Rahim Sewaan

Rahim Sewaan
Madu


__ADS_3

"Nita, bagaimanapun dia adalah wanita yang kucintai, walau beberapa masalah mulai menerpa kami. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja."


"Artinya kau ingin bersama Nita dan membiarkan Raina sendiri?" tanya Carl. Wajah Raina seketika memucat memeluk tubuh Leon erat.


"Jangan pisahkan aku dari Leon, aku tidak peduli apa yang kau lakukan. Adry hanya saja jangan pisahkan kami," Isak Raina ketakutan.


Nita menghela nafas lega. Akhirnya Adry lebih memilih dirinya. Dia kira akan dibuang oleh Adry begitu saja. Sebuah senyuman yang sangat tipis dan hampir tidak terlihat nampak di bibirnya.


"Aku tidak akan memisahkan mu dengan Leon," ujar Adry.


"Lalu apa itu artinya kau memperbolehkan hidup bersama Leon?"


"Kau akan membiarkan dia membawa Leon?" tanya Janeta kesal dan dengan ekspresi tidak percaya.


"Aku akan membiarkanmu membesarkan Leon. Aku juga tidak akan membiarkan dia jauh dariku," ungkap Adry.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Carl memberi tanda pada Janeta agar terdiam.


"Jika istri-istriku bersedia untuk ku madu, aku ingin bersama mereka berdua."


Raina dan Nita terlihat nampak kecewa. Banyak harapan yang tercurah dari diri mereka.


"Jika kau mempertahankan keduanya itu akan sangat sulit," ujar Carl.


"Jika di negara kami itu kadang biasa terjadi asal mereka berdua bersedia."


"Bagaimana Nita apa kau bersedia?" tanya Carl pada Nita. Wanita itu nampak berpikir lalu menganggukkan kepalanya.


"Dengan syarat dia harus adil membagi waktu. Tiga hari untukku dan tiga hari untuk Raina hari Minggu bergantian," ucap Nita yang lebih memilih mengalah.


"Lalu bagaimana denganmu Raina istri pertama Adry sudah setuju," tanya Carl.


"Kau jangan bercanda, jika dia masuk ke dalam keluarga ini apa yang akan kukatakan pada semua orang?"


"Orang besar sering punya affair dan mereka tidak mempermasalahkan hal itu walau beritanya terkadang terasa menyakiti," terang Carl.


"Namun, gayanya, itu tidak sesuai dengan keluarga kita," ucap Janeta lagi.


"Jika kau ingin anaknya maka kau harus hormati ibunya. Kau pun punya Adry apakah dulu kau rela jika dipisahkan dari Adry?" tanya Carl balik. Raina dan Adry terkejut mendengar pembelaan ayah mertuanya. Bahkan mata wanita itu berkaca-kaca karena terharu.


"Ayah terimakasih," kata Adry mau mengerti. "Sekarang aku menunggu jawabanmu," jawab Adry.


"Aku ... aku ... ," kata Raina tertahan.

__ADS_1


"Aku tidak suka jika Ibu menangis jadi jika Ayah ingin bersama dengan Ibu Ayah tidak boleh membuatnya menangis jika tidak aku akan pergi bersama dengan Ibu," ucap Leon tegas membuat semua orang ditempat itu terkejut.


"Anak yang pandai," puji Carl senang. "Apa jawabanmu Adry, atas persyaratan yang diajukan oleh putramu?"


"Aku setuju!" jawab Adry. Nita berdiri lalu mendekati Raina memeluknya.


"Kita akan jadi kakak adik yang saling mendukung," ucapnya membuat bangga Carl. Adry juga nampak lega melihatnya.


Raina terdiam. Dia menatap ke arah mata Nita dia merasa ini terasa sangat mudah baginya.


"Aku pun berharap kita akan selalu akur dan rukun untuk membahagiakan suami kita nanti."


"Iya Kak," jawab Raina membalas pelukan Nita.


"Kau sangat hebat Nita, kau memang menantu idaman. Selalu pandai bersikap dan punya karakter yang bagus. Aku suka padamu," terang Janeta.


Nita tersenyum mengangguk.


"Aku akan melakukan apapun untuk Adry karena aku sangat mencintainya. Dia adalah hidupku lalu bagaimana aku bisa bernafas tanpanya."


Carl menganggukkan kepalanya. Adry mendekat ke arah dua wanita itu. Dia mencium kening Nita dan Raina secara bergantian.


