Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Mie kuah


__ADS_3

" Oh ayolah bestie Kamu jangan membuat Kami insomnia malam ini gara gara nge mikirin Jawaban Mu itu." Kata Diah yang mengikuti nya dari belakang itu


" Iya lah Nona Tyas yang terhormat tolong jangan siksa Kami dengan rasa penasaran ini." Ucap Yesi menimpali ucapan Diah barusan


Kedua Sahabat nya Tyas itu tengah dilanda rasa ke kepoan yang mendalam tentang jawaban Tyas, sementara Tyas yang melihat itu hanya tersenyum senyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun menjawab pertanyaan dari Diah maupun Yesi.


" Oh Dia senyum senyum tu Yes, itu tanda nya Dia nerima lamarannya Mas Naka." Kata Diah seraya menyikut lengan Yesi.


" Benar kah itu Yas? " Tanya Yesi mencoba memastikan jawaban langsung dari Tyas.


Kemudian Tyas pun membalikkan badannya lalu duduk menghadap kearah Diah dan Yesi.


" Iya Aku menerima lamarannya Nas Naka." Jawab Tyas dan jawaban Tyas ini mengobati rasa penasaran yang menjalar di hati kedua sahabatnya itu


" Hah benarkah itu Yas? " Tanya Diah kaget


Tyas pun hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Diah barusan.


" Horeeeeeeee." Ujar Yesi seraya berjingkrak jingkrak bahagia


" Alhamdulillah akhirnya, selamat ya Yas." Ucap Diah dengan senyum sumringah nya


Diah dan Yesi pun kompak langsung memeluk Sahabat sekaligus Bos Mereka itu , meluapkan rasa kegembiraan yang mendalam atas kembalinya Tyas ke ruko itu juga kebahagiaan atas lamaran Naka pada Tyas itu.


" Makasih ya Bestie, Kalian lebih dari Sahabat bagiku Kalian selalu mensuport Aku selama ini baik saat Aku terpuruk sedih dan tertawa bersama." Ucap Tyas seraya menyeka air matanya


Ya Tyas sangat terharu dengan kegembiraan yang tersirat di wajah kedua sahabatnya ini kegembiraan atas kembali nya sekaligus lamaran itu, sungguh Tyas bersyukur mempunyai sahabat sebaik dan se loyal Mereka Tyas selalu ingat bagaimana Mereka mensupport dirinya selama ini soal pekerjaan maupun soal lainnya


Terlebih bagaimana galak dan judes nya Mereka saat Wati datang ke ruko dengan maksud memanas manasi juga menghina Tyas juga saat Maritha datang ke ruko dengan maksud menjatuhkan harga diri Tyas juga mempermalukan nya di depan para pelanggan itu sungguh Tyas tak akan pernah lupa dengan kebaikan kedua sahabat karibnya itu.


Saat Tyas tengah asik mengenang kebaikan kedua sahabatnya itu tak terasa air matanya menetes dan nampak nya baik Diah maupun Yesi menyadari hal itu.

__ADS_1


" Lah kok Kamu malah nangis Yas? " Tanya Yesi mengernyitkan dahinya.


" Iya Yas seharusnya Kamu senang dan bahagia karena akhirnya Kamu dilamar oleh pria yang menjadi pilihanMu lakok Kamu malah menangis atau jangan jangan Kamu diganggu lagi sama Si menor badut berjalan itu? " Tanya Diah dengan bersungut sungut.


Yesi dan Tyas kaget bercampur penasaran dengan ucapan Diah barusan yang menyebut badut berjalan , Mereka bingung siapa sebenarnya yang diberi panggilan badut berjalan itu oleh Diah


" Siapa yang Kamu panggil badut berjalan itu Di? " Tanya Yesi penasaran


" Siapa lagi kalau bukan Maritha si menor badut berjalan itu." Jawab Diah dengan muka judes nya


Dan jawaban Diah barusan itu sukses memancing gelak tawa diantara Ryas dan Yesi , Mereka berdua pun kompak tertawa terpingkal pingkal.


" Aduh ada ada aja Kamu ini Di." Kata Tyas seraya menyeka air matanya itu


" Tapi benarkan kata Ku mana ada coba orang make up se menor itu udah nyamain badut aja jadi sekalian Aku kasih aja panggilan baru badut berjalan." Jawab Diah masih dengan muka judes nya.


" Iya benar juga yang dikatakan Diah itu Yas udah make up nya menor kelakuan judes pula sihhhh." Ujar Yesi dengan ekspresi sebal nya


" Ngebiarin Dia dengan segala kegilaan itu, dih amit amit lagian ngapain Kamu belain Dia Yas jelas jelas Dia ngerugiin Kamu eh Kamu nya malah belain Dia." Kata Diah dengan nada kesal.


