Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Melawan Sakit


__ADS_3

Karina akhirnya pergi ke Bali dengan pesawat. Dia lalu pergi ke hotel yang sudah dipesankan atas namanya. Dia lalu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah karena pekerjaan yang menguras tenaga dan otaknya.


Dia lalu pergi ke kamar mandi dan merendam tubuhnya dengan wewangian aroma terapi yang menenangkan urat syarafnya. Setelah merasa cukup dia lalu beranjak dari sana lalu membilas tubuhnya setelah itu pergi ke kamar tidur.


Dia mengambil gaun tidur yang terbuat dari sutera. Lebih tepatnya seperti lingerie dengan model tali kecil di bagian bahu. Merentangkan baju itu di depannya lalu melepaskan handuk yang membalut tubuh. Dia hendak memakainya tatkala melihat sebuah bayangan di cermin.


Karina terkejut lalu menutup bagian tubuh depannya dengan kain secuil itu.


"Terlambat, aku sudah melihatnya," ungkap Roy tenang seperti nya apa yang dia lihat tidak membangkitkan nafsu dari diri pria itu.


"Kau itu tidak tahu sopan santun masuk ke kamar wanita tanpa ijin?" Wajah Karina memerah karena malu tetapi percuma saja pria itu tetap memandangnya sambil menyalakan sebatang rokok di tangan.


"Haruskah?" tanya Roy. "Sedangkan kau sekarang menjadi tawanan ku."

__ADS_1


"Tawanan juga punya hak pada dirinya sendiri," Karina membuang rasa malunya, berjongkok dan mulai memungut handuk untuk menutupi tubuhnya. Setelah itu, dia memakai lingerie dan dalaman itu di depan Roy melihat seberapa pria itu akan tergoda padanya. Namun, pria itu tetap tidak bergeming.


Ini adalah hal paling memalukan dalam hidupnya seperti tingkah seorang ****** di depan seorang pria yang sudah membelinya.


"Katakan apa yang kau inginkan?" tanya Karina duduk di sebelah pria itu. Mengabaikan hawa dingin AC yang menerpa kulitnya.


"Apa yang harus kau lakukan lebih tepatnya. Waktuku tidak banyak, aku di sini untuk menegaskan jika kau tidak bisa lari dari pengawasan dariku. Jadi jangan membuat rencana untuk bisa lari. Pilihanmu hanya satu menyelesaikan misi ini atau mati." Roy duduk menghadap Karina tubuhnya di condongkan sehingga nafas hangat dan berbau mint miliknya mengenai kulit wajah Karina.


"Aku bukan Raina yang akan berbelas kasih denganmu. Aku benci dengan pengkhianat. Bagiku membunuh wanita sepertimu adalah hal yang biasa kulakukan. Jadi satu wanita lagi bukan hal yang sulit untuk dilakukan."


Dia lalu bangkit.


"Aku berada di sebelah kamarmu jika kau butuh bantuan," kata Roy.

__ADS_1


"Kenapa tidak tidur di sini saja?" tanya Karina mulai merayu pria kaku itu. Semakin ditolak semakin membuatnya penasaran sampai dimana kekuatan pria itu menahan diri.


Dia memang orang timur dan dia biasa hidup di luar yang bebas dengan pergaulannya. Dia terbiasa melihat pembuatan film yang membuat adrenalin bergetar tetapi belum pernah merasakan getaran itu menimpa dirinya. Ingin tetapi setiap dirinya menginginkan hal itu, sesak nafas akan menyerang dadanya.


"Apakah Ibuku sudah menghubungimu?" tanya Roy.


"Kau sudah tahu mengapa bertanya?" balik Karina memainkan kukunya. Pria itu benar-benar memasang pelacak di tubuhnya. Dia juga menyadap handphonenya. Hal gila lainnya adalah memasang sebuah alat di leher Karina. Jika dia melarikan diri maka aliran listrik akan tiba-tiba menyerang sistem pembuluh syarafnya ketika remot di tangan Roy di tekan. Hal itu akan membuatnya mati seketika.


"Pukul sembilan di restauran dekat dengan pantai Sanur," kata Roy. Karina bangkit lalu berjalan ke tempat tidur dan duduk di pinggirnya.


"Aku lapar dan akan memesan makanan apakah kau ingin?" tawar Karina pada Roy.


"Tidak terima kasih, aku harus pergi sekarang. Kau bebas melakukan apapun."

__ADS_1


Roy lalu pergi keluar dari kamar itu. Karina menghembuskan nafas kesal. Dia marah kenapa bisa terlibat masalah keluarga itu begitu dalam. Diantara banyak pekerja Nyonya Janeta mengapa dia yang harus melakukannya.Yang paling membuatnya geram adalah pesona Roy membuatnya tidak bisa berpaling. Dia rela mati asal bisa sejenak bersama pria itu menikmati nikmatnya hidup bersama. Tiba-tiba pikiran liar berkecamuk dalam dada. Apakah dia bisa melawan penyakitnya jika bersama dengan orang yang dia inginkan?


__ADS_2