
Meninggalkan part pengenalan tokoh Janaka Bagaskara , Kita kembali ke apartement tempat tinggal Ditya ya yang mana kedua Orang Tua dan juga kedua Mertunya dari pihak Tyas dan juga pihak Wati sudah datang dan berkumpul di apartement .
Perhatian perhatian part ini sedikit mengandung irisan bawang merah bikin baper bahkan mamak saja harus menjed nya beberapa saat jadi yang kurang suka part nyesek boleh mewek ya 😂
" Sebenarnya ada apa Mas kok tiba tiba Kamu meminta Kami berdua juga kedua Orang Tua Wati ke sini ?" Tanya Pak Samsul keheranan
" Di mana Tyas Le Dit ?" Tanya Bu Rukmi yang sedari tadi clingak clinguk mencari keberadaan Sang Putri .
" Lo kok Kamu ada di sini Wat dan apa ini kenapa perutMu membuncit ?" Tanya Pak Imam Ayah nya Wati .
" Tujuan Ku meminta Kalian semua kesini karena ada urusan besar Mas Samsul terutama dengan Orang Tua nya Wati ." Jawab Pak Sugeng tegas .
Sementara Wati tak henti hentinya menangis beristifar dalam hati Dia terlihat menunduk tak berani sedetikpun memandamg wajah Sang Ayah dan Ibu juga Pak Lik dan Bu Lik nya itu , Sedangkan Ditya terlihat tengah merenungi kesalahannya itu dan bersiap menerima semua resiko yang sebentar lagi akan meletus itu .
" Apa maksudMu Mas ?" Tanya Pak Imam heran
" Aku tidak punya maksud apa apa Pak Imam hanya saja Aku ingin bertanya apakah Pak Imam dan Bu Imam tau kalau Putri Kalian ini sekarang sedang hamil dan sudah merusak rumah tangga Orang lain ?" Tanya Pak Sugeng dengan nada geram
Dan bagai di sambar petir rasanya bagi semua Orang yang berada si situ terutama kedua Orang Tua Wati dan juga kedua Orang Tuanya Tyas itu sementara Wati semakin gugup dan hanya bisa ******* ***** bajunya .
" Apaaaaaaaa ,Kamu tidak sedang bercanda kan Mas dan apa kah betul itu Wati ?" Tanya Pak Imam dengan nada sedikit meninggi .
Wati tidak berani menjawab pertanyaan Sang ayah barusan Dia tetap menunduk dan diam seribu bahasa , Sementara Sang Bunda terlihat meneteskan air matanya tanda tak percaya .
" Jawab Wati apakah benar Kamu saat ini sedang hamil ?" Kata Pak Imam mengulangi pertanyaan nya .
Dan dengan sesikit keberanian Wati pun mengangguk membenarkan bahwa Dia kini tengah hamil .
" Sudahlah Mas jangan teriak teriak begitu kasian Wati , Kita kan bisa menanyainya baik baik to ." Balas Bu Rukmi yang merasa tidak tega melihat Pak Imam membentak Wati .
" Kamu tadi bilang Wati merusak rumah tangga Orang lain lalu rumah tangga siapa yang Kamu maksud Mas ?" Kini giliran Pak Samsul yang sedari tadi diam bertanya pada besannya Pak Sugeng .
" Siapa lagi kalau bukan rumah tangga Anak Kita Mas rumah tangga Tyas dengan Ditya ." Jawab Pak Sugeng dengan suara paruh menahan tangis .
Kini giliran kedua Orang Tua Tyas yang kaget setengah mati dengan jawaban Besannya barusan , Mereka seakan tak percaya bagaimana bisa Wati menghancurkan rumah tangga Sahabat karibnya sendiri Tyas .
