PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 288 : KOTA TVE


__ADS_3

Walaupun Raja Azeroth V telah mati, Raja Azeroth VI yang menjadi penggantinya sama sekali tidak berani melawan dekrit yang telah dibuat ayahnya.


Bagaimanapun ia masih baru menjadi raja, dibandingkan ayahnya yang puluhan tahun duduk di posisi raja dan dipercaya penduduk sampai kematiannya, Raja Azeroth VI dianggap tetap di bawah Raja Azeroth V.


Oleh karena itu, ia tidak dapat melawan keputusan ayahnya kecuali Myro melakukan pelanggaran besar sehingga ia bisa menarik gelar ataupun wilayah Myro.


Masalahnya untuk menarik gelar Duke Kemenangan dan wilayah Myro, Raja Azeroth VI tahu itu hampir tidak mungkin untuk sekarang.


Daripada menambah musuh lagi, Raja Azeroth VI memutuskan untuk berteman dengan Myro.


Lagipula hampir semua kakaknya yang lain tidak setuju terhadap ia yang naik ke atas tahta, ia pasti mendapatkan perlawanan yang berat sekalipun ayahnya sudah membantu dengan memberinya banyak dukungan seperti perdana menteri, 10 menteri, 3 jendral pasukan elit dan 3 divisi.


Jadi ia tidak boleh menambah musuh lain, belum lagi kekuatan Myro dianggap cukup berpengaruh di utara kerajaan.


Tanpa ragu sedikitpun, Raja Azeroth VI membuat dekrit juga yang menyatakan Myro adalah Duke Kemenangan dan wilayah Provinsi Tanrou diakui sebagai wilayah Myro oleh pihak kerajaan.


Berita itu membuat seluruh kerajaan kembali gempar. Pada awalnya Myro yang menjadi Count Kemenangan sudah sangat menakutkan, kekuatannya mungkin setara dengan Marquis Gerda yang terkenal di Kerajaan Azeroth.


Namun Myro menjadi Duke dan mempunyai 2 provinsi, kekuatannya yang sekarang kemungkinan besar setingkat Duke Perang.


...----------------...


Perbatasan barat Kerajaan Azeroth merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan kerajaan lain seperti perbatasan utara yang berbatasan dengan Kerajaan Kavaleri dan Kerajaan Orc-Goblin di masa lalu.


Pada daerah barat Kerajaan Azeroth, terdapat sebuah kota yang terkenal akan kemakmuran nya, kota itu adalah Kota Tve.

__ADS_1


Pada awalnya Kota Tve merupakan kota mati yang terkenal di wilayah barat kerajaan, tidak ada tambang atau sumber daya berharga apapun di kota tersebut, jumlah penduduknya hanya 7000 orang dan tanahnya tidak dapat digunakan untuk pertanian.


Tetapi ketika pangeran ke 7 dibuang ke Kota Tve yang terkenal menjadi kota mati, seluruh kota berubah sepenuhnya menjadi kota paling makmur di barat kerajaan.


Jumlah penduduknya lebih dari 100.000 serta mempunyai tembok besar yang melindunginya. Walaupun tanah mereka belum berubah yaitu tidak cocok digunakan sebagai pertanian, pangeran ke 7 memanfaatkan pengaruhnya yang mengubah kota ini menjadi kota yang sering dilewati pedagang.


Dengan dukungan pangeran ke 7, kota mati berubah menjadi kota makmur. Para pedagang sama sekali tidak berani menolak undangan pangeran ke 7, mereka setuju menghidupkan ekonomi Kota Tve yang membuatnya berkembang sangat makmur.


Oleh karena itu, banyak penduduk Kota Tve berterima kasih terhadap pangeran ke 7.


Meskipun ia dikenal memiliki sifat kejam dan tidak ragu-ragu membunuh bawahannya yang membuat kesalahan, banyak orang tetap mendukungnya akibat kecerdasan serta kekuatan pangeran ke 7.


Hampir semua kota yang menjadi wilayah kekuasaannya berubah menjadi makmur, hal tersebut membuat banyak penduduk mendukungnya.


Di Kota Tve, terdapat sebuah istana besar berwarna emas. Mungkin di seluruh Kerajaan Azeroth, cuma pangeran ke 7 yang berani membuat istana berwarna emas sepenuhnya kecuali raja.


Kalau ada orang yang bertanya atau berusaha menangkapnya karena membuat istana seperti istana raja, pangeran ke 7 akan mengatakan ia adalah anak dari raja, kenapa tidak boleh mempunyai istana yang sama?


