
Pagi pun datang dan rutinitas Tyas sudah bisa di tebak sama dengan hari hari biasanya hanya saja dirinya yang hari ini kebetulan dapat jadwal shift pagi itu terlihat sudah rapi semua pekerjaan rumah tangga nya juga sudah ganti baju dan ber dandan dengan memoles make up di wajahnya tidak seperti biasanya yang hanya memoles tipis make up di wajahnya hari ini Tyas benar benar memoleskan make up secara komplit di wajah nya tetapi tidak terlalu menor hal ini sesuai dengan nasehat Mbak Rina yang sering mengingatkannya agar berdandan lebih beda supaya Suami tidak melirik wanita lain
Setelah menata sarapan di meja makan Tyas kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan kembali ke ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat kerja .
Dan lagi lagi berbeda dengan hari hari biasanya yang mana Tyas selalu menunggu Ditya untuk sarapan bersama hari ini Tyas sarapan terlebih dahulu
" Selamat pagi Dek , Tumben hari ini dandan cantik sekali mau kemana sayang ?" Sapa Ditya sekaligus bertanya pada Tyas
" Hey selamat pagi Mas ya mau kerja lah emang mau kemana lagi hehehehe ." Jawab Tyas dengan senyum manisnya .
Ditya merasa sedikit aneh dengan perubahan Tyas yang mendadak berdandan dulu sebelum berangkat kerja
" Iya Aku tau Kamu mau pergi kerja tapi tumben Kamu dandan biasanya juga nggak dandan secantik ini oya ini baju baru yang kemarin Kamu beli ya bagus terus tumben juga hari ini sarapannya nggak nungguin Aku dulu ." Balas Ditya sembari duduk di samping Tyas
" Iya Mas Aku teringat nasehat Mbak Rina agar Aku mulai berdandan yang cantik supaya Suami Ku yang tampan ini tidak melirik kecantikan wanita di luar sana dan mulai hari ini Aku ingin selalu terlihat cantik di depan mu juga depan semua orang kan kerjaku sebagai kasir di supermarket Mas masa mau lusuh terus sih ." Sahut Tyas dengan suara lembut nya sembari mengambilkan sarapan untuk Ditya
Saat sedang sarapan bersama itu Ditya teroihat mencuri curi pandang kearah Tyas Dia mengagumi kecantikan Sang Istri juga sifat lembut dan mandirinya sungguh Aku beruntung menikahi Mu Dek guman Ditya dalam hati
" Kenapa Mas apakah ada yang salah dengan ku ?" Tanya Tyas saat melihat Ditya tengahemandanginya dengan senyum senyum
" Kamu cantik Dek membuat ku semakin jatuh cinta padaMu Aku janji Aku akan berusaha selalu membahagiakan mu ." Jawab Ditya sembari meraih tangan Tyas dan memciumnya
" Terima kasih banyak Mas , Dan Kamu nggak perlu janji seperti itu mari kita berjuang bersama untuk kebahagian dan masa depan nanti ." Sahut Tyas sembari memandangi wajah Ditya dengan seksama
Dalam hati Tyas berkata Kamu mau membahagiakan Aku seperti apa Mas apakah dengan berselingkuh dibelakang Ku tunggu Mas Aku akan tetap bermain cantik dan mencari bukti perselingkuhanmu itu ."
Selesai sarapan dan mencuci peralatan makan mereka berdua pun berangkat kerja semula Tyas menolak saat Ditya akan mengantarkannya berangkat kerja dan Ditya pun memaksanya agar mau akhirnya Tyas pun mau berangkat bersama
Selama di perjalanan Tyas lebih banyak diam mengamati jalanan diluar sana tanpa mengucap sepatah katapun Ditya mencoba mencairkan kebekuan itu
" Sayang nanti Kamu nggak usah masak ya Aku ingin ajak Kamu makan di luar ?" Kata Ditya mencoba mengajak Tyas makan Diluar .
" Ok Mas jangan telat ya jemput Aku nya ." Balas Tyas
"Siyapp Permaisuri ." Sahut Ditya sembari mengangkat tangannya tanda hormat kepada Tyas
Tyas pun tertawa melihat tingkah konyol Ditya itu sementara Ditya merasa lega melihat Tyas kembali ceria .
