Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Kejujuran Roy


__ADS_3

"Kondisinya sangat buruk, Dokter harus mengeluarkan bayinya jika tekanan darahnya sudah turun dan Raina dalam kondisi yang stabil." Mata Adry memerah menatap jauh ke depan.


"Keselamatan anak dan istriku dalam bahaya jika tidak segera bayi itu diambil. Mereka bisa saja tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Aku harus apa?" Adry mengatakan hal itu dengan putus asa dan frustasi.


"Andai saja aku tahu Raina hamil, aku tidak akan membiarkannya hidup dengan kesulitan. Andai saja aku lebih cepat mengetahui semua kejadian itu, dia tidak akan hidup dalam kepedihan dan kesedihan. Aku suami dan ayah yang buruk," lanjut Adry serak dan hampir habis suaranya.


"Aku yang salah tidak mengatakan semuanya padamu, Kak. Aku penyebab semua masalah ini terjadi," potong Roy.


Adry menoleh lalu menatap ke arah Roy dengan penuh kemarahan.


"Aku ingin sekali menghajarmu saat ini. Namun, ini tidak dalam kondisi dan waktu yang tepat. Sekarang ceritakan semuanya padaku, jangan ada yang ditutupi lagi. Aku muak dengan kebohongan kalian semua yang mempermainkan hidupku." Suara Adry terdengar tajam.


"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini semua. Aku muak jika harus melakukan semuanya demi memuluskan jalan keluargamu. Mungkin jika itu berkaitan dengan bisnis aku bisa mentolerir karena aku tidak mengenal siapa musuhku tetapi ini berkaitan dengan keluarga kita."


"Kejadian bermula ketika Ibu memeriksa hasil kesehatan Nita tanpa sepengetahuan kau dan istrimu. Dia menemukan kekurangan istrimu yang tidak bisa memberikan keturunan. Nita lalu meminta pada Ibu dan Ayah untuk merahasiakan ini darimu. Dia akan melakukan apapun agar dia tidak bisa berpisah darimu karena dia tidak sanggup hidup tanpamu." Roy mengatakannya dengan sesak dan rasa sakit. Kenyataan pahit yang harus ditelan karena orang yang dia cintai harus mencintai pria lain dengan buta. Pikirnya.


"Lalu kerjasama itu terjadi, mereka bersiasat dengan Dokter Ryan yang notabene adalah sahabat Nita. Lalu merancang drama ini. Tetapi saat itu, pilihan jatuh pada Raina. Kebetulan yang sangat luar biasa, bukan?"


Adry terkejut dengan awal cerita Roy. Ternyata semuanya adalah rekayasa dari keluarganya tetapi mereka salah memilih wanita yang akan hamil anaknya sehingga cerita yang keluarganya inginkan berubah.


"Kalian ... aku tidak bisa mengungkapkannya. Aku merasa hidupku dipermainkan," lirih Adry lesu.

__ADS_1


"Aku mencoba memberitahumu dengan mengatakan jika kau seharusnya hamil anak Raina secara alami saja, tetapi aku tidak cukup berani untuk menentang keinginan dan melawan keinginan Ibu dan Ayah, bagiamana pun aku hutang budi baik pada mereka."


"Aku ingat kau pernah menyarankan hal itu. Lalu dokter di Jerman memberitahuku jika Nita memang tidak bisa punya anak. Oh, kenapa aku bisa terjebak dalam permainan kalian?" Adry meninju udara dengan kesal.


"Tunggu jadi kalian menjadikan Rainaku sebagai korban?" ucap Jonathan tidak terima. Kedua kawannya itu menatapnya tajam.


"Dengarkan dulu ceritanya dan jangan potong! Jika kau ingin membuat masalah pergilah dari sini karena sekarang aku sedang ingin memukul seseorang," ucap Adry dengan suara dan tatapan dingin membuat Jonathan menelan ludahnya dan menyandarkan kepala ke tembok.


"Jika aku tahu seperti itu, aku pasti akan membawanya kabur saat itu juga, Rainaku hidup dengan menderita," lanjut Jonathan dan mendapatkan pukulan di pipinya.


"Diam atau pergi dari sini," ujar Adry penuh emosi. Jonathan mengusap pipinya yang merah dan meringis perih.


"Aku akan lanjutkan ceritanya jika kalian bisa tenang," ujar Roy.


"Aku akan tetap disini untuk mendengar bagaimana kalian bisa membuat Rainaku menderita."


"Jo!" seru Roy menatap tajam anak itu. Roy adalah orang termuda di antara mereka.


"Baiklah, aku akan diam."


Roy menghela nafasnya berat. Matanya menerawang mengingat apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Aku mengirimi foto kau dan Raina yang bersama, berharap wanita itu mengerti dan mundur dari hidupmu tetapi tidak dia tetap bertahan dengan apik."


"Apakah Ayah dan Ibu sudah tahu jika Leon anakku?"


"Mereka sangat tanggap, ketika melihat kau dan Leon bersama mereka langsung meneliti DNA kalian. Jadi mereka sudah tahu tanpa kau beritahu. Rencana berubah seketika. Jika Ayah lebih tenang, dia tidak mempermasalahkan kau hidup dengan siapa asal kau bahagia tetapi Ibu tidak rela jika menantunya dari kalangan bawah. Intinya dia tidak butuh Raina ada di hidupmu. Dia ingin menyingkirkan Raina dengan cara bekerjasama dengan Nita."


"Ya, aku mengerti itu dan baru bisa memahaminya kini."


"Dari awal aku sudah mengatakan pada Raina untuk pergi, tetapi ternyata kalian berdua terjebak oleh cinta sehingga harus melewati berbagai banyak halangan untuk bersatu. Ini konsekuensi yang harus ditanggung. Kau tahu Ibu bisa melakukan apapun untuk bisa menyingkirkan lawannya. Apalagi Raina seperti telah merebutmu dari keluarganya."


Adry membalikkan tubuhnya dan meninju tembok dengan keras. "Musuhku adalah ibuku sendiri?"


"Cinta itu membuat orang buta, semua orang mencintaimu dan ingin memilikimu secara penuh."


"Dia bahkan merekayasa tindakan penusukannya sendiri?" Adry menggertakkan gigi ketika mengucapkannya.


"Agar memperoleh simpatimu dan menyingkirkan Raina serta memperoleh Leon."


"Ya, bahkan dia bisa melakukan lebih jika kau tetap bersikeras ingin bersama Raina. Atau mungkin dia bisa mengeluarkanmu dari keluarga dan menjadikan Leon ahli warisnya? Aku tidak tahu. Jika itu terjadi kau dan Raina tidak akan bisa menemukan Leon lagi."


"Aku akan menemui Ibu dan mengambil Leon," ujar Adry bangkit.

__ADS_1


***


Like, Dan komentarnya ya 🙏🙏🙏, Votenya jangan lupa 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2