Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Lampu hijau


__ADS_3

"Gimana Nduk, Kamu Terima atau tidak niat baiknya Naka melamar Kamu untuk jadi istrinya? " Tanya Bapak dengan nada tegas


Setelah berpikir cukup lama juga bermonolog cukup sengit di dalam hatinya akhirnya Tyas pun mengangkat wajahnya lalu mulai memandangi kedua orang tua nya beralih ke Mas Abi, Mbak Rina, Mas Gunawan, dan Mbak Yuni lalu terahir menatap kearah Naka beserta para anak buahnya itu.


" Pak Buk Mas Mbak , tolong maafkan Tyas juga Mas Naka tolong maafkan Aku selama ini Aku sangat egois tidak mau mendengarkan semua penjelasan Mu tentang kesalahan pahaman yang terjadi akhir akhir ini dan ini semua karena Tyas masih sangat trauma dengan kegagalan yang Tyas alami dulu." Ucap Tyas dengan mata berkaca kaca


Naka mendengarkan ucapan Tyas itu dengan seksama seraya memandang wajah Tyas yang terlihat sendu seakan tengah menahan sakit hati yang amat sangat parah itu, sementara Bapak dan Ibuk juga kakak kakak nya Tyas yang mendengar kan ucapan Tyas barusan itu pun ikut merasakan bagaimana berat nya beban trauma di hati Tyas akibat perceraian nya dulu.


" Tyas tolong maafkan Bapak dan Ibuk ya atas kesalahan Kami dulu yang memaksakan perjodohan Mu dengan Ditya dulu jika saja dulu Bapak tidak kolot menjodohkan Kamu dengan Dia pasti Kamu tidak akan merasakan luka hati juga trauma yang mendalam seperti ini." Kata Bapak seraya meneteskan air mata nya


" Bapak dan Ibuk tidak perlu minta maaf sebab ini bukan salah Bapak dan Ibuk tapi ini adalah takdir untuk Tyas jalani." Balas Tyas seraya memegang erat tangan Sang Bapak itu.


Bapak pun terharu dengan ucapan Putri bungsunya itu dan Beliau pun memeluk Tyas dengan erat seraya menyeka air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya.


" Sudah Bapak jangan menangis lagi malu ada Nak Naka." Kata Ibuk seraya mengusap pundak Pak Samsul.


Bapak pun mengusap air matanya seraya melerai pelukannya itu kemudian berusaha menyembunyikan kesedihan nya itu dengan senyuman tipis.


" Dan mengenai niatan baiknya Mas Naka untuk melamar, Tyas memutuskan untuk menerima lamaran nya Mas Naka dan bersedia untuk menjadi calon istrinya tetapi dengan satu syarat." Kata Tyas dengan nada tegas tanpa sedikit pun nampak keraguan.


Semua yang hadir disitu pun bahagia luar biasa saat mendengarkan kata kata Tyas barusan yang mana Dia menyatakan untuk menerima lamaran dari Janaka Bagaskara tak terkecuali Pak Samsul dan Bu Rukmi dan yang paling bahagia tentunya adalah Naka.

__ADS_1


Dan sontak saja semua yang ada disitu pun terkejut bercampur kaget bercampur bahagia hingga Mereka semua kompak mengucapkan alhamdulillah karena lamaran itu telah diterima oleh Tyas.


" Tyas benarkah yang barusan Kamu ucapkan itu? " Tanya Bapak dengan nada serius


" Nggih Pak benar, Tyas menerima dengan ikhlas lamarannya Mas Naka tapi Tyas mengajukan satu syarat ke Mas Naka dan apakah Mas Naka menyanggupinya? " Tanya Tyas kepada Naka


" Tentu Sayang katakan apa persyaratan itu dan Aku akan memenuhinya untuk Mu? " Jawab Naka .


" Iya Nduk katakan saja apa syaratnya biar Kami semua bisa menjadi saksi." Kata Ibuk seraya mengusap pundak Tyas dengan lembut.


" Apakah itu soal materi Yas? " Tanya Mbak Rina dengan jiwa keponya


" Bagai mana Nak Naka apakah Kamu sanggup memenuhi nya atau Kamu keberatan ? " Tanya Bapak


" Tentu saja tidak Pak Buk, Naka akan memenuhi nya bahkan tanpa Tyas minta pun Naka pasti akan melakukannya jadi mohon Bapak dan Ibuk juga yang lain nya jangan menghawatirkan hal itu." Jawab Naka dengan mantap tanpa keraguan.


" Jangan hanya berjanji tapi tapi harus dilaksanakan ya." Sahut Mas Abi


Naka pun mengangguk dan tanpa bisa lagi menyembunyikan kegembiraan nya karena lamarannya telah diterima oleh Tyas itu pun segera meraih tangan Tyas dan menciumnya dan Tyas pun kaget hingga secara refleks Dia pun menarik tangannya dari genggaman tangannya Naka.


Seketaris Anton yang ikut menyaksikan kegembiraan yang tengah dirasakan oleh Sang Majikan nya itu pun tiba tiba ingat sesuatu yang disimpan di dalam saku jas miliknya itu dan Dia pun segera menghampiri Naka seraya membisikan sesuatu di telinganya Naka.

__ADS_1


" Maaf Tuan, ada sesuatu yang Tuan lupa." Bisik Seketaris Anton pada Naka


Dan Naka pun langsung menoleh kearah Sang sekertaris pribadi sekaligus orang kepercayaan nya itu seakan hendak bertanya apakah yang terlupa itu


" Ini Tuan, Anda belum menyematkan cincin ini di jari manisnya Nona." Kata Seketaris Anton seraya menyerahkan kotak cantik yang berisi cincin yang bertahtakan berlian di bagian tengah nya itu.


Naka pun segera menerima kotak yang berisi cincin berlian itu dan segera membuka kotak nya dan mengambil cincin cantik dan langsung menyematkan nya di jari manis milik Tyas.


Tyas menatap Naka yang tengah memasangkan cincin berlian di jari manisnya itu dengan seksama seraya berdoa semoga Naka adalah jodoh terahir dalam hidup nya yang akan menghapus luka trauma dihatinya itu.


" Karena lamaran ini sudah diterima oleh Tyas, jadi sekarang Tyas adalah calon istrinya Naka begitupun sebaliknya dan kira kira rencana pernikahan Kalian akan digelar? " Tanya Bu Rukmi dengan wajah sumringah.


" Kalau Naka kapan pun sudah siap Buk Pak, bahkan kalaupun Tyas bersedia sekarang pun Naka sudah siap Pak Buk hehehe." Jawab Naka dengan senyum sumringah


" Hahahahahahahaha."


Dan Mereka semua pun dibuat kompak tertawa mendengar jawaban jujur dari Naka barusan tak terkecuali Seketaris Anton dan para anak buahnya itu.


Setelah acara lamaran itu selesai dengan hasil yang memuaskan, Naka pun berpamitan harus segera kembali ke Jakarta karena ada klien penting dari luar negeri yang akan datang ke kantor Bagaskara grup untuk membahas kerja sama proyek besar .


Sebenarnya Dia mengajak Tyas untuk kembali ke Jakarta bareng dengan dirinya namun Tyas menolak dengan alasan kalau hajatan nya belum selesai dan juga dirinya masih sangat kangen dengan keluarganya itu dan Dia juga berjanji secepatnya akan kembali ke Jakarta bareng dengan Mbak Rina dan Mas Gunawan.

__ADS_1


__ADS_2