Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
pov wati 1


__ADS_3

" Kamu jadi berangkat pulang hari ini Wat ?" Tanya Budhe saat sedang sarapan bersama Wati . Lalu berapa lama ". lanjutnya


" Nggih Budhe mohon doa restunya semoga perjalanan Wati selamat sampai tujuan tidak ada kendala apapun .Innshaallah seminggu lagi Wati sudah kembali Budhe ". Jawab Wati sopan .


Wati dan Tyas ini sifat nya hampir sama sangat sopan terhadap siapa pun terlebih kepada orang yang lebih dewasa dari mereka juga mudah sekali iba dan suka menolong orang yang membutuhkan bantuan mereka dalam hal kebaikan .


" Iya Nduk Budhe doakan semoga perjalanan mu lancar selamat sampai tujuan juga lekas mendapatkan kabar dan nomer tlp sahabat mu itu , O iya Wat kamu sudah memberitahu Nak Ditya belum tentang kepulangan mu hari ini ?" Tanya Budhe


" Belum Budhe nanti setelah sarapan ini Wati akan menelpon Mas Ditya untuk memberitahu ." Jawab Wati


Setelah selesai sarapan Wati segera mencuci piring dan gelas kotor mereka kemudian beranjak ke kamar untuk menelpon Ditya


"tuuuuuuuut tuttttttttt tuuuuuutttt " suara nada sambung hp Ditya berbunyi tanda panggilan masuk


setelah menunggu hampir 2 detik belum juga Ditya


Wati yang memang tidak punya pemikiran jelek berpikir mungkin sedang dikantor kerja kemudian Dia beranjak mengambil tas baju dan mengambil beberapa stel baju untuk dibawa pulang nanti sore .


Dugaan Wati benar saat ini Ditya sedang dikantor menyelesaikan laporan bulanan hingga dia tidak sempat melihat hpnya


Baru saat sudah memasuki jam istirahat tiba Ditya bisa bernafas lega.

__ADS_1


" Huh akhirnya selesai juga ." guman Ditya


Ia kemudian meraih hp dan kemudian keluar hendak makan siang sambil istirahat sebentar.


Kantor tempat Ditya kerja memang memberikan fasiitas makan siang untuk karyawan mereka tepatnya diruang bawah tanah.


Saat selesai makan Ditya naik keatas menuju ballroom tempat istirahat para karyawan .


Dia terlihat membuka hp dan melihat beberapa pesan dari teman satu tim nya dan terahir lihat riwayat panggilan masuk Ditya terkejut campur penasaran saat mendapati kontak tlp sang kekasih baru saja menghubunginya.


" Ada apa " itulah kata kata yang menggambarkan raut wajah Ditya saat itu.


Hatinya tak bisa dibohongi meronta ronta merasakan derita rindu memandang wajah sang pujaan hati sudah lama sekali dirinya tak mengunjungi Wati di Jogja terahir mengunjunginya sebelum kepulangan nya dulu untuk menikah.


Selang 10 menit puas melamun tentang keadaan mereka sekarang Ditya pun segera membuka kontak tlp Wati dan segera memencet panggilan video call


selang 2 detik panggilan video call pun tersambung terpampang dengan jelas wajah manis Wati dilayar hp Ditya


Ditya memandang wajah Wati dengan seksama sungguh dia merindukan kekasih hatinya itu.


" Assallamuallaikum dek , bagaimana kabarmu ?" tanya Ditya sesaat setelah panggilan video call itu di angkat Wati.

__ADS_1


" Wallaikumsallam Mas , alhamdhulillah kabarku disini baik baik saja lalu bagaiamana kabar mu disana ." jawab Wati dengan senyum manis kearah pujaan hatinya itu . Kangennnn mas kok lama ngga ke sini sih ". Lanjutnya manja


" Sama dek Mas juga sangat kangen , Maaf ya beberapa bulan ini Mas tidak bisa mengunjungi mu kerjaan full ." Balas Ditya berusaha menutupi keadaan sebenarnya .


Setelah puas berbasa basi menanyakan banyak hal hingga akhirnya Wati pun memberitahu bahwa sore ini dia akan pulang mengunjungi orang tuanya di desa sekalian mencari keberadaan juga kabar sahabat karibnya itu.


Ditya pun menggangguk paham kearah sang kekasih Dia juga berpesan agar menghubunginya segera setelah sampai ditujuan nanti juga menitip salam kepada kedua Orang Tua Wati


Puas memandang wajah kekasih meski hanya lewat layar hp itu lah yang mereka berdua rasakan.


Mengobati rindu yang parah menjangkiti hati dan pikiran mereka .


Hingga panggilan video call itu pun berahir karena Ditya harus kembali kerja sedangkan Wati harus segera berangkat ke stasiun kereta api dengan diantar Budhe naik Taxi Online.


Setelah berpamitan dengan Budhe . Wati pun masuk gerbong kereta dan duduk disamping kaca jendela kereta api yang selang 20 menit pun pelan pelan berangkat berjalan menuju kota tujuan Wati dan penumpang lainnya .


Di sepanjang jalan Wati yang duduk di samping jendela pun memandang kearah luar melihat lihat pemandangan indah hamparan hijau persawahan tanaman padi dan sayuran yang menghijau . Terrsuguhkan disepanjang jalan cahaya matahari sore dengan warna keemasannya sungguh indah mampu menyegarkan mata juga pikiran penat lelah setelah bekerja hingga kereta pun melintasi pegunungan dan dengan jelas terhampar perkebunan kopi yang luas bukit bukit indah dengan sorotan sinar matahari warna jingga sungguh indah mahakarya Sang Semesta.


Wati tak henti hentinya berucap syukur atas ciptaan Agung Nan indah mempesona itu.


Disela sela lamunan kekeguman itu tiba tiba terbesit satu pikiran keraguan atas perubahan sikap Ditya akhir akhir.

__ADS_1


__ADS_2