
" Yas untuk apa sih Kita jenguk Si Wati ini buang buang waktu saja." Cicit Diah saat Mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Wati di rawat.
" Kamu nggak boleh bilang begitu Di, Bagaimana pun juga Wati juga teman Kita." Balas Tyas.
" Mana ada sahabat yang tega menjadi pelakor dalam rumah tangga Sahabat nya sendiri." Sahut Diah dengan muka cemberut.
" Sudah lah sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas masalah itu lagi, Sekarang Kita masuk dulu ya." Balas Tyas Seraya menggandeng tangan nya Diah
Mereka berdua pun tanpa mengetuk pintu kamar langsung masuk saja, dan sukses membuat Wati kaget melihat kedatangan Mereka berdua terlebih kedatangan Tyas.
Tyas dan Diah langsung berjalan mendekati Wati yang tengah berbaring di atas ranjang tempat tidur , Sementara itu Wati menatap Mereka dengan tatapan penuh tanda tanya ada apa gerangan.
" Hay Wat bagaimana keadaan Mu apakah sudah cukup membaik? " Tanya Tyas saat sudah mendekat di samping ranjang tempat Wati berbaring.
" Untuk apa Kalian kesini, Kalian pasti mau menertawakan Aku atas musibah yang tengah Aku alami ini kan?" Tanya balik Wati .
" Kenapa Kamu bicara seperti itu Wat, Kita kesini mau menjenguk Kamu." Jawab Tyas
Diah sudah sedikit emosi mendengar ucapan Wati barusan namun Dia tidak bisa berbuat banyak sebab Tyas sudah mewanti wanti nya tadi agar tidak berbuat macam macam.
" Halah Kamu jangan bohong Yas, Aku tau yang ada dipikiranMu, pasti Kamu sangat senang atas musibah ku ini dan pasti Kamu sudah menyusun rencana untuk merebut Mas Ditya dari Ku iya kan?" Tanya Wati seraya menunjuk tepat kearah wajahnya Tyas
Tyas menjadi sedikit emosi dengan pertanyaan Wati barusan, jika tadi niat nya hendak menjenguk Wati yang tengah di landa musibah keguguran juga menyampaikan simpati duka yang mendalam kini telah berubah yang ada kini tinggal rasa menyesal telah datang menjenguk Wati .
" Kenapa pikiran Mu secetek itu tentang Aku , kenapa Kamu menilai buruk mengenai kedatangan Ku dan Diah kesini untuk menjenguk kamu." Jawab Tyas dengan nada sedikit meninggi.
Sementara Diah yang berdiri di samping nya Tyas pun menjadi ikut emosi, Dia menatap wajah Wati dan Tyas secara berganti seakan Dia protes kepada Tyas yang tadi tidak mau mendengarkan ucapannya hingga tanpa Mereka bertiga sadari Ditya masuk ke ruangan tersebut.
__ADS_1
Ditya kaget saat melihat mantan istrinya itu tengah berada di ruangan tempat Wati dirawat dan seperti nya tengah terjadi perdebatan.
" Hay Yas kok Kamu ada disini dan bagaimana kabarMu juga usahaMu?" Sapa Ditya
Ditya menatap wajah Tyas dengan seksama mulai ujung rambut hingga ujung kaki, Dia terpana melihat perubahan drastis pada diri dan penampilan Tyas yang kini terlihat lebih fresh dan semakin cantik saja.
Sementara Tyas memandang wajah Ditya dengan tatapan biasa biasa saja ini adalah pertemuan pertama Mereka setelah sidang putusan perceraian Mereka bulan lalu.
Sedangkan Diah dan Wati memandang kearah Tyas dan Ditya secara bergantian, Jika Diah menilai pandangan Ditya kepada Tyas masih mengandung rasa cinta dan menilai hal itu lumbrah dan wajar mengingat Mereka pernah menikah dan pernah tinggal serumah makan lain hal nya dengan Wati Dia merasakan cemburu yang luar biasa terhadap Tyas.
" KabarKu baik baik saja dan niatKu kesini mau jenguk Istri Kamu yang tengah mengalami musibah ini namun nyatanya niat baikKu menjadi salah paham baginya jadi lebih baik Aku dan Diah pulang saja." Jawab Tyas dengan nada serius.
" Stop omongan kosong Mu itu Yas Kamu nggak usah sok peduli dengan Ku kalau akhirnya Kamu akan merebut Mas Ditya dari Ku lagi cepat Kamu pergi dari sini." Sahut Wati dengan sangat emosi.
