
Mereka telah sampai di tempat yang menjadi tujuan Mereka untuk hunting makanan itu yakni sebuah pasar malam yang lumayan cukup besar di pusat kota itu
Ketiga gadis itu pun terlihat tengah asik memilih milih menu makanan dan minuman yang akan Mereka beli . Dan Tyas lah yang paling antusias membeli makanan juga minuman.
" Wah Yas Kamu kok beli makanan sebanyak ini untuk apa? " Tanya Diah keheranan.
" Iya Yas kok banyak sekali." Sahut Yesi menimpali perkataan Diah barusan
Tyas menoleh kearah Diah dan Yesi secara berganti an , dan Dia pun terlihat tersenyum Dia juga sudah menduga pasti Mereka akan mengajukan pertanyaan seperti itu.
" Bestie, ini makanan mau Aku bagikan untuk tukang parkir, petugas keamanan dan ke Mereka yang belum makan." Jawab Tyas seraya tersenyum manis.
" Wah Kamu baik sekali Yas, Kami jadi terharu." Ucap Diah
" Iya Yas ternyata hatimu itu sangat lembut dan penuh perhatian." Sahut Yesi
Tyas hanya diam saja seraya tersenyum manis kearah Diah dan Yesi itu ,Kemudian Dia pun memilih untuk membagi makanan yang barusan dibelinya itu kepada tukang parkir dan petugas keamanan pasar malam tersebut bersama sahabatnya itu
Selesai membagi kan makanan dan minuman kepada tukang parkir dan petugas keamanan itu, Mereka kembali membeli makanan untuk dimakan sendiri ketiga sahabat itupun berjalan menuju ke sebuah bangku di taman yang masih berada di kawasan pasar malam tersebut.
" Yas, Kamu masih marah ya sama Mas Naka? " Tanya Diah seraya menyendokkan martabak telur ke mulutnya itu.
" Entahlah Bestie, setelah mendengar nasehat Mu tadi Aku jadi sadar mungkin Aku yang terlalu cemburu hingga akhirnya salah paham juga Aku yang terlalu mempercayai ucapan Si Maritha itu ketimbang Mas Naka dan semua ini tak lepas dari rasa trauma Ku." Jawab Tyas seraya menatap lurus kearah air mancur taman bunga itu.
" Benar Yas, apa yang diucapkan Diah tadi sore itu Kamu harus berpikir positif jangan gampang terpancing emosi nantinya Kamu sendiri yang akan rugi." Sahut Yesi menimpali ucapan Diah barusan.
" Ya baiklah besok Aku akan minta maaf ke Mas Naka." Balas Tyas dengan senyum manisnya
Diah dan Yesi yang mendengar ucapan Tyas barusan pun merasa ikut lega sebab salah paham diantara Mereka telah usai.
Tyas terlihat menghembuskan nafas nya panjang seakan tengah membuang rasa emosi nya yang menjulang tinggi di hatinya itu,
Mereka bertiga pun melanjutkan acaranya menikmati makanan yang barusan dibeli nya itu dengan diselingi canda tawa, Dan tanpa disengaja Tyas melihat sesosok pria yang tengah berjalan beri iringan dengan seorang wanita keluar dari restoran makanan Jepang dan seperti nya Tyas kenal dengan pria itu.
Tyas terlihat mengamati pria itu dengan seksama dan kebetulan letak restoran dengan kursi tempat Mereka duduk tidak jauh hingga akhirnya Dia bisa melihat dengan jelas siapa pria itu.
" Mas Naka." Ucap Tyas lirih
Diah dan Yesi kompak menoleh kearah Tyas lalu bergantian menoleh kearah Pria yang barusan dipanggil Tyas itu
" Iya benar itu Mas Naka lalu siapa wanita itu." Sahut Yesi penasaran dengan siapa wanita yang berjalan bersama Naka itu.
__ADS_1
Dan diantara ketiga gadis itu, Diah lah yang paling ekspresif atau bisa dibilang paling pemberani terlihat Dia maju selangkah dan berteriak memanggil Naka
" Mas Naka. " Teriak Diah dengan suara kencang nya
Naka dan gadis itupun kompak menoleh mencari sumber suara dan hendak memastikan siapa yang barusan memanggilnya itu dan alangkah kaget nya Dia saat tau siapa yang memanggilnya barusan.
