PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 263 : MUNDUR


__ADS_3

Walaupun Myro sedikit aneh terhadap jawaban ayahnya, tapi ia mengangguk dan tidak banyak berbicara lagi. Bagaimanapun Myro harus memusatkan semua perhatiannya di peta medan perang, tidak ada waktu untuk dibuang-buang atau seluruh pasukan Myro mungkin hancur sebelum ia menyadarinya.


Semua orang juga tidak menaruh kecurigaan apapun, lagipula orang yang datang merupakan ayah Myro, tidak aneh untuk seorang ayah khawatir terhadap anaknya.


Ketika semua orang sibuk membahas strategi di peta lagi, Ayah Myro sering menatap ke medan perang seakan-akan menunggu sesuatu.


Myro yang sedang menggerakkan pion di atas meja secara tidak sengaja menjatuhkan pion nya ke tanah, seseorang mendekati Myro untuk mengambil pion nya, tapi Myro melambaikan tangan "Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri".


Melihat gerakan Myro yang mencoba mengambil pion di bawah meja, mata ayah Myro menjadi tajam.


Yorou yang dari tadi berdiri diam sambil menutup mata akhirnya membuka matanya, ia mengamati ayah Myro dengan tajam tapi tidak melakukan tindakan apapun. Gerakan Yorou sangat berhati-hati sehingga tidak ada yang menyadarinya kecuali Ren dan Myro, bahkan ayah Myro sendiri sama sekali tidak menyadari dirinya sedang diamati.


Ren di sisi lain tersenyum, permainan telah di mulai.


Tanpa semua orang sadari, sebuah panah ditembakkan dari bagian depan tenda.


Tenda tempat pusat komando dimana Myro berada terbuat dari kulit, bagaimanapun ini cuma tenda komando sementara sehingga tidak perlu membuatnya dari batu yang merepotkan. Apalagi sewaktu perang selesai, tenda komando disini harus ditutup.


Oleh karena itu, sebuah lubang kecil di tenda komando pasti tidak menarik perhatian semua orang.


Mereka berpikir mungkin tenda tidak terawat dengan baik yang menyebabkan ada lubang disana, tapi banyak orang tidak mengetahui bahwa lubang tersebut dibentuk oleh musuh secara sengaja.


Tiba-tiba sebuah anak panah terlihat dari lubang di sudut tenda, karena lokasinya yang tersembunyi maka banyak orang tidak menyadarinya sedikitpun.


Anak panah itu sedikit bergetar tapi mengarah kepada Myro.


Tidak berhenti sampai di situ, beberapa saat sebelum anak panah menembak, ayah Myro ikut bergerak.

__ADS_1


Ia menarik pedangnya dan bergegas menuju Myro, gerakannya terlalu mengejutkan yang membuat semua orang di tempat itu sama sekali tidak siap.


Bersamaan dengan ayah Myro yang berlari menuju Myro sambil membawa pedang, sebuah anak panah ditembakkan.


Myro yang baru berdiri dari mengambil pion di atas meja terkejut menemukan ayahnya yang membawa pedang menuju dirinya, apalagi Myro tidak menyadari krisis panah di belakangnya.


Beberapa saat kemudian, darah berjatuhan di tenda dan terdengar suara teriakan yang membuat penjaga sekitar mulai berlari secepat mungkin menuju tenda Myro.


...----------------...


Di tengah medan perang, Retya memimpin pasukannya membunuh semua musuh yang ada hingga seluruh tubuhnya berwarna merah akibat darah musuhnya.


Setiap kali pasukan musuh bertemu Retya, mereka lari ketakutan sebab nama Retya sebagai iblis berdarah telah dikenal pada seluruh Kerajaan Orc-Goblin. Tidak diketahui, berapa banyak Orc dan Goblin yang sudah mati di tangannya.


Retya mengangkat kepalanya untuk mengamati Pasukan Kemenangan yang memukul mundur musuh semakin jauh "Kalau terus seperti ini, hanya masalah waktu sebelum kita berhasil menang!".


Senyum percaya diri muncul di wajah Retya, ia terus mengamati sekitar mencoba mencari Guliger. Bagaimanapun Guliger merupakan jendral utama musuh, selama ia mati maka semua peperangan pasti berakhir.


Tetapi wajah Retya langsung berubah saat mendengar suara drum tersebut sebab ia tahu apa artinya, yaitu seluruh pasukan mundur.


