Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Keputusan yang menyakitkan .


__ADS_3

Hingga pagi pun tiba dan untuk menghindari kecurigaan Wiland terhadap Diah Tyas pun meminta Diah untuk tetap berangkat bekerja seperti biasa dan tetap berpura pura tidak mengetahui keberadaan Tyas hal itu karena Dia berpikir pasti Wiland akan memberi tahukan keberadaan nya pada Ditya yang notabene adalah sahabatnya


Sementara itu di apartement kediama Ditya terlihat Ditya sudah rapi dengan seragam kantor nya dan hendak berangkat sebenarnya dirinya hari ini ingin mengajukan cuti untuk mencari dimana keberadaan Tyas namun pihak kantor tidak memberi ijin sebab Ditya sudah sangat sering meminta ijin .


Sementara itu di rumah Mbak Rina dN Mas Gunawan terlihat Mbak Rina tengah uring uringan mencari kemana perginya Tyas dan apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangganya hingga membuat Tyas kabur


" Mas pokoknya hari ini Kita harus cari Tyas sampai ketemu kasian Dia bahaya sekali diluar sana Mas ." Kata Mbak Rina sembari mengantarkan Sang Suami berangkat kerja


"Iya tunggu Aku pulang kerja nanti kita cari sama sama ." Balas Mas Gunaqan sambil berpamitan Diah untuk berangkat kerja.


Sementara itu Wati yang sedang dirumah kontrakannya itu terlihat sedang menangis didalam kamar nya Dia menyesali keadaan ini namun Dia tidak mampu berbuat banyak .


Hingga tak terasa waktu istirahat siang pun tiba Tyas yang sedari tadi hanya bergulang guling dikasur itupun beranjak bangun lalu bergegas mandi dan ganti baju baru setelah itu Dia menghidupkan hp nya


Dan tara banyak sekali panggilan masuk ke hpnya itu dimulai panggilan dari Wati Diah Wiland Mbak Rina dan Ditya tentunya dan yang paling banyak menghubunginya adalah Ditya juga beberapa puluh pesan sms yang Dia kirim ke hp Tyas yang inti dari pesannya itu adalah meminta maaf dan mengharap kepulangan Tyas tersebut .


Dan Ditya yang mengetahui kalau Tya sudah menghidupkan hp nya itu segera menghubunginya


Panggilan pertama Tyas masih belum mengangkatnya begitupun dengan panggilan kedua dan baru dipanggilan ketiga kalinya Tyas mengangkat panggilan telepon dari Ditya


" Ya Mas ada apa ?" Tanya Tyas tanpa basa basi lagi .


" Sayang Kamu dimana Kamu baik baik saja kan Aku sangat menghawatirkan Kamu tolong kasih tau Aku Dimana keberadaanMu biar Ku jemput ?" Tanya Ditya sesaat setelah mendengar suara Tyas disebrang sana .


" Nggak perlu Kamu Kawatirkan Mas Aku baik baik saja juga Kamu nggak usah jemput Aku ." Jawab Tyas .


" Tidak Dek Aku harus jemput Kamu tolong kasih tau Aku dimana Kamu sekarang ." Balas Ditya


" 'Aku sedang ingin menenangkan diri Mas sudah ya Aku mau makan dulu ." Ujar Tyas sembari mematikan telepon dari Ditya itu .


Setelah mematikan panggilan dari Ditya itu terlihat Tyas menangis meratapi kejadian kemarin antara rasa cinta dan benci ki bersaing kuat di hati Tyas hingga tanpa Dia sadari Mbak Rina dan Diah sydah berdiri di depannya .


" Tyas sayangg Kamu nggak papa kan Nduk. ."Kata Mbak Rina sembari memeluk tubuh adiknya itu .


"Mbak Rina kok bisa tau Aku disini ?" Tanya Tyas sedikit bingung bercampur panik.


"Yas maafkan Aku karena sudah lancang ngasih tau Mbak Rina tentang keberadaan disini sebab Aku kasian lihat Mbak Rina kebingungan mencari Kamu ." Sahut Diah .


Tyas pun mengangguk kemudian Dia pun memeluk Mbak Rina sembari berkata bahwa Dia baik baik saja lalu Mbak Rina pun mengajak Tyas pulang kerumah nya


Meski sebenarnya Tyas merasa keberatan dan tetap memilih untuk tinggal sememtara di kost kostan milik Diah itu namun akhirnya Tyas pun mengikuti ajakan Mbak Rina untuk pulang .