Seampainya di depan supermarket tempat Tyas bekerja itu , Ditya segera menghentikan mobilnya lalu membantu Tyas melepaskan sabuk pengaman yang terikat ditubuh Tyas tersebut
Tyas terlihat sudah membuka pintu mobil dan hendak keluar namun sebelum keluar mobil Ditya menarik nya kembali duduk
" Kamu belum mencium ku Nona Cantik ." Ujar Ditya sembari menyodorkan pipinya kearah Tyas
Tyas pun mendekat lalu mencium kedua pipi Ditya secara bergantian kemudian Dia pun pamit keluar mobil untuk masuk kerja sedangkan Ditya juga berangkat ke kantor .
Di dalam ruang khusus karyawan Diah sudah menunggui Tyas sejak tadi .
__ADS_1
" Cieeee cieeee yang barusan diantar Sang Suami ." Ujar Diah menggoda Tyas
" Apaan sih Kamu ini Di ." Jawab Tyas sewot
" Kelihatanya Kalian baikan ya oya gimana dengan rencana Mu menyelidiki Ditya ?" Tanya Diah penuh penasaran .
" Ya Aku pelan pelan sesuai rencana saja Aku harus main secantik dan serapi mungkin jangan sampai Dia curiga ."Jawab Tyas
" Yas Kamu yakin bisa menjalankan rencana mu dengan serapi mungkin ?" Tanya Diah sedikit ragu
" Apa maksudmu Di ?" Tanya balik Tyas penasaran .
" Jika sikapmu semanis ini dan Kamu dandan secantik ini pasti Ditya akan semakin menghujani mu dengan perhatian dan juga rayuan hingga Kamu jatuh terbuai dan melupakan niat awalmu menyelidiki perselingkuhan Ditya itu ."Balas Diah sedikit memprotes sikap manis Tyas tersebut .
Kamu tenang saja Aku punya cara elegant tersendiri untuk menyelidiki nya gaes ." sahut Tyas
" Ya Aku tau , Aku cuma berpesan tolong jangan Kamu pakai hatimu atas semua perhatian Ditya akhir akhir ini Aku tidak mau hatimu terluka jika suatu saat mengetahui kenyataan pahit itu ." Ujar Diah dengan penuh serius mengingatkan Tyas agar berhati hati .
Tyas mengangguk dan menyanggupi nasehat Diah tersebut lalu mereka pun masuk ke supermarket dan mulai pekerjaan mereka masing masing melayani pembeli yang mulai ramai berdatangan .
Hingga sore pun tiba sudah saat nya Tyas dan Diah pulang dan sebelum pulang Tyas memberitahu Diah kalau dirinya hari ini di jemput Ditya karena mereka akan pergi makan malam bersama , Diah pun mewanti wanti Tyas agar berhati hati dengan perubahan sikap Ditya yang menjadi lebih manis beberapa hari ini Dia berujar pasti Ditya tengah menyembunyikan sesuatu hal dibelakang Tyas
Tyas memahami kekawatiran Sahabatnya itu dan meminta nya untuk tidak terlalu kawatir juga mendoakan semoga Ditya memang berubah baik dan manis padanya .
Tyas berpamitan pada Diah dan berjalan keluar supermarket yang ternyata sudah ditunggui oleh Ditya di sebrang jalan sana Dia sungguh menepati janjinya guman Tyas dalam hati .
Tyas mengangguk lalu masuk kedalam mobil dengan disusul Ditya dibelakangnya , Kemudian Ditya melajukan mobilnya pulang terlebih dahulu untuk mandi dan ganti baju lalu berangkat menuju sebuah restorant untuk makan malam bersama
Makan malam pun berjalan dengan penuh kehangatan diselingi obrolan dan juga canda tawa Ditya juga memberikan sekuntum mawar merah dan sebuah cincin mewah bertahtakan berlian untuk Tyas ,Dia memasangkan cincin tersebut tepat bersebelahan dengan cincin nikah mereka dulu
Sungguh sangat romantis , Ditya mampu mengahdirkan secerca kebahagiaan untuk Tyas malam itu Tyas merasa bahagia dan berharap semoga kebahagiaan ini kekal hingga nanti .