Nita lalu memeluk Leon.


"Karena aku adalah istri pertama Ayahmu maukah kau memanggilku dengan panggilan Mom, aku ingin sekali merasakan bagaimana mempunyai seorang anak," kata Nita. Leon melihat ke arah Raina. Wanita itu menganggukkan kepalanya. Leon melihat ke arah ayahnya lalu kepala kakek dan nenek, mereka semua menganggukkan kepala.


"Terimakasih Nak, mulai hari ini aku akan menyayangimu seperti anakku sendiri," kata Nita. Adry mengusap punggung Nita dia pernah merasakan indahnya dipanggil Ayah mungkin itu juga yang dirasakan oleh Nita.


Setelah itu mereka berbicara dan saling bertukar cerita. Nita meminta ijin untuk pulang ke mansionnya sendiri sedangkan Raina dan Leon akan menginap di rumah ini. Itu adalah permintaan dari Ayah dan Ibu Adry.


Janeta dan Carl mengajak Leon mengelilingi rumah ini dan mengajaknya berbicara sedangkan Adry mengajak Raina ke kamarnya lebih tepatnya kamar mereka karena kamar yang dia gunakan bersama dengan Nita berbeda lagi.


Raina terkejut melihat tampilan kamar Adry yang mirip seperti kamar di istana negeri dongeng besar dan indah semuanya berwarna putih dan keemasan.


"Ini indah sekali," ucapnya.


"Tidak seindah dirimu," ucap Adry memeluk pinggang Raina dari belakang. Dia mencium bahu wanita itu membuat Raina kegelian.


"Aku merindukanmu," kata Adry.


"Kalau rindu mengapa kau tidak datang ke rumah selama seminggu ini?" tanya Raina.


"Aku berada di sini bersama orang tuaku memikirkan apa yang akan kulakukan ke depannya. Keputusan ini tidak mudah kulakukan namun aku tidak bisa memilih diantara kau dan Nita maaf. Bukan karena aku tidak mencintaimu tetapi bagiku kalian sama saja. Kalian berdua menempati hatiku di sudut yang berbeda."

__ADS_1


"Namun entah mengapa aku begitu sangat merindukan dan mencintaimu." batin Adry.


"Apa kau tidak merindukanku?" tanyanya mencium pucuk kepala Raina.


Raina membalikkan tubuhnya menghadap Adry. Tangannya memeluk tubuh Adry.


"Akupun merindukanmu sangat merindukanmu," ungkap Raina mengecup bibir tebal Adry. Adry tidak menyiakan kesempatan itu, dia mulai melancarkan serangan membuat Raina mende ... sah.


Wanita itu lantas mendorong tubuh Adry.


"Jangan sekarang, bagaimana jika Leon tiba-tiba masuk," kata Raina terengah-engah.


"Tidak akan masuk kemari Leon karena ayah mengajaknya melihat ke kamar yang akan dia gunakan. Ayah ingin sekali bersamanya," ucap Adry. Raina menganggukkan kepalanya.


"Adry, apakah kau tidak malu mempunyai istri seperti diriku?" tanya Raina ragu.


"Bagaimana aku malu mempunyai istri seperti mu kau cantik dan menarik tidak ada yang kurang darimu," ujar Adry.


"Aku memalukan tidak tahu tentang bagaimana cara dan gaya hidup kalian." Raina menekuk wajahnya mengatakan hal itu.


"Bagaimana jika kau dan Leon untuk sementara hidup di sini menemani Ibu dan Ayah jika aku sedang bersama Nita?" kata Adry.


"Kau bisa belajar banyak dari Ibu tentang cara berpakaian dan kebiasaan kami," ujar Adry.


"Apakah kau yakin dia akan mau mengajariku?'' tanya Raina ragu. Dia melihat pandangan tidak senang Janeta pada dirinya.


"Ibu pasti mau melakukannya dan kaupun harus belajar banyak padanya." Raina menganggukkan kepalanya.


Namun, jauh di dalam hatinya dia ragu jika semua akan bisa berjalan semudah itu.


Jangan lupa ke karyaku yang lainnya ya.


1 Affair


2 Gadis Untuk President



Mencintai Calon Kakak Ipar


4.One Night With My CEO


5.Billionary Married Skandal

__ADS_1


Cinta Yang Dewasa



__ADS_2