
Semakin hari semakin maju saja usaha yang di bangun Tyas, ya benar usaha jualan menu sarapan pagi itu kini telah berkembang dengan sangat pesat kini Tyas bukan hanya melayani secara offline saja namun juga melayani secara online.
pelanggan semakin hari semakin bertambah begitu pula dengan pesanan kopi di gedung mewah samping ruko yang terus berjalan bahkan Mereka kini memesan khusus setiap hari jumat kopi dan cake untuk semua karyawan yang berjumlah ribuan itu.
Kalau ditanya apakah Tyas yang dibantu oleh Diah dan Yesi itu kewalahan tentu saja jawaban nya iya namun Mereka tetap bahagia dan bersyukur sebab Mereka berpendapat bahwa setiap orang yang punya usaha jualan lalu ramai pembeli Mereka akan sangat bahagia karena itu tandanya ALLAH telah memberikan rejeki yang berlimpah dan hal itu adalah impian setiap penjual.
Dan jika Mereka ditanya apakah Mereka tau Naka lah orang dibalik keramaian pembeli yang mulai berdatangan itu tentu saja jawaban nya tidak, sebab sampai detik ini Naka tidak pernah berterus terang saat ditanyai mengenai dimana dirinya bekerja, Naka hanya menjawab sedang bekerja disuatu kantor sebagai karyawan biasa.
Baik Tyas maupun Diah dan Yesi bukanlah orang kepo dengan urusan Orang lain jadi Mereka lebih mempercayai ucapan Naka itu, Dan kini hubungan Mereka semakin akrab saja tanpa jarak pembeda hanya saja Diah dan Yesi menyadari kalau Naka serang mendekati bos Mereka yaitu Tyas.
Hari sudah sore dan hari ini Mereka tutup lebih awal sebab memasuki akhir pekan banyak karyawan yang pulang lebih awal untuk bisa berkumpul dengan keluarga dirumah
Saat sedang asik santai sembari menikmati es cream di lantai bawah , ketiga gadis itu mengobrol panjang membahas hal hal receh bercanda bergurau .
Dari kejauhan nampak sebuah mobil mewah datang dan parkir di depan ruko tersebut, Ketiga gadis itu pun memandang kearah mobil tersebut seraya bertanya siapa itu yang datang.
" Ah itu pasti pangeran tampan yang sedang mencari Bos Kita Di." Ucap Yesi seraya memakan es cream nya.
" Iya Bos Kita kan cantik dan baik hati jadi banyak pangeran yang tergila gila padanya." Balas Diah seraya tersenyum lebar
" Kalian terlalu berlebihan." Ujar Tyas seraya memelototi kedua Sahabat karib nya itu dan hal itu sukses memancing gelak tawa Diah dan Yesi.
Tak berselang lama nampak seorang Pria tampan keluar dari mobil itu lalu berjalan hendak masuk kedalam ruko.
"hay Yas itukan Mas Wiland." Kata Diah seraya menunjuk kearah pria itu
Sementara Tyas yang tengah asik memakan es cream itu pun menghentikan kegiatan nya menyendokan es cream itu ke mulutnya.
" Eh iya benar itu Mas Wiland." Balas Tyas seraya memandang kearah luar
__ADS_1
Benar yang datang sore itu adalah Wiland mantan bos nya Tyas dulu sewaktu bekerja di supermarket dan sekarang menjadi sahabat karib nya Tyas maupun Diah, Wiland berjasa banyak pada Tyas sebab Dia lah yang waktu itu menolong Tyas dari upaya pemerkosaan yang dilakukan Ditya pada dirinya.
" Hay Yas." Sapa Wiland saat sudah masuk kedalam ruko.
" Oh hay Mas Wiland." Balas Tyas seraya berjalan menghampiri Wiland
Kemudian Mereka pun bersalaman dan tak lupa Tyas juga mengenal kan Yesi pada Wiland sementara Diah sudah mengenal Wiland.
" Mas Wiland kok tumben kesini?" Tanya Diah
" oh ini tadi Aku gabut dan ya Aku main kesini saja siapa tau Kalian mau Aku ajak jalan jalan." Jawab Wiland.
