
"Mitch, Clara, Sandra, Kenan, Dave, dan May kenalkan ini Roy Quandt, sebagai manager tempat ini," kata Karina memperkenalkan Roy dengan resmi.
"Saya hanya penanggung jawab keamanan wilayah ini sedangkan pengelola tempat ini adalah kakak saya, Adry dan ini istrinya, Raina," ujar Roy meletakkan tangan di dada dan setengah membungkuk untuk memperkenalkan diri.
Mereka lalu saling berkenalan.
"Selama kalian tinggal di sini kalian tinggal meminta apapun yang kalian minta." Roy mengatakan hal itu pada rombongan artis besar dunia.
"Apakah Heaven of Love sebuah usaha pribadi?" tanya Clara.
"Oh, bukan ini usaha bersama, kami hanya sebagai pemilik sebagian saham dan pengelola sedangkan resort ini adalah anak cabang dari hotel berbintang lima yang ada di beberapa kota besar di Asia Tenggara," terang Roy.
"Dan suamiku yang menggagas tempat ini berdiri. Kami ingin sebuah tempat yang menjaga privasi bagi penyewanya. Kalian tidak akan diburu oleh orang luar yang akan menganggu."
"Ini sangat indah. Di belakang setiap pria hebat pasti ada wanita dibelakangnya," kata Mitch merapatkan tubuhnya pada Karina. Sedangkan Clara dan lainnya lebih senang melihat sekitarnya tidak fokus dengan pembicara basa basi ini.
Raina tersenyum menanggapi ucapan Mitch yang terdengar manis di telinganya.
"Kurasa kau tidak segarang yang terlihat di layar televisi. Kau terlihat lebih lembut dan manusiawi."
"Itu hanya akting, Nyonya," kata Mitch. Raina menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya aku akan menjadi penggemarmu setelah ini karena tadinya aku tidak terlalu menyukai film action namun anakku, Leon dulu selalu mengajakku melihat film pahlawan yang kau mainkan. Sayang sekali kau lebih suka memainkan peran antagonis."
"Itu berarti peranku masuk ke dalam sana, Nyonya. Kalau ada waktu aku ingin melihat putramu itu," kata Mitch.
"Oh, dia sedang berada di luar negeri saat ini," ungkap Raina.
"Hmmm sayang sekali. Padahal aku senang jika bertemu dengan penggemar cilikku." Raina tertawa kecil menanggapinya.
Sebuah tangan besar tiba-tiba melingkar di pinggang wanita itu.
__ADS_1
"Kau terlihat senang sekali Miss Raina," kata Adry. Raina bisa melihat nada kecemburuan dari pria itu.
"Kenalkan dia Adry, suamiku pengelola tempat ini."
"Tempat yang indah Tuan," ucap Karina merendahkan kacamatanya untuk melihat ke sekeliling tempat itu dengan jelas.
"Sesuai konsepnya aku ingin membangun suatu surga di dunia untuk dinikmati. Tadinya untuk sendiri tetapi aku berpikir kenapa tidak dijadikan bisnis saja."
"Anda benar, banyak orang yang membutuhkan liburan sebentar tetapi bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang banyak sebelum kembali ke rutinitas yang padat dan membosankan dan hanya membuat jenuh otak kita."
"Yah, seperti itu konsep yang kami tawarkan. Semua yang kalian butuhkan ada di tempat ini tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saya harap Anda dan barang Anda akan kami periksa. Kami tidak mengijinkan ada handphone, laptop, kamera, atau apapun yang bisa diabadikan di tempat ini. Kita di sini punya privasi dan tidak ingin diganggu atau di ketahui orang lain. Sedangkan barang-barang itu berbahaya karena bisa menyebarkan berita yang ada di sini. Sama seperti kalian penghuni lainnya pun tidak ingin diketahui keberadaannya oleh dunia luar ketika berada di sini."
"Kami semua menghormati peraturan yang ada."
Mereka lalu mulai mengeluarkan gadget mereka dan semua yang minta oleh Roy. Mulai diperiksa satu persatu hingga mereka merasa yakin tidak ada alat yang berbahaya.
"Jika kalian ingin mengabadikan kebersamaan kalian maka kalian bisa meminta pegawai kami untuk memfoto dan kami yang mensortir mana foto yang boleh kalian miliki dan mana yang tidak."