" Iya Kamu ini gimana sih Yas kok malah belain Dia jelas jelas Dia membuat pengakuan palsu tentang status nya dengan Mas Naka juga mempermalukan Kamu tempo kok Kamu masih belain Dia." Sahut Yesi menimpali ucapan Diah barusan.


Tyas paham kalau kedua sahabatnya itu tengah sangat tidak senang dengan kata katanya barusan itu kemudian Dia pun merangkul kedua sahabatnya itu seraya berkata.


" Karena Kita nggak berhak memusuhi seseorang yang memusuhi Kita juga Kita nggak berhak menghukum kesalahan juga kekeliruan seseorang terhadap Kita sebab yang punya hak itu semua adalah Allah SWT jadi biarkan saja karma itu datang dan berjalan sebagai mana mestinya tanpa harus Kita ikut campur." Kata Tyas mencoba meredam emosi diantara Yesi dan Diah itu.


" Ah entahlah Kamu itu terlalu baik oya Kamu udah makan belum? " Tanya Diah pada Tyas


Dan belum sempat Tyas menjawab, Yesi menyahut pertanyaan Diah barusan.


" Ya pasti belum lah kan Tyas juga baru datang, gimana kalau Kita masak mie kuah campur cabai campur bakso dan campur sedikit sawi." Ujar Yesi mengajukan ide masak mie itu.

__ADS_1


" Iya lapar ni tadi Kami nggak sempat makan malam soalnya mau cepet cepet nyampai Jakarta yuk cus Kita masak aja." Balas Tyas yang bangkit dari duduknya.


" Ya udah yuk." Sahut Diah


Kemudian Mereka bertiga pun berjalan turun ke lantai bawah dan langsung menuju dapur untuk memasak mie kuah dengan aneka toping campuran itu.


Dan malam ini Tyas memasak mie kuah dengan aneka toping itu dengan porsi yang lumayan sangat banyak, Dia sengaja masak banyak untuk makan malam yang sedikit sudah larut malam itu bersama kedua sahabatnya Diah dan Yesi juga para karyawan nya yang lain itu.


Selesai memasak Mie kuah dan aneka toping itu, Tyas meminta pada Diah dan Yesi juga Dini untuk membantu menyiapkan piring sendok juga kerupuk dan sambal lalu meminta Mereka memabggil karyawan yang lainnya untuk menikmati Mie kuah itu bersama sama


Dan tak lupa Tyas juga meminta ke Dini untuk mengeluarkan kue yang tadi Dia bawa dari kampung halamannya untuk dinikmati bersama dengan karyawan yang lainnya itu sambil mengobrol membahas seputar cake yang orderan semakin lama semakin rame saja juga membahas menu sarapan pagi yang akhir akhir ini mengalami peningkatan penjualannya via online.


Malam itu suasana di ruko yang disewa oleh Tyas sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya Tyas benar benar hangat penuh kekeluargaan tidak ada jarak sama sekali mana majikan mana karyawan, Mereka makan bersama dengan menu yang sama tidak ada jarak diantara Mereka dan hal ini sangat sering Tyas lakukan guna menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara Mereka.


Hingga tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat malam pun semakin larut dan Mereka semua pun membubarkan diri untuk istirahat guna mere charge tenaga guna menghadapi kesibukan dan aktivitas yang padat esok hari.


Pagi pun datang sinar mentari menyambut dengan cahaya keemasannya menghangatkan bumi beserta isinya itu dan di kediaman keluarga besar Bagaskara terlihat Mbok Rah dengan di bantu Mbak Murti tengah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk Eyang Putri, Naka dan Mereka semua tentunya.


" Selamat pagi Eyang." Sapa Naka yang berjalan menuruni tangga dan langsung menghampiri sang Eyang yang terlihat tengah memberi makan ikan hias dikolam itu


" Pagi juga sayang." Balas Eyang Putri seraya mencium pipi Naka.


Kemudian Mereka terlihat mengobrol sebentar hingga akhirnya Seketaris Anton datang dan mengabari kalau pagi ini Naka harus menghadiri rapat dengan para kepala cabang anak perusahaan Bagaskara grup itu.


" Kalian nggak sarapan dulu apa, tuh Mbok Rah sudah masak." Kata Eyang seraya menunjuk kearah Mbok Rah


" Tidak Eyang Terima kasih, Kami ada urusan yang sangat penting." Jawab Seketaris Anton


" Oh ya sudah Kalian hati hati di jalan." Sahut Eyang Putri


Kemudian Mereka berdua pun berpamitan untuk langsung berangkat ke kantor , dan ada sesuatu yang lupa dibawa oleh Naka pagi itu apakah benda yang ketinggalan itu???????

__ADS_1


__ADS_2