Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Bersabarlah wahai hati 1


__ADS_3

Setelah selesai mengemasi baju baju dan barang pribadinya Tyas dan Diah keluar kamar Tyas mengantarkan kedua Orang Tua nya sampai depan pintu Mereka harus pulang pagi ini karena harus takziah tetangga nya meninggal dan ketika hendak ke dapur untuk membantu Bu Ratih memasak Pak Sugeng memanggil Tyas untuk duduk di samping nya sebentar sementara Diah beranjak ke dapur membantu Bu Ratih menyiapkan sarapan


"Nanti sebelum kembali ke Jakarta Papa antar Kamu nyekar ke makam Almarhum Kakek dulu ya Nduk ." Kata Pak Sugeng .


" Nggih pa ." Balas Tyas singkat


" Nduk Papa mau tanya sama Kamu tolong jawab jujur apakah Ditya selama ini memperlakukan Kamu dengan baik ?" Tanya Pak Sugeng dengan wajah serius .


" Enggeh Papa jangan kawatir Mas Ditya itu suami yang baik dan penuh tanggung jawab menjaga dan melindungi Tyas ." Jawab Tyas berusaha membuat hati Sang Mertua lega .


" Kalau memang begitu Papa dan Mama lega Nduk juga Papa berpesan agar Kalian selalu rukun hadapi semua rintangan dan cobaan yang datang menguji rumah tangga Kalian Papa berharap agar Rumah tangga Kalian sakinah mawadah warrohman till janah ." Balas Pak Sugeng menasehati Tyas juga mendoakan Rumah tangga nya bersama Ditya


Tyas terlihat tak kuasa menahan tangis nya air matanya jatuh membasahi pipinya


" Loh kok malah nangis Nduk kenapa ada apa ceritalah dengan Papa biar Papa dan Mama bantu ?" Tanya Pak Sugeng heran kenapa Tyas menangis


" Mboten Pa Tyas hanya terharu saja mendengar nasehat Papa barusan dan terima kasih banyak atas doa doa nya untuk rumah tangga Kami ." Jawab Tyas sopan


Pak sugeng pun merasakan ada yang aneh dengan sikap menantunya itu pasti terjadi sesuatu pada rumah tangga anak dan menantunya itu dan pasti Tyas tengah menyembunyikan sesuatu darinya .


" Pa , Nduk ayo Kita sarapan bersama lalu Kita berangkat nyekar ke makam Mbah Kung ." Ujar Bu Ratih


Kemudian mereka pun sarapan bersama lalu berangkat nyekar dan diatas makam Almarhum Mbah Kung Tyas terlihat menangis seakan Sia tengah mencurhat kan isi hati nya Dia ingat dihari akhir menjelang kepulangan Mbah Kung beliau berpesan untuk selalu sabar tawakal atas semua cobaan yang datang menguji kesabaran juga untuk selalu berpikir positif dan selalu berdoa memohon pada Yang Maha Kuasa untuk diberi kemudahan dalam menghadapi setiap cobaan yang datang dan Dia juga ingat pesan terahir Mbah Kung saat hatinya tengah sedih pandangilah cincin pemberian Mbah Kung agar Tyas selalu merasa damai hatinya tidak grasa grusu .


Selesai membaca Doa untuk Almarhum Mbah Kung , Pak Sugeng dan Bu Ratih pun langsung mengantar Tyas dan Diah ke stasiun kereta api


Terlihat Pak Sugeng berjalan terlebih dahulu menuju loket penjuakan tiket untuk membayar dua lembar tiket kereta api kelas bisnis untuk Diah dan Tyas kembali ke Jakarta Sementara itu Bu Ratih terlihat memeluk membelai Sang Mantu kesayangannya itu Beliau terlihat meneteskan air mata sekana tidak rela jika Tyas harus buru buru kembali ke Jakarta .


" Nduk ini tiket untuk kalian berdua karena kereta akan berangkat satu jam lagi bagaimana kalau kita duduk dulu di sana sambil menunggu kedatangan kereta api ." Kata Pak Sugeng sambil menyerahkan dua lembar tiket kereta api untuk Tyas dan Diah


Tyas terlihat menerima dua lembar tiket tersebut lalu menyimpannya di dalam tas


" Terima kasih banyak ya Pa, Ma dan ini uang tiket nya biar Tyas ganti ." Kata Tyas sambil mengeluarkan dompet dari dalam tasnya tersebut .