Air mata Tyas menetes jatuh membasahi pipinya manakala Dia tau dan melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Naka berjalan keluar dari restoran bersama seorang wanita yang tak lain adalah Maritha yang tadi diakui hanya mantan saja.
Diah dan Yesi menatap Tyas dengan tatapan iba manakala Mereka tau Tyas menangis bersedih , dan Diah yang tadi sore mencoba melunakkan hati Tyas agar mau memaafkan Naka itu pun dibuat marah oleh Naka malam ini
Naka terlihat panik dan gugup saat menatap kearah tiga gadis itu terutama saat menatap Tyas, Naka merasa bersalah dan menduga sudah pasti Tyas akan marah besar akan kesalah pahaman itu.
Dan Naka pun segera berjalan menghampiri ketiga gadis itu dan berdiri tepat dihadapan Tyas yang terlihat menangis itu, Sementara Maritha yang berdiri disamping nya pun terlihat gusar seraya menatap Tyas dengan tatapan kebencian.
" Sayang tolong maafkan Aku, dan Aku mohon Kamu jangan salah paham." Ucap Naka dengan wajah pucat panik dan berusaha meraih tangan Tyas itu.
Tyas terlihat menepis tangan Naka seakan memberi kode bahwa Dia menolak saat tangannya hendak dipegang Naka.
" Sayang pleaseee." Ucap Naka yang merasa bersalah dengan air mata Tyas yang menetes itu.
" Kita putus Mas." Ujar Tyas seraya menyeka air matanya.
" Sayang Kamu jangan bercanda, Kamu salah paham sayang Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Dia ." Kata Naka dengan suara gemetar
" Aku salah paham apalagi Mas, Buktinya sudah jelas kurang apalagi dan jika Kamu tidak ada hubungan apa apa dengan Dia ngapain Kalian makan malam bersama, meskipun Aku orang desa tapi Aku nggak bodoh Mas Aku bisa menilai mana hubungan biasa dan mana hubungan yang tidak biasa." Balas Tyas dengan air mata yang terus menetes itu.
" Sayang Kami tadi makan malam bersama dengan klien lain nya juga bersama dengan Seketaris Anton dan kebetulan Seketaris Anton sedang ambil di tempat parkir jadi Kami sekalian jalan kedepan menunggu mobil." Kata Naka seraya memaksa meraih tangan Tyas
" Lepaskan tanganKu Mas, Aku sudah tidak percaya lagi sama Kamu pokok nya mulai hari ini Kita putus dan tolong jangan ganggu Aku lagi juga untuk Kamu Nona Maritha yang terhormat Aku kembalikan calon suami Mu sesuai dengan permintaan Mu tadi pagi." Ucap Tyas seraya mencoba melepaskan genggaman tangan Naka itu.
" Tidak Aku tidak mau hubungan Kita putus sampai kapan Pun Aku tidak mau." Balas Naka
" Sudahlah Dear, jika itu kemauan Dia ngapain Kamu pertahankan Dia hanya wanita desa yang sangat kampungan Dia nggak pantas untuk Mu." Kata Maritha seraya menepuk lembut pundak Naka.
Tyas yang mendengar ucapan Maritha barusan pun merasa semakin hancur hatinya hingga akhirnya Dia pun memutuskan untuk berlari menyetop taxi dan meminta sopir untuk membawanya pergi dari taman itu.
Naka semakin emosi dengan ucapan Maritha barusan, Sementara Yesi dan Diah terlihat menatap wajah Maritha dengan tatapan marah dan penuh kebencian.
" Diam Kamu, justru Kamu yang nggak pantas mendampingi Aku sekarang juga Kamu pergi dari sini." Bentak Naka kepada Maritha
Tanpa berpikir panjang lagi Maritha segera pergi meninggalkan Naka yang tengah dibakar emosi.
