
Pagi itu Tyas terlihat sedikit pucat wajahnya, Diah yang memperhatikan wajah Tyas yang pucat pun terlihat khawatir takut terjadi apa apa pada Sahabat.
" Yas kok wajah Kamu kok pucat sekali, Kamu sakit ya? Tanya Diah saat Mereka berdua tengah menyiapkan dagangan tersebut.
Tyas tidak menjawab pertanyaan Sahabat nya itu, Dia hanya menggelengkan kepalanya tanda menyangkal.
" Tyas Kamu jangan bohong, wajahMu sangat pucat pasti Kamu sedang tidak baik baik saja." Ujar Diah sedikit sewot
" Aku tidak papa Bestie hanya kurang tidur aja mungkin." Jawab Tyas
" Kalau ada apa apa Kamu bilang ya." Balas Diah
Tyas pun mengangguk tanda mengiyakan kata kata Diah barusan, Kemudian Mereka berdua pun melanjutkan pekerjaan Mereka yang sedikit keteteran pagi itu sebab Yesi yang biasa membantu hari ini sedang libur
Waktu berlalu semakin cepat pembeli mulai ramai berdatangan, Tyas dan Diah juga sibuk melayani pembeli yang berdatangan itu.
Hingga hal terduga pun terjadi saya, saat sedang sibuk melayani pembeli tiba tiba Tyas terjatuh pingsan hingga sukses membuat Diah shock
" Tyas Tyas Tyas bangun Yas bangun." Kata Diah sembari menepuk nepuk kedua pipi Tyas.
Diah semakin khawatir sebab Tyas tak kunjung sadar juga
" Tolonggg tolongggg." Kata Diah setengah berteriak bermaksud meminta maaf.
" Lo Mbak Tyas nya kenapa itu Mbak Diah ?" Tanya seorang pembeli seraya menghampiri Tyas yang sedang tak sadarkan diri itu.
" Ndak tau Mas tiba tiba Tyas pingsan, Tolong carikan taxi untuk membawa Tyas ke rumah sakit." Jawab Diah seraya mengguncang guncang kan tubuh Tyas berharap Dia sadar kembali.
Pembeli itu pun berjalan keluar hendak mencari taxi untuk Tyas namun tak ada satu taxi pun yang lewat pagi itu dan tak lama setelah itu sebuah mobil sport berwarna oranye lewat di depan pembeli yang sedang melambaikan tangannya tersebut.
Ya benar mobil itu adalah milik Naka Bos Bagaskara grub dan Naka pun menghentikan mobilnya tepat di depan pembeli tadi
" Tuan tolong ada yang pingsan tolong antarkan Dia kerumah sakit ." Kata pembeli itu
" Dimana Dia?" Tanya Naka dengan tatapan kaget.
" Di dalam toko sarapan itu Tuan, Tolong antarkan Dia kerumah sakit dan maaf Saya tidak bisa menemani sebab Saya harus segera masuk kerja permisi Tuan." Jawab Pembeli tersebut yang kemudian pamit untuk masuk kerja
__ADS_1
Pikiran Naka sedikit was was dan curiga jangan jangan yang dimaksud pembeli tadi itu Tyas , Dia pun memutuskan memarkirkan mobilnya tepat di depan Ruko lalu keluar mobil dan berjalan cepat masuk kedalam
Dan alangkah kaget bercampur terkejutnya Naka saat Dia mendapati tubuh Tyas yang tengah terkulai lemas di pangkuan Diah sahabatnya itu
Sementara Diah hanya bisa menangis seraya menggoyang nggoyangkan tubuh Tyas bermaksud menyadarkan nya itu.
" Ada apa ini, Apa yang terjadi pada Tyas?" Tanya Naka panik
" Tuan tolong bawa Teman Ku ke rumah sakit Tuan tolong." Ucap Diah memohon kepada Naka agar bersedia mengantarkan Tyas kerumah sakit
Naka berjalan cepat menghampiri Tubuh Tyas yang terkulai lemas dan masih belum sadarkan diri itu dan tanpa berpikir panjang Dia langsung membopong tubuh ramping Tyas lalu membawanya keluar ruko dan masuk kedalam mobil mewahnya itu.
" Kamu duduk di belakang ya pangku kepala Tyas kasian nanti jatuh dan Kita langsung kerumah sakit ." Ucap Naka meminta Diah duduk dibelakang,
Diah hanya mengangguk dan segera masuk ke mobil dan menjalankan seperti apa yang Naka ucapkan barusan.
Naka mengemudikan mobilnya cukup ngebut Dia khawatir takut terjadi apa apa pada Diri Tyas dan kurang dari dua puluh menit berlalu Mereka telah sampai di rumah sakit mewah di pusat kota tersebut
" Naka segera membopong tubuh Tyas dan membawanya masuk ke ruang UGD yang kebetulan ada seorang suster yang melihatnya lalu membantunya menidurkan Tyas di ranjang rumah sakit.
