Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Pernyataan yang menyayat hati


__ADS_3

"Maaf Dit kayaknya Tyas masih belum mau ketemu sama Kamu dan Dia berpesan agar Kamu segera menyetujui perceraian kalian ." Kata Mbak Rina yang baru saja keluar dari kamar Tyas .


" Tapi Mbak Aku pengen bicara serius dengan Tyas ."Balas Ditya


" Sudahlah Dit mungkin Tyas sedang ingin menenangkan hatinya Kamu melukai hatinya cukup dalam dengan perselingkuhan Mu kemarin jadi sekarang beri Dia waktu untuk menenangkan hatinya terlebih dahulu dan Kamu bisa datang lagi kesini nanti ." Ujar Mbak Rina


Ditya pun mengangguk kemudian Dia berpamitan untuk berangkat kerja Sementara Tyas yang mengintip Ditya dari balik jendela pun tak kuasa menahan air matanya yang jatuh membasahi pipinya .


Tyas tidak memungkiri rasa cinta yang ada di hatinya untuk Ditya bagaimana tidak mereka selama ini tinggal bersama Ditya memanjakan Tyas dengan perhatian perhatian manis nya juga menghujaninya dengan dengan.kasih sayang dan juga hadiah hadiah mewah lainnya dan semua mampu melambungkan hayalan rumah tangga indah di benak Tyas .


Ditya itu secara fisik tampan dan secara sikap sopan dan lenuh tanggung jawab maka tak heran Tyas merasa nyaman saat berada di samping Nya dan juga Tyas merasa berayukur memiliki Suami setampan dan semapan Ditya hingga akhirnya kenyataan pahit itu membangunkan Tyas dari lamunan panjang nya .


Penghiatan yang Mereka lakukan sungguh meremukkan hati Tyas juga hampir merobohkan benteng kewarasan jiwa Tyas .


Saat Tyas sedang asik memperhatikan Ditya dari jarak jauh itu Tyas tidak menyadari kalau Mbak Rina telah masuk ke kamarnya dan juga sudah berdiri di sampingnya .


"Apakah rasa cinta itu masih ada untukNya ?"Tanya Mbak Rina sembari membelai rambut Sang adik


Tyas kaget dan langsung menoleh kearah Mbak Rina yang sedang berdiri di sampingnya itu .


"Ya nggak munafik Mbak rasa itu masih ada mengingat Kami menikah sudah hampir satu tahun lamanya Kami tinggal bersama juga sering melewati waktu bersama dan Kami juga mulai merancang masa depan rumah tangga Kami mantinya hingga kenyataan pahit itu datang dan menghancurkan semuanya meski Kami tak seratus persen menjadi suami istri tapi rasa cinta itu ada di hati Kami masing masing ."Jawab Tyas sembari menyeka air matanya .


"Kalau begitu kenapa Kamu tak mencoba untuk bertahan dengan ujian ini?" Tawar Mbak Rina .


"Nggak Mbak sebesar apapun rasa cintaku ke Dia itu tidak akan mampu merubah keputusanku untuk tetap berpisah dengannya penghianatan mereka sungguh sulit tuk di maafkan ." Jawab Tyas tegas


Hingga tak lama setelah itu hp Tyas berdwring tand ada panggilan masuk Tyas mengambil hpnya yang


tergelatak diatas kasurnya dan segera melihat siapa yang menghubunginya pagi itu dan alangkah kagetnya saat Dia mengetahui kalau yang menelponnya itu adalah Wati sang madu nya .


Panggilan pertama Tyas tidak mau mengangkatnya begitupun dengan panggilan kedua lalu panggilan ketiga hasilnya juga sama Tyas tidak mengangkatnya hingga Mbak Rina pun turun tamgan dengan menasehati Tyas agar mau mengangkat panggilan telepon dari Wati itu .


