Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Tulip putih


__ADS_3

Saat Tyas yang di Jakarta sedang istirahat karena kecapekan pulang kerja dan ditambah harus pulang jalan kaki .


Lain hal nya dengan yang Ditya dan Wati rasakan , Mereka berdua tengah duduk berdampingan di sofa samping ranjang tempat Budhe di rawat sembari menikmati cemilan yang tadi Ditya beli di minimarket dan selayaknya pasangan kekasih yang lama tidak bertemu Wati yang memang sifat nya agresif ini menyandarkan kepalanya dipundak Ditya sambil mengapit lengan Ditya seakan akan enggan menjauh dari Ditya.


"Mas Adit sudah lama ya kita tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini Aku kangen Mas ." Kata Wati dengan manja nya .


Ditya menoleh kearah Wati dan mengangguk membenarkan kata Wati barusan dan memang benar semenjak Ditya menikah dengan Tyas Mereka sudah jarang menghabiskan waktu waktu bersama Adit selalu beralasan capek kantor sedang sibuk dan lain lainnya .


" Tapi hari ini kita kan bersama to ?" Tanya Adit sembari menoel hidung Wati .


" Iya Mas Adit Aku boleh tanya nggak ?" Tanya balik Wati


" Kamu mau tanya apa sih , silahkan saja nanti akan Aku jawab sayang ." Jawab Adit sedikit gemas dengan sikap manja Wati


Ya benar sikap manja Wati itulah yang mampu membuat Adit jatuh cinta pada Wati


" Kok Aku perhatikan Mas Adit sekarang berubah ya ." Balas Wati sambil menegakkan kepalanya lalu menopang dagunya dengan kedua tangan nya itu .


Adit terlihat mengernyitkan dahinya


" Berubah bagaimana maksud nya ?" Tanya Adit


" Mas Adit sekarang dingin nggak hangat seperti dulu apakah kadar cinta di hatimu untuk ku sudah berkurang mas ." Kata Wati lirih dengan mata berkaca kaca .


Adit paham dengan arah pembicaraan Wati tersebut ini pasti berhubungan dengan jarangnya Dia mengunjungi Wati di Yogyakarta.


" Aku minta maaf Dek Aku tidak pernah berubah memang Ku akui sekarang ini Aku jarang menjenguk atau pun menghubungi mu karena kantor benar benar sibuk Aku lembur terus ingat Dek Aku tengah berjuang cari uang untuk menabung demi masa depan nanti jadi tolong kamu memakluminya juga asal Kamu tau kadar cinta itu tidak akan berubah ."Kata Adit mencoba menjelaskan ke Wati alasan nya jarang ke Yogyakarta .


" Baik lah Mas Aku memakluminya Kamu juga harud ingat Mas untuk jaga hatimu hanya untuk ku saja ." Balas Wati


Karena malam semakin larut Adit menyuruh Wati untuk tidur di ranjang samping ranjang Budhe kebetulan Adit menyewakan kamar vip untuk Budhe dengan doble ranjang , Sedang dirinya memilih tidur di sofa saja .


Pagi pun tiba seperti rutinitas biasanya Tyas meski dia dapat jadwal Shift kerja malam Dia tetap bangun pagi pagi sekali dan rutinitas nya seperti biasa dimulai dari masak saraan di dapur dan dilanjutkan dengan urusan pakaian kotor


Tyas merasa aneh kok pagi ini Mas Ditya tumben belum bangun biasanya Dia sudah bangun dan bantu bantu merapikan lantai rumah juga merapikan cucian kok hari ini belum muncul ah mungkin sedang mandi guman Tyas lirih


Hingga hampir pukul tuju Ditya belum juga menunjukan batang hidungnya hal ini membuat Tyas sedikit resah bercampur kawatir kok Mas Ditya belum juga keluar kamar untuk sarapan ya apakah Dia sakit kata Tyas dalam hati .