"Aku pulang dulu ya Di ."Pamit Tyas pada Diah


"Iya Kamu hati hati ya kalau perlu bantuan hubungi Aku ." Balas Diah


Kemudian Mbak Rina mengajak Tyas pulang kerumah nya disepanjang perjalanan Mbak Rina tidak mengeluarkan sepatah katapun mengenai kepergian Tyas dari apartement nya bersama Ditya hingga mereka pun sampai di rumah Mbak Rina .


Mbak Rina segera membuka pintu dan mengajak Tyas masuk kedalam dan mempersilahkan Tyas untuk duduk dulu sementara Mbak Rina beranjak ke dapur untuk mengambilkan minuman untuk Tyas juga dirinya sendiri .


"Sebenarnya apa yang terjadi pada rumah tangga Mu Nduk hingga membuat Kamu kabur seperti ini ?Tanya Mbak Rina sambil meletakkan minuman di meja .

__ADS_1


"Mbak sebelum Aku cerita bolehkah Aku bertanya sesuatu pada Mbak Rina ?" Tanya Tyas yang seakan enggan menceritakan prahara rumah tangga nya itu.


" Iya silahkan ." Jawab Mbak Rina


" Keputusan apa yang akan Mbak Rina ambil jika pasangan Mbak Rina diam diam selingkuh di belakang Mbak Rina ? Tanya Tyas serius


Mbak Rina kaget mendengar pertanyaan Tyas barusan


"Kenapa Kamu bertanya seperti itu Yas ? Tanya balik Mbak Rina


" Tolong jawab dulu Mbak ." Pinta Tyas


" Ya Aku akan meninggalkannya karena Orang yang sudah selingkuh itu akan pernah bisa memberikan hatinya seutuhnya untuk Kita lagi pula tidak ada dalam kamus hidupku mau membagi pasangan hidupku dengan wanita lain ." Jawab Mbak Rina tegas


Tyas terlihat mendengarkan jawaban Mbak Rina dengan seksama dan tanpa Dia sadari air matanya jatuh menetesi pipinya Mbak Rina yang tau Tyas tengah menangis itu pun tambah bingung .


" Lo kok malah nangis sebenarnya ada apa dengan Mu dan Ditya Nduk ?"Tanya Mbak Rina curiga .


"Mas Ditya selingkuh Mbak ." Jawab Tyas sesenggukan .


Mbak Rina terkejut setengah mati dengan jawaban Tyas barusan seakan tak mempercayai ucapan Tyas barusan mana mungkin Ditya yang terlihat kalem penyayang sopan dan penuh tanggung jawab itu tega selingkuh dibelakang Tyas .


" Apaaaaaa Kamu nggak salah ngomongkan Nduk ? Tanya Mbak Rina dengan muka serius .


Sementara Tyas hanya menggelengkan kepalanya


" Dari mana Kamu tau kalau Ditya sslingkuh dan sejak kapan itu ? Tanya Mbak Rina lagi


Mbak Rina segera meraih dan memeluk tubuh langsing Tyas itu seakan Dia ikut merasakan beban mental juga beban hati yang cukup berat tengah ditanggung oleh Sang adik bungsu kesayangan itu seakan tak rela bila gadis sebelia Tyas harus merasakan beratnya ujian rumah tangga itu .


" Jadi selama ini kalian menipu Kami dengan tampilan mesra hangat itu dan Kamu tengan menipu hatimu sendiri Nduk termasuk mengiyakan perjanjian gila itu ?" Tanya Mbak Rina yang mulai emosi itu


"Iya Mbak tolong jangan beritahu Orang Tua kita Aku tidak mau menambah beban pikiran Mereka ."Jawab Tyas lirih


"Tidak ,Mereka harus tau Yas biar Bapak tau hasil kekolotannya dengan memaksa menjodohkan Kamu ." Balas Mbak Rina


"Jangan Mbak Aku mohon jangan kalau Mbak Rina nekat memberitahu Mereka itu sama saja Mbak Rina tega menggores luka dihati kedua Orang Tua kita Tyas mohon jangan ." Sahut Tyas sembari memohon kepada Mbak Rina agar merahasikan semua ini


Semula Mbak Rina bersikukuh nekat untuk memberitahu kedua Orang Tua mereka tentang semua ini namun karena permintaan Tyas barusan akhirnya Dia pun mengurungkan niatnya tersebut .


