
Karina memutar tubuhnya dan berusaha meraih risleting di belakang tubuhnya. Dia merasa kesal dan akhirnya berjalan keluar kamar dan masuk ke dalam kamar Mitch yang ada di depannya.
"Kau membujukku memakai ini dan sepertinya aku tidak bisa bernafas memakainya." Mitch menarik resleting ke atas.
"Kau terlihat feminim dan cantik."
"Aku tidak seperti wanita kebanyakan tetapi aku menyukai gaun ini."
"Kau tahu, hanya kau wanitaku yang memakai sandal jepit dan celana pendek."
Karina tertawa. "Apakah itu menurunkan pamormu sebagai artis besar?'' ejek Raina.
"Setidaknya semua rahasia kita ini tidak akan terbuka."
"Aku suka berpura-pura memiliki seorang kekasih artis terkenal Hollywood. Lalu membuat mantan istrimu itu meradang."
Mitch hanya mengedikkan bahunya saja. Dia sedang berada di sini untuk menghindari para pencari berita dan menenangkan diri. Mantan istrinya melakukan tuduhan palsu, yaitu menuntutnya karena melakukan kekerasan fisik sementara dia sendiri yang telah mengalami hal itu. Sementara publik membela wanita mengira wanita adalah makhluk lemah padahal dia yang telah menjadi korban. Harusnya dia mengatakan pada publik jika istrinya adalah penderita bipolar. Dia sendiri telah mengalami kerugian material dan immaterial.
Beberapa produsen film menghentikan kontraknya secara sepihak membuatnya semakin terpuruk dan dia ingin menenangkan diri sebelum kembali pada masalah ini dan menyangkal semua tuduhan yang dilakukan oleh sang mantan istri padanya.
Karina adalah pengalihan isu, sengaja untuk membuat mantan istrinya merasa menang sebelum akan menjatuhkannya.
Karina memakai kacamata hitam dan menatap cermin melihat penampilannya sendiri. Dia lalu mengamit lengan Mitch. "Siap?"
Masih ada beberapa jam sebelum makan malam dan matahari terbenam. Mereka menyusuri jalan setapak sebelum benar-benar sampai di tempat yang dituju. Melihat vila-vila yang bersembunyi di bawah rindangnya pohon besar. Di pinggir jalan itu ada berbagai bunga-bunga liar yang berwarna-warni. Sangat indah seperti sebuah taman yang indah.
Sedangkan di kejauhan nampak garis pantai yang menampilkan pemandangan matahari sedang terbenam.
Gedung utama mulai terlihat mereka melalui kolam panjang yang mengelilingi bagian belakang gedung berbentuk kelokan dengan taman bunga di bagian tengahnya. Di sana nampak lampu-lampu yang bergantung indah mengilingi taman itu. Sedangkan meja dan kursi di tata di dalam taman ini.
__ADS_1
Deretan stand makanan berada di balkon gedung itu. Sedangkan bar minuman berada di dalam gedung. Para pengunjung bisa memilih akan makan di dalam gedung atau di taman itu.
Musik terdengar dari pengeras suara. Seperti resort kelas atas manapun, para pelayan berjalan di sekitar kolam renang membawa pesanan minuman dan handuk bagi pengunjung.
Seorang pelayan muda datang mendekati mereka.
"Namaku Rifki, aku yang bertugas melayani kalian selama di Heaven of Love."
"Bagaimana kau tahu kami baru tiba?" tanya Karina mencoba menguji sistem kerja di resort ini.
"Tuan Roy memilih salah satu pegawainya untuk menemani tamunya."
Karina mengangkat alisnya ke atas.
"Bagaimana cara dia menentukan siapa yang akan melayani siapa?''
"Apa kau tidak mengenali kami?" tanya Mitch penasaran. Dia adalah aktor dari film-film terkenal di Hollywood.
"Tentu saja aku mengenali kalian dan menonton film kalian tetapi aku bukan tipe orang yang begitu tergila-gila pada aktor hebat. Apakah hal ini membuat masalah untukmu, Tuan?" kata Rifki.