"Saya serahkan tugas ini pada adik saya. Maaf saya dan istri saya harus meninggalkan tempat ini karena ada urusan yang penting." Raina lalu membawa pergi Raina dengan posesif. Pria itu tidak suka ketika Raina tertawa dengan lawan jenisnya dengan gembira.
Setelah proses pemeriksaan selesai. Mereka lalu menaiki mobil Jeep dan membaginya dalam tiga rombongan. Mereka melewati jalanan pulau ini dan melihat berbagai spesies bunga dan tanaman yang di tata rapi dekat dengan pemukiman mereka.
Berbagai macam bunga tropis seperti anggrek, melati kembang sepatu, Krisan, bermekaran di sepanjang jalan setapak yang mengelilingi beberapa vila yang ada di pulau ini. Beberapa tumbuhan berbuah tumbuh dengan apik dan subur di tempat ini seperti buah mangga yang sedang berbuah lebat dan membuat mata para pelancong itu terbelalak senang melihatnya
"Wah, itu mangga dan telah masak di pohonnya," tunjuk Clara takjub.
"Ya, di belakang ada kebun buah yang luas. Ada berbagai buah tropis lain di sana kalian bisa memetiknya dengan bebas," terang Roy.
"Sepertinya seru."
"Kalian memesan empat kamar, kami menyediakannya, saling berhadapan. Semoga kalian menyukainya."
__ADS_1
"Secara keseluruhan ini terlihat menakjubkan dan indah. Pantai yang tidak jauh dan pemandangan di villa ini sangat sejuk dan asri," ungkap Mitch.
"Aku tidak tahu kamar mana yang akan kalian tempati kalian bisa menentukan sendiri."
"Clara akan tinggal dengan May, lalu aku bersama dengan Sandra. Mitch sendiri sedangkan Kenan bersama dengan Dave."
"Okey, aku akan mencatatnya dan ini adalah kunci kalian." Roy menyerahkan kunci itu di tangan Karina sebagai ketua rombongan. Jari tangan Roy tanpa sengaja menyentuh tangan Karina membuat sengatan listrik pada diri wanita itu dan membuat terkejut. Wanita itu langsung menarik tangannya.
Roy terpana tetapi di saat itu suara Mitch dan Clara terdengar ketika sedang menertawakan sesuatu membuat Roy kembali lagi dari kelinglungannya akibat dari sepasang mata cokelat gelap khas orang negeri ini. Roy kira wanita itu mungkin memakai lensa yang banyak digunakan oleh wanita jaman sekarang.
"Aku mendengar resort ini dari mantan klienmu dan mereka memuji koki yang kau pekerjakan. Perutku menunggu untuk mencicipi masakan itu. Makanan khas Indonesia yang terkenal akan cita rasa bumbu dan kelezatannya. Aku merindukannya setelah lama tinggal di USA."
"Jika boleh aku meminta nasi pecal dengan bakwan udang yang lezat." Karina menjilat bibirnya ketika mengatakan itu.
"Sial," batin Roy. Dia merasakan hasrat yang timbul karena gerakan lidah dan bibir basah wanita itu yang menurutnya sangat sen**Al.
Dia pria dingin dan tidak pernah tertarik pada wanita selain Nita selama dua belas tahun ini tetapi mengapa Karina terlihat berbeda dan membuat jiwanya bangkit kembali.
Roy sedang menatapi Karina dengan mata terbelalak dan dia harus menghentikan kegiatan yang memalukan ini.
Dia membalikan tubuhnya dan melihat ke arah lain untuk mengalihkan perhatiannya pada Karina. Setelah itu, dia kembali menghadap ke arah Karina. Dia lalu berpamitan pada Karina.
"Sepertinya aku harus pergi untuk melayani tamu yang lainnya. Jangan khawatir pesananmu akan kami antarkan ke kamar satu jam lagi."
"Selamat menikmati kunjunganmu,'' ucapnya lagi.
"Aku memang berencana untuk menikmati setiap hal yang ada di sini. Semoga tempat ini sesuai namanya surga karena aku ingin merasakan kedamaian dan istirahat yang nyaman ketika berada di tempat ini."
***
Mungkin ini akan banyak membicarakan masalah Roy, tetapi ini nanti akan berhubungan dengan masalah Raina dan Adry. So sabar dulu ya... 😘😘😘 yang kangen dengan Leon.
__ADS_1