" Permisi Tuan, Nona silahkan tunggu di luar dulu ya biar Dokter bisa leluansa memeriksa keadaan pasien." Kata Suster sopan.
" Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Tyas bisa tak sadarkan diri? " Tanya Naka dengan wajah penuh kekhawatiran itu.
" Aku sendiri juga tidak tau Tuan, hanya saja pagi ini Tyas sedikit berbeda wajahnya sangat pucat dan saat Aku tanya apakah Kamu sakit Dia jawab tidak." Tanya Diah
Naka terlihat mendengarkan jawaban Diah dengan seksama Dia berharap tidak terjadi hal hal buruk pada Tyas dan juga segera sadar kembali.
Tak lama setelah itu Dokter yang memeriksa keadaan Tyas terlihat keluar dari kamar tempat Tyas diperiksa tadi, Diah dan Naka segera berjalan cepat mendekati Dokter tersebut.
" Dokter bagaimana keadaan Tyas Dok? Tanya Naka yang terlihat cemas.
" Iya Dokter apa yang terjadi pada Sahabat Saya?" Tanya Diah
" Sebentar apakah Anda Suaminya pasien ?" Tanya Dokter balik.
" Aku?" Kata Naka seraya menujuk Dirinya sendiri.
__ADS_1
" Ya benar Anda, kan Mbaknya ini Sahabat Si Pasien lalu Anda siapa nya?"tanya Dokter seraya menatap kearah Naka
" Aku emmm Aku ya Aku calon Suaminya Pasien itu." Jawab Naka dengan wajah serius mencoba meyakinkan Dokter tersebut.
Diah yang tengah berdiri di samping Naka , itupun kaget setengah mati mendengar jawaban dari Naka barusan benarkah yang Aku dengar barusan." Gumannya dalam hati
" Kalau begitu Saya jelaskan kondisi pasien baik baik saja hanya saja tekanan darahnya menurun sehingga membuatnya jatuh pingsan dan juga pasien ini kelihatannya sangat kecapean jadi harus dirawat beberapa hari dulu di sini." Kata Dokter menjelaskan keadaan Tyas
" Lalu apakah Dia sudah siuman Dok?" Tanya Naka dengan serius
" Pasien belum sadar tapi kondisi nya sudah stabil juga sebentar lagi pasien bisa dipindahkan ke kamar perawatan dan Anda silahkan mengurus ke bagian administrasi untuk mengurus biaya juga pemilihan kamar perawatan." Jawab Dokter dengan sopan
" Baik Dok Terima kasih." Jawab Naka
Dokter pun pamit untuk memeriksa pasien lainnya, Diah segera masuk ke ruang UGD tempat Tyas dirawat sementara Naka berjalan menuju ruang administrasi untuk mengurus biaya sekaligus memilih kamar untuk Tyas dirawat.
Tak berselang lama Naka datang bersama dua orang Suster dan segera berjalan mendekati Tyas yang tengah berbaring
" Permisi Nona Kami akan mengantar pasien ke kamar perawatan." Kata Suster kepada Diah
Diah mengangguk dan mempersilahkan Mereka untuk melakukan tugasnya mengantarkan Tyas keruang perawatan
Tak berselang lama Mereka telah sampai di depan pintu kamar perawatan nya Tyas, Diah terkejut saat Suster membuka pintu kamar tersebut ternyata Naka memilihkan kamar VVIP kamar paling mahal di tuang sakit tersebut
Diah bingung dengan semua perlakuan Naka pada Tyas mulai dari membopong, harus bersusah payah mengantar Mereka kerumah sakit hingga mengaku sebagai calon suaminya Tyas lalu untuk Kamar ini siapa yang akan membayar nggak mungkin Tyas sanggup membayar sewa kamar ini." Gimana Diah lirih
Suster segera memindahkan pasien keranjang khusus ruangan itu lalu merapikan slang infus nya setelah pekerjaan selesai barulah Mereka pamit keluar Kamar.
Kini tinggal Diah , Naka dan Tyas yang sedang pingsan di ruangan tersebut dan itu artinya adalah sebuah kesempatan bagi Diah untuk menginterogasi siapa sebenarnya Naka itu dan ada hubungan apa Mereka.
" Tuan mohon maaf sebelumnya ada hubungan apa Anda dengan Sahabat saya Tyas?" Tanya Diah dengan wajah serius
" Ya seperti yang barusan Kamu dengar Aku ini calon suaminya Tyas." Jawab Naka ngasal.
" Anda jangan bohong Tuan nggak mungkin Anda adalah calon suaminya soalnya Tu anak pasti cerita semua kesaya termasuk urusan pribadi." Balas Diah
" Ya Kamu lihat aja nanti."ucap Naka seraya duduk di sampingnya Tyas.
__ADS_1
Sementara itu Diah yang mendengarkan ucapan Naka barusan mengucapkan kata Terimakasih sebesar besarnya atas bantuan tersebut