
Hana palsu pergi dari rumah Roy. Dia sudah merasa cukup tertekan berada di rumah itu karena Roy benar-benar menjaganya selama dua puluh empat jam. Dia bahkan hampir tidak bisa bernafas. Padahal sudah dua Minggu lebih dia berada di sana.
Tertekan pasti walau semuanya terlihat normal sepertinya semua orang percaya jika dia adalah Hana. Namun, Hani yang biasa sibuk tidak betah hanya berdiam diri saja di kamar. Dia lantas pergi ke bawah untuk keluar dari rumah.
"Kau mau kemana Hana?" tanya Raina yang melihat Hana sudah rapih hendak keluar rumah.
"Aku mau melihat Ibu."
"Bukankah Ibumu kemarin sudah datang kemari?"
"Tetapi aku rindu dengannya lagipula sudah lama kami tidak ini waktu yang tepat untuk membina hubungan baru dengannya. Mungkin akan lebih baik lagi."
"Kau benar tapi apa kau yakin mau pergi ditengah situasi yang tidak kondusif. Kau baru saja selamat dari kematian Hana."
"Tidak usah khawatir kakak ipar. Aku akan baik-baik saja."
"Bagaimana tidak khawatir jika nanti akan ada berusaha untuk membunuhmu lagi bagaimana?"
"Semua akan baik-baik saja. Percaya padaku. Aku akan membawa beberapa pengawal."
__ADS_1
"Baiklah jika begitu. Aku akan beritahu Roy."
"Jangan Kakak, nanti dia tidak memperbolehkan aku keluar lagi."
"Tapi...." Raina ingin mencegah tetapi Hana palsu memaksa hingga akhirnya mau tidak mau Raina mengiyakan.
Hana merasa senang karena bisa keluar dari rumah itu. Akalnya mulai berjalan bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari pengawalan bodyguard Roy.
"Kita ke toko kue dulu ya, membeli oleh-oleh dulu."
"Baik, Nyonya," ucap sang sopir.
"Kalian ke kasir dulu, aku mau ke belakang," ucap Hana palsu.
"Biar kami menunggu Nyonya selesai saja."
"Ayo." Dengan kesal Hana masuk ke toilet. Dia sebenarnya sudah memikirkan hal ini tetapi tetap saja geram dengan perlakuan berlebihan Roy pada dirinya.
Roy juga sudah memberinya obat tidur jika malam tanpa sepengetahuannya. Mengapa dia mengatakan itu karena setiap habis makan dia merasa mengantuk dan tidur lelap hingga esok hari. Roy mengatakan jika itu efek dari obat yang dia konsumsi tetapi Hana alias Hani telah membuang obat itu setelah meminumnya, tetap saja mengantuk.
__ADS_1
Hani lantas masuk ke toilet. Di saat yang sama ada dua wanita ikut masuk ke sana. Wanita dengan hodie yang menutupi wajah dan wanita lain yang memakai pakaian mini. Mereka seperti pasangan pelangi karena berpelukan mesra ketika masuk ke toilet. Para bodyguard Roy bergidik ngeri.
Beberapa jam kemudian pasangan itu kembali keluar namun Hani belum juga keluar. Setengah jam berlalu namun Hani belum juga muncul.
Para pengawal mulai merasa cemas. Mereka masuk ke dalam toilet membuat kehebohan wanita yang ada di sana.
"Maaf kami mencari Nyonya kami tadi dia masuk hanya saja belum keluar lagi dari tadi."
"Tidak ada wanita lain selain kami," seru dia wanita geram.
"Apa kalian yakin?"
"Tentu saja!"
Para pengawal itu mulai mengecek ke dalam bilik-bilik toilet dan memang Hani tidak ada di sana.
"Mati kita!" ujar pengawal itu.
Mereka menepuk kepala sendiri keras. "Bos Roy pasti akan marah."
__ADS_1
"Cepat cari," kata yang lainnya di luar toilet