"Yas angkat lah panggilan telepon dari Wati itu bukankah Dia adalah sahabat kecilmu ." Kata Mbak Rina menyuruh Tyas mengangkat panggilan itu


" Tapi Dia yang mengah.curkan Rumah tangga Ku dengan mas Ditya lagipula diantara Kami todak ada yang perlu dibicarakan Mbak ." Jawab Tyas


"Yas masalah itu datang untuk diselesaikan bukan malah di tinggal angkat lah siapa tau ada hal penting mau Dia sampaikan ." Bujuk Mbak Rina


Akhirnya Tyas pun menurut untuk mengangkat telepon dari Wati


"Iya Wat ada apa ?"Tanya Tyas dengan nada datar


"Tyas tolong maaf kan Aku dan bisakah Kita bertemu ada yang ingin Aku bicarakan ." Jawab Wati dengan nada memelas


"Aku nggak ada waktu kalau ada yang ingin Kamu bicarakan tolong katakan saja sekarang ." Balas Tyas


"Tolong kali ini saja ijinkan Aku menemui Mu ." Sahut Wati memohon agar Tyas mau bertemu dengannya


Mbak Rina pun mengangguk seakan meminta agar Tyas mau menemui Wati dan Tyas pun paham dengan makna anggukan dari Mbak Rina itu


"Baik lah nanti jam makan siang kita ketemuan di restorant tempat biasa kita makan ." Kata Tyas mengabulkan permohonan Wati itu


Wati pun senang mendengar permintaan nya di setujui oleh Tyas sementara Tyas memilih untuk segera mematikan panggilan telepon dari sahabatnya itu .


"Kalian akan ketemuan dimana Yas ?" Tanya Mbak Rina sesaat setelah Tyas mematikan telepon tersebut


"Di restorant tempat biasa Kami makan Mbak katanya ada yang mau Dia bicarakan dan Aku nggak tau itu apa ." Jawab Tyas

__ADS_1


"Oh hati hati ya di jalan dan ingat jangan meluapkan emosi mu di tempat umum tetaplah menjadi Tyas yang elegant bicarakan dengan baik baik ambil keputusan yang terbaik dan pulanglah kalau dirasa sudah clear masalahnya ." Nasehat Mbak Rina


"Iya Mbak terima kasih banyak ." Balas Tyas seraya memeluk tubuh Sang Kakak itu


Sementara itu di rumah Wati Dia terlihat sedikit gugup membayangkan bertemu dengan Tyas untuk pertama kalinya semenjak kejadian itu antara rasa takut dan rasa bersalah bercampur jadi satu namun Dia bertekat akan tetap menemui Tyas untuk meminta maaf dan memohon kepada nya untuk kembali pada Ditya sementara dirinya rela untuk mengalah dan rencana Wati untuk menemui Tyas pun tanpa sepengetahuan juga ijin dari Ditya


Tyas bergegas untuk siap siap berangkat menemui Wati hari ini Dia memakai baju sedikit feminim dengan riasan make up yang di poles senatural mungkin hingga membuat penampilan Tyas terlihat lebih girly beda dari biasanya yang lebih sporty .


"Aku berangkat dulu ya Mbak ." Pamit Tyas pada Mbak Rina


" Iya hati hati Nduk dan ingat selalu pesan Mbak tadi ." Balas Mbak Rina


Tyas pun berangkat ke tempat yang telah disepakati dengan Wati tadi


Dan kurang dari dua puluh menit berlalu Tyas pun tiba di restoran tersebut dan terlihat Wati sudah duduk menunggui dirinya Wati melambaikan tangannya kearah Tyas dan Tyas pun berjalan lalu hendak duduk di depannya .


" Hay Yas apa kabar ?" Sapa Wati saat melihat Tyas sudah berada di dekatnya .


"Hay juga ya seperti yang Kamu lihat Aku baik baik saja ." Balas Tyas dengan nada datar tidak sehangat dulu .


Tyas kemudian duduk dikursi berhadapan dengan Wati dan denhan tenang menatap Wati yang kelihatan sekali grogi dan kiku nya itu .


"Kamu mau pesan makan apa Wat biar Aku panggilkan pelayan ?" Kata Tyas menawari makanan juga minuman untuk Wati


"Aku ngikut Kamu aja Yas kan selera Kita hampir sama hehehe ." Jawab Wati mencoba mencairkan kekakuan suasa itu .


"Jangan ngikut selera makan Ku Wat karena Aku untuk diriku sendiri dan sebaiknya Kamu pilih menu yang aman dan sehat untuk bayi Kalian itu ."Balas Tyas setengah menekan pada kalimat bayi Kalian .


Wati yang mendengar ucapan Tyas barusan sadar kalau Sahabat nya itu masih marah dengan kejadian dua minggu yang lalu ,


Akhirnya Tyas dan Wati pun memesan menu makanan yang berbeda dan berselang lima belas menit kemudian pesanan mereka pun datang dan mereka berdua pun mulai menikmatinya .


Wati menatap Tyas dalam dalam seakan tengah mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan sahabatnya barusan .


