Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Hancurnya Impian


__ADS_3

Raina membuka pintu apartemennya setelah mereka pulang. Dia masuk terlebih dahulu ke dalam. Segera berjalan naik ke atas. Sesampainya di kamar tangan Adry memegangnya. Dia langsung mengangkat tubuh Raina dan membawanya masuk ke dalam kamar lalu melemparnya ke tempat tidur.


"Aww, sakit Adry!" keluh Raina.


Adry lalu naik ke atas tempat tidur dan mengungkungnya. "Kau sakit, apalagi hatiku!"


"Kau masih mau meneruskan pertengkaran kita?" tanya Raina.


"Aku akan meneruskannya di tempat tidur. Rupanya kata-kata saja tidak cukup untuk mengikatmu dan membungkam mulutmu itu," ucap Adry kesal dan jengkel.


"Oh, ya lalu apa yang akan kau lakukan!"


"Akan menghajarnya hingga kau minta ampun dan tidak akan mengulangi kata-katamu untuk pergi bersama pria lain," ujar Adry.


"Kenapa aku harus bersamamu sedangkan kau sendiri tidak bisa membahagiakan aku!"


"Oh, ya! Kita lihat nanti," ujar Adry bangkit lalu pergi ke lemari dan mengambil lima buah dasi.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Raina takut akan adanya KDRT atau BDSM.


"Akan menyiksamu," ucap Adry. Raina menelan Salivanya dalam-dalam dan wajahnya mulai memucat. Siksaan macam apa? Batinnya.


"Aku tidak mau!" teriak Raina memberontak tetapi kembali lagi Adry membaringkan tubuh wanita itu.


Tangan dan kakinya di ikat pada sisi pinggir tempat tidur. Kedua matanya di tutup dengan dasi juga.


"Adry apa yang kau lakukan?" tanya Raina mulai merasakan bajunya di lepas dan mendengar suara gunting yang beradu dengan kain. Seketika kulitnya merasakan sapuan angin.


Adry bermain cantik. Dia benar-benar membuat kapok Raina dan membuatnya meminta ampun dengan siksaan kenikmatan yang didapat. Hingga dia tidak tahan lagi menutup matanya dan membiarkan pria itu melakukan apa yang dia mau. Dia lelah oleh permainan ini.

__ADS_1


"Liat, mulutmu berhenti mengoceh setelah ini." Adry melepaskan Raina dan membuka penutup matanya.


"Sudah, aku menyerah kalah padamu. Biarkan aku tidur nyenyak malam ini," gumam Raina.


"Katakan sampai kapan pun kau milikku!" lanjutnya.


"Aku mengantuk Adry," lirih Raina. Adry mengulum cuping telinga wanita itu membuatnya terganggu.


"Katakan dulu kau hanya milikku," ucap Adry.


"Jika aku milikmu maka kau adalah milikku," ucap Raina membuka matanya menatap Adry.


"Aku milikmu," jawab Adry terhipnotis oleh mata memikat milik Raina.


"Jadi setelah ini jika kita berpisah maka kita tidak akan bisa dimiliki oleh yang lain. Jiwamu adalah milikku dan jiwaku adalah milikmu." Raina lalu mendorong tubuh Adry sehingga berbaring. Dia mulai merayap naik ke tubuhnya.


"Adakah perjanjian seperti itu?" tanya Adry.


"Kau mulai takut kehilanganku artinya hatimu memang sudah kumiliki tanpa kau sadari." Wajah Raina di satukan dengan wajah Adry sehingga deru nafas mereka saling terdengar.


"Mungkin saat ini kau belum menyadarinya tetapi ketika Nita datang kau akan tahu siapa yang kau butuhkan aku atau dia. Aku memang egois dan itu kulakukan demi cintaku, demi anakku dan demi hidup kita ke depannya."


Satu kecupan kecil dilayangkan ke bibir Adry yang tipis.