Kebahagian itu terus berlanjut hingga hampir dua minggu lama Ditya terus saja menghujani Tyas dengan hadiah hadiah manis juga perhatian perhatian hangatnya sehingga membuat Tyas seakan akan melambung tinggi hingga lupa akan pesan Diah tempo hari .
Sore itu kebetulan Ditya memberitahu Tyas kalau dirinya sedang lembur di kantor hingga larut malam jadi Tyas bisa mengajak Diah jalan jalan sebentar sekalian hunting makanan seperti biasanya .
" Yas Aku perhatikan Kamu akhir akhir ini sudah jarang sekali membahas penyelidikan mu tentang Ditya kenapa apakah Kamu berubah pikiran ?" Ujar Diah menanyai Tyas dengan penuh selidik .
" Mas Ditya sudah berubah kembali seperti dulu Di , Dia kembali baik penuh perhatian dan sekarang Dia sudah jarang meninggal kan Aku sendirian di rumah seperti kemarin yang selalu beralasan ada kerjaan di Yogyakarta ya katanya sih membukaan kantor cabang baru begitu ." Jawab Tyas penuh semangat menceritakan perubahan sikap Ditya
" Lalu Kamu percaya begitu aja Aku curiga Yas ini hanya akal akalan Ditya saja supaya Kamu berhenti mencurigai nya ?" Lanjut Diah mengemukakan pendapatnya
" Ya Aku melihat ada kejujuran kesungguhan nya untuk berubah Di , Aku sepakat dengan diriku sendiri untuk mengubur dalam dalam kecurigaan ku kemarin karena bagiku nggak mungkin juga Mas Ditya menghianati Aku , Kami juga sepakat akan memprrtahankan rumah tangga ini hingga nanti ." Balas Tyas dengan sumringah .
Diah menggelengkan kepalanya Dia curiga kalau Tyas tengah terperangkap tipuan busuk Ditya hingga melupakan niat awal nya mencari bukti bukti baru perselingkuhan Sang Suami Diah tidak rela jika Sang Sahabat itu terjebak tipuan belaka Ditya
Dan ternyata dugaan Diah itu benar adanya , Ditya menyadari kalau Tyas tengah mencurigainya dan segera saja Dia memberitahu Wati agar lebih berhati hati juga memintanya untuk bersabar sementara waktu karena Dirinya akan jarang mengunjungi nya Ditya juga berjanji akan secepatnya memboyong Wati pindah ke Jakarta agar mereka bisa sering bertemu tanpa harus mengundang kecurigaan Tyas yang mendalam
__ADS_1
Diah sendiri tanpa sepengetahuan Tyas mulai meminta bantuan Sang Kekasih ,Yaris namanya untuk melacak keberadaan Ditya jika sedang di Yogyakarta
Sementara itu Wiland masih kucing kucingan dengan Sang Mama yang terus terusan meminta untuk dikenalkan dengan gadis yang fotonya diposting Wiland minggu lalu itu
Jika tadi Tyas memberitahu Diah kalau hari ini Ditya tengah lembur dikantor dan akan pulang larut malam kenyataan nya berbeda ternyata diam diam Ditya ke Yogyakarta menemui Wati Sang Istri siri mereka baru saja keluar dari tempat makan terlihat Ditya merangkul pundak Sang Istri hendak mengajaknya ke hotel untuk menuntaskan hasrat nya selama hampir dua minggu ini di pendam
Dan tanpa di sengaja ketika hendak berjalan di parkiran mobil mereka berpapsan dengan rombongan Mas Gunawan Suami Mbak Rina dan teman teman nya yang kebetulan hari ini ada agenda kerja di Yogyakarta .
" Tuan Ditya apa yang anda lakukan di sini dan siapa wanita ini ?" Tanya Mas Gunawan dengan nada penuh curiga melihat Ditya merangkul mesra wanita lain itu
" Loh Mas Gunawan juga di sini to ?" Tanya balik Ditya dengan muka pucat bercampur panik melihat Mas Gunawan memergoki dirinya itu Ditya juga langsung melepaskan rangkulan nya dipundak Wati .
" Ya dan tolong jawab pertanyaan Saya barusan ." Jawab Mas Gunawan ketus .