" Tidak Kami tidak butuh diganti uang hanya saja Kami minta diganti cucu nanti hahahaha Kamu kira Kami kekurangan uang apa ." Balas Bu Ratih .


" Iya lagi pula Kamu itu kan menantu kesayangan Kami jadi sudah sewajarnya Papa dan Mama membelikan tiket untuk Mu dan untuk Diah karena Diah ini sudah sangat baik mau menemani Mu pulang terima kasih banyak ya Nduk Diah ." Sahut Pak Sugeng .


Diah tersenyum dan mengangguk dalam hati Dia sangat kagum dengan perlakuan hangat kedua Orang Tuanya Ditya pada Tyas mereka sangat menyayangi Tyas menganggap Tyas bagai anak sendiri terlebih perlakuan Bu Ratih pada Tyas sangat jauh dari kata mertua sadis seperti yang di film film dan Diah berharap semoga nanti Dia memndapatkan mertua sebaik mertuanya Tyas .


Kemudian Pak Sugeng mengajak Bu Ratih Tyas dan Diah untuk duduk dulu di sebuah coffeshop area stasiun .


"Pa Ma tolong rahasiakan kepulangan Tyas ini dari Mas Ditya ya Tyas ingin memberinya kejutan hehehehe ." Pinta Tyas pada kedua Mertuanya itu .


" Iya Nduk Kami akan tutup mulut ." Balas Pak Sugeng


Bu Ratih ijin sebentar ke toko roti sebelah terlihat Beliau membeli beberapa potong aneka Roti , Cake ,Puding dan jajanan lainnya untuk bekal Tyas dan Diah nanti di kereta


" Nduk ini buat bekal Kalian nanti di kereta ya mungkin baru besok pagi Kalian akan sampai Jakarta ." Ujar Bu Ratih sambil meletakkan sebuah tas plastik besar berisi aneka roti dan minuman yang baru saja Beliau beli di toko sebelah .


" Terima kasih banyak Ma ." Balas Tyas dan Diah bareng .

__ADS_1


Mereka mengobrol cukup santai hangat membahas banyak hal Bu Ratih menceritakan masa kecil Ditya yang lucu juga menceritakan Masa muda beliau dan Pak Sugeng dengan asik hingga tak terasa kereta yang akan membaw Mereka ke Jakarta pun tiba


Tyas dan Diah bersalaman pamitan dengan kedua Mertuanya Tyas tersebut tak lupa mencium pipi kanan dan pipi kiri mereka lalu Mereka pun pamit masuk kedalam gerbong kereta api karena kereta akan segera berangkat .


Tak lama setelah itu kereta pun berangkat menuju Jakarta Tyas melambaikan tangannya ke arah Papa Mama mertuanya itu begitupun sebaliknya Bu Ratih terlihat menangis melihat kereta yang membawa Tyas dan Diah itu mulai jalan meninggalkan stasiun


Disepanjang perjalanan mereka sore itu Tyas terlihat lebih banyak diam termenung seakan Dia tengah memikirkan sesuatu dan Diah pun paham kalau suasana hati Sang Sahabat kurang baik maka Dia pun mendekati Tyas menanyai alasan utamanya untuk segera pulang ke Jakarta juga kenapa dirinya akhir akhir ini lebih banyak diam melamun .


Semula Tyas enggan menjawab jujur pertanyaan Diah barusan namun karena terus di desak oleh Diah akhirnya Tyas pun mengaku kalau hatinya terluka oleh perselingkuhan yang dilakukan Ditya itu


" Yas maaf Aku mau tanya sama Kamu tolong jawab jujur ya ." Kata Diah


Tyas mengangguk mempersilahkan Diah untuk bertanya .


" Kamu cinta nggak sama Ditya ?" Tanya Diah serius


Tyas tidak langsung menjawab pertanyaan Diah barusan hingga Diah pun menyikut lengannya barulah Tyas menjawabnya


" Jujur Di Aku mencintai Dia ." Jawab Tyas lirih .


