Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Kabar bahagia


__ADS_3

" Naka gimana Kamu sudah ketemu dengan Tyas dan keluarga nya? " Tanya Eyang Putri sesaat setelah melihat kedatangan Naka malam itu.


" Sudah Eyang, Naka sudah ketemu dengan Tyas dan keluarga nya yang kebetulan Mereka semua sedang berkumpul menyelenggarakan hajatan keluarga." Jawab Naka seraya duduk di samping Sang Eyang Putri kesayangan itu.


Lalu bagaimana apakah Kamu sudah menjelaskan kesalahan pahaman diantara Kalian, dan apa tanggapan nya Tyas? " Tanya Eyang Putri seraya menoleh kearah Naka


Naka menatap wajah Eyang Putri seraya tersenyum manis lalu meraih tangan Sang Eyang Putri seraya berkata.


" Sudah Eyang, Naka sudah menjelaskan semuanya ke Tyas dan Dia pun sudah paham dan ada kabar yang menyenangkan untuk Eyang lo." Jawab Naka yang berusaha memancing kekepoannya Eyang Putri itu


Dan benar saja jiwa kekepoannya Eyang Putri pun meronta ronta kemudian Beliau pun menatap wajah Naka dengan tatapan serius seraya bertanya.


" Oya kabar baik apa itu? " Tanya Eyang Putri dengan penuh ke penasaran.


" Naka melamar Tyas tepat dihadapan keluarga besarnya Eyang." Jawab Naka dengan senyum sumringah.


Eyang Putri pun kaget mendengar kata kata Naka barusan dan lebih tepatnya kaget bercampur bahagia.


" Benar kah itu Naka, lalu gimana diterima nggak sama Tyas? " Tanya Eyang Putri antusias.


Naka menatap wajah Eyang Putri dengan tatapan lembut dan meriah tangan nya Eyang Putri seraya berkata.

__ADS_1


" Alhamdulillah diterima Eyang." Jawab Naka dengan senyum sumringah bahagia tak terkira


" Alhamdulillah Naka, Eyang sangat senang mendengar kabar baik ini dan sebagai wujud syukur nya Eyang akan mengadakan pesta makan malam sekalian mengenalkan Tyas sebagai calon istri Mu pada keluarga besar Kita ." Sahut Eyang Putri yang tak kalah bahagianya itu


Naka yang melihat raut kebahagiaan di wajah Sang Eyang putri itu pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan hanya mampu mengangguk saat mendengarkan ucapan Eyang Putri yang tengah menyampaikan idenya untuk mengundang sanak family untuk makan malam sembari mengenal kan Tyas kepada Mereka semua.


" Lalu kapan rencana nya Kalian akan menikah, dan Eyang harap pernikahan Kalian ini harus lah mewah dan elegant sesuai jiwa Tyas yang elegant." Ujar Eyang Putri


" Kami belum membahasnya Eyang, tapi yang jelas pernikahan itu akan secepatnya dilaksanakan dan Naka mohon doa nya ya Eyang." Jawab Naka seraya meminta doa dari Eyang Putri


Eyang Putri pun mengangguk seraya tersenyum manis, Hingga akhirnya Naka pun pamit untuk istirahat sebab malam sudah semakin larut sedangkan dirinya besok harus bangun pagi sebab ada meeting dengan klien dari luar negeri.


" Kalian besok jam berangkat ke Jakarta nya Nduk? " Tanya Bu Rukmi yang terlihat tengah menyusul Mbak Rina dan Tyas yang tengah mengemasi baju bajunya kedalam koper.


" Eh Ibuk, Iya Buk Kami besok berangkat nya pagi sekitar jam se puluhan kasian Mas Gunawan sudah ngambil cutinya lama pasti kerjaannya menumpuk juga kasian Tyas pasti urusan jualannya juga menumpuk." Jawab Mbak Rina


" Hemm padahal Ibuk Masih sangat kangen sama Kalian." Sahut Bu Rukmi


" Maafkan Kami ya Buk, Kami tidak bisa lama lama disini menemani Bapak dan Ibuk ya seperti yang Ibuk tau kesibukan di Jakarta lah penyebabnya tapi Kami janji Kami akan sering sering menelpon juga berjanji untuk selalu menjenguk Bapak dan Ibuk." Balas Mbak Rina seraya memeluk Sang Bunda.


" Atau Ibuk dan Bapak ikut Ke Jakarta saja dan tinggal bareng Aku di ruko ya sekalian membantu Tyas jualan heheheh ." Sahut Tyas seraya duduk di sampingnya Bu Rukmi

__ADS_1


" La terus sawah dan rumahnya gimana kalau Kami ikut tinggal sama Kamu? " Tanya Ibuk


" Ya di jual ya kan Mbak."Jawab Tyas seraya tersenyum


" Kamu ini . " Balas Ibuk seraya memukul lembut lengannya Tyas


Setelah selesai mengemasi baju juga peralatan pribadinya itu Mbak Rina ijin kekamar untuk istirahat lebih dulu, sementara Tyas malam ini Dia meminta ijin untuk tidur bersama Ibuk dan Ibuk pun setuju karena sebetulnya Beliau juga sangat merindukan Putri bungsunya itu


" Nduk, Ibuk mau pesan ke Kamu." Ucap Ibuk yang berbaring di samping Tyas


" Apa itu Buk." Balas Tyas seraya membalikkan badan lalu menatap wajah Sang Bunda itu.


" Sekarang Kamu sudah jadi calon istri seorang laki laki yang menjadi pilihanMu sendiri jadi Ibuk mohon belajarlah bersikap dewasa ya nduk jangan mudah tersulut api emosi jika menemui suatu masalah maka selesai kan dengan baik baik apalagi Naka calon suami mu itu adalah seorang bos perusahaan besar jadi Kamu harus bersikap yang baik jangan kekanak kanakan lagi juga Kamu harus jaga hati mu." Kata Ibuk menasehati Tyas


Tyas pun mengangguk mendengarkan nasehat dari Bu Rukmi itu dengan seksama dan tanpa disadari air matanya jatuh menetes membasahi pipinya yang mulus itu.


" Buk terima kasih banyak atas nasehat nya ini Tyas akan selalu mengingat nya Tyas juga mohon agar Bapak dan Ibuk tak bosan bosan menasehati sekaligus mendoakan masa depannya Tyas." Kata Tyas seraya memeluk Bu Rukmi


" Tentu Kami lakukan itu." Balas Bu Rukmi seraya menyelimutj kakinya Tyas


Kemudian Mereka pun tidur awal sebab Mereka pagi akan menempuh perjalanan yang jauh yakni kembali ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2