Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Momen Romantis


__ADS_3

Adry menutup mata Raina dan membawanya ke sebuah tempat. Raina hanya mengikuti langkah kaki dan instruksi yang Adry katakan. Pria itu memeluknya erat sembari menuntun melewati pintu.


Tutup mata segera di buka oleh Adry. Raina melihat rooftop apartemen itu disulap menjadi tempat makan yang indah. Banyak lampu yang digantung untuk menghias tempat ini. Bunga-bunga dan pohon. Satu tenda dengan sebuah meja makan bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Tempat lilin berwarna perak yang membuat tempat ini terlihat sangat romantis.


Satu orang pelayan laki-laki datang menghampiri mereka. Sedangkan tiga orang pria lainnya memainkan lagu klasik dimulai dengan lagu Celine Dion immortal. Raina membuka mulutnya lalu tersenyum lebar menatap Adry dengan mata yang berbinar-binar. Hal yang tidak pernah Adry lihat selama mereka bersama lagi.


Adry lalu menarik tangan Raina untuk duduk di kursi yang telah disiapkan. Bulan bersinar mengeluarkan cahaya keperakan dan bintang seperti malu-malu untuk mengeluarkan cahayanya, berkedip-kedip membuat suasana semakin indah. Mengusir ketegangan yang mencekam urat syaraf selama beberapa bulan ini. Raina memejamkan mata menikmati angin sepoi-sepoi yang menyentuh rambut dan kulitnya.


Dia ingin melepaskan kesedihan walau hanya sesaat. Dia ingin berpura-pura bahwa semuanya tidak ada dan bisa tertawa dengan bahagia. Dia ingin melupakan malam-malam yang harus diisi oleh kesedihan yang tidak berujung dan berpikir kapan semuanya ini akan berakhir.


Ini tempat dan waktu yang dia inginkan. Tersenyum melepaskan semua penat yang ada dan Adry memainkan peran sebagai seorang suami yang penuh cinta dan kasih sayang.


"Boleh aku tahu apa yang kau pikirkan," kata Adry. Raina menurunkan tatapannya dari langit yang bersinar terang menuju ke wajah Adry yang terlihat menawan malam ini.


"Aku hanya berpikir betapa mudahnya kita berpura-pura di sini," ucapnya menyinggung senyuman di bibir dengan balutan lipstik warna menyala. Raina menyesap minuman yang dituangkan oleh seorang pelayan.


"Kita bisa saja berpura-pura bahagia tetapi tidak selalu seperti itu. Kita nikmati segalanya Raina." Adry menyentuh satu tangan Raina.


"Kapan kau akan menemui orang tuamu?" tanya Raina. Dia tahu semua fantasi ini akan berakhir jika Adry kembali ke keluarganya.


"Aku belum tahu dan aku belum memikirkannya. Sekarang konsentrasiku hanya padamu, pada hubungan kita dan waktu yang kita lewatkan bersama."


Raina mengangguk. Kini mudah baginya untuk menerima perkataan Adry dan memikirkan semuanya dengan tenang setelah kebersamaan mereka selama beberapa waktu ini.


"Maukah kau bersamaku malam ini dan seterusnya, Raina," pinta Adry. Bulu mata lentik Raina bergerak ketika kedua matanya yang besar membola.


"Bukan seperti itu," kata Adry. "Aku tidak akan melakukannya. Aku hanya ingin kita satu ranjang dan tidur memelukmu setiap malam. Tidak lebih."


Membayangkan tidur di peluk oleh Adry seperti dulu, merasakan kehangatan pria itu lalu melilitkan kaki membuat, darah Raina mendesir. Entah dorongan mana yang membuat dia menganggukkan kepalanya. Dia atau bayinya yang menginginkan hal itu atau mungkin keduanya.


Mereka lalu makan bersama dalam diam. Kali ini Adry yang benar-benar melayaninya. Menyuapi hingga membersihkan noda makanan di mulutnya. Ini seperti sebuah mimpi yang tidak ingin berakhir bagi Raina. Sementara suara musik yang lembut menjadi satu-satunya suara dalam ruangan itu selain suara gelas atau sendok yang beradu dengan piring.