Dan hal yang sama juga di rasakan oleh kedua Orang Tuanya Wati , Beliau berdua kaget dan tidak percaya bahwa Wati tega melakukan hal itu namun melihat keberadaan Wati dengan perut nya yang mulai buncit di apartemen itu dan juga di tambah Mereka semua tak menemukan keberadaan Tyas di sana maka sedikit banyak Mereka percaya kalau apa yang dikatakan oleh Pak Sugeng itu benar ada nya
" Nggak mungkin itu Mas , Kamu pasti salah orang Wati itu sahabat karibnya Tyas jadi nggak mungkin Dia melakukan itu ." Balas Bu Rukmi .
" Tapi itu kenyataannya MbakYu ,Mereka berdua diam diam telah nikah siri di Yogyakarta atas permintaan Budhenya Wati namun namanya bangkai pasti akan tercium juga akhirnya Tyas pun tau dan Dia menggugat cerai Ditya Mbak ." Sahut Bu Ratih dengan nada emosi sembari melirik sinis kearah Wati
__ADS_1
"Apaaaa ." Ucap Pak Samsul dan Bu Rukmi serentak kompak .
" Wati apa yang Kamu lakukan ha , Kamu mempermalukan Kami Nduk , Butakah mata Kamu ini kalau Ditya ini suaminya Sahabat Mu sendiri ha kenapa Kamu tega kenapa Kamu tega menjadi pelakor untuk sahabatMu Bapak dan Ibu tidak pernah mendidikMu menjadi kurang ajar seperti ini ." Ucap Pak Imam dengan nada penuh emosi .
" Tolong maafkan Wati Pak Buk , Wati khilaf Wati salah tolong maafkan Wati dan juga Mas Ditya , Wati tidak tau kalau Mas Ditya sudah menikah dengan Tyas ." Balas Wati dengan berurai air mata .
Bu Rukmi menangis pilu mendengar semua kenyataan ini ,Beliau benar benar terpukul dengan kenyataan ini terlebih saat mendengar kalau Mereka menikah siri secara diam diam tanpa sepengetahuan Tyas yang itu artinya Mereka membohongi Tyas hingga akhirnya terbongkar dan kini ditambah Beliau mendengar kalau Tyas menggugat cerai Ditya
Dan lebih terpukul dan hancur hatinya adalah Pak Samsul Ayahnya Tyas , Beliau merasa hancur hatinya diliputi rasa kecewa dan juga menyesal bagaimana tidak Beliau lah yang dulu memaksa Tyas untuk menerima perjodohan nya dengan Ditya dan hal itu bukan tanpa alasan , Sebab Beliau melihat dan menilai Ditya adalah pribadi yang baik sopan juga penuh tanggung jawab .
Pak Samsul duduk disofa dan terduduk lesu dengan berurai air mata penyesalan juga rasa berdosa pada Tyas putri bungsunya .
" Lalu dimana Tyas sekarang Dit ?" Tanya Bu Rukmi pada Ditya .
" Maaf kan Saya Buk dan juga tolong maafkan Wati dan mengenai keberadaan Tyas Saya pun tidak tau Dia ada dimana ." Jawab Ditya
" Kurang ajar Kamu Ditya Kamu mengecewakan Kami semua Mama sangat kecewa sama Kamu ." Sahut Bu Ratih penuh emosi dan berurai air mata Beliau menampar Sang Putra kesayangan nya itu .
" Sudah Mbak Sudah kendalikan diriMu ." Ucap Bu Rukmi seraya memeluk Besannya itu .
" Dek Samsul ,Dek Rukmi, Mas Imam , Mbak Ratih tolong maaf kan Kami ,Kami lalai Kami tidak becus mendidik anak Kami Wati yang akhirnya menghancurkan rumah tangga Tyas dan juga Ditya tolong maafkan kebodohan Kami ini ." Ucap Pak Imam seraya bersujud di hadapan Orang Tua Tyas dan juga Orang tua Ditya itu .