Diah terlihat menghela nafas sebenarnya Dia sudah menduga jawaban Tyas pasti iya namun Dia hanya ingin memastikannya saja .


" Kalau Kamu mencintai Dia dan masih ingin mempertahankan rumah tangga Kalian maka rebut Dia dari tangan selingkuhannya itu rebut kebahagiaan yang seharusnya menjadi milikMu jangan hanya mengalah pasrah dengan keadaan ini sedih Mu ini tidak ada gunanya sekarang Kamu harus bangkit perjuangkan cinta Mu itu ." Nasehat Diah panjang lebar


" Tetapi apakah Aku mampu merebutnya kembali ?$ Tanya Tyas sedikit memelas


" Kamu harus percaya akan kemampuan Mu sendiri dan ingat ada ALLAH yang akan terus membantumu karena Kamu adalah istri sah seorang Ditya Winata lihatlah seluruh keluarga Nya mendukung Mu dan Aku akan terus mendukung Mu ." Jawab Diah memberi semangat pada Sang Sahabat .


Semangat Tyas terlihat tumbuh di hatinya Dia berjanji akan sekuat tenaga akan merebut cintanya Ditya kembali dan sekuat tenaga pula mempertahankan rumah tangganya bersama Ditya


" Lalu langkah apa yang akan Kamu ambil jika suatu saat nanti Kamu memergoki mereka sedang bersama apakah Kamu akan tetap mau menerima Ditya dan legowo dengan keadaan perselingkuhan Mereka ?" Tanya Diah


Pertanyaan Diah ini sedikit aneh bagi Tyas seakan Si Diah ini sedang menyembunyikan sesuatu dari nya


" Di kok pertanyaan Mu aneh begitu kenapa Di apakah Kamu tau tentang mereka atau Kamu tau siapa wanita yang jadi selingkuhannya Mas Ditya ?" tanya Tyas curiga


" Enggak Yas Aku hanya ingin tau saja soalnya Kamu itu misterius ." Jawab Diah selengehan


" Oh kirain Kamu tau ya Aku punya caraku sendiri nantinya baiklah ayo istirahat sudah malam ini ." Balas Tyas


Malam berlalu dengan cepat tak terasa kereta api yang membawa mereka hampir sampai di stasiun tujuan Jakarta Diah segera membangunkan Tyas agar bersiap siap kereta satu jam lagi akan berhenti di stasiun tujuan mereka


" Yas biar Aku telepon Yaris ya untuk jemout Kita kan katanya Kamu mau bikin kejutan untuk Ditya ?" Usul Diah


Tyas mengangguk setuju dengan usulan Diah barusan tak lama setelah itu kereta pun berhenti di stasiun tujuan Tyas dan Diah pun terlihat keluar dari dalam gerbong kereta lalu berjalan menunggui jemputan dari Yaris


Sementara itu diapartement tempat tinggal Ditya dan Tyas selama ini Terlihat Wati dengan muka yang pucat pasi bolak balik kamar mandi pribadi dikamar Ditya


Hoeeek


Hoeekkkkk

__ADS_1


Hoeeekkkkk


"Sayang Kamu kenapa apakah Kamu masuk angin ?" Tanya Ditya sambil memijat lembut pundak Sang Istri siri .


" Nggak tau Mas mungkin karena ac nya yang terlalu dingin kali ya jadi Aku masuk angin ." Jawab Wati sambil memegangi perutnya


" Ya sudah Aku panggilkan Dokter ya untuk memeriksa keadaan Mu ." Kata Ditya penuh kekawatiran .


Wati pun mengangguk setuju dengan perkataan Ditya barusan dan Dia pun buru buru lari ke kamar mandi memuntahkan kembali isi perutnya .


Ditya segera menelpon Dokter pribadi nya agar datang ke apartement tempat tinggalnya untuk memeriksa keadaan Wati yang terus mual mual muntah


Tak berselang lama Dokter pun datang dan diantar Petugas keamanan langsung ke unit tempat tinggal Ditya


"Selamat pagi Tuan Ditya apa yang bisa Saya bantu ?" Tanya Dokter tersebut .


