
Hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan pun berganti bulan hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat nya.
Kini usaha yang dirintis Tyas itu berkembang cukup pesat sekarang Mereka bukan hanya melayani menu sarapan, kopi dan cake saja namun juga melayani pesanan untuk acara penting penting dikantor maupun arisan kaum sosialita.
penjualan nya cukup baik bahkan sangking banyak nya orderan membuat Tyas dan kedua sahabat nya itu kuwalahan hingga akhirnya Tyas menambah empat pegawai baru di ruko miliknya.
Pendapat yang di dapat Tyas dari hasil jualan menu sarapan dan menu lainnya itu kini juga lumayan besar , Dan sukses merubah Tyas menjadi bos atas usaha yang dirintis nya itu.
Meskipun kini Tyas memiliki enam karyawan yang membantu nya di ruko itu namun nyatanya Tyas ungkang ungkang kaki layaknya bos pada umumnya, Dia masih saja terjun memasak untuk menu jualan tersebut
Tyas tak pernah menempatkan dirinya adalah bos di situ karena Dia berpikir Mereka sama sama bahu membahu mengerjakan pekerjaan di ruko tersebut tak ada yang berubah pada diri Tyas semua nya masih saja sama baik itu secara sikap maupun perilaku Tyas masih seperti dulu tidak ada yang berubah.
Jika sebagian orang menggunakan uang pendapatan nya untuk bersenang senang dengan membeli barang barang mewah nanti mahal atau pun membeli kendaraan mewah lainnya, berbeda dengan Tyas Dia memilih menabung kan uangnya sebagian Dia gunakan untuk membeli kendaraan untuk mengantar pesanan cake maupun menu lainnya .
Tyas benar benar memanfaatkan uang nya untuk hal hal positif demi masa depannya nanti, dan kini dirinya sudah mampu membayar uang sewa ruko tersebut meskipun Mas Gunawan ngotot untuk membantu membayar kan nya namun Tyas bersikeras untuk membayar nya sendiri.
Yang berubah hanya penampilan Tyas saja, Sekarang Tyas semakin cantik saja kulit nya putih rambut nya panjang dan tubuh yang tinggi dan ramping nyaris tanpa lemak , meski hari harinya hanya berkutat di dapur dan terkadang melayani pembeli namun nyatanya penampilan Tyas terlihat sangat cantik dengan gaya rambut cepolnya.
Kecantikan Tyas mampu menarik perhatian kaum adam yang melihatnya, tak terkecuali Naka dan Wiland yang kini dengan terang terangan menabuh genderang persaingan memperebutkan hati Tyas itu.
Wiland kini semakin getol melakukan pendekatan pada Tyas, jika dulu Dirinya jarang mengunjungi ruko milik Tyas maka sekarang berbeda dirinya sering ke ruko bahkan bisa dibilang setiap hari.
Dia merayu Tyas dengan membawakan makanan kesukaan Tyas maupun menawarkan diri untuk ikut membantu nya mengerjakan pekerjaan di ruko itu.
Sore itu seperti biasa Wiland datang ke ruko milik Tyas, Dia berjalan mendekati Tyas yang tengah sibuk mencatat pesanan cake untuk arisan ibu ibu sosialita.
" Hay Yas, sedang sibuk ya." Sapa Wiland seraya duduk di samping Tyas
" Hay juga Mas, ah nggak ini Aku lagi nyatatin pesanan orang aja ." Balas Tyas seraya tersenyum manis menoleh kearah Wiland
" Malam ini Kamu ada acara nggak? " Tanya Wiland
__ADS_1
" Nggak ada acara , memangnya ada apa Mas? " Tanya Tyas balik
" Aku mau ngajak Kamu makan diluar tapi Kita berdua aja ya." Jawab Wiland seraya menatap Tyas
" Tumben Kamu ngajak Aku makan malam berdua Mas, ada apa ni kok Aku jadi curiga hahaha." Balas Tyas
" Ya nggak ada apa apa Aku cuma pengen ngajak Kamu makan malam aja gimana bisa kan? " Ucap Wiland
" Ok, jam berapa Mas biar Aku siap siap." Balas Tyas
" Nanti jam tujuh Aku jemput Kamu ya dan sekarang Aku mau pulang dulu mandi." Sahut Wiland seraya berpamitan pulang
Tyas segera bangkit dari duduknya dan memanggil Yesi .