Kemudian Tyas memberanikan diri mengetuk pintu kamar milik Ditya dan anehnya tidak ada sahutan jawaban dari dalam , Tyas pun kawatir terjadi apa apa pada Ditya dan Dia pun memberanikan diri membuka pintu kamar Ditya dan tidak mendapati Ditya dikamarnya Tyas lalu memanggil manggil Suaminya itu


" Mas Ditya Mas sudah siang lo Mas ." Panggil Tyas sembari mengetuk pintu kamar mandi


Tyas berdiri di depan pintu kamar mandi agak lama hampir empat menit tapi yang ditunggu tetap tidak keluar aneh guman Tyas kemudian Dia pun mengulangi mengetuk pintu itu hingga tiga kali tapi tetap tidak ada jawaban .


Tyas yang merasa kawatir bercampur bingung takut terjadi apa apa dengan Ditya di dalam kamar mandi itu pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi milik Ditya dan Tyas tidak mendapati Ditya di dalam kamar mandi alias kosong .


Segera Tyas memeriksa ruang ganti baju mereka dan sama hasilnya nihil , Tyas segera kembali ke kamar pribadinya dan mengambil hp nya lalu mencoba menghubungi Ditya


Tutttttttt


Tuttttttt


Tutttt


Terdengar nada dering itu tersambung tapi tidak diangkat oleh Ditya dan Tyas sedikit curiga sepertinya Dia mendengar nada dering hp milik Ditya segera Dia mencoba menghubunginya kembali dan ternyata benar hp Ditya ada di kamar tidur milik Ditya .


Tyas menjadi semakin kawatir takut terjadi apa apa dengan Ditya segera Dia mencoba menghubungi Manager Wiland bertanya apakah mengetahui keberadaan Ditya hasilnya nihil Wiland tidak tau Ditya ada dimana Dia menyarankan Tyas untuk menghubungi teman sekantor tempat kerja Ditya siapa tau Ditya sudah ada di kantor Wiland juga memberikan kontak ponsel Fredi teman sekantornya Ditya.

__ADS_1


Tyas setuju dengan saran Wiland kemudian Dia segera menghubungi Fredi untuk menanyakan keberadaan Dityaapakah sudah di kantor dan Fredi pun mwmberitahu Tyas bahwa Ditya hari ini tidak masuk kerja Dia ijin cuti Fredi juga memberitahu jika kemarin malam Ditya menghibungi nya


Tyas menjadi semakin kalut kawatir takut dengan hal hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi pada Ditya bercampur menjadi aatu hingga menyebabkan Tyas menangis terisak isak


Sementara itu di rumah sakit Budhe sudah sadar dari pingsannya tadi malam terlihat Beliau sedang minum obat dengan di temani okeh Adit dan juga Wati di sampingnya .


" Terima kasih banyak ya Nak Adit atas semua bantuanmu juga Budhe minta maaf karena merepotkan Nak Adit ." Kata Budhe sembari meraih tangan Adit


" Sama sama Budhe kan tidak yang merasa di repotkan kok ." Balas Adit sopan .


Sedangkan Wati hanya menyimak percakapan antara Adit dan Budhe itu diam diam Wati tengah menganggumi sosok Adit ini yang secara fisik cukup tampan mapan orang nya baik dan secara sikap Adit lembut sopan dan penuh kasih sayang


Dia juga berdoa dalam hati semoga cepat diberikan restu oleh kedua orang tua Adit agar Dirinya dan Adit bisa cepat menikah


" O ya Budhe ,Wati maaf ya nanti sore Adit harus kembali ke Jakarta karena besok ada rapat kantor ." Kata Adit


" Lah kok buru buru Mas ?" Sahut Wati cemberut .


Melihat Wati sedang merajuk itu Adit segera mendekatinya


" Iya sayang Aku harus kerja nanti kalau ada waktu luang tak kesini lagi ." Balas Adit sambil mengelus elus rambut Wati


Sementara itu Budhe hanya tersenyum melihat kemesraan keponakaan nya itu .


" Iyya nggak papa Le Adit terima kasih banyak ya ." Kata Budhe .


Setelah melanjutkan obrolan cukup lama Adit pun berpamitan dengan Budhe juga Wati dan sebelum pulang Adit menyempatkan diri membelikan makan aneka cemilan dan minuman untuk Wati karena Wati suka ngemil Dia juga memberitahu Budhe bahwa kamar tempat Budhe di rawat berikut obat kbatan dan tindakan Dokter sudah dibayar lunas oleh Adit


Dan sekali lagi Budhe merasa terharu atas semua kebaikan Adit pada dirinya juga pada Wati Budhe berharap agar Wati dan Adit bisa berjodoh dunia akhirat dan secepatnya bisa dilancarkan semua urusannya hingga menikah .


