Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
penelpon misterius


__ADS_3

Hari pun berlalu dengan cepat berganti minggu dan kini berganti bulan hingga tak terasa sudah enam bulan Tyas menggeluti usaha barunya yakni jualan menu sarapan dan juga coffe shop di ruko yang di sewakan oleh Mbak Rina dan Suaminya.


Dengan bantuan Diah sahabat nya itu, Tyas terus berinovasi dengan menu menu baru tanpa meninggalkan menu pertama kali Dia jual dulu dan mengenai coffe shop dan cake nya Tyas berusaha menambah kan menu varian baru mulai dari cake basah hingga aneka puding.


Pembeli semakin rame pelanggan tetap pun semakin banyak apalagi sekarang Tyas punya langganan tetap yakni gedung perkantoran sebelah ruko tempat usaha nya itu.


Ya benar Mereka secara khusus memesan beberapa puluh cup kopi panas dan juga potongan cake disetiap ada acara meeting dewan direksi maupun saat acara lainnya dan tentunya ini tak lepas dari permintaan presdir Mereka siapalagi kalau bukan Naka.


Kini Mereka dibantu satu karyawan baru lagi Yesi namanya sebab Mereka berdua sudah kuwalahan memasak menyiapkan sekaligus melayani pembeli hanya saja bedanya Yesi tidak tinggal di ruko tersebut Dia datang pagi dan sore baru pulang dan jarang sekali menginap di ruko tersebut.


Mereka bertiga sangat kompak tanpa membedakan mana karyawan senior maupun karyawan junior maupun mana majikan mana karyawan, Mereka saling bahu membahu melayani juga memasak dan menyiapkan menu dagangan itu


" Hay Yas Kamu lagi apa?" Tanya Diah saat melihat Tyas tengah sibuk asik di dapur.


" Ini Aku lagi bereksperimen menu baru." Jawab Tyas


" Oya menu apa yang sedang Kamu buat apakah cake atau menu lainnya?" Tanya Diah penasaran.


" Rahasia dong sudah ah sana Kamu bantuin Yesi membereskan ruang depan biar cepat selesai dan Kita bisa cepat istirahat." Jawab Tyas seraya meminta Diah pergi membantu Yesi membersihkan ruang depan tempat biasa Mereka jualan itu.


Hingga kurang dari satu jam Diah dan Yesi sudah selesai dengan pekerjaannya membersihkan ruang depan dan Mereka berdua pun berjalan menuju dapur menyusul Tyas yang tengah asik memtong cake cantik itu

__ADS_1


" Waoow wangi sekali Tyas dan emmm kelihatannya enak cake apa ini? " Tanya Yesi dan diangguki oleh Diah .


" Ayo Kalian coba cicipi dulu ini enak nggak." Ujar Tyas seraya menyerahkan potongan cake oreo hasil eksperimen nya barusan.


Diah dan Yesi mengambil cake tersebut dan mulai memakannya, Mereka menikmati cake tersebut dengan ekspresi wajah yang sumringah.


" Gimana cake nya gagal nggak?" Tanya Tyas dengan wajah penuh penasaran.


" Emmmm ini sangat enak dan lembut banget Yas." Jawab Diah seraya mengacungkan dua jempolnya


" Iya ini Aku yakin pasti akan menjadi best seller menyaingi cake pandan Yas." Sahut Yesi dengan senyum sumringah nya.


" Ah Kalian terlalu berlebihan memujiKu hahahaha." Ucap Tyas seraya tersenyum manis.


Dan tanpa berpikir panjang Diah dan Yesi pun mengangguk setuju dengan ajakan yang barusaja di sampaikan oleh Tyas itu, Kemudian Mereka bertiga pun bersiap siap mandi ganti baju dan memoles tipis make up di wajah lalu Mereka bertiga pun berangkat bersama untuk hunting makanan.


Di sepanjang perjalanan hunting itu Mereka bertiga selalu bercanda ria entah itu membahas bab makanan maupun membahas hal hal receh lainnya hingga tanpa terasa Mereka bertiga pun telah sampai di sebuah pasar malam di kawasan dekat ruko itu.


Mereka bertiga berjalan memilih milih menu makanan juga minumannya untuk di bungkus dan di bawa pulang kembali ke ruko.


Setelah puas mendapatkan makanan buruan Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke ruko dan untuk malam ini Yesi memilih untuk menginap di ruko bersama dengan Diah dan Tyas.

__ADS_1


" Ini sebenarnya nomer siapa sih sedari minggu lalu nelfon nelfon terus." Ucap Tyas saat Mereka sudah sampai di ruko


" Angkat aja Yas siapa tau penting." Balas Diah


" Iya Yas angkat gih." Sahut Yesi


Tyas pun mengangguk dan menuruti saran Yesi dan Diah untuk mengangkat telepon dari nomer misterius tersebut


" Haloo." Sapa Tyas saat tengah mengangkat telepon tersebut.


Seperti nya belum ada jawaban dari si pe nelpon misterius tersebut.


" Hallo dengan siapa ya ini." Kata Tyas mengulangi kata kata nya


Dan nampak nya masih sama tidak ada jawaban dari sebrang sana , Dan Tyas pun sedikit emosi lalu mematikan telepon nya itu.


" Siapa Yas?" Tanya Yesi penasaran


" Heem siapa Yas kok kayaknya Kamu bete begitu?" Sahut Diah seraya menyendokan makanan ke mulutnya .


" Nggak tau nih nelpon tapi di sapa hanya diam saja sudah ah nggak penting juga yuk Kita lanjutin makan sambil ngobrolnya." Jawab Tyas seraya meletakkan hpnya diatas meja.

__ADS_1


Hingga Mereka bertiga pun melanjutkan acara makannya sambil mengobrol santai membahas karyawan gedung samping ruko tersebut yang terlihat bening bening.


Sebenarnya siapa yang beberapa hari ini menelpon Tyas yang aneh nya tiap kali diangkat selalu saja hanya diam tanpa menjawab salam maupun sapaan dari Tyas tersebut.


__ADS_2