
Sebenarnya Wati menolak ajakan Nila untuk ke rumah sakit, namun keadaannya yang semakin lama semakin lemas juga muntah muntah yang terus terusan akhirnya Dia pun menurut saja.
" Sabar ya Wat, Kita hampir sampai kok." Kata Nila sewaktu Mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit itu.
Wati mengangguk seraya menggenggam erat perutnya yang terasa mual dan semakin menjadi jadi saja mual nya itu
Hingga tanpa terasa Mereka telah sampai di rumah sakit yang menjadi tujuan Mereka, sopir taxi yang mengantarkan Mereka berdua itu terlihat sigap membantu mengambilkan kursi roda untuk Wati duduk.
Nila membayar sopir taxi tersebut juga tak lupa Dia mengucapkan banyak banyak Terima kasih atas bantuannya, kemudian Dia segera mendorong kursi yang tengah di duduki oleh Wati menuju ruang UGD.
Nampaknya nasib baik tengah berpihak pada Wati dimana nampak dari kejauhan datang seorang suster menghampiri Mereka dan membantu mendorong kursi roda tersebut menuju ruang tindakan.
" Maaf Nona silahkan Anda tunggu disini, Dokter akan memberikan tindakan pemeriksaan pada sahabat Anda." Ucap seorang suster tersebut dengan sopan
Nila mengangguk mempersilahkan Dokter dan suster tersebut untuk masuk kedalam ruang tindakan.
" Wati, semoga Kamu baik baik saja please jangan bikin Aku khawatir Wat." Ucap Nila lirih
Sekitar tiga puluh menit berlalu Dokter yang tengah memeriksa keadaan Wati itu pun terlihat keluar dari dalam ruang tindakan dimana Wati tengah ditangani itu, Nila yang melihat Dokter tersebut keluar dari dalam ruangan tersebut pun segera menghampiri nya dan bertanya.
__ADS_1
" Maaf Dokter bagaimana keadaan teman Saya? " Tanya Nila gugup
" Maaf Anda ini siapanya pasien? " Tanya Dokter balik
" Saya sahabatnya pasien Dok, bagaimana keadaan sahabat Saya sekarang? " Kata Nila yang terlihat khawatir itu
" Keadaan sahabat Nada sekarang sudah sedikit membaik Kami sudah memberikan infus suplemen untuk mengganti cairan tubuh yang hilang." Jawab Dokter tersebut sopan
Nila merasa lega mendengar jawaban dari Dokter barusan, beban kekhawatiran nya sedikit menghilang ya jujur saja Nila khawatir kalau saja penyakit Wati kambuh kembali pasti Dia akan sangat lah bersedih.
" Maaf Nona, kalau boleh tau dimana suaminya pasien ini ya ada sesuatu yang ingin Syaa sampaikan mengenai hasil pemeriksaan barusan ? " Tanya Dokter tersebut
" Oh begitu ya." Sahut Dokter
" Maaf Dokter kalau boleh Saya tau memangnya ada apa dengan hasil pemeriksaan terhadap sahabat Saya barusan dokter biar nanti Saya sampaikan pada Suaminya? " Tanya Nila
" Begini Nona, disini dapat Saya sampaikan hasil pemeriksaan terhadap keadaan Nyonya Wati kalau Beliau saat ini tengah hamil muda yang sedang mengalami morning sickness yang cukup parah yang biasa dialami oleh para ibu ibu yang sedang hamil muda." Jawab Dokter yang menangani Wati itu
Nila terkejut dengan kata kata Dokter baru dan, sungguh Dia hampir tidak mempercayai nya namun itu adalah kenyataan, Dia ikut senang dengan kabar bahagia itu hingga tak bisa lagi menutupi ekspresi nya yang terlihat girang itu.
__ADS_1
" Apaaaaa Wati hamil, maaf Dokter apakah Saya tengah salah dengar? " Ujar Nila
" Tidak Nona, Anda tidak salah dengar makanya Saya tadi menanyakan keberadaan suaminya pasien untuk menyampaikan kabar bahagia ini sekaligus memberitahu kalau Nyonya Wati sebaiknya dirawat di sini untuk dua hati kedepan." Jawab Dokter panjang lebar
Nila sangat girang mendengar penjelasan Dokter barusan sungguh Dia sangat bahagia dengan kabar kehamilan nya Wati itu dan tak lupa Dia juga mengucapkan banyak Terima kasih pada Dokter yang barusan memeriksa Wati .
Dokter pun pamit undur diri dan sebelum pergi dokter memberi tahu Nila kalau Wati sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan pasien.
Tak berselang lama suster terlihat tengah keluar ruangan dengan mendorong ranjang tempat Wati berbaring dan langsung menuju ruang perawatan dengan diikuti oleh Nila tentunya.
Sesampainya di ruang perawatan itu, Nila terlihat menghampiri Wati yang tengah berbaring lemas itu dan langsung memeluk nya erat erat
Wati bingung dengan sikap aneh yang ditunjukan oleh Nila terhadap dirinya itu hingga akhirnya Dia pun memutuskan untuk bertanya saja.
Dengan pelan pelan dan pasti Nila memberitahu Wati kalau dirinya tengah hamil dan tengah mengalami dehidrasi akibat morning sickness hingga mengakibatkan dirinya harus dirawat dulu untuk dua atau tiga hari lagi
Ada rasa sedih dan bercampur bahagia tengah dirasakan oleh Wati , sedih karena bukan Ditya lah orang pertama kali mendengarkan penjelasan dokter kalau dirinya tengah hamil.
Sementara rasa bahagianya itu sebab dirinya tengah hamil buah cintanya bersama Ditya yang mana kelak anak ini akan menjadi peng erat hubungan antara papa dan mama nya nanti.
__ADS_1
Nila meminta Wati untuk segera menghubungi Ditya dan langsung memberitahu nya saja namun nampaknya Wati sedikit ragu terlebih ada Bu Ratih yang sedang bersama Ditya itu.