"Yas Aku ingin minta maaf atas kesalahanKu yang mengakibatkan Kamu dan Mas Ditya harus berpisah ."Jawab Wati lirih sembari menatap wajah Tyas.


Tyas terlihat menghela nafas panjang sembari menghentikan kegiatan makannya kemudian Di pun menatap balik wajah Wati .


"Aku sudah memaafkan Mu ."Balas Tyas


"Yas Aku mohon cabutlah gugatan cerai Mu itu dan kembalilah pada Mas Ditya biar Aku yang pergi dari kehidupan Kalian Aku tidak mau kehilangan sahabat hanya gara gara percintaan dan asal Kamu tau akhir akhir ini Mas Ditya sering menangisi Kamu Dia juga tersiksa Yas tolong turunkan ego mu biarkan Aku yang mengalah dan Kamu kembalilah padaNya ."Kata Wati mengutarakan maksud ajakannya untuk bertemu .


Tyas menatap Wati yang terlihat mulai menangis itu


"Itu hal yang mustahil dan tidak mungkin terjadi ."Balas Tyas tegas


"Kenapa tidak mungkin bukan kah Kamu mencintai Mas Ditya begitupula sebaliknya Mas Ditya sangat mencintai Mu Kalian saling mencintai apakah Kamu takut Aku dan calon anakKu akan mengganggu Kalian jangan kawatir Yas Aku akan membawanya pergi sejauh mungkin dari kehidupan Kalian Aku mohon kembali lah ."Sahut Wati mencoba merayu Tyas .


"Wati Apakah Mas Ditya yang menyuruh Mu untuk mengatakan ini ke Aku dan juga apakah Aku seegois itu memisahkan Kalian juga anak Kalian ?"Tanya Tyas dengan nada sedikit emosi .


"Tidak ada yang menyuruhku Yas ini semua murni inisiatifKu sendiri lebih baik Aku kebilangan cintaku dari pada Aku kehilangan Sahabat karibku yakni Kamu dan mengenai anak ini Kamu jangan kawatir Dia akan tetap tumbuh dan nanti bila waktu nya tiba Dia sendiri juga akan mengetahui siapa Bapak nya dan Aku juga akan mengajarinya untuk menghormati Kamu dan tidak mengulangi kesalahan seperti yang pernah Bapak dan Ibunya perbuat Aku rela mengalah Yas asal Kita tetap bersahabat seperti dulu ."Jawab Wati dengan berurai air mata


Tyas terharu dengan jawaban yang Wati lontarkan barusan Dia juga iba dengan keadaan Wati yang sedang hamil dan nasipnya yang seperti simalakama


Satu sisi Tyas ingin memeluk tubuh Sahabatnya itu namun satu sisi nya merasa muak dengan permohonan nya yamg entah tulus atau hanya sandiwara saja namun rasa iba dihati Tyas mampu mengalahkan rasa marah atas lenghianatan yang dilakukan oleh Sahabatnya itu .


"Wati berhentilah menangis kasian calon anak Kalian Aku hormati niat baik Mu itu namun Aku berhak menolaknya Aku tidak mungkin kembali rujuk dengan Mas Ditya dan tolong hormati keputusanKu ini Wat ." Ujar Tyas menolak permintaan dari Sahabatnya itu .

__ADS_1


"Tapi Yas ."Sahut Wati


"Sudahlah Wat Kita jalani takdir Kita masing masing Binalah rumah tangga Mu bersama Mas Ditya dan Aku akan berjalan menemui takdirKu sendiri dan tolong suruh Mas Ditya untuk segera menyetujui perceraian Kami agar status Kalian bisa segera diresmikan secara Negara ." Ujar Tyas menimpali ucapannya Wati barusan .


"Yas ."Kata Wati sembari menatap nanar kearah wajah Sang Sahabat yang Dia sayangi


"Iya Wat Kamu jangan kawatir meskipun Aku menolak permintaan Mu untuk rujuk ddngan Mas Ditya namun Kamu tetap Sahabat baikKu sampai kapan pun Kita tetap Sahabat hanya saja kejadian ini jeda persahabatan Kita tidak lagi bisa sedekat dulu ." Balas Tyas dengan tatapan hampa penuh kekecewaan .


Wati pun mengangguk paham dan menghormati keputusan Sahabatnya itu untuk tetap memilih bercerai dengan Ditya sementara direlung hatinya Tyas yang terdalam Dia merasakan sakit yang luar biasa manakala mendengar perkataan Wati barusan yang menyinggung lebih baik kehilangan cinta dari pada kehilangan Sahabat .