Di Jakarta Tyas menangis mencari cari dimana Ditya berada Dia terlihat duduk di sofa sembari meringkuk menangis Dia diliputi rasa kekawatiran ketakutan yang luar biasa tentang keselamatan Ditya


Dia enggan menghubungi kedua Orang Tua juga kedua Mertua nya di kampung halaman takut membuat mereka panik Tyas pun mengikuti saran dari Mas Gunawan suami Mbak Rina kalau sampai sore nanti Ditya tidak pulang maka lapor polisi lah jalan keluar satu satu nya Dia hanya bisa berdoa semoga Ditya baik baik saja dan segera kembali .


" Ah Pasti Tyas kebingungan mencariku betapa cerobohnya Aku pergi tanpa pamit lupa bawa hp pula ." Guman Ditya lirih dalam mobil perjalanan pulang ke Jakarta


Ditya mengemudikan mobilnya cukup ngebut lewat jalan tol menuju Jakarta hingga tak terasa hampir sampai dikota apartemen tempat nya dan Tyas tinggal Ditya menyempatkan diri mampir ke toko penjual bunga bermaksud membeli bucket bunga untuk Tyas .


" Selamat sore Tuan ada yang bisa Saya bantu ? Tanya pelayan toko bunga dengan sopan .


" Selamat sore juga Mbak ini saya mau cari bunga lambang permintaan maaf kira kira apa ya yang cocok ." Jawab Ditya kebingungan karena selama hidupnya baru kali ini Dia membeli bunga untuk di berikan ke wanita


Ya benar mulai dari awal kenal lalu pacaran dengan Wati dulu hingga sekarang Dirinya belum pernah membeli bunga untuk Wati Ditya selalu membelikan jepitan rambut sesuai permintaan Wati dan mengajak nya jalan jalan hunting kuliner karena memang Wati lebih suka kulineran dan lebih suka jepitan daripada bunga berbeda dengan Tyas yang lebih elegant Tyas tidak terlalu suka jajan sembarangan diluar Dia lebih suka memasak dirumah dan jalan jalan ke tempat tempat rekreasi tempat hiburan juga lebih suka di rumah meski hanya beres beres rumah saja karena Tyas sangat mencintai rumah yang selalu bersih .


" Oh maaf Tuan untuk pasangan atau untuk siapa ya bunganya ?" Tanya pelayan tersebut .


" Iya untuk seseorang yang spesial Mbak dan tolong pilihkan yang paling bagus ." Jawab Ditya


Pelayan itu pun paham kemudia Dia mengajak Ditya berjalan menuju barisan bucket bunga tulip putih yang sangat cantik canti ada yang sudah mekar ada pula yang masih kuncup , Kemudian pelayan tadi memberitahu Ditya makna dari bunga tulip putih adalah lambang perminta maafan pelayan juga menunjukan pilihan bunga yang lainnya


Nampak nya Ditya cukup senang dengan penjelasan dari pelayan tadi dan setelah berpikir sejenak akhirnya Ditya memutuskan untuk membeli satu ikat besar bunga tulip putih yang cantik dan wangi semerbak itu ada yang mekar dan ada pula yang masih kuncup .


" Pilihan yang bagus Tuan ini bunga tulip putihnya dan pasti pasangan anda akan merasa tersanjung senang semoga Anda dan pasangan Anda tetap diliputi kebahagiaan abadi Tuan ." Kata Pelayan toko bunga itu mendoakan sambil menyerahkan bucket bunga untuk Ditya


" Terima kasih Mbak atas doanya dan semoga toko anda semakin laris heheheh ." Balas Ditya


" Sama sama Tuan terima kasih atas kedatangannya ." Kata pelayan Toko bunga tersebut

__ADS_1


Setelah urusan bayar membayar sudah selesai Ditya masuk ke mobilnya setelah menaruh bunga tulip di bangku yang biasa Tyas duduki itu Ditya pun melajukan mobilnya ke jalanan arah pulang ke apartemen .