Setelah selesai makan, Raina duduk bersandar di bahu Adry memandangi band itu bernyanyi.


"Aku ingin lagu Alicia Key berjudul if aint got you," pinta Adry.

__ADS_1


Lalu musik lagu itu mulai terdengar. Penyanyi mulai bersiap dengan suaranya. Tanpa berkata-kata Adry mulai bangkit dan menarik lembut tangan Raina. Membawanya dalam dekapan. Menggerakkan tubuh mereka mengikuti melodi musik yang mengalun indah.


Some people live for the fortune


Beberapa orang hidup untuk kekayaan


Some people live just for the fame


Beberapa orang hidup hanya untuk kemahsyuran


Some people live for the power, yeah


Beberapa orang hidup untuk kekuasaan


Some people live just to play the game


Beberapa orang hidup hanya untuk bermain


Some people think that the physical things define what's within


Beberapa orang mengira bahwa fisik menjelaskan yang ada di dalam


Dan aku tlah di sana sebelumnya


But that life's a bore, so full of the superficial


Tapi hidup ini membosankan, penuh dengan kedangkalan


Some people want it all


Beberapa orang inginkan semuanya,


But I don't want nothing at all


Tapi aku tak inginkan apa-apa

__ADS_1


If it ain't you baby,


Jika bukan dirimu kasih,


If I ain't got you baby


Jika tak kudapatkan dirimu kasih


Some people want diamond rings,


Beberapa orang inginkan cincin berlian,


Some just want everything


beberapa orang ingin semuanya


But everything means nothing if I ain't got you, yeah


Tapi semuanya tiada artinya jika tak kudapatkan dirimu


Adry menyenandungkan lagu itu sembari menatap mata Raina begitu dalam. Dia ingin mengungkapkan isi hatinya melalui lirik lagu jika Raina berharga untuknya. Semuanya tidak berarti tanpa Raina di sisinya.


Raina terpana. Netra kedua insan ini berkaca-kaca. Semakin lama keduanya semakin mendekat bahkan melebur menjadi satu. Raina meringkuk nyaman di dalam dada Adry merasa nyaman dan tepat berada di sana.


Adry merebahkan pipi di puncak kepala Raina dan berputar pelan kakinya mengarahkan mereka mengikuti irama. Akhirnya mereka berhenti bergerak. Keduanya berdiri dan saling mendekap di bawah sinar bulan purnama. Adry menyisir rambut Raina dengan lembut lalu mencium dahi Raina. Menghirup aroma yang dia rindukan selama ini.


Raina mendongak sehingga bisa menatap dalam mata pria itu. Melihat ada hasrat, gairah dan harapan di sana.


Kelopak matanya semakin berat dan bahkan semakin turun kala kepala pria itu menunduk dan mendekat ke arah wajahnya. Hingga bibir mereka begitu dekat namun tidak bersentuhan.


Momen itu terus berlangsung hingga nafas mereka berbaur dan pandangan mata mereka bertemu. Saat musik selesai dimainkan Adry menciumnya.


Itu ciuman paling romantis dan paling indah dalam hidupnya. Ciuman itu seakan meluapkan perasaan mereka dan memberitahu Raina tanpa mengungkapkan dengan kata-kata bahwa Adry benar-benar sangat mencintai dan menyayanginya. Pria itu menginginkannya dan ingin memilikinya penuh. Hati Raina mendesir. Merasakan keharuan yang sangat.


Akhirnya Adry menarik bibirnya, menatap Raina lekat dengan senyum yang terukir di bibirnya. Dia mendekap Raina dan memeluknya erat saat sinar bulan yang terang memandikan tubuh mereka berdua. Tidak peduli dengan semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


***


Hari ini aku up tiga bab tetapi bantu aku dengan memberikan votenya ya Say.


__ADS_2