Apakah ucapan Wati barusan murni dari dalam hati Wati yang terdalam atau hanya terbawa suasana juga bawaan hamil muda yang terkadang moodnya naik turun sungguh Tyas tidak tau .


Setelah dirasa tidak ada lagi yang perlu dibahas Tyas pun enggan berlama lama disitu Dia berpamitan kepada Wati untuk pergi dulu .


Tyas beranjak berjalan menuju sebuah taman bunga tempat yang biasa Dia datangi manakala sedang suntuk dan mengusir lesepian di hatinya juga butuh teman untuk bicara Tyas pun memutuskan untuk menghubungi Diah Sahabatnya sewaktu kerja di supermarket untuk datang menemani nya mengobrol


Diah yang hari itu kebetulan sedang libur pun langsung mengiyakan permintaan Tyas untuk menemuinya di taman dan selang setengah jam berlalu Diah pun sampai ditempat Tyas yang tengah duduk menungguinya .


"Hay Yas ." Sapa Diah sambil bercipika cipiki dengan Tyas dan sebenarnya kebiasaan ini juga Tyas lakukan dengan Wati namun hari ini Tyas menolak manakala Wati hendak mencium pipinya .


"Hay juga bestie ." Ujar Tyas mebalas sapaan Diah barusan


"Kamu sudah lama ya nungguin Aku disini dan kemarin Kamu kemana sih kok Aku telepon nggak diangkat terus Aku samperin ke rumah Mbak Rina juga sepi nggak ada orang ?" Tanya Diah penasaran .


" Nggak Aku baru saja sampai kok dan kemarinsepulang dari sidang Kami bertiga pergi meninjau calon tempatKu membuka usaha ."Jawab Tyas lugas .


"Usaha apa Yas kok Aku nggak dikasih tau sih dan di daerah mana ?" Tanya Diah yang mulai keluar jiwa kekepoan nya itu .


" Dih kepo banget sih Kamu nanti aja Aku kasih tau Kamu ya ." Jawab Tyas sembari mencubit hidung nya Diah .


"Aoooow sakittt ." Kata Diah sembari memegangi hidungnya .


"Habisnya Kamu kepo sih oya Di barusan Aku ketemuan sama Wati ." Sahut Tyas sembari memandang lurus kearah depan


Diah kaget dan menoleh kearah Tyas sejenak dan belum sempat Dia bertanya Tyas sudah berkata lebih dulu


" Kamu jangan melongo gitu ah jelekk dan Kamu nggak usah kawatir tadi Aku nggak menghajar Dia kok hehehehe ." Kata Tyas yang seakan paham dengan tatapan penuh curiga dari Diah itu .


'"Kamu apa in dia Yas dan apa yang Kalian bicarakan ?" Tanya Diah penasaran


" Aku tidak ngapa ngapain Dia kok hanya saja Aku menolah permintaannya saja ." Jawab Tyas dengan nada santai.


" Permintaan apa maksudMu Yas ?" Tanya Diah dengan gaya interogasi nya


" Dia akan mengalah pergi dari hubungan yang rumit ini dan Dia juga meminta Aku untuk rujuk dengan Mas Ditya dan hal itu tidak akan pernah Aku lakukan keputusanKu sudah bulat ." Jawab Tyas panjang lebar .


Diah pun mengangguk tersenyum mendengar jawaban tegas Tyas barusan Dia juga memuji sikap dewasa Tyas menghadapi pertemuannya dengan Wati yang diam diam menjadi Madu dalam rumah tanngganya bersama Ditya


Hay


Hay


Hay.


Readers maaf kan Mamak ya yang kemarin libur up soalnya listrik di ruamh Mamak mati jadi si Wifi juga ikut mati dan alhasil Mamak nggak bisa up


Oya udah tanggal 23 nii kok belum ada yang ngetag in Ig atau Fb Mamak sih apakah nggak ada yang minat ikut Giveaway pulsa dari Mamak 😏😏😏

__ADS_1


Oya readers tercinta nya Mamak cauaca di desa mamak lagi hujan ni dingin banget apalah readers semua ada yang baik hati dan berkenang memberi mamak secangkir kopi supaya mamak semungut nulis kembali Mamak tungguin ya juga seperti biasa dukungan like ,koment , juga saran dan kritikannya dong plisss


Terima kasihh 😚😚😚😚😚😚😚


__ADS_2