"Kamu harus sabar Nduk setiap rumah tangga pasti akan didatangi ujian baik itu berupa materi kesehatan maupun kesetiaan dan makna dari ujian itu adalah cara ALLAH mendewasakan Kita dan pasangan bagaimana caranya menyikapi masalah yang datang itu dan bagaimana pula dengan keputusan yang Kita ambil haruslah bisa Kita pertanggung jawabkan jadi menurut Mbak hadapi semua ini dengan lapang dada pasrahkan pada Yang Maha Kuasa jangan lari dengan masalah ini sebab masalah itu datang untuk diselesaikan bukan untuk ditinggal lari ." Nasehat Mbak Rina sembari membelai rambut Tyas dengan lembut .


Tyas mengangguk paham Dia juga terlihat tengah mencermati nasehat Mbak Rina barusan .


" Lalu menurut Mbak Rina Aku harus bagaimana Mbak ?" Tanya Tyas mencoba meminta saran.pertimbangan dari Mbak Rina .


" Aku tidak tau Yas hanya saja Aku sarankan Kalian bicarakan baik baik ambil keputusan saat kepala dingin jangan mengambil keputusan saat kalian tengah diliputi emosi ." Jawab Mbak Rina bijak


Mendengarkan nasehat Mbak Rina barusan membuat hati Tyas sedikit tenang dan sesikit berkurang beban dihatinya itu terlihat Tyas sudah siap untuk bertemu dengan Ditya besok untuk membicarakan masalah diantara mereka termasuk menyangkut kehamilan Wati juga nasip rumah tangganya


Tyas ijin masuk kekamar yang telah Mbak Rina siapkan untuknya itu dan didalam kamar Tyas kembali terlihat tengah melamun memutar kembali memori kenangan manisnya bersama Ditya juga mengingat kembali janji dan cita cita mereka dulu untuk selalu bersama apapun masalahnya akan tetap bersama sampai maut memisahkan mereka nantinya Tyas juga teringat nasehat kedua Orang Tua dan kedua Mertuanya juga nasehat dari Mbak Rina barusan tentang pernikahannya dengan Ditya membuat Tyas berpikir untuk membuka pintu maaf untuk Ditya dan mencoba ikhlas ddngan kenyataan ini mengingat ini semua bukan murni kesalahannya Ditya saja Dia ada andil atas semua ini jika saja sebagai istri Tyas paham akan hak seorang suami pada istrinya mungkin hal ini tidak alan terjadi namun bukankah Ditya sendiri yang mengatakan akan.meminta haknya nanti saat usia Tyas genap dua puluh tahun ? " Monolog Tyas dalam hati

__ADS_1


Sementara Tyas tengah asik beedebat dengan dirinya sendiri dalam hati tiba tiba Mbak Rina dalam kamar memberitahu Tyas kalau hari ini Dia harus menemani Mas Gunawan ke acara teman sekantornya dan akan kembali nanti malam Mbak Rina juga memberitahu Tyas kalau Dia sudah memasak makanan untuk makan malam Tyas .


Mbak Rina berangkat menemani Mas Gunawan untuk menghadiri acara kantornya sementara Tyas sudah mandi dan ganti baju juga sudah memoles tipis make up diwajahnya Dia berencana ke aparyement tempat tinggal Ditya dan dirinya dulu untuk menyelesaikan masalah nya dengan Ditya berikut kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi hal ini sesuai dengan nasehat Mbak Rina tadi


Tyas segera mengunci pintu rumah Mbak Rina dan segera berangkat ke apartement yang kebetulan jaraknya dekat itu dan seperti biasa Dia selalu membelikan beberapa bungkus makanan untuk petugas keamanan apartement tersebut lalu segera naik lift menuju unit yang dulu ditempatinya bersama Ditya


Tyas segera mengambil kunci apartement yang ada di dalam tasnya itu dan segera masuk kedalam dan alangkah terkejutnya Tyas saat sampai.didalam apartement tersebut Dia mendapati Ditya dan Wati tengah asik bermanja manja ria di sofa depan tv


