Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Tujuan


__ADS_3

"Siapa yang kau maksud dengan Ibu dan Ayah itu?" tanya Karina.


"Kau pura-pura tidak tahu atau apa?"


"Aku hanya ingin mengambil peta pulau ini dan juga sistem keamanannya tidak lebih. Yang mengirimku, aku tidak tahu tetapi yang jelas dia atasanku."


"Only that? Kau pikir itu hanya hal sepele?"


"Aku tidak tahu seberapa pentingnya itu untuk dia dan seberapa berbahayanya untuk kalian! Namun, aku tahu kalau kau bisa menyelamatkan dirimu dan keluargamu sedangkan aku, aku sendiri dan harus menyelamatkan keluargaku."


"Sekarang katakan alibimu? Mungkin aku akan percaya?"


"Kau tidak percaya juga tidak apa-apa. Katanya kau sudah tahu tentang dirimu seharusnya kau tahu apa masalahku!" ujar Karina tidak mau kalah.


Roy menghela nafas panjang. Dia tidak sabar menghadapi wanita seperti ini. Dia bangkit dan menendang kursinya keras sampai hancur terkena tembok. Karina menutup matanya sejenak. Lalu membuka matanya kembali dan menatap wajah Roy yang memerah dan menggelap.


"Wanita memang suka bermain dengan lidahnya."


"Baiklah, aku akan membantumu tetapi kau juga harus membantuku keluar dari masalahku."

__ADS_1


"Aku saja tidak percaya dengan dirimu, lalu bagaimana aku akan membantumu! Kau mungkin akan menjebak kami dengan tipu muslihatmu yang lain.''


"Aku hanya ingin keluargaku selamat. Jika kau bisa menyelamatkan ibu dan ayahku maka aku akan melakukan apapun yang kau mau," kata Karina mantap.


"Apapun? Bagaimana jika aku ingin menjadikanmu wanita penghibur? Apa kau rela?"


"Wanita penghibur hatimu tidak apa-apa," kata Karina menahan senyum.


Roy memutar bola matanya malas.


"Aku akan menjadi pelayanmu jika kau mau," tawar Karina penuh harap.


"Pelayan di tempat tidur?" tawar Karina lagi sembari meringis.


"Berciuman saja kau sudah mau pingsan, bagaimana kau bisa melayaniku ditempat tidur? Bisa-bisa kau mati," ujar Roy.


"Katakan saja rencanamu dan rencana atasanmu itu dan kita jebak mereka. Setelah itu aku akan melepaskanmu," ujar Roy.


"Aku tidak mau dilepaskan, aku hanya mau ibu dan ayahku hidup tenang dan bahagia di akhir usianya."

__ADS_1


"Itu berat, ayahmu itu adalah buronan negara."


"Karena itu aku menawarkan diriku agar kau bisa melakukannya. Kebahagiaan orang tuaku adalah segalanya untukku. Kumohon!" pinta Karina memelas.


"Ayah sedang di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. Kondisinya memburuk beberapa bulan ini. Dia sudah merasa lelah untuk terus berlari menghindari Polisi dari Indonesia yang terus mengejarnya. Namun, dia tidak ingin di penjara karena uang yang dia korupsi tidak semua dia gunakan sebagian uang itu dibagikan ke Anggota banggar yang lain. Dia tidak bisa membela dirinya dan mengatakan semuanya itu."


"Sedangkan atasanku menggunakan orang tuaku untuk menekanku. Awalnya aku melakukan ini agar bisa mendapatkan uang banyak tetapi kemarin aku memutuskan ingin mengakhiri semua ini. Mereka malah mengatakan aku harus menuruti semua yang mereka perintahkan jika ingin orang tuaku baik-baik saja terutama ayahku.''


"Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Karina bingung.


"Aku akan membicarakan masalah ini dengan Kakakku. Dia berniat membunuhmu karena kau adalah orang yang berbahaya untuknya."


"Kenapa tidak kalian lakukan?''


"Karena Raina sangat menyukaimu. Dia pikir kau bisa menjadi istriku... pikiran yang aneh dan tidak masuk akal. Wanita itu makhluk berbahaya yang hanya datang untuk membuat masalah dan membuat hati hancur."


Karina terkejut dengan sikap terus terang Roy. Jadi perasaannya benar jika istri dari pemilik tempat ini ingin menjodohkannya dengan Roy.


"Aku tidak keberatan menikah denganmu," kata Karina ringan.

__ADS_1


__ADS_2