
"Berjanjilah kau akan mendahulukan keselamatan bayi ini dari pada aku," kata Raina sebelum mereka melewati proses operasi.
"Aku tidak bisa menjanjikan hal ini, tetapi aku akan menjagamu agar kau dan bayi ini selamat."
"Jika terjadi hal-hal yang tidak kita duga?"
"Tidak akan ada yang terjadi kau dan bayi kita akan baik-baik saja."
Adry lalu memegang tangan Ariana dan menciumnya. "Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada kalian. Kau yang harus berjanji akan selalu berada di sisiku."
"Lalu bagaimana dengan keluargamu?" tanya Raina.
__ADS_1
"Aku telah memutuskan hubunganku dengan Nita dan sedang melayangkan gugatan surat cerai namun ternyata Nita telah melakukannya terlebih dahulu," terang Adry membuat Raina tertegun.
"Ibu, aku telah memutuskan hubungan dengannya. Aku masih menganggapnya ibu karena dia adalah orang yang melahirkan aku. Namun, aku ingin pergi sejauh mungkin darinya bersamamu dan anak-anak yang kita.
"Apa kau bisa melakukannya? Lalu bagaimana dengan Leon?"
"Aku akan melakukan apapun asal kita bersama. Bukan karena aku akan menjadi anak durhaka tetapi ini semua demi kebaikan kita terutama kau dan anak kita. Aku tidak ingin mereka mendekatimu dan membahayakan nyawa kalian." Adry terdengar men. de. sah.
Adry menyapu bekas tangis Raina dengan ibu jarinya. "Jangan berani-berani meneteskan air mata mereka atau untukku. Mereka tidak pantas untuk kau tangis sedangkan aku tidak menyesal dengan apa yang kulakukan. Aku hanya menyesal karena membiarkan mereka menyakitimu dan tidak pernah melihat apa yang mereka lakukan terhadapmu. Aku membenci tingkah ibuku dan Nita. Aku juga sangat kecewa dengan Ayahku karena tetap saja terdiam tidak menentukan sikap walau dia tahu Ibu yang bersalah dalam hal ini!"
"Tapi kau tidak bisa melakukan hal ini Adry, mungkin sekarang kau marah tetapi bagaimana jika satu dua atau lima tahun lagi? Apakah nanti kau akan membenciku karena menjadi penghalang dari hubungan kau dan orang tuamu juga sebagai sumber masalah dirimu?"
__ADS_1
"Kau tidak harus bertanggungjawab atas kesalahan yang mereka lakukan. Kau tidak bersalah dalam hal ini. Namun, sifat serakah, picik dan egois mereka yang membuat mereka melakukan kesalahan dan aku membencinya. Aku tidak ingin hal kejam itu terjadi lagi pada keluarga kecil kita Raina. Apa kau pikir aku akan membiarkan mereka menjadi bagian dari diriku setelah apa yang mereka lakukan padamu? Tidak akan pernah Raina."
"Jangan pedulikan mereka. Aku tidak ingin membicarakan mereka lagi. Yang terpenting adalah kita dan anak-anak kita."
Raina menganggukkan kepalanya terharu. Dia tidak ingin Adry begitu membenci keluarga Adry tetapi rasa peduli untuk menjauhkan dirinya dari orang tuanya membuat hatinya tenang.
"Lalu bagaimana dengan Leon?" tanya Raina cemas.
"Dia dibawa oleh Kakeknya ke Jerman. Saat ini kita tidak bisa berbuat banyak mengingat kondisimu. Satu hal yang pasti, keluargaku tidak akan pernah mencelakai Leon dan aku bisa yakin akan hal ini. Yang terpenting adalah kelahiran anak kita ini dan setelah kau siapa untuk semua permasalahan yang akan timbul setelah kita bertamu dengan orang tuaku. Kita bisa mendatangi mereka dan memaksa agar menyerahkan Leon pada kita."
"Apakah bisa?" tanya Raina tidak yakin dengan kata-kata Adry. Mereka bukan orang biasa. Lagipula, saat ini Adry sudah menjadi orang biasa dan belum mempunyai pekerjaan tetap karena telah keluar dari keluarga Quandt.
__ADS_1