Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Pulang kampung 2


__ADS_3

Dan benar saja apa yang dikatakan Mbak Rina tadi mereka hampir saja ketinggalan kereta api untung saja jalanan longgar tidak macet jadi perjalanan mereka tidak tertunda


Dengan nafas ngos ngosan mereka masuk ke gerbong kereta api kelas bisnis dan duduk dibangku sesuai dengan nomer kursi yang tertera di tiket kereta api .


" Huhhhh hampir saja kita terlambat Nduk ." Kata Mbak Rina sambil menurunkan tas dari gendongannya .


" Hahhh iya Mbak maaf kan Aku ya soalnya tadi selesai masak langsung ngebersihin rumah lanjut merapikan baju cucian dulu heheheh ." Balas Tyas nyengir kuda .


" Iya nggak papa Nduk kamu istri yang baik Yas meski usiamu masih belia tapi kamu tau tanggung jawab mu sebagai istri dengan gelar ibu rumah tangga dan kamu pasti capek Nduk dan tolong maaf kan kedua orang tua kita ya yang sudah memaksamu menerima perjodohan itu ." Kata Mbak Rina dengan sedikit mata berkaca kaca menatap Tyas .


Tyas meraih tangan Mbak Rina dan menggenggamnya erat sambil berujar


"Nggak apa apa Mbak nggak ada yang perlu dimaafkan Aku ikhlas kok toh suatu saat nanti Aku juga pasti akan menikah ." Kata Tyas mencoba menghibur Mbak Rina yang seakan tidak rela dengan perjodohan Tyas dan Ditya .


" O iya Kamu nggak ngasih tau orang tua kita kan kalau kita hari ini pulang ?" Tanya Mbak Rina dengan wajah sedikit serius .


" Tidak Mbak kan kemarin Mbak Rina ngomong kita nggak usah ngasih tau mereka kalau kita mau pulang ." Jawab Tyas .


" Iya benar kita buat kejutan ke mereka Yas , Takutnya kalau kita nhasih tau lebih awal pasti mereka akan repot menyiapkan makanan untuk kita nanti kan kasian ." Sahut Mbak Rina.


Dan mereka pun melanjutkan obrolan santai ditengah tengah perjalanan naik kereta api menuju kampung halaman mereka .


Di sela sela waktu ngobrol itu tiba tiba hp Tyas berbunyi tanda ada panggilan masuk yang ternyata Ditya , Tyas meminta ijin ke Mbak Rina untuk mengangkat telepon dari Ditya yang ternyata tengah bertanya sudah berangkat kah mereka Ditya juga meminta Tyas untuk membuka video calls mereka sore itu dengan alasan Ditya ingin memastikan kalau Tyas benar benar sudah berangkat bersama Mbak Rina padahal sejatinya bukan hanya itu alasan utama Ditya meminta Tyas membuka video calls tersebut .


Setelah memastikan semua sesuai keinginan nya Ditya pun mengahikiri panggilan video calls itu dan mewanti wanti Tyas untuk hati hati dijalan jaga diri dan juga jangan sampai lupa mengabari dirinya begitu mereka sampai besok pagi .


" Yas kalau Mbak perhatikan Ditya itu orang nya baik tanggung jawab juga sangat menyayangi mu ya ." Kata Mbak Rina sesaat setelah melihat Tyas menutup telepon dari Ditya.


Tyas tersenyum mendengar kata Mbak Rina itu dalam hati Dia membenarkan kata kata Mbak Rina kalau Mas Ditya itu orang yang baik dan dalam hati pula Dia berdoa dan berharap semoga Ditya bisa menyayangi nya selayaknya seorang suami istri pada umumnya Tyas juga enggan menceritakan keadaan rumah tangga nya yang sebenarnya pada Mbak Rina maka Tyas memilih mengangguk membenarkan kata kata Mbak Rina tersebut .


Obrolan mereka pun berlanjut hingga malam dan perjalanan mereka masih lama diperkirakan mereka akan sampai stasiun dekat kampung mereka tinggal besok pagi jadi mereka berdua pun memutuskan untuk istirahat tidur sejenak di dalam kereta .


Waktu berlalu dengan cepat sayub sayub terdengar suara adzan menggema dengan merdu mengingatkan umat muslim untuk bangun sholat shubuh .

__ADS_1


Tyas yang terbiasa bangun pagi pun sudah bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka dan juga sikat gigi kemudian Dia membangunkan Mbak Rina untuk segera bangun dan siap siap turun karena sebentar lagi mereka akan sampai di tempat tujuan .


Benar saja tepat jam enam pagi kereta mereka sudah sampai tempat tujuan yaitu stasiun terdekat dengan kampung halaman Tyas dan Mbak Rina .


Setelah emmastikan barang bawaan mereka sudah mereka turunkan dan tidak ada yang ketinggalan di dalam kereta mereka berdua pun berjalan keluar stasiun dan kebetulan Mbak Rina sudah mengorder mobil travel yang akan mengantar mereka ke rumah bapak ibuk jadi mereka berdua tidak perlu susah payah mencari kendaraan untuk pulang .


Sopir mobil travel pun membantu mengangkat dan memasukkan semua barang bawaan mereka dan meminta Mbak Rina dan Tyas untuk masuk mobil lalu mengantar mereka berdua ke tempat tujuan yaitu rumah masa kecil mereka.


Sementara itu Pak Samsul dan Bu Rukmi sedang bersiap siap hendak ke sawah menyiangi rumput dibawah tanaman cabai dan terong


" Pak kok tumben ya Tyas dan Rina pagi ini tidak menghubungi kita ?" Kata Bu Rukmi sembari menyerahkan segelas teh panas untuk Pak Samsul .