" Sudah lah Mas Imam Kamu jangan seperti ini sekarang bangunlah Kamu tidak pantas bersujud seperti itu ." Balas Pak Samsul seraya meraih pundak Pak Imam agar Beliau berdiri .
" Ditya dimana Kamu terahir kali bertemu dengan Tyas ?" Tanya Bu Rukmi .
" Terahir ketemu di rumahnya Mbak Rina Buk tapi kemarin Kami bertiga kesana sudah tidak menemukan keberadaan Tyas dan juga Mbak Rina juga Mas Gunawan ." Jawab Ditya tegas .
" Kalau begitu Kamu telepon Rina saja Pak , Tanya dimana Dia sekarang dan Kita semua susul Mereka ." Balas Bu Rukmi
Mereka semua pun mengangguk dengan perkataan Bu Rukmi barusan , Pak Samsul segera menghubungi Mbak Rina dan menanyakan dimana keberadaannya sekarang dan juga keberadaan Tyas tentunya .
Awalnya Mbak Rina ragu menjawab pertanyaan Bapak mengenai di mana keberadaan Tyas terlebih Dia curiga jangan jangan Mereka sudah mengetahui soal pengajuan cerai yang di layangkan Tyas terhadap Ditya
Namun Mas Gunawan meyakinkan Mbak Rina agar berterus terang saja memberitahu dimana Mereka dan juga Tyas kini berada , Mas Gunawan menasehati Tyas dan juga Mbak Rina kalau semua masalah itu harus di segera di selesaikan bukan malah lari .
Setelah mengetahui dimana keberadaan dimana Mbak Rina ,Mas Gunawan dan Tyas , Mereka berenam akhirnya sepekat malam ini juga menyusul nya .
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam akhirnya rombongan itu pun sampai di ruko tempat tinggal dan juga tempat usaha barunya Tyas kini , Rombongan para Orang Tua juga Mertua dan Ditya juga Wati tentunya segera keluar mobil dan berjalan masuk kedalam ruko tersebut .
Tyas terlihat gugup dan juga takut melihat kedatangan Mereka yang sudah hampir masuk kedalam ruko tersebut
__ADS_1
" Tyas Kamu jangan takut ada Mas dan Mbak yang akan melindungiMu ." Ucap Mas Gunawan seraya menepuk pundak Tyas
" Iya Yas Kamu tenang sampaikan apa yang harusnya Kamu sampaikan jangan grogi ." Ujar Mbak Rina menimpali perkataan Suaminya barusan .
Rombongan itupun sudah sampai di dalam ruko dilantai satu , Setelah salaman dengan.para tamu secara gantian ,kini Mas Gun mempersilahkan Mereka semua duduk di kursi yang biasanya untuk duduk para tamu yang datang membeli makanan maupun minuman tersebut .
Suasana ruko kebetulan sudah sepi jadi Mereka bisa leluansa untuk duduk dan mengobrol .
" Tyas anak ibuk ." Kata Bu Rukmi seraya memelum tubuh langsing Sang Putri dan Beliau terlihat menangis
Sementara Tyas sendiri tidak kuasa menahan air mata nya hingga akhirnya jatuh membasahi pundak Sang Bunda .
" Sabar yo Nduk , Ini ujian hidupMu ." Lanjut Bu Rukmi
" Nggih Buk ." Jawab Tyas
Bu Ratih yang sedari tadi tak henti hentinya menangis pun terlihat berlari memelum menantu kesayangannya itu dan menangis tersedu sedu dipelukan Tyas hingga membuat suasana semakin haru dan sesikit membuat hati Wati tercubit .
Bu Siti Bundanya Wati yang sedari tadi menangis karena terpukul dengan kenyataan ini pun memberanikan diri mendekat kearah Tyas dan meraih tangan keponakannya itu seraya berkata .