Bukan hanya Tyas saja yang kaget namun juga Wati dan Ditya Mereka berdua pun kaget dan langsung berdiri Ditya berjalan kearah Tyas


"Dek Kamu sudah pulang ?" Tanya Ditya sembari mengulurkan tangannya hendak menyalami Tyas namun dengan tegas Tyas menolak uluran tangan Ditya


" Yas ." Sapa Wati seraya memdekat kearah Tyas


" Stoppppp Kalian berhenti di situ jangan mendekati Aku ." Hardik Tyas


" Yas Aku bisa jelaskan semua ini ." Kata Ditya yang tau kalau Tyas tengah emosi


"Mau menjelaskan apalagi Kamu Mas semua sudah jelas ada nya semula Aku kesini mau memperbaiki semua ini dan mencoba menerima nya namun Kamu hamcurkan niat baik Ku Mas ." Jawab Tyas dengan nada tinggi .


"Tyas tolong dengarkan penjelasan Mas Ditya dulu Yas jangan emosi dulu Kamu seakan bukan Tyas yang Ku kenal dulu yang mana Tyas dulu adalah seorang pendengar yang baik dan gadis yang bijaksana ." Balas Wati meminta Tyas untuk mendengarkan penjelasan Ditya itu .


" Tyas yang dulu sudah hilang bersama dengan penghianatan kalian yang super rapi ini dan sekarang yang ada adalah Tyas yang tidak mau lagi kalian tipu dan kalian hianati lagi ." Ujar Tyas


"Lalu sekarang apa mau Mu ?" Tanya Wati dengan nada yang mulai meninggi tersulut emosi


"Sekarang Aku mau menyuruh Dia untuk memilih Aku atau Kamu ." Jawab Tyas tak kalah galaknya sambil menunjuk kearah Ditya


" Apa maksudmu Dek ?" Kini giliran Ditya yang bertanya


".Bukankah sudah jelas apa yang Aku katakan Mas sekarang Kamu putuskan Mas Kamu pilih Aku atau Dia ?" Tanya Tyas tegas .


"Tyas Kalian itu bukan untuk dipilih pilih Kalian berdua itu istri ku dan selama Aku mampu Aku akan tetap menjadikan kalian istriku juga bersikap adil pada Kalian itu janjiku ." Jawab Ditya yang merasa jika selama ini Dia sudah cukup adil untuk Tyas dan Wati .


" Adil macam apa yang Kamu pamer kan ke Aku Mas dengan meniduri Dia sampai hamil dan tak pernah sekalipun menyentuh Ku ?" Tanya Tyas dengan nada penuh emosi mendengar Ditya menyebut kata adil.


"Tyas bukankah selama ini Kamu setuju untuk menunggu usiamu dua puluh tahun dan Aku ini lelaki normal Yas dan Dia juga Orang baru dalam hidup Ku ."Jawab Ditya yang mulai tersulut emosi.


"Stop dengan pembelaan pembelaan konyol mu itu sekarang Kamu putuskan Kamu pilih Dia sahabat Ku atau Aku ?" Tanya Tyas tegas penuh emosi.


Ditya hanya terdiam tak mampu menjawab pertanyaan Tyas barusan hatinya sungguh berat untuk memilih diantar mereka berdua terlebih kini Wati tengah mengandung darah dagingnya .


Sementara Tyas hatinya hancur seakan Dia sudah tau jawaban dari Ditya itu


" Diam Mu itu menunjukan Mas bahwa Kamu lebih memilih Dia Sahabatku sendiri dari pada Aku ." Ujar Tyas


"Tyas bukan itu maksudku hanya saja Dia sedang mengandung anakku Yas tolong Kamu memaklumi itu ."Balas Ditya


"Sudah lah Mas kayaknya hubungan kita sudah tidak bisa dilanjutkan lagi tolong segera urus peeceraian Kita." Kata Tyas mantap.


"Tidak sampai kapan pun Aku tidak akan pernah menceraikan Kamu karena Kamu adalah Ratu di rumah ini ." Balas Ditya tegas menolak permintaan Tyas barusan

__ADS_1


Sementara Wati yang mendengar perdebatan Ditya dan Tyas pun hanya bisa pasrah


__ADS_2