"Nona Clara meminta pelayan wanita dan dia sudah mendapatkannya." Mitch dan Karina melihat ke arah yang ditunjuk. Dave dan Clara sedang menikmati kebersamaan mereka di kolam renang dengan panas. Mereka hanya menghela nafas saja.
"Apakah tidak terlalu berbahaya untuk memperhatikan hal itu di depan umum bisa saja masalah ini akan diekspos diluar. Dave akan punya masalah dengan keluarganya sedangkan Clara akan mendapat hujatan dari para penggemar jika ketahuan menjadi orang ketiga."
"Saya rasa tidak Tuan. Kalian lihat beberap orang penting berada di tempat ini. Itu adalah pangeran dari Arab dengan wanita simpanannya. Yang di sana tentu anda mengenalnya seorang senator dari negara Anda sedang bersama dengan... tidak usah dikatakan. Mereka yang berada di sini tidak akan membicarakan apa yang mereka lihat dan mereka asik dengan kehidupan mereka masing-masing. Kami tidak akan mengganggu dan berusaha agar masalah mereka tidak sampai keluar dari daerah ini."
"Aku penasaran bagaimana kalian bisa mengendalikan semuanya di dalam kehidupan yang serba memakai Internet. Tidak bisa ada gambar atau berita keluar dari sini."
"Kami punya tim cyber yang kuat. Kami bisa mendeteksi adanya kebocoran informasi. Jika ada yang melakukan itu kami akan memastikan orang tersebut melakukan klarifikasi dan menghapus berita itu. Jika tidak dia akan dituntut dengan uang 100 kali lebih banyak dari apa yang dia keluarkan di sini."
__ADS_1
"Berarti ada internet di sini?'' tanya Karina.
"Ada Nona dan kuncinya hanya Tuan Roy dan Adry yang memegangnya."
"Oh, Okey," kata Karina.
Rifki pergi mengambil pesanan minuman Karina dan Mitch setelahnya.
"Kenapa aku merasa ini adalah pulau fantasi. Kita dipaksa untuk menikmati semua yang ada dan tidak ada yang boleh mengeksposnya keluar," Karina melihat ke arah sekitar. Beberapa orang nampak tersenyum dan tertawa gembira seolah tidak ada beban hidup.
"Quandt fantasi land... ," lanjut Mitch. "Ini pulau impian yang diinginkan oleh semua orang. Semua nampak tertawa dan tersenyum gembira dan lihatlah semua ini di tata seperti kita berada di dalam surga. Surga yang menjadi kenyataan."
"Mungkin mereka tidak pernah mendapatkan kebahagiaan di luar sana jadi mereka membuat surga mereka sendiri, Surganya keluarga Quandt." seloroh Mitch.
Kepala Karina menyentak ke belakang dan tertawa.
Roy menyesap Bourbon dan melihat aktivitas orang yang berada di kolam renang dari dalam kantornya. Tatapannya terarah kepada satu sosok yang mencuri hatinya semenjak kehadiran wanita itu di pulau ini.
Perhatiannya beralih ke pasangan lainnya. Laura prisillia seorang pemenang ajang kecantikan sedang bersama pangeran Arab dan menemaninya. Lalu pada Venna, seorang istri pengusaha pertambangan sedang bersama dengan pria lain. Roy berdecak.
Setengah dari tamu di resort ini adalah mereka yang ingin melakukan pertemuan rahasia dan setengahnya lagi adalah tamu yang tidak ingin diganggu keberadaannya.
Sepertinya wanita semacam baik sangat langka di muka bumi ini. Tipe wanita seperti Raina itu sulit untuk didapatkan. Apakah dia seberuntung kakaknya untuk bisa memiliki istri yang setia dan mencintainya seumur hidupnya?
Dia menatap kembali kepada pasangan itu. Tadi dia mendengar percakapan mereka dengan pelayan yang tadi dia beri alat sadap.
Pasangan bertanya tentang banyak hal, itu menimbulkan kecurigaannya.
"Sedang apa mereka di sini? Apakah keberadaannya ada hubungan dengan Ayah dan Ibu? Jika iya, ini masalah besar untuk mereka."
__ADS_1