" Tolong maafkan Budhe ya Nduk karena Budhe lalai tidak becus mendidik anak maaf kan Budhe dan Pakdhe Mu yo Nduk ." Kata Bu Siti
Dan dengan berurai air mata Tyas mengangguk juga memeluk tubuh Budhe Siti
Mbak Rina mencoba mencairkan suasana haru bercampur pilu dan ditambah lagi emosi dengan menyuguhkan kopi lalu mempersilahkan para tamu untuk meminumnya sebelum melanjutkan pembicaraan .
" Tyas apakah pintu maaf untuk Ditya dan Wati itu benar benar sudah tertutup dan juga apakah tidak ada celah sedikit untuk rujuk dengan Nya mengingat tadi Ditya mengutarakan keputusan dengan Wati untuk mengakhiri pernikahan siri mereka lalu kembali ke Kamu , Apakah keputusanMu untuk bercerai denganNya itu sudah bulat ?" Tanya Pak Samsul serius
Tyas mengangkat wajahnya lalu memandangi satu persatu tamu yang ada di dalam ruko nya itu tanpa terkecuali lalu Dia menarik nafasnya dalam dalam seakan tengah mengumpulkan keberanian untuk bicara .
" Untuk memaafkan Tyas sudah memaafkan Mas Ditya dan juga Wati , Namun tidak ada sedikitpun celah maupun kemungkinan untuk rujuk kembali ." Jawab Tyas tegas
" Kenapa Nduk bukankah Kamu juga mencintai Ditya Dia suami sah Mu Nduk sedangkan Wati hanya Orang ketiga yang hadir di rumah tangga Kalian dan Budhe juga Pakdhe Mu pastikan akan membawa Wati juga bayinya untuk pulang kampung agar tidak mengganggu rumah tangga Kalian lagi ." Kini giliran Bu Siti yang mencoba merayu Tyas.
" Tidak Budhe tolong jangan menyebut Wati adalah oramg ketiga dalam perpecahan rumah tangga Ku dan Mas Ditya karena sebenarnya Tyas lah orang ketiga diantara Mereka Budhe ." Balas Tyas seraya mengusap air matanya
" Apa maksudMu Yas ?" Tanya Pak Samsul
" Ya seperti yang Bapak dengar barusan , Wati adalah kekasih Mas Ditya sejak dulu bahkan sebelum Kami menikah Mereka sudah berpacaran dan dalam masalah ini tidak ada yang salah karena Tyas percaya ini adalah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa ." Jawab Tyas
" Tapi Kami berdua tidak pernah merestui hubungan Mereka itu Nduk, Bahkan Mereka menikah siri saja Kami tidak tau yang Kami tau Kamu adalah mantu Kami satu satu nya ." Sahut Pak Sugeng
__ADS_1
" Iya Pa , Tyas tau akan hal itu namun perasaan cinta tidak bisa dipaksakan Pa , Meskipun nantinya Mas Ditya kembali rujuk dengan Ku apakah Kita bisa menjamin kalau cinta dan hatinya hanya untuk sementara Dia dan Wati sudah punya anak ." Balas Tyas yang membuat semua yang ada di situ pun terdiam beberapa saat hingga Tyas melanjutkan ucapannya .
" Rumah tangga Ku dan Mas Ditya sudah lama pincang ,Aku lelah berjuang sendiri mempertahankan keutuhan rumah tangga ini Dia lebih memilih menyentuh wanita lain dari pada Aku istrinya meskipun sakit hati ini ,Namun Tyas berusaha bertahan dan tetap berpikir positif juga yakin bahwa semua ini terjadi atas kehendak yang maha kuasa ini sudah suratan takdir dari Tuhan yang harus Tyas jalani jadi tolong hormati keputusan Tyas untuk tetap memilih berpisah Tyas ikhlas dan merelakan Mas Ditya untuk Wati juga Tyas mohon agar semua yang ada di sini untuk menghormati keputusan Tyas ini juga stop berhentilah menyalahkan Wati maupun Mas Ditya karena semua ini kehendak Tuhan ." Ucap Tyas panjang lebar .