"Apa yang terjadi? Kenapa tuan memutuskan mundur padahal kemenangan sudah berada di depan mata?", meskipun Retya tidak mengerti mengenai keputusan Myro, Ren bersama ahli strategi lainnya, tapi ia mengikutinya.


Lagipula bagi Retya, Myro adalah pemimpin yang ia ikuti. Jika Myro memutuskan ia harus mati di medan perang sekalipun, Retya tidak akan ragu.


Oleh karena itu, Retya berteriak menuju Pasukan Kemenangan di sekitarnya "Semua pasukan kembali berkumpul, kita akan mundur! Jangan sampai terpisah karena musuh dapat membunuh kalian lebih mudah! Semuanya bergabung lalu mundur perlahan-lahan!".


Seperti Retya, Herfu menjadi ragu atas keputusan Myro untuk mundur.

__ADS_1


Tetapi ia melihat Pasukan Kemenangan mulai bergerak mundur, jadi Herfu memberitahu pasukannya juga agar mulai mundur.


Pasukan Orc-Goblin kebingungan menemukan pasukan Myro yang bergerak mundur, padahal kalau mereka menyerang lebih lama lagi, mereka pasti meraih kemenangan.


Lalu kenapa mereka mundur? Apakah musuh berusaha menipu mereka atau memang ada alasan penting hingga membuat mereka harus mundur.


Berbeda dari pasukannya yang bingung, mata Guliger bersinar menemukan gerakan pasukan Myro.


Nampaknya semua berjalan sesuai rencana, Luca berhasil meyakinkan Keluarga Aras untuk membunuh Myro.


Selain itu berdasarkan surat dari Luca kemarin, ibunya bersama keluarga dari ibunya setuju membantu Luca membunuh Myro.


Meskipun Keluarga Ibu Luca hanya bangsawan kecil di Provinsi Utara, tapi mereka tetap bangsawan yang membuat mereka mampu memberi Luca sumber daya dan beberapa bantuan agar berhasil membunuh Myro.


Tanpa ragu sedikitpun, Guliger memutuskan supaya pasukannya mundur juga.


Kenapa Guliger tidak membuat keputusan maju melawan pasukan Myro yang mencoba melarikan diri? Alasannya pasukan Myro memang bergerak mundur, tapi mereka sama sekali tidak panik melainkan bergerak mundur secara hati-hati agar musuh tidak dapat menyerang ataupun mengejar mereka. Selama ada musuh yang mencoba mengejar mereka, pasti akan terbunuh.


Oleh karena itu, biarkan mereka semua beristirahat selama beberapa hari sampai berita kematian atau terlukanya Myro menyebar.


Guliger yakin selama berita keadaan Myro menyebar, kekacauan akan terjadi di pasukan Myro.


Selama pasukannya sudah kacau, Guliger mampu mencari lebih banyak pengkhianat di pasukan Myro atau menyerang mereka secara langsung.


Ketika sebuah pasukan menjadi kacau akibat kehilangan pemimpin mereka, umumnya kekuatan pasukan akan menurun walaupun mereka adalah pasukan elit, jadi korban di pasukan Orc-Goblin akan berkurang banyak kalau mereka membunuh pasukan Myro yang sedang mengalami kekacauan. Bahkan ada kemungkinan pasukan Myro yang menjadi kacau akan melarikan diri ketika diserang karena mengetahui berita Myro yang mati atau paling baik terluka berat.


Peperangan paling awal Myro melawan Kerajaan Orc-Goblin berakhir sambil membuat banyak sekali tanda tanya dipikiran orang-orang, kenapa perangnya berakhir begitu cepat? Terutama Myro yang hampir menang, kenapa ia memutuskan membuat pasukannya mundur daripada terus maju menyelesaikan perang?

__ADS_1


Di peperangan kali ini, Myro kehilangan sekitar 1000 pasukan sedangkan musuh kehilangan lebih dari 20.000 orang yang 15.000 di antaranya adalah penduduk Goblin sedangkan 5000 orang lainnya merupakan pasukan Goblin serta Orc.


Alasan banyaknya korban di pihak musuh yaitu mereka membawa penduduk yang tidak bisa bertarung, lebih dari setengah korban di pihak musuh berasal dari penduduk Kerajaan Orc-Goblin yang menunjukkan seberapa kejam tindakan Guliger untuk meraih kemenangan.


__ADS_2