" Selamat pagi juga Dokter tolong periksa keadaan istrinya sejak tadi mual mual muntah terus ." Jawab Ditya menjelaskan keadaan Wati .


Dokter mulai memeriksa keadaan Wati mulai dari suhu tubuh lalu tekanan darah nya juga denyut nadi semuanya normal tidak ada yang aneh Dokter pun curiga jangan jangan pasien sedang hamil muda kemudian Dokter terlihat menanyai Wati kapan terahir haid


Wati sedikit bingung dengan pertanyaan Dokter barusan dan Dia pun ingat sudah hampir dua bulan ini Dia tidak haid dan untuk memastikan nya Dokter meminta Wati untuk mengetes urine nya di dalam kamar mandi Wati pun menuruti perintah Dokter


Jantung Wati berdetak tak karuan badan nya bergetar hebat manakala Dia melihat sendiri ada dua garis merah dialat test pack yang barusan diberikan oleh Dokter


Dengan ragu ragu Wati keluar kamar mandi lalu menyerahkan test pack tersebut ke Dokter untuk diperiksa hasilnya


"Selamat Tuan Ditya anda akan segera menjadi seorang Papa karena Istri anda kemungkinan sedang hamil empat minggu dan untuk lebih memastikan hasilnya silahkan Anda bawa Istri Anda ke Rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut ." Kata Dokter menjelaskan hasil test pack tersebut kepada Ditya dan Wati


Ditya kaget bercampur bingung setengah mati mendengar penjelasan Dokter barusan bagaimana ini kenapa bisa terjadi semua ini


Dokter pun meminta Ditya untuk lebih memperhatikan asupan gizi juga nutrisi untuk Wati Dokter juga menasehati Wati agar lebih hati hati menjaga kandungannya yang masih sangat lemah itu lalu Dokter pun pamit untuk pulang.


Ditya mengucapkan banyak terima kasih pada Dokter tersebut kemudian mengantarkannya sampai depan pintu lalu Dia menyusul Wati yang sedang berbaring di kamar nya


Sementara itu mobil yang mengantarkan Tyas sudah sampai dipintu utama apartement temoat tinggalnya


" Terima kasih ya gaes see U ." Ucap Tyas pada Diah dan Yaris .


: Ok seee U to udah sana naik keatas ." Balas Diah


Tyas pun berjalan masuk kedalam apartement dan berpapasan dengan Petugas keamanan yang tadi mengantarkan Dokter pesanan Ditya


" Loo Ini Mbak Tyas darimana terus yang barusan dipanggilkan Dokter oleh Mas Ditya siapa ?" Tanya Petugas keamanan apartement tersebut .


" Iya Pak ini Aku baru pulang dari Kampung halaman oya maksud Bapak apa ya ?" Tanya balik Tyas


" Tadi Mas Ditya manggil Dokter katanya suruh meriksa ada yang sakit ." Jawab Petugas keamanan terssbut


Pikiran Tyas pun melayang jangan jangan Ditya sakit kemudian Dia pun segera pamit beranjak naik ke unit tempat tinggalnya


Seampainya di depan pintu unit tempat tinggalnya Tyas segera merogoh kunci pintu yang ada didalam tasnya Dia tidak ingin mengganggu Ditya yang sedang istirahat makanya Dia tidak menekan bel pintu Dia pun membuka pintu terswbut dengan sangat hati hati juga sangat pelan hingga yang di dalam pun tidak menyadari kalau Tyas sudah pulang

__ADS_1


Waktu hendak meletakkan sepatu yang barusan Dia pakai di rak sepatu Tyas mendapati ada sendal wanita di tersebut aneh perasaan Aku tidak punya jenis sendal seperti ini ." Guman Tyas dalam hati atau mungkin Mas Ditya yang membelikan untuk Ku tapi Dia kan tau sendal jenis ini bukab selera Ku ." Batin Tyas


Tyas terlihat masa bodoh dengan sendal itu kemudian Dia pun beranjak berjalan ke kamar tidur Ditya memastikan apakah Ditya baik baik saja


__ADS_2