Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
siapa sebenarnya pelaku itu


__ADS_3

"Naka apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Kalian semua menangis begini juga kenapa Tyas terlihat begitu lemas tak berdaya? " Tanya Eyang Putri sembari berjalan menghampiri semua yang ada di ruang perawatan Tyas itu.


Naka, Mbak Rina juga Mas Gunawan terkejut dengan kehadiran Eyang Putri yang nyaris tanpa suara itu dan Mereka pun kompak menoleh kearah Eyang Putri.


" Eyang." Sapa Naka


Sementara Mbak Rina dan Mas Gunawan hanya tersenyum saja sembari mengusap air mata Mereka masing masing.


" Naka jawab pertanyaan Eyang barusan? " Kata Eyang Putri mengulangi pertanyaannya barusan


Dan dengan berat hati juga kekhawatiran yang mendalam akhirnya Naka pun menceritakan semua tragedi yang menimpa Tyas tadi pagi sesuai dengan pengakuan dari Tyas sendiri maupun Mbok Rah yang menemani Tyas pergi beli bubur tadi pagi dan dilengkapi dengan bukti bukti hasil pemeriksaan oleh Dokter.


Dengan air mata yang berurai Naka menceritakan nya dengan detil termasuk dengan kabar duka nya bahwa Mereka harus kehilangan sepasang bayi kembar dalam kandungan Tyas saat ini.


Dan seperti sudah dapat di tebak Eyang Putri shock kaget bercampur sedih ditambah rasa kecewa yang mendalam membuatnya berdiri mematung kaget dengan penjelasan dari Naka barusan.

__ADS_1


Air mata Eyang Putri pun terlihat jatuh menetesi pipinya sungguh Beliau merasa sakit hatinya manakala membayangkan saat perut Tyas tengah di tendang seseorang dengan sangat keras nya hingga membuat dirinya terjatuh menghempas lantai jalanan hingga membuat nya pendarahan hebat yang mengakibatkan keguguran.


" Eyang, Eyang baik baik saja kan? " Tanya Naka yang nampak mengkhawatirkan keadaan sangat Eyang Putri itu


" Iya Eyang baik baik saja, lalu bagaimana keadaan Tyas sekarang? " Ucap Eyang Putri seraya menatap tubuh lemas sangat menantu kesayangan itu


" Kondisi Tyas sangat lemah Eyang, tadi Dia sangat histeris juga shock mendengar kabar kalau bayi dalam kandungan nya itu sudah tidak ada Dia tidak bisa menerima keadaan itu Eyang hingga membuatnya menangis terus menerus dan Dokter langsung memberinya suntikan obat penenang agar Dia bisa istirahat kembali." Jawab Naka panjang lebar


Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Eyang Putri langsung mendekat di samping tubuh Tyas dan langsung memeluknya erat erat , air matanya masih terus saja mengalir membasahi pipi nya sungguh Beliau sangat berduka dengan musibah ini.


Mulanya Naka menolah dan bersikeras untuk menjaga dan merawat Tyas namun Mbak Rina terus menerus meyakinkan dirinya bahwa Tyas pasti aman dalam pengawasan membuat Naka pun terpaksa mengajak Eyang putri pulang.


Eyang Putri pun terlihat membisikan kata kata di telinganya milik Tyas yang intinya Eyang Putri meminta maaf karena Mereka tidak mengabulkan permintaan Tyas untuk ikut keluar pulau saja hingga akhirnya musibah ini terjadi.


Disepanjang perjalanan baik Naka maupun Eyang Putri tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun baik untuk mengobrol membahas urusan kantor atau pun lainnya, dan saat Eyang Putri menyampaikan kejanggalan nya atas musibah yang menimpa Tyas hingga lahirlah rasa curiga di hati Mereka berdua.

__ADS_1


"Naka sekarang Kamu hubungi Seketaris Anton mencari tau siapa yang melakukan kejahatan ini pada Tyas. " Perintah Eyang Putri


Tanpa Menjawab sepatah katapun Naka langsung membuka HP miliknya dan langsung menghubungi sang sekertaris andalannya itu.


Dia meminta Seketaris Anton untuk menyelidiki siapa yang melakukan tindakan keji pada Tyas itu lalu menangkapnya hidup hidup dan Naka pun tak siapapun yang telah berani berbuat keji terhadap istrinya itu maka Dia kan membalasnya setimpal.


Hingga tak terasa Mereka telah sampai di rumah dan langsung masuk kedalam rumah untuk melakukan pemakaman calon bayi yang telah gugur itu hingga selesai


Hay hay hay


para pembaca mamak


mamak mau ucapin maaf beribu ribu maaf pada para membaca yang mana malam ini mamak update hanya sedikit sekali


mamak minta maaf ini mamak sedang sakit berikut anak bayik mamak juga sakit dan komplit saja dengan sekeluarga sakit semua

__ADS_1


jadi sekali lagi mamak benar benar minta maaf


__ADS_2