"Dulu kita disatukan Tuhan tanpa saling mengenal, lalu berpisah. Kini, Tuhan memberi kita kesempatan lagi untuk bersatu, apakah kau akan menyiakannya? Walau dia Minggu aku tidak akan membuang kesempatan ini. Mungkin dua Minggu ini akan menjadi surga untuk kita walau sesaat atau mungkin kau memilih untuk selalu membuat surga untuk kita setiap hari. Semua keputusan ada di tanganmu kelak. Namun, yakinlah, setelah malam ini kau tidak akan pernah bisa melalui malammu tanpa mengingat diriku karena sejatinya kau dan aku itu satu."


"Kali ini buatlah anak dengan menyatukan rasa cinta yang kita miliki. Bukan sebuah kebutuhan atau nafsu semata."


"Raina aku... ."

__ADS_1


"Jangan katakan apapun yang bisa menyakiti hati kita berdua. Cukup kita lakukan saja, semua sesuai dengan hati kita. Karena seorang anak adalah buah dari cinta orang tuanya."


"Kali ini giliran ku yang akan membuatmu bertekuk lutut!" ucap Raina menggoda. Adry tersenyum penuh kemenangan. Rainanya memang penuh semangat, selalu membuatnya terpuaskan setiap malam.


***


Adry menatap wajah Raina dengan penuh cinta. Betulkah yang dikatakan wanita itu jika dia benar-benar telah jatuh cinta padanya. Sebuah rasa yang dia kira hanya diberikan kepada Nita saja kini telah berpaling pada Raina.


Dia memang takut kehilangan wanita itu, bahkan terlalu takut hingga dia tidak sempat memikirkan Nita dan keadaannya. Yang ada dalam benaknya ketika tidak melihat Raina adalah sedang apa wanita itu. Apakah dia bersama pria lain atau memikirkan pria lain?


Jika seperti itu maka hatinya akan merasa perih seketika. Dia sakit tetapi tidak berdarah. Dia bahkan tidak pernah seposesif itu pada Nita.


Raina seperti memenjarakan hatinya. Walau mereka baru bersama beberapa hari saja tetapi serasa sudah lama mereka bersama. Sudah saling mengenal kebiasaan masing-masing dan terbiasa untuk saling berbagi walau itu hanya sepiring makanan.


Rainanya sangat manja namun sifat itu membuatnya jatuh hati. Dia selalu meminta peluk jika tidur. Bahkan tangannya tidak pernah lepas di pinggang Adry. Dia baru tahu tadi mengapa dia melakukan itu. Dia takut kehilangan Adry. Hati Adry serasa ingin naik ke atas awan ketika mendengarnya.


Adry mencium aroma bunga-bungaan dari kepala Raina yang bercampur dengan keringat serta bau jejak percintaan mereka. Rasa hangat merayap hatinya. Dia memeluk Raina lebih dalam berharap esok tidak akan datang.


"I Love you," bisik Adry lirih. Rainanya rupanya telah tertidur pulas sehingga tidak mendengar kata-katanya. Dia akan mengatakan itu lagi disaat yang tepat dengan sebuah cincin yang dia berikan dulu. Kini cincin itu telah dia temukan dan sedang dalam perjalanan kemari.


Adry membayangkan Raina akan terkejut dan berteriak gembira melihatnya. Seulas senyum lebar terhias di wajahnya.


***


Sedangkan ditempat lain, Nita merasa sendiri ketika melihat foto kebersamaan Adry, Raina dan Leon. Mereka seperti keluarga yang sempurna. Tangisnya pecah seketika. Dia merasa gagal menjadi seorang wanita sempurna.


"Sabarlah Nita, mungkin semua tidak seperti apa yang kau pikirkan." Angel berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Kau lihat ini, memandang Leon sama saja melihat Adry ketika kecil. Aku tidak buta Ngel tapi kau malah mengatakan tidak dan kita bisa memanfaatkan keduanya. Memanfaatkan apa? Jika benar Leon anak dari Adry hancur semua apa yang telah kumiliki."

__ADS_1


Dia lalu melihat sebuah kertas lain berisikan tentang tes DNA dari Adry dan Leon.


"Rupanya sebelum ini kalian telah bersama? Apakah kau ingin mempermainkan ku Adry? Tidak aku tidak akan membiarkan kalian bersama. Kau hanya milikku," teriak Nita histeris.


__ADS_2