Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Membawa Kembali


__ADS_3

Kata-kata Adry serasa menampar wajah Janeta. Matanya menyala-nyala seperti hendak membakar semua yang ada didepannya.


"Bagitulah lelaki, berpandangan rendah terhadap keluarganya sendiri. Tetapi beberapa tahun ke depan kau tidak akan melihat cinta dan gairah yang sama dimata bocah yang dimabuk oleh cinta. Kau akan berterima kasih karena mencoba melindungimu dan kau akan hidup baik tanpa dirinya. Aku akan membuatmu melihat kebenaran itu."


Adry menggeleng wajahnya berduka dan tidak percaya ibunya bisa berpikir senaif itu. Dia menelan Salivanya yang mencekat tenggorokan sehingga tidak bisa membuatnya bernafas. Matanya menyimpan kegetiran yang teramat sangat.


"Aku tidak akan pernah berterimakasih padamu karena telah memisahkan aku dengan Raina. Ibu bukan apa-apa lagi bagiku. Aku tidak akan membiarkan anak dan istriku sebagai sasaran keburukan Ibu."


Wajah Janeta memucat mendengar pernyataan Adry. Dia terlihat shock. "Kau pasti sedang bercanda!"


"Aku serius. Aku tidak pernah punya Ibu sepertimu. Bagiku saat ini hanya Raina dan anak-anakku yang kuanggap keluarga. Aku serius Mom." Adry memiringkan kepala menatap ke arah ibunya dengan sayu.


Adry menghela nafas berat. "Aku akan menjauhkan Ibu dari Raina dan anak-anakku. Jika aku menemukan Ibu mendekat seratus meter saja aku akan melupakan jika kau adalah wanita yang telah melahirkanku. Aku akan menyeret Ibu dengan tangan terborgol ke polisi seperti yang Ibu lakukan pada Raina. Apa Ibu mengerti?"

__ADS_1


Ibunya menatap Adry dengan tanpa kata-kata. Jika saja Ibunya tidak begitu kejam ingin menyingkirkan wanita yang dia cintai mungkin dia akan memaafkannya karena rasa iba tetapi ibunya tidak menunjuk rasa penyesalan sama sekali. Dia masih membenarkan semua tindakannya.


"Kini katakan dimana Leon?" tanya Adry melihat ke sekeliling ruangan itu.


"Leon... Leon... ,"panggil pria itu berulang-ulang.


Adry mulai merasa khawatir jika Leon disembunyikan oleh orang tuanya.


"Dimana dia, Bu?" bentak Adry.


"Kau mengatakan memutuskan hubungan dengan kami, keluargamu. Tidak masalah, kami sudah punya Leon yang akan menggantikanmu. Kami akan mendidiknya menjadi pria sejati yang tidak akan luluh oleh rengekan atau tangis buaya wanita . Leon akan menjadi pria tangguh di tangan kakeknya sendiri."


"Bu, kau keterlaluan!"

__ADS_1


"Aku yang keterlaluan, kau yang sebagai anak tidak bisa menjalan kan tugas dengan baik. Hatimu terlalu lemah Adry. Perusahaan tidak butuh pimpinan sepertimu."


Adry lalu menendang meja dan membalikkan kursi serta menghancurkan barang di sekitarnya. Kini dia ingin meluapkan kemarahannya.


"Kau urus saja wanita kelas rendahan itu, lupakan Leon karena kau telah mendapatkan penggantinya. Anggap saja dia adalah tebusan untuk kebebasan Raina. Kau pikir dirimu siapa bisa mengancam diriku. Kekuasaanku lebih besar darimu dan pengalamanku lebih banyak. Kau hanya seekor katak menyedihkan tanpa kami. Namun, ketika kau hidup diantara kami kau adalah seorang putra mahkota. Menyedihkan. Ckk, tetapi itu pilihanmu."


"Aku akan menunggu saat kau datang dan akan minta maaf pada kami, orang tuamu. Di saat itu aku akan selalu menerimamu tanpa syarat asal tidak membawa wanita rendahan itu bersamamu."


"Ibu!"


"Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, sebaiknya kau pergi dari sini karena aku harus kembali ke Jerman," usir Janeta berdiri dan merapikan bajunya yang tidak kusut.


Adry mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia menunduk menahan bara api kemarahan yang sudah sampai ke ubun-ubun.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau mengambil Leon. Setelah Raina melahirkan aku pasti akan membawa anakku kembali dan pulang ke rumah kami. Ingat itu Bu!"


__ADS_2