
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Roy yang cemas dengan keadaan calon istrinya. Dia memegang tangan Hana erat sambil duduk di sebelahnya.
"Dia kekurangan banyak cairan tubuh sehingga menjadi lemah dan pingsan. Luka di kakinya dalam tapi tidak terlalu parah. Tekanan darahnya rendah selain itu ada hal lain yang perlu Anda ketahui dari Nyonya Hana."
Wajah Roy semakin khawatir melihat raut wajah sangat dokter. Itu tidak berlangsung lama karena wajah dokter itu tersenyum lebar sekarang.
"Aku tidak tahu kalian sudah menikah atau belum yang pasti dia sekarang sedang hamil muda, jadi saran saya jaga kesehatannya."
"Hamil Dok? Benarkah? Syukurlah." Roy memeluk tubuh Hana dan mencium dahinya. "Terimakasih, Sayang."
"Saya akan memberi beberapa vitamin untuk memulihkan kembali staminanya. Ada juga salep untuk mengeringkan luka agar lekas pulih. Yang pasti luka ini akan berbekas nantinya."
"Tidak masalah Dokter yang penting dia selamat dan sehat."
"Saya tidak tahu masalahmu itu apa dan tidak bermaksud mencampuri nya. Saya hanya tidak mengerti satu hal bukankah Hana dalam keadaan baik-baik saja dan dia baru saja keluar dari rumah sakit."
"Dia yang asli sedangkan yang bersama saya itu kembarannya. Saya juga sedang menyelidiki masalah ini. Tidak tahu apa motif kembaran calon istri saya mengaku jika dia adalah Hana."
"Mungkin cemburu karena ingin memiliki Anda."
"Mungkin saja, saya harap Anda bisa menjaga rahasia ini."
"Tentu saja mulut saya selalu tertutup rapat soal keluarga Quantd."
__ADS_1
Dokter itu lantas memberikan resep setelah mengobati dan menutup kembali luka Hana dengan perban.
"Hyun kau antar Dokter Frans sampai ke mobil. Setelah itu tebus obat."
"Baik, Pak." Hyun lalu keluar bersama dengan Dokter Frans.
Roy sendiri menatap istrinya yang masih tidak sadarkan diri. Berbaring di sisinya, memandangi Hana.
"Roy... Roy, Sayang..." panggil Hana.
Roy mulai menoleh, mencari asal suara. Dia melihat seorang wanita lusuh dengan pakaian yang dipakai Hana terakhir kali dia melihatnya, berlari ke arah mobil dari arah samping mobil. Wajah Roy menegang seketika.
"Aku seperti mendengar namamu dipanggil," kata Hani yang menyamar menjadi Hana.
"Pejamkan matamu, agar kau bisa sedikit beristirahat."
"Pak, cepat. Anak-anak pasti sudah tidak sabar menunggu ibunya pulang," perintah Roy pada sopirnya.
Mobil lantas segera berjalan ketika tangan Hana hendak meraih mobilnya. Meninggalkan Hana asli yang berlari mengejarnya dan terjatuh. Tangan Roy menegang ingin rasanya dia menolong tetapi dia tidak bisa untuk saat ini. Setelah bayangan Hana hilang Roy segera mengambil handphonenya dan mengetik dengan bahasa Jerman pada Hyun untuk membantu Hana yang sedang berjalan ke rumahnya. Tidak ada yang boleh tahu jika Roy yang membantu wanita itu.
Sesampainya di rumah. Hana palsu langsung disambut oleh Raina dan Adry juga anak-anak.
"Yeay, ibu pulang," teriak Kembar bahagia. Mereka langsung memeluk ibunya.
__ADS_1
"Aku rindu sekali dengan Ibu," peluk erat Ayu.
Hana palsu lalu bersimpuh di depan anak-anak. "Aku juga rindu sekali dengan kalian."
"Selamat datang kembali ke rumah ini sebagai Hana yang baru saja terlahir kembali." Raina mendekat dan memeluk Hana. Hana membalasnya.
"Aku senang kau kembali dengan selamat Hana. Jadi rencana pernikahan kalian akan tetap berlangsung. Aku lega Roy bisa menemukan kebahagiaannya lagi." Adry mengatakannya dengan tulus dan terasa mengena di hati. Raina lalu pinggang suaminya dengan satu tangan dan tangan lain untuk mengusap lengannya.
"Kau pasti rindu masakan rumah, aku sudah memasak berbagai hidangan untuk kita semua. Ayo, kita ke ruang makan," ajak Raina pada Hana.
"Kakak, aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Roy pergi ke kamarnya. Setelah merasa aman dia lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
"Bagaimana apakah kau sudah membawa Hana?"
"Sudah, sesuai dengan perintah Anda, saya membawanya ke apartemen lama Anda bersama dengan dua orang anak yang bersamanya."
"Aku urus mereka dengan baik dan pastikan Hana mendapatkan perawatan yang terbaik pula. Panggil Dokter Frans untuk memeriksa keadaannya. Aku akan datang satu jam lagi."
"Baik, Pak!"
Roy merasa lega karena Hana telah ditemukan dengan selamat. Dia harus membuat alasan agar bisa keluar dari rumah ini tanpa dicurigai oleh Hana palsu. Dia lantas keluar dari kamar dan melihat ke bawah dari lantai atas.
"Jangan bermain-main denganku, gadis nakal. Kau tidak tahu siapa aku!" gumam Roy melihat Hana palsu di lantai bawah bersama dengan yang lain.
__ADS_1