Kurang dari lima belas menit Ditya sudah sampai di parkiran mobil lantai bawah apartemen segera Dia mematikan mesin mobil dan keluar tak lupa membawa bunga tersebut berjalan menuju lift naik ke unit tempat tinggal nya .


Sesampainya di depan pintu tempat tinggalnya Ditya segera merogoh saku celananya untuk mengambil kunci pintu rumah lalu membukanya pelan pelan kemudian Dia pun masuk dan mengunci pintunya kembali Dia melihat Tyas tengah meringkuk di sofa depan tv sembari terisak isak menangis hingga tertidur


Hati Ditya teriris sakit melihat keadaan Tyas saat itu rasa bersalah menusuk relung hatinya hingga tanpa sadar air matanya menetes dipipi Dia jongkok dihadapan wajah Tyas tangannya satu memegang bucket bunga satunya membelai anak rambut di dahi Tyas .


" Mas Ditya dimana kah kamu Mas ?" Kata Tyas dengan mata terpejam tidur mengigau


" Dek , Mas ada di sini maafkan Mas ya Dek ." Balas Ditya dengan menggenggam tangan Tyas .


Tyas pun terbangun lalu duduk memandangi Ditya yang masih berjongkok di depan nya itu


" Mas Ditya apakah ini benar kamu Mas apakah Aku sedang bermimpi Mas ?"Tanya Tyas sembari mengucek ucek mata nya


" Iya Dek benar ini Aku , Maaf kan Aku Dek ." Jawab Ditya sembari bangun dari jongkoknya dan duduk di samping Tyas


Tyas pun menangis lega karena Ditya sudah kembali dan sangking sennag nya secara refleks Tyas memeluk Ditya


" Mas kenapa meninggal kan Aku kemarin tanpa pamit Kamu kemana saja mas ?" Tanya Tyas dengan terisak isak di pelukan Ditya


Ditya membalas pelukan Tyas itu dan semakin sakit hatinya melihat Tyas menangis terisak isak dan merasa sangat berdosa padanya


" Maafkan Aku Dek yang pergi tanpa pamit kemarin karena Aku buru buru dan lupa membawa hp Aku menemani teman ku di rawat di rumah sakit karena Dia belum punya pengalaman di rumah sakit." Jawab Ditya setengah berbohong .


Tyas mengangguk paham Dia pun sadar kalau dirinya kini tengah memeluk erat Sang Suami dan dengan malu malu Tyas pun melepaskan pelukan itu


pelukannya itu


Ditya menyadarinya lalu berkata ke Tyas


" Ini bunga untuk Mu Dek kuharap kamu mau memaafkan Aku ." Kata Ditya sembari menyerahkan bucket bunga untuk Tyas


Tyas merasa senang menerima bucket bunga Tulip warna putih itu Dia mencium bunga itu


" Terima kasih banyak ya Mas bunganya wangi sekali , Aku sudah memaafkan Kamu kok tapi janji ya lainkali jangan diulangi lagi pergi tanpa pamit dan kabar ." Balas Tyas ceria kembali


" Iya Aku janji demi kamu Aku nggak akan begini lagi ." Sahut Ditya sembari membelai rambut Sang Istri


Tiba tiba ada rasa rindu yang kuat di dada Ditya terhadap Tyas yang mendorongnya mendekat ke arah Tyas lalu mencium pipi Tyas dengan lembut


Tyas tersontak kaget dengan perlakuan Ditya itu Dia sedikit menjauh dari Ditya


Ditya yang melihat wajah kebingungan Tyas pun paham dan segera menjauh dari wajah Tyas


" Maaf Dek ." Kata Ditya dengan sedikit tersenyum malu


bersambung 😘😘😘😘😘


Hay pembaca tercinta nya mamak maafkan mamak yang dua hari ini tidak aploud episode baru karena anak mamak sedang sakit jadi mamak tidak konsen menulisnya kuharap para pembaca budiman ku berkenan memakluminya


Juga mohon doa nya agar anak mamak cepat sembuh seperti sediakala


Terima kasih sebelumnya


Yuk ddukung mamak agar novel ini bisa berkembang menajdi lebih baik lagi dengan cara like , koment saran dan kritikan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2