__ADS_1
" Diah, Yesi Kalian percaya kan sama Aku, tadi itu Kami meeting sekalian makan malam bersama dan Kami pun tidak hanya berdua Kami bersama Klien lainnya yang kebetulan sebagian dari Mereka memilih untuk pulang duluan dan sebagian masih disana." Ujar Naka
" Ya semoga saja apa yang Kamu ucapkan itu benar ada nya Mas, dan Kami pamit dulu mau nyusul Tyas. " Ucap Diah
" Iya, hati hati dijalan dan kalau ada apa apa dengan Tyas kabari Aku ya." Balas Naka
Diah dan Yesi pun mengangguk dan segera berjalan menyetop taxi untuk perjalan pulang ke ruko dan tak berselang lama Seketaris Anton pun datang dengan mengendarai mobil mewah milik Naka.
Naka segera naik ke dalam mobil dan duduk di bangku belakang kemudi, sementara Seketaris Anton duduk di kursi kemudi.
Disepanjang perjalanan Naka hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun, hingga akhirnya Seketaris Anton berinisiatif bertanya sesuatu hal pada majikan nya itu.
" Tuan, kelihatanya Anda sedang tidak baik baik saja ada apa Tuan?" Tanya Seketaris Anton seraya menatap kearah kaca spion
" Tyas salah paham lagi ke Aku." Jawab Naka singkat
" maksud Tuan? " Tanya Seketaris Anton heran.
" Ya tadi sewaktu menunggui Kamu ambil mobil Aku bermaksud jalan kedepan restoran menunggu Kamu dan Si Maritha itu ngikutin Aku terlihat seolah olah Kami sedang berjalan bersama dan tanpa di duga Tyas melihat semua itu." Jawab Naka dengan nada lirih.
" Apaaaa, Nona Tyas ada disini dimana Dia Tuan lalu bersama siapa Dia? " Tanya Seketaris Anton yang mulai penasaran
" Ya benar Dia ada di sini dan sedang bersama kedua temannya Diah dan Yesi dan nampaknya Tyas salah paham juga menduga kalau Aku makan malam hanya berdua dengan Maritha saja." Jawab Naka panjang lebar.
" Lalu Tuan sudah menjelaskan keadaan yang sebenarnya ke Nona ? " Tanya Seketaris Anton dengan nada iba.
" Sudah dan Dia tidak mau mendengar nya dan malahan Dia meminta putus." Jawab Naka dengan nada memelas.
Seketaris Anton kaget mendengar jawaban Naka barusan, Dia merasa iba dengan kejadian yang menimpa sang Majikan nya itu bagaimana tidak kemarin Dia melihat majikannya itu sangat bahagia dengan Tyas namun sekarang harus bersedih dengan masalah yang datang menguji Mereka itu.
" Sabar Tuan ini adalah ujian untuk hubungan Anda dan Nona Tyas hubungan yang akan memasuki jenjang yang lebih serius pasti akan menemui ujian terlebih dahulu." Kata Seketaris Anton mencoba menasehati Naka
" Ya Aku tau itu, lalu apa yang harus Aku lakukan kini? " Tanya Naka yang mencoba meminta saran dari Sang Sekretaris sekaligus orang kepercayaan nya itu
" Menurut Saya, lebih baik Tuan beri waktu Nona Tyas agar menenangkan diri juga hatinya sebab hari Dia mendapati begitu banyak ujian mulai dari maksud kedatangan Nona Maritha je ruko nya tadi pagi berlanjut kejadian di kantor tadi siang dan di tambah kejadian barusan itu pasti membuat hati dan perasaan Nona Tyas hancur Tuan." Kata Seketaris Anton mencoba memberi saran kepada Naka
Naka terlihat mengangguk membenarkan ucapan Seketaris Anton barusan, Dia berharap semoga saja Tyas besok pagi mau menemuinya dan memberinya maaf
Sungguh Naka tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Tyas tetap marah padanya dan tetap pada pendirian nya untuk meminta putus dari nya pasti akan sangat menghancurkan hati dan perasaan nya itu.
Hingga tanpa terasa mobil yang Mereka tumpangi pun telah sampai di kediaman keluarga Bagaskara itu.
__ADS_1