Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Rahasia Keluarga


__ADS_3

Setelah pembicaraan yang cukup matang dan menimbang ketakutan Raina jika ditemukan oleh keluarga Adry, maka Adry memutuskan untuk tinggal di sebuah pulau terpencil. Di pulau ini ada sebuah resort milik Jonathan dan Adry juga memiliki saham di sini serta bekerja sebagai pengelolanya.


Resort itu terletak di sebuah pantai berpasir putih dengan konsep berbentuk bangunan asli masyarakat daerah setempat. Rumah panggung dengan bahan bangunan dari kayu keras asli daerah setempat. Tempat tidur pun ada di lantai hanya saja di rancang dengan indah sehingga membuat orang yang menginap di sana akan merasa betah, nyaman dan terkesan. Pelayanan di resort ini tidak kalah dengan hotel berbintang lima. Hanya saja untuk sampai di sana harus dilakukan pemeriksaan khusus.


Mereka yang menginap harus dengan identitas yang lengkap dan sudah memesan dari jauh-jauh hari. Tidak boleh mengabadikan tempat itu dengan handphone. Jika ada kamera pun harus sepengetahuan pemilik resort yaitu Adry. Ada banyak penjaga dan juga kamera yang di pasang di setiap sudut resort dan tempat itu. Hanya orang berduit dan butuh privasi lebih saja yang boleh tinggal di sana.


Hanya ada sepuluh rumah yang disewakan satu rumah maximal hanya untuk lima orang dalam satu rombongan. Satu hal yang orang-orang sukai dari resort ini selain dari pelayanan yaitu mereka tidak akan merasa benar-benar menikmati liburan tanpa terganggu oleh orang luar. Sebagian besar menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengasingkan dan menenangkan diri untuk beberapa waktu.


Sebenarnya konsep ini yang diinginkan oleh Raina. Dia ingin merasa nyaman tanpa ada seorang pun tahu keberadaannya. Hal itu pula yang dijadikan komiditi dalam penjualan jasa resort ini.


"Siapa tamu kita kali ini?" tanya Raina pada Adry terlihat pria itu sangat tidak nyaman dengan kehadirannya.


"Seorang artis dari negara kita, hanya saja dia sudah mendunia. Dia ingin berlibur tanpa terganggu oleh seorang pun penggemarnya. Padahal kita tahu jika tidak ada yang tidak mengenalnya. Penyewa lainnya pun sepertinya ingin berfoto dengannya."


Raina melihat data diri penyewa kamar ini.


"Apakah dia tidak membawa masalah untuk kita nantinya? Bagaimana jika ada yang mengekspos resort kita untuk umum. Padahal kita menjualnya hanya untuk kalangan tertentu saja."


"Maksudmu bagaimana jika ada wartawan yang menguntitnya. Jika ada yang tahu maka akan ada yang bertanya tentang resort ini bagaimana cara kerjanya serta pengelolanya padahal kita bekerja secara diam-diam. Ini adalah resort rahasia hanya prang tertentu saja yang boleh tinggal di sini."


"Kau baru pernah ingin menolak penyewa resort kita padahal sebelumnya tidak."


"Aku punya feeling yang buruk tentang ini," ungkap Raina.


"Clara adalah artis besar dan dia sedang jenuh dengan hiruk pikuk kehidupan di luar sana. Ingin menyendiri dan menenangkan pikirannya."


"Okey, aku mengerti alasan klasik yang sering dibawa oleh beberapa artis lainnya. Mereka tertekan dalam dunianya dan merasa jenuh. Namun, entah mengapa aku punya feeling tidak bagus."

__ADS_1


"Apa kau cemburu jika penyewa kita kali ini adalah wanita."


"Kereena Syah artis Bollywood yang bulan kemarin datang juga wanita tetapi aku tidak mempermasalahkannya."


"Ya, sudah kita batalkan saja," kata Adry.


"Jangan, dia adalah klien besar," ujar Roy tiba-tiba.


"Dia datang dengan membawa dua rombongan satu rombongan berisi tiga wanita dan yang lainnya pria."