" Oh kebetulan sekali Mas, hari ini Kami tutup lebih awal biasa lah weekend karyawan pada pulang awal dan gimana kalau Kita jalan jalan bareng ya seperti biasa hunting makanan." Balas Tyas penuh semangat
" Wah ide bagus itu kebetulan Aku sudah lapar heheheh." Sahut Yesi.
Setelah terjadi kesepakatan untuk jalan jalan hunting makanan, akhirnya Mereka bertiga pun pamit pada Wiland untuk mandi dan siap siap untuk berangkat.
Tyas segera mengeluarkan HP itu dari dalam tas nya, kemudian segera mengangkat panggilan telepon tersebut yang ternyata dari Naka.
" Halo Mas Naka ada apa Mas?" Tanya Tyas
" Nggak ada apa apa Yas, Kamu lagi apa? " Tanya balik Naka
" Ini Mas Aku sedang siap siap mau jalan jalan hunting makanan saja sama teman teman. "Jawab Tyas
" Oh memangnya Kalian mau kemana kok nggak ngajak Aku sih? " Tanya Naka
" Belum tau sih Mas, Kita mau kemana em giaman kalau Mas Naka kesini saja gabung sama Kami jalan jalan biar rame." Jawab Tyas seraya menawari Naka untuk jalan jalan bersama
__ADS_1
Nampaknya Naka Menerima ajakan Tyas barusan, Dia segera menutup telepon nya laku segera bersiap untuk berangjat ke ruko Tyas.
" Kita tunggu Mas Naka dulu ya, Dia mau gabung ikut dengan Kita jalan jalan." Ucap Tyas seraya memasukan kembali HP kedalam tas nya.
" Memangnya siapa itu Naka Yas, Apakah Dia pacarMu? " Tanya Wiland dengan nada sedikit kurang senang
" Oh Dia teman Ku juga Mas sama kayak Kamu." Jawab Tyas tanpa rasa curiga sedikitpun dengan pertanyaan Wiland barusan.
" Oh kirain pacarMu." Balas Wiland
Tak berselang lama sebuah mobil sport mewah pun datang dan langsung terparkir di depan ruko dan seorang pria tampan rupawan terlihat keluar dari dalam mobil itu.
" Hay Mas Naka." Sapa Tyas seraya menyalami tangan Naka
" Hay juga." Balas Naka
" Iya Mas kenalin ini teman Aku namanya Mas Wiland dan sama dengan Kamu, Kami pun berteman dengan baik semoga Kamu dan Dia juga bisa berteman." Ucap Tyas seraya memandang Naka dan Wiland secara berganti an
Setelah saling bersalaman dan berkenalan, akhirnya Mereka berlima pun berangkat jalan jalan
Karena mobil milik Naka adalah jenis mobil sport yang tidak bisa membawa banyak penumpang, Akhirnya Diah dan Yesi memilih satu mobil dengan mobil milik Wiland sementara Tyas satu mobil dengan Naka lalu Mereka pun berangkat jalan jalan.
Disepanjang perjalanan, Wiland nampak gelisah todak tenang sedikitpun dan seperti nya Dia tengah memendam pertanyaan yang suatu saat pasti meledak.
"Diah, apakah Pria itu pacarnya Tyas? " Tanya Wiland dengan mengumpulkan setitik keberanian nya itu.
" Oh bukan Mas, Menurut pengakuan Tyas Mereka hanya berteman tetapi Aku tidak percaya itu sebab kedekatan Mereka sangat lah akrab sudah selayaknya pasangan kekasih." Jawab Diah dan dibenarkan oleh Yesi
Wiland hanya mengangguk paham dengan penjelasan Diah barusan, meskipun hatinya sedikit sakit manakala Tyas lebih memilih satu mobil dengan Naka bukan dengan dirinya.
__ADS_1
Ya benar Wiland cemburu dengan kedekatan antara Yesi dan Naka, namun Wiland tak bisa berbuat banyak.