" Mungkin mereka pagi ini sedang sibuk Bun e , O iya tolong ambilkan rokok di meja depan tv itu ya buk bapak mau rokok sebentar trus kita berangkat ya ." Balas Pak Samsul .


Bu Rukmi pun berjalan masuk keruang tv untuk mengambil rokok beserta pematik api nya lalu menyerahkan ke Pak Samsul .


" Buk dulu anak anak masih kecil kecil rumah ini sangat ramai ya dengan segala aktifitas mereka yang penuh canda tawa terkadang di selingi tangis Tyas karena diisengi oleh kakak kakak nya , Sekarang mereka sudah sama sama dewasa sudah menikah dan mulai membina keluarga mereka masing masing diluar sana hingga tinggal kita berdua saja dan Bapak rasa rumah ini sangat hampa Buk ." Kata Pak samsul dengan nada sedikit memelas .


" Iya Pak , Ibu juga merasa kesepian rindu dengan anak anak terutama si Tyas bagaimana kradaan nya sekarang juga rumah tangganya ." Balas Bu Rukmi tak kalah memelasnya dengan Pak Samsul .


" Bapak ini ngomong apa to kok ngelantur kemana mana , Sudah sudah Ibuk mau ngambil sabit dulu di dapur buat nyiangi rumput ." Sahut Bu Rukmi sedikit sewot


Kemudian Bu Rukmi berjalan masuk menuju dapur hendak mengambil sabit yang akan diguanakan untuk menyiangi rumput juga mengambil botol berisi minuman sedangkan Pak Samsul menikmati teh panas juga sisa rokoknya tadi sambil menunggui Bu Rukmi .


Setelah semua peralatan yang dibutuhkan sudah siap , Bu Rukmi pun sudah mengunci pintu rumah lalu Beliau pun berjalan keluar rumah bersama Pak Samsul hendak berangkat ke sawah menyiangi rumput .


" Lo Pak kok mobil itu berhenti di depan rumah kita to siapa ya itu atau tamu dari mana ya ?" Tanya Bu Rukmi saat mereka hendak berjalan kearah sawah .


" Ndak tau Buk siapa itu coba kita tunggu di sini dulu siapa tau tamu penting ." Jawab Pak samsul .


Kemudian Pak samsul dan Bu Rukmi pun duduk di lincak dipan dibawah pohon rambutan nelakang rumah mereka .


Sementara itu di dalam mobil pak sopir membantu Tyas dan Mbak Rina menurunkan koper dan juga bawang bawaan mereka .

__ADS_1


Sedang Tyas dan Mbak Rina terlihat turun mobil , Mbak Rina segera membayar pak sopir tersebut dan mengucapkan banyak banyak terima kasih


Kemudain Mbak Rina dan Tyas pun berjalan menuju halaman rumah mereka sambil menyeret koper bawaan mereka tadi .


Nampak dari kejauhan Bu Rukmi memperhatikan kedua tamu tersebut dan berkata


" Lo pak itu kan Tyas sama Rina ." Kata Bu Rukmi sambil menunjuk kearah dua anak gadis mereka itu


" Yang benar buk ?". Sahut Pak Samsul sambil berdiri mengamati dua orang yang tengah berjalan kearah rumah mereka .


Dan benar saja tamu yang mereka maksud tadi tak lain tak bukan adalah Rina dan Tyas putri mereka yang tinggal di jakarta .


" Assallamuallaikum Pak Buk ." Kata Tyas sambil mengetok pintu ruang rumah depan mereka


Dan segera saja Bu Rukmi dan Pak Samsul berlari masuk rumah dan membuka pintu untuk kedua Putri kesayangan mereka itu .


" Waallaikumsallam Nduk cah ayu ." Balas Bu Rukmi dari dalam rumah .


Segera saja Tyas dan Mbak Rina salaman dengan Bapak dan Ibuk lalu memeluk mereka dengan gantian dengan suasana yang penuh haru bercampur bahagia terlebih bagi Mbak Rina yang memang sudah lama tidak pulang kerumah tersebut .


Bapak menyuruh Tyas dan Rina masuk rumah terlebih dahulu lalu Beliau juga membantu mengangkat koper barang bawaan mereka tadi kedalam rumah .


Sesampainya di dalam rumah Rina memperhatikan tiap jengkal rumah Bapak Ibu nya itu dalam hati dia berkata sungguh tidak ada yang berubah tetap bersih dan nyaman


" Ibuk mau kemana ?" Tanya Tyas saat melihat Sang Ibu hendak berjalan ke dapur .


"Ibuk mau buatkan minuman panas buat kalian Nduk supaya tidak masuk angin ." Jawab Bu Rukmi


" Nggak usah repot repot Buk kami bukan tamu tapi kami adalah anak anak Ibu dan Bapak yang pulang kerumah karena Rindu jadi Ibuk ngga usah repot repot sudah duduk sini buk ." Balas Mbak Rina .


Bu Rukmi pun menuruti kemauan Tyas dan Rina Beliau pun duduk ditengah tengah kedua putrinya itu sedang bapak duduk di kursi samping mereka .


Mereka mengobrol banyak hal dan tentunya Bapak Ibu juga bertanya mana para suami mereka kok tidak ikut .

__ADS_1


Dan kedua anak gadis itu pun dengan kompak menjawab bahwa para suami mereka tengah sibuk dikantor dan tidak bisa mengambil cuti mereka juga menyampaikan sallam ke pada kedua orang tua mereka itu .


__ADS_2