Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Proses Persalinan


__ADS_3

Raina terbangun ketika sinar dari lampu membuat matanya merasa silau. Dia meletakkan tangan di kepala agar bisa melihat dengan jelas.


Dia lalu melihat ke sekitar dan tersadar jika dia berada di rumah sakit ketika melihat selamng infus yang tersambung dari punggung tangan ke botol yang digantung di tiang dari besi.


Raina menyadari jika kepalanya sudah tidak merasakan nyeri hebat, yang hampir meledakkan isi otaknya keluar. Dia tidak merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Lalu kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri berkelebat di matanya. Secara otomatis dia memegang perutnya untuk merasakan tonjolan besar di sana. Memastikan apakah anaknya masih ada dan dalam keadaan baik-baik saja?


Raina mengerjapkan mata dan melihat ke arah jendela. Di luar nampak sinar jingga sudah mulai menghiasi langit. Nampaknya, sebentar lagi gelap akan tiba. Sedangkan hidupnya selalu dipenuhi oleh kegelapan dan belum ada tanda-tanda sinar kebahagiaan datang menghampiri.


Raina mengalihkan pandangannya ke tempat lain dan menemukan Adry sedang duduk di pojok ruangan. Pria itu menatapnya tajam dan dipenuhi dengan emosi. Dia lalu bangkit mendekat ke arah Raina dan membenarkan selimutnya.


"Kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu?" tanya Adry.

__ADS_1


"Tubuhku terasa kaku, tetapi kepalaku sudah tidak sakit lagi dan apakah kakiku masih bengkak?"


"Tidak seperti yang kemarin. Lebih baik. Mungkin ini karena obat dan perawatan yang dokter berikan."


"Lalu, bagaimana dengan anakku?" tanya Ariana dengan wajah cemas.


"Mereka memonitor perkembangan bayinya setiap saat. Hingga sekarang bayi kita dalam keadaan baik-baik saja. Tekanan darahmu pun sudah menurun mereka mungkin akan melakukan operasi sesar agar bisa menyelamatkan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali."


Adry lalu memeluk Raina dan mendekatkan bibirnya di dahi wanita itu. Menciumnya dengan penuh kelembutan.


"Aku hanya merasa cemas dengan keadaan anakku saja," kata Raina. Setelah itu, Adry menjalankan peran sebagai suami yang siaga menunggu kelahiran sangat jabang bayi. Dia hari kemudian kesehatan Raina membaik dan waktu operasi rencananya akan diadakan nanti malam.


Adry terlihat lebih tegang dari pada Ariana, berjalan mondar mandir di ruangan dan menunggu Raina menjalankan proses anastesi epidural, di tulang belakang yang terlihat sangat menyakitkan.

__ADS_1


Anestesi epidural dapat dilakukan saat melahirkan. Ini merupakan jenis suntik anestesi untuk operasi caesar yang paling umum digunakan. Pembiusan ini tidak membuat pasien tertidur, melainkan membuat calon ibu tidak merasakan sakit mulai dari area pusar hingga ke kaki bagian atas.


Melihat hal itu membuat perut Adry terasa mulas dan melilit. Dia tidak tega melihat Araina meringis dan menahan sakit ketika dilakukan proses itu.


Wajah Adry malah jauh terlihat lebih pucat Daru Ariana membuat dokter yang melihatnya khawatir.


"Jika Anda merasa tidak sanggup melihat proses kelahiran bayi ini sebaiknya Anda keluar terlebih dahulu sebelum proses ini dilakukan. Anda terlihat tidak baik-baik saja," kata Dokter kandungan yang menangani proses persalinan ini.


"Saya baik-baik saja mungkin karena perasaan simpatik saya yang membuat saya merasakan sakit dibagian yang Raina rasakan."


"Saya mohon perbolehkan saya menemani istri saya melahirkan sampai proses ini selesai."


"Baiklah, tetapi Anda harus dalam keadaan fit lahir batin."

__ADS_1


Adry menganggukkan kepalanya. Dokter itu kembali ke pada Ariana, mengecek apakah anastesi itu sudah mulai bekerja atau belum.


Adry sendiri mengecek kamera digenggamnya untuk merekam momen luar biasa dalam hidupnya. Dia sangat nervous perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


__ADS_2