" Wati stop apa maksudMu dan kenapa Kamu menjadi salah paham seperti ini." Balas Ditya
" Sudahlah Mas lebih baik Aku dan Diah pulang saja toh percuma juga berbicara dengan orang yang hatinya keras tertutupi oleh nafsu keegoisan, Kami pulang dulu." Ucap Tyas Seraya berjalan keluar ruangan dengan diikuti oleh Diah dibelakangnya.
" Kenapa Kamu salah paham dengan niatan baik Tyas dan Diah bukanlah Mereka adalah Sahabat Mu juga tujuan Mereka kesini adalah untuk menjengukMu." Ujar Dityaseraya duduk di samping Wati
" Aku tidak butuh kehadiran Mereka disini Mas, Terlebih dengan Tyas Aku trauma Mas Aku takut kehilangan Kamu untuk kedua kalinya." Jawab Wati dengan nada lirih.
" Kamu terlalu berlebihan." Balas Ditya seraya berjalan menuju sofa di samping jendela lalu berbaring diatas nya.
" Tapi Kamu tidak akan meninggalkan Aku kan Mas?" Tanya Wati sedikit curiga.
" Kamu cepatlah istirahat agar kondisi Mu cepat pulih dan bisa pulang ke rumah juga jangan berpikir macam macam." Jawab Ditya tanpa menoleh kearah Wati .
__ADS_1
" Mass." Kata Wati yang terlihat kurang puas dengan jawaban Ditya itu
" Sudah lah kalau Kamu tidak mau istirahat biar Aku yang keluar dari sini." Balas Ditya seraya bangkit dan hendak berdiri itu.
" Baiklah Aku akan istirahat Mas tapi jangan tinggalkan Aku." Ucap Wati yang kemudian berbaring istirahat.
Sementara itu Diah dan Tyas yang berjalan tanpa sepatah katapun terlihat keluar dari area rumah sakit tempat Wati dirawat Mereka pun menuju sebuah coffe shop di sebrang jalan.
" Kamu mau minum apa Yas? " Tanya Diah saat Mereka sudah sampai di coffe shop tersebut.
" Aku latte saja ya jangan terlalu manis tapi oya Di , Kita nanti duduk di bangku taman itu saja ya." Jawab Tyas Seraya menunjuk kearah bangku kursi di sebuah taman bunga.
" Siapppp Bos." Balas Diah seraya berjalan memesan kopi panas juga cake.
Selesai memesan dan juga membayar kopi juga cake tersebut, Kedua gadis itu pun berjalan menuju sebuah bangku kursi di taman.
" Aku nyesel Di ngapain tadi Kita kesini coba jika akhirnya niat baik Kita tidak di hargai, Kita kesini untuk menjenguk nya bukan malah mengajak nya berdebat." Ucap Tyas Seraya duduk dibangku kursi tersebut.
" Hemmmm bukankah tadi siang Aku sudah mengingat kan Kamu untuk apa Kita kesini tapi Kamu nya aja yang ngeyel." Sahut Diah seraya meneguk kopi panas nya itu
" Aku hanya ingin menunjuk kan rasa simpati ku atas musibah yang menimpa Mereka lagipula Wati itu sahabat kecilKu jadi sudah sewajarnya Aku simpati dengan musibah ini namun nampaknya Dia salah paham dan beranggapan Aku akan merebut Mas Ditya kembali dari pelukannya." Balas Tyas.
"Kamu masih menganggap Dia Sahabat Mu Yas, Tidak marah kah Kamu dengan apa yang Mereka perbuat dibelakang Mu termasuk perselingkuhan Mereka?" Tanya Diah heran dengan Tyas yang masih menganggap Wati adalah Sahabat nya itu.
"Aku manusia biasa jadi pasti Aku marah namun Aku tidak mau menutup mata saat Sahabat Ku tengah dilanda musibah apalagi Mereka kehilangan calon anak Mereka." Jawab Tyas mengambang seakan Dia sendiri pun tak yakin dengan sikapnya itu.
" Aku salut dengan sikap Mu Yas, sudahlah Kita jangan bahas soal ini lagi dan gimana kalau Kita pergi hunting makanan seperti dulu ?" Tanya Diah seraya memiringkan kepalanya kearah Tyas.
__ADS_1
"Em kelihatan nya itu ide yang bagus, lagipula Kita sudah lama sekali nggak hunting makanan ." Jawab Tyas yang menyetujui ajakan Diah untuk hunting makanan itu.
Kemudian Mereka berdua pun menyetop sebuah taxi dan meminta ke Sopir untuk diantarkan ke sebuah mall dekat tempat tinggal Mereka.