Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Rencana Tersembunyi


__ADS_3

"Astaga Karina, kau tidak bilang jika pria-pria pengelola tempat ini begitu tampan dan seksi," ungkap Clara ketika mereka sampai di kamar.


Karina yang ingin privasi lebih akhirnya memilih untuk menyewa kamar sendiri. Hal yang sama pun terjadi dengan Clara sedangkan May akan satu kamar dengan Sandra.


"Aku benar-benar tidak tahu. Mereka hanya memberikan foto-foto tentang tempat ini tanpa memperlihatkan foto kakak adik Quandt itu."


"Sayang sekali kakaknya yang terlihat dewasa dan tampan itu sudah punya istri," ucap Clara sambil mengigit apel di tangannya. Sedangkan Karina sibuk memasukkan bajunya ke dalam lemari.


"Kau juga kemari bersama Dave mengapa kalian tidak tinggal sekamar saja?" tanya Clara.


"Aku tidak ingin penghuni lain villa ini tahu hubunganku dengan Dave. Ya, kau tahu pria itu sudah beristri."


"Kau tahu, kau bermain api kali ini."


"Cinta itu tidak dapat dikendalikan Karina."


"Mungkin, tetapi aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta di usia dewasa kecuali ketika remaja."


"Roy, itu sangat gentleman, maskulin dan menarik, bodynya yang tertutup kaos hitam saja masih terlihat seksi aku tidak membayangkan jika dia melepaskannya berlari ke pantai lalu berenang," cerocos Clara tanpa henti dan mendapat lemparan bantal oleh Karina.


"Kau ini, bagaimana jika Dave mendengarkannya. Kontrakmu untuk jadi model iklan produknya akan dibatalkan."


"Aku hanya ingin kau melihat bagaimana menariknya si Roy. Apa mungkin kau tidak suk pada pria? Jika begitu kau jangan sampai tertarik padaku karena aku masih normal."

__ADS_1


"Kurang ajar," kata Karina yang mendapat kekehan dari Clara. Wanita itu memang terlihat dekat dengan beberapa pria hanya saja ketika pada tahap pendekatan pasti ada saja yang menyebabkan wanita itu batal menjalani kencannya. Clara tidak tahu mengapa.


Sedangkan Karina memikirkan kejadian sewaktu dia turun dari pesawat tadi pagi. Tatapan mata Roy menghantamnya membuat jantungnya seperti berada di rollercoaster.


Dia ingat bagaimana email yang dibalas pria itu ketika menolak kehadirannya serta rombongan artis milik agensinya. Beberapa kali dia memberi alasan yang masuk akal atas pertanyaan ketus dan pendek yang diajukan oleh Roy dengan profesional.


Dia membayangkan Roy adalah sosok pria yang gemuk dan berlemak nyatanya tubuhnya kekar dan padat dengan wajah indo yang rupawan. Tidak kalah dengan model pria yang selalu dia tangani sebelumnya.


Dia seperti model kebugaran. Mungkin karena pria itu selalu memperhatikan olahraga sehingga ototnya terbentuk dengan indahnya. Dadanya yang kencang, pinggangnya yang ramping serta otot bagian belakang tubuhnya yang padat. Lengan besar dan kuat yang akan membuat wanita yang dipeluknya merasa damai dan aman.


Karina berharap dia bisa menyimpan kekaguman dibalik kacamata hitam itu. Tidak meruntuhkan kesan yang ingin dia bangun dihadapan pria itu.


"Dia sangat tampan dan aku menyukai logatnya yang khas orang pribumi, santun, sopan dan bersahaja," ungkap Clara lagi. Mendengar hal itu membuat Karina menarik nafas penuh frustasi.


"Oh, sayang, aku itu sudah punya Dave saat ini, tidak mungkin aku mendua. Lagipula tatapannya jelas terarah padamu."


"Dia tidak melihat ke arahku," kata Karina.


"Kau bercanda," kata Clara tidak yakin.


Ketukan di pintu menyela percakapan mereka. Seorang pelayan masuk membawa makanan pesanan Karina. Clara memberikan tips tetapi pelayan itu menolaknya dan segera pergi.


Karina lalu mendekat ke arah makanan itu dan mencobanya. Dia menikmati rasa yang dia rindukan selama ini. Dia lama sekali tidak pulang ke negeri ini setelah kematian orang tuanya.

__ADS_1


"Dia bahkan tidak berkedip menurutmu apakah dia mengenalimu," lanjut Clara.


"Entahlah." Karina lalu melanjutkan makannya.


"Kau harus mendekatinya untuk menemukan kelemahan dalam resort ini dan menyerahkannya pada bos kita untuk ditindak lanjuti."


"Aku tidak akan melupakan tujuanku datang kemari," kata Karina.


"Hanya saja harus berhati-hati sepertinya Tuan Quandt itu bukan orang yang mudah untuk diambil informasinya dan diperdaya."


"Pria selalu takluk oleh wanita cantik."


"Kau akan menggunakannya?"


"Kau sendiri tidak mau memegang tugas ini lalu apalah dayaku. Kau temani saja Dave dan jalankan rencana ini."


"Okey."


"Jangan sampai yang lain tahu tentang rencana kita."


"Aku lebih takut kau yang lupa akan tugasmu karena tertarik dengan Tuan Muda kedua dari Quandt itu."


Karina menghembuskan nafas malas mendengar hal itu.

__ADS_1


"Aku akan kembali ke kamar ku mungkin May telah membereskan semua perlengkapan ku." Clara menyunggingkan senyum Hollywood-nya dan melangkah pergi.


__ADS_2