
Malam harinya ketika Karina akan berbaring untuk tidur dia mendapatkan sebuah pesan dari handphone yang diam-diam dia selundupkan ke dalam pulau ini.
Bukankah ini sudah lebih dari lima hari kau berada di pulau itu? Apakah kau terlalu bodoh untuk mendapatkan informasi apa tentang keamanan di sana?
Karina menghela nafas panjang setelah membacanya. Dia berpikir sejenak untuk merangkai apa yang akan dia tulis.
Sebuah pesan kembali ke dalam handphonenya itu.
Kau jangan makan uang milik orang lain dan bersenang-senang tanpa melakukan pekerjaanmu dengan benar.
Karina lalu mulai menuliskan sesuatu di sana.
Keamanan pulau ini sangat ketat tidak seperti yang terlihat. Semua tempat di pasang CCTV dan keamanan terus bersiaga selama 24 jam penuh. Kegiatan semua pengunjung selalu diintai sepertinya akan sulit menyusup ke ruang kerja Tuan Adry tanpa ketahuan. Aku juga bukan anggota Intel yang sanggup melakukan pekerjaan itu. Kenapa kau tidak menyuruh orang yang lebih berpengalaman saja untuk masuk ke dalam pulau ini dan mengintai semuanya!
Beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk ke dalam handphonenya.
Akan lebih mudah untuk menghentikan selang oksigennya.
__ADS_1
Wajah Karina memucat seketika. Bagiamana orang itu tahu tentang keberadaan ayahnya? Padahal dia sudah merahasiakannya.
Dia melakukan ini untuk mendapatkan uang banyak guna membiyai pengobatan ayahnya yang tidak murah karena dia sudah berada di ruangan itu selama berbulan-bulan.
Karina lalu mulai mengetik balasan pada anonim itu.
Baiklah dua hari lagi aku akan dapatkan petanya. Kau tenang saja. Ingat jangan sakiti ayahku.
Dengan tangan gemetar dan berkeringat Karina menunggu balasan lagi.
Dua hari atau aku telepon petugas keamanan untuk menangkapnya. Bukankah dia buronan untuk kasus korupsi? Mereka pasti akan senang jika menangkapnya dan Indonesia akan berterima kasih karena aku bisa memberi info ini. Ha... ha....
Dia lalu menatap tas kopernya yang berada di sebelah lemari. Berjalan mendekat lalu mengambil pakaian elastis serba hitam miliknya. Dia mulai memakainya dan menutupi wajahnya juga sehingga hanya bola matanya yang nampak.
Dia akan mencoba masuk ke ruangan Adry untuk melihat apa saja info yang dia dapatkan.
Atasannya ini sangat pandai setelah mengiming-imingi dia uang sekarang malah mengancamnya ketika dia memilih menyerah.
Dengan merunduk dia keluar dari villa lewat jendela. Jika lewat pintu, dapat dipastikan akan ketahuan oleh kamera pengawas yang ada di setiap sudut tempat ini.
__ADS_1
Karina lalu berlari, menunduk dan bersembunyi jika melihat seseorang lalu berlari lagi. Dia sebisa mungkin menghindari kamera yang ada. Dia sudah hafal jalan dan letak setiap isi tempat ini menuju ke gedung utama Heaven of Love.
Ada beberapa penjaga berjalan ke arahnya. Karina langsung masuk ke dalam semak-semak dan bergerak merayap dengan pelan di antara tanah yang bercampur pasir.
Dia terus berjalan hingga sampai di depan gedung itu dengan mudah. Terlalu mudah nampaknya. Dia merasa aneh karena penjaga yang biasanya banyak berjaga terlihat hanya beberapa saja. Mungkin sedang ada pergantian sip pikirannya atau beberapa orang yang lain sedang menyusuri bagian lain pulau ini
Karina mulai naik ke atas mengambil laptop yang dia bawa di tas belakang tubuhnya dan mulai memanipulasi gambar yang ada sehingga dia tidak perlu repot-repot untuk menutupi. Tampilan gambar itu adalah lima menit sebelum kejadian ini.
Setelah berhasil memperdaya sistem. Karina bergerak terus hingga ke depan ruangan Adry. Ruangan yang kemarin sempat dia lihat namun dia urungkan keinginannya karena penjaga langsung datang ke tempat itu.
Ariana mulai menyambung laptop dan saluran kunci ruangan itu untuk mematikan kabel yang membuat sinar laser itu menyala.
Dia mulai mengetikkan sesuatu dan kembali berpikir hingga dia menemukan kode sandi ruangan itu.
L-E-O-N A-D-R-Y
"A-N," ucap suara dari belakang.
"Kau benar!" Karina menghentikan kegiatannya. dan menutup matanya.
__ADS_1