"Apakah kau sudah selidiki latar belakang mereka semua."


"Kau jangan takut aku sudah menyelidikinya tidak ada yang bekerja di perusahaan milik Quandt dan juga tidak ada yang bekerja sebagai wartawan atau pencari berita."


"Kalau begitu aku serahkan masalah ini padamu. Kau urus saja mereka dan awasi mereka dua puluh empat jam. Lalu jangan sampai kita kecolongan sehingga berita tentang resort ini tersebar luas."


"Aku jadi lupa tujuanku datang kemari gara-gara masalah si Clara ini."


"Memang kau mau apa? Apa kau merindukanku?" Adry memegang pinggang Raina dan meneriknya mendekat membuat Roy memalingkan wajahnya.


Merek selalu mesra tidak tahu tempat. Apakah mereka tidak sadar jika ada jomblo kesepian di sini?


"Aku ingin mengatakan jika pil KBku telah habis kau harus pergi ke kota untuk membelinya."


Adry menghela nafas.


"Aku tidak mau telat meminumnya," lirih Raina dengan tegas.

__ADS_1


"Lagian jika telat juga tidak apa-apa kakak ipar. Umur Regina sudah dua tahun dia butuh teman bermain."


"Tidak sebelum Leon pulang kembali ke pelukan kita. Regina sudah besar kita bisa ke Jerman untuk meminta hak asuh Leon kembali."


Adry menatap ke arah Roy. Meminta pria itu menjelaskan situasinya. Dia sudah mencoba menerangkan hal ini pada Raina namun wanita itu juga tidak paham.


"Kak, kita sudah nyaman hidup di sini apakah perlu kita mengorek lagi luka lama?" ujar Roy.


"Tapi Leon itu putraku dan aku merasa bersalah karena hidup bahagia sedangkan kita tidak tahu bagaimana kehidupan Leon di sana. Apakah dia senang atau hidup menderita?"


"Kak nyawamu dan Regina bisa dipertaruhkan jika kita melawan kehendak Ibu Janeta."


"Tetapi Ayah Carl, aku rasa dia bijaksana. Kita harus memberikan bukti jika Ibu yang melakukan semuanya," ujar Raina.


"Tidak bisa semudah itu."


"Kita membuat pulau ini tidak bisa dilihat dari dekat oleh satelit manapun dan kita juga membuat peraturan yang melarang seseorang mengambil gambar atau foto. Agar apa? Agata kehidupan kita di sini tidak ada yang tahu. Sekarang kau malah ingin ...," Roy tidak ingin meneruskannya.


Mata Raina merebak merah. Dia lalu keluar dari ruangan itu dengan berlari.


"Kau atasi dulu Kakak Ipar," ujar Roy.


"Biarkan saja, dia hany butuh waktu sendiri untuk berpikir. Aku pun sama seperti Raina rindu dengan anakku tetapi melawan ayah dan ibu bagai melawan sekompi pasukan pembunuh. Aku merasa jadi pria pengecut. Aku menukar kebahagiaanku dengan memberikan Leon sebagai gantinya."


"Ini semua bukan salahmu. Raina tidak tahu asal usul keluargamu, jika dia tahu dia mungkin akan menuruti semua katamu. Jika Nita tidak mau ikut urusan keluargamu dan lebih memilih menurut pada mereka sehingga tidak pernah ada masalah berlebih tetapi Raina tetap mengikuti kata hatinya. Ada baik ya kau ceritakan siapa sesungguhnya keluarga mu mengapa mereka sangat ditakuti di daerah Jerman."


Adry menghela nafas. "Ini aib," gumamnya lalu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Roy hanya bisa terdiam saja. Dia yang selama ini menghadapi musuh Ayah dan Ibunya lebih tahu sepak terjang keluarga mereka. Sedangkan, Adry hanya mengurusi perusahaan dia tidak mau tahu dengan urusan dibalik layar. Dia lebih suka cari aman, tanpa harus berlumuran darah. Adry tipikal orang yang lembut, tidak tegaan. Sepertinya Tuan Carl tidak mendidik Adry seperti dirinya.


__ADS_2