" Saya sedang ada urusan kantor cabang di yogyakarta Mas dan ini Adik keponakan Ku ." Jawab Ditya berbohong
" Oh begitu ya ,Anda jangan lupa Istri Anda sedang di rumah menunggui Anda Tuan Ditya ." Sahut Mas Gunawan dengan nada sedikit ketus lalu berjalan meninggalkan Ditya dan Wati itu
Seperginya Mas Gunawan dan rombongan itu , Wati bertanya pada Ditya siapa Laki laki yang barusan menegur mereka barusan dan Ditya pun menjawab jujur kalau laki laki yang barusan tadi adalah Kakak Ipar Sang Istri dan lagi Ditya meminta Wati agar merahasiakan semua ini dengan siapa pun juga .
Hingga pasangan sejoli itu pun berlalu menuju hotel menuntas kan hasrat satu sama lainnya sebentar karena Ditya harus segera kembali ke Jakarta agar Tyas tidak curiga lagi .
Sesampainya di hotel Ditya segera melucuti baju milik Wati mulai menciumi mencumbui istri yang selalu Dia rindukan keindahan tubuhnya itu , Wati terbuai dan melayang dengan sentuhan sentuhan juga cumbuan yang diberikan oleh Adit hingga Dia meminta Adit agar segera memulai permainan inti sebab Dia sudah tidak tahan ingin merasakan ketangkasan juga kekokohan jagung milik Adit .
Sudah tiga jam lamanya Adit dan Wati bergulat panas diatas kasur saling menindih saling memacu saling mengejar hingga tak terhitung lagi berapa kali pelepasan kenikmatan mereka berdua bosan diatas kasur mereka melakukannya di kamar mandi begitu saja hingga Adit pun menyudahi permainan itu karena harus segera kembali ke Jakarta
" Sayang maaf kan Aku ya , Aku janji akan segera memboyong Mu ke Jakarta dan Aku akan membayar malam malam sepimu dengan jeritan jeritan kenikmatan nanti di Jakarta sana Aku mohon bersabarlah sementara waktu ya ." Kata Adit sembari mengancingkan bajunya .
" Iya Mas tapi Kamu janji ya segera carikan Aku kontrakan di Jakarta sana nggak usah mewah mewah asal bisa dekat dengan mu ." Pinta Wati pada Adit
Setelah selesai mandi dan ganti baju juga sudah rapi kembali , Mereka berdua pun keluar kamar hotel untuk ketempat mereka masing masing Wati kembali kerumah Budhe dan Adit kembali ke Jakarta
Tyas yang sudah pulang dari tadi terlihat sedang merenung di kamarnya memikirkan kembali kata kata Diah sore tadi antara mempertimbangkan dan mengabaikan bersaing cukup ketat di hati Tyas
Apakah Dia memilih untuk tetap melanjutkan penyelidikan nya terhadap Ditya aatau memilih untuk mengubur semua kecurigaan nya terhadap Ditya sesuai kata katanya kepada Diah tadi sore entahlah Tyas sendiri pun bingung hingga Dia pun tertidur dikasurnya
Ditya sudah sampai di unit apartement nya Dia tidak mendapati Tyas di raung tv atau pun dapur itu berati Tyas sudah tidur di kamar pribadinya
" Aman ." Guman Ditya lirih sembari menepuk dadanya sendiri
Kemudian Dia pun segera masuk kamar dan segera tidur karena hari ini Dia benar benar lelah
Lelah karena seharian di kantor mengeejakan file file penting juga lelah akibat perjalan Jakarta Yogyakarta PP dan masih di tambah dengan lelah akibat permainan panas nya dengan Wati yang amat sangat menguras tenaga nya
Ditya teringat akan legit sempitnya goa milik Wati dan membuatnya tidak menyesali semua kelelahannya jari ini hingga tak berapa Ditya pun tertidur pulas .
Tyas terbangun sebentar karena merasa kehausan Dia beranjak ke dapur untuk mengambil minuman di dapur dan Dia mendapati sepatu kerja milik Ditya sudah tertata rapi di rak sepatu itu tandanya Ditya audah pulang hal itu membuat Tyas senang Dia berpikir Ditya sudah berubah buktinya Dia menepati janjinya pulang malam ini
__ADS_1