, Herfu, kita pasti bisa menang melawan musuh".
Seluruh orang di ruangan itu menjadi diam, mereka tidak memberikan pendapat melainkan melihat ke arah Ren lebih dulu menunggu pendapatnya.
__ADS_1
Ren membuka kipas lipat di tangannya dan menutupi setengah dari wajahnya "Rencana ke 1 terlalu berisiko, ketika kita sedang menyerang ke arah Ibukota Kerajaan Orc-Goblin, ada kemungkinan 70.000 pasukan musuh di Provinsi Utara akan kembali. Selama mereka kembali, kita adalah orang yang dikepung oleh musuh yaitu pasukan ibukota di depan dan 70.000 pasukan musuh di belakang".
"Karena alasan itu, aku rasa rencana ke 2 jauh lebih bagus. Namun rencana ini masih memiliki kelemahan, kita harus mendapatkan kerja sama dari Jendral Herfu lebih dulu. Tanpa kerja sama darinya, rencana kita hanya akan berakhir gagal. Aku menyarankan tuan untuk mengirim perwakilan lebih dulu kepada Jendral Herfu, harus melihat jawabannya lebih dulu terhadap kerja sama ini".
Lopen tiba-tiba mengingat sesuatu akibat perkataan Ren barusan "Tuan, aku lupa memberitahu anda! Beberapa waktu yang lalu, kakakku memberiku sebuah pesan bahwa Jendral Herfu mengirim pasukan menuju ke arah kita. Berdasarkan informasi yang di dapatkan markas, Jendral Herfu mengirim cucunya secara langsung sebagai pemimpin pasukan ini".
"Kenapa ia mengirim cucunya kesini?", tanya Falka dengan aneh, ia tidak mengerti tentang apa yang terjadi.
Berbeda dari Falka, Ren yang cerdas segera mengetahui tujuan Jendral Herfu "Tuan, aku rasa kita sudah bisa memulai rencana ke 2! Tujuan Jendral Herfu mengirim cucunya kesini tidak lain pasti untuk bekerja sama dengan tuan, aku yakin Jendral Herfu pasti memikirkan rencana yang sama dengan kita. Ia mengirim cucunya kesini agar bisa meyakinkan tuan bekerja sama sesuai rencananya".
"Aku rasa kita bisa mulai membentuk rencana ke 2 sekarang, lalu rencana itu akan dilakukan saat cucu Jendral Herfu sudah tiba disini", kata Myro.
"Kalau begitu, biarkan aku menjelaskan garis besar keadaan kita agar rencana ke 2 bisa dijalankan dengan baik", kata Ren lanjut menjelaskan "Agar bisa mengepung 70.000 pasukan musuh dari belakang, kita harus merebut 3 kota dan 1 benteng lagi. Tidak ada masalah pada 3 kota yang harus direbut sebab kekuatan pertahanannya sama dengan Kota Folk, mereka hanya dilindungi pagar kayu serta jumlah pasukan yang tidak banyak. Tetapi masalah terbesarnya yaitu benteng perbatasan yang sudah menjaga Kerajaan Orc-Goblin dari Provinsi Utara selama bertahun-tahun".
__ADS_1
"Benteng itu bernama Benteng Rulfes, sebagai benteng yang menjaga Kerajaan Orc-Goblin dari Kerajaan Azeroth sejak puluhan tahun yang lalu, benteng ini memiliki pertahanan terbaik yang tidak kalah dari Ibukota Kerajaan Orc-Goblin itu sendiri. Benteng ini dilindungi oleh tembok kota dari batu yang memiliki tinggi sekitar 7 meter, selain itu terdapat 5000 pasukan elit yang sudah bertarung di perbatasan selama bertahun-tahun, tidak mudah merebut benteng ini".
"Belum lagi ada kemungkinan kerajaan musuh akan mengirim pasukan bantuan yang menjaga Benteng Rulfes, bagaimana musuh tidak akan begitu bodoh untuk membiarkan kita mengepung 70.000 pasukan mereka di Provinsi Utara".
Setelah memahami keadaannya, Retya bertanya "Apakah kita harus merebut Benteng Rulfes? Tidak bisakah kita merebut wilayah lain dan mengepung 70.000 pasukan musuh?".
"Tidak mungkin!", kata Ren tegas "Benteng Rulfes adalah penghubung utama antara Kerajaan Orc-Goblin dan Provinsi Utara, tidak ada jalan lain lagi. Selama Benteng Rulfes tidak direbut, musuh akan memiliki kesempatan melarikan diri ketika dikepung oleh kita melalui benteng ini".
Wajah semua orang di ruangan itu menjadi berat, mereka tahu bahwa pertarungan kali ini sulit, bahkan lebih sulit daripada melawan 10.000 pasukan musuh sebelumnya.
Alasan kesulitan ini adalah musuh dibantu oleh tembok kota. Meskipun di Benteng Rulfes hanya ada 5000 pasukan, dengan bantuan tembok kota maka mereka bisa melawan 10.000 pasukan tanpa masalah.
Melihat tidak ada yang memberikan saran, Myro memutuskan berbicara lebih dulu "Falka, apakah kau tidak memiliki ide? Sebagai jendral yang sudah memimpin banyak medan perang, apakah kau tidak memiliki rencana?".
__ADS_1
Falka tersenyum pahit terhadap pertanyaan Myro "Tuan, masalah utamanya bukan tembok yang melindungi Benteng Rulfes, tapi ada hal yang lebih menganggu yaitu salju! Para prajurit kita tidak terlalu sering bertarung di salju, jadi ketika bertarung di cuaca bersalju, pasukan kita pasti melemah. Kavaleri Mongol tidak bisa bergerak terlalu cepat di cuaca bersalju sebab ada kemungkinan kuda akan terjatuh, lalu Penjaga Praetorian ataupun 2000 prajurit baru juga ikut melemah akibat cuaca salju. Tidak mungkin merebut Benteng Rulfes tanpa adanya banyak korban di pihak kita dengan kekuatan yang kita miliki sekarang, kecuali kita mendapatkan bantuan pasukan tambahan yang cukup kuat".