Dengan memakai alasan itu, tidak ada lagi orang yang berani menganggu bentuk istananya.


Saat ini pangeran ke 7 sedang duduk di meja kerjanya sambil menatap sebuah peta yang terletak di atas meja, peta yang ia lihat tidak lain merupakan peta Kerajaan Azeroth.


Di peta itu, terdapat berbagai tulisan dan pion yang di antaranya terdiri dari Raja Azeroth VI, pangeran ke 1, pangeran ke 2, Myro serta berbagai kekuatan besar di Kerajaan Azeroth lainnya.


Peta ini mencatat lokasi wilayah masing-masing orang serta jumlah pasukan mereka menurut mata-mata yang ia kirim.

__ADS_1


Pangeran ke 7 mengamati peta dan bergumam "Adikku yang ke 10 seharusnya akan sangat kerepotan mulai dari sekarang, kakak tertua dan kakak ke 2 tidak akan duduk diam, mereka pasti berusaha merebut tahta raja yang ia miliki. Kalau mereka berencana berperang, maka aku tidak akan menganggu mereka, biarkan kalian semua saling berperang dan melemah sehingga aku dapat mengalahkan kalian semua dengan mudah. Tapi ada Duke Myro di utara, aku harus berhati-hati terhadapnya, orang ini benar-benar licik! Setiap tindakan yang ia lakukan, semuanya terlalu berhati-hati!".


Ketika pangeran ke 7 sibuk berpikir, ketukan lembut terdengar dari pintu ruang kerja "Tuan, seseorang yang aneh dengan jubah hitam datang ke istana, ia berkata tuan mengundang dirinya datang kesini. Selain itu ia membawa undangan emas dengan tanda tangan tuan, apakah aku harus membawanya menuju tuan atau menangkapnya karena mencoba menipu?".


"Tamu penting? Akhirnya ia datang!", kata pangeran ke 7 penuh semangat "Bawa tamu penting ke ruangan ini secepat mungkin, aku memiliki sesuatu untuk dibicarakan dengannya".


Pelayan yang melapor sedikit kaget, ia telah mengikuti pangeran ke 7 cukup lama tapi ia belum pernah mendengar suara pangeran ke 7 yang penuh semangat seperti ini.


Tetapi pelayan tersebut tidak berani membuang waktu lebih lama lagi "Baik tuan!".


Pelayan bergegas pergi untuk memanggil tamu. Sebagai orang yang sudah lama mengikuti pangeran ke 7, tentunya ia paham dengan jelas mengenai kekejaman pangeran ke 7. Selama ia terlambat memanggil tamu, pangeran tidak akan ragu membunuh dirinya.


Jadi beberapa saat kemudian, pintu ruang kerja pangeran ke 7 terbuka.


Sosok seseorang yang memakai jubah hitam berjalan tanpa rasa takut sedikitpun dan duduk di depan pangeran ke 7, pelayan yang membawa tamu tersebut berkeringat dingin.


Ia tidak pernah berpikir ada orang yang begitu tidak sopan di depan pangeran ke 7, padahal jenderalnya sekalipun tidak boleh duduk sebelum pangeran ke 7 memberikan mereka izin.


Saat pelayan berencana memperingatkan tamu, pangeran ke 7 melambaikan tangannya "Kau boleh pergi, pastikan tidak ada seorangpun yang mengganggu pembicaraan kami".


Pelayan itu melihat pangeran ke 7 tidak percaya, sejak kapan pangeran ke 7 menjadi begitu ramah?


Tidak berani berpikir terlalu banyak, pelayan membungkuk dan meninggalkan ruang kerja sambil menutup pintu agar tidak ada seorangpun yang menganggu.


Ketika pintu tertutup, sosok berjubah segera membuka jubahnya yang menunjukkan wajah seorang wanita cantik dengan mata tajam penuh aura membunuh.

__ADS_1


Mata wanita cantik jatuh ke pangeran ke 7 sebelum berkata "Lama tidak bertemu, pangeran ke 7".


Senyum ramah muncul di wajah pangeran ke 7 yang selalu mempunyai wajah tegas, ia berkata ramah "Sudah berapa tahun sejak kita terakhir bertemu, Lana? Aku tidak berpikir kau benar-benar akan datang, padahal kau tidak pernah menemui ku lagi sejak beberapa tahun yang lalu bukan?".


__ADS_2