" Yesi tolong simpan buku ini ya Aku mau mandi dan siap siap dulu." Kata Tyas seraya menyerahkan buku yang bertuliskan catatan pesanan orang itu
" Memangnya Kamu mau kemana Yas? " Tanya Yesi
" Tadi Mas Wiland kesini terus Dia ngajak Aku makan malam berdua." Balas Tyas
" Aku juga kaget kok nggak biasanya Mas Wiland ngajak Aku makan malam berdua saja ya udah Aku siap siap dulu ya." Ucap Tyas yang juga bingung dengan ajakan Wiland itu
Tyas segera berjalan ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi untuk mandi kemudian ganti baju.
Dan tara si miss kepo yang tak lain adalah Diah, terlihat berjalan masuk kedalam kamar milik Tyas dan kebetulan Tyas tengah memoleskan make up tipis diwajah ayunya
" Duh duh dandan cantikk nie yang mau ngedate." Ucap Diah seraya mendudukan diri diatas kasur milik Tyas.
" Ngedate apa an sih wong cuma makan malam biasa aja. " Balas Tyas seraya mengoleskan lipstik di bibib nya
" Tu buktinya Kamu aja dandan dan nggak biasanya Mas Wiland ngajak Kamu makan malam berdua begini dan pasti ada tujuan lain atau jangan jangan Dia mau ngelamar Kamu Yas? " Tanya Diah dengan wajah penasaran.
__ADS_1
" Dih mulai ngawur nggak mungkin juga kali, lagipula Aku masih ingin menikmati kesendirian ku ini tanpa beban tanggung jawab terhadap pasangan dan yang paling penting Aku tidak mau dengan Mas Wiland sebab Dia itu sahabat karibnya Mas Ditya mantan Ku." Jawab Tyas dengan nada tegas.
" Iya juga sih kalau misalnya Kamu dan Mas Wiland punya hubungan spesial pasti Kamu akan kesulitan melepaskan diri dari bayang bayang masa lalu bersama Si brengsek Ditya." Balas Diah sedikit emosi
" Ya apa yang Kamu ucapkan adalah benar dan sekarang Aku mau berangkat dulu bestie." Sahut Tyas seraya berpamitan berangkat menunggui jemputan dari Wiland
Tak berselang lama Wiland datang dan langsung membuka pintu mobilnya kemudian meminta Tyas untuk segera masuk
" Kamu cantik sekali malam ini Yas." Puji Wiland saat Tyas sudah masuk kedalam mobil.
Tyas hanya tersenyum manis seraya duduk disamping Wiland dan tak lupa Dia juga memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.
Kemudian Mereka berdua pun berangkat menuju sebuah restoran mewah dan kebetulan nya Wiland sudah memboking meja untuk dirinya dan Tyas.
Pelayanan Restoran tersebut segera mengantarkan Wiland dan Tyas ke meja pesanan nya Wiland kemarin itu dan Mereka pun sekalian memesan makanan juga minuman.
Tak berselang lama pesanan Mereka pun datang, Dan sebelum makan Wiland tiba tiba meraih tangan Tyas
Tyas kaget kenapa tiba tiba Wiland meraih tangannya ada apa ini sebenarnya guman Tuas dalam hati.
" Yas maafkan Aku, Aku pengen ngomong sebentar." Ucap Wiland seraya menatap wajah Tyas
"Ada apa Mas." Balas Tyas yang mulai curiga
" Sebenarnya Aku sudah lama memendam perasaan ini sebab Aku tak berani mengutarakan nya namun kini Aku sudah berani mengatakannya pada Mu." Kata Wiland serius
" Ada apa Mas sebenarnya?" Tanya Tyas dengan Wajah penuh curiga
" Yas sebenarnya Au mencintai Kamu dan malam ini Aku berniat melamar Mu untuk jadi istri Ku Aku berharap Kamu mau menerima nya Yas." Jawab Wiland serius
Tyas sangat kaget dengan ungkapan jujur yang baru saja di ucapkan Wiland barusan dan kecurigaan Diah ternyata benar adanya bahwa malam ini bukan acara makan malam biasa.
__ADS_1
Terlihat Tyas menunduk berpikir cukup lama mungkin saja Dia tengah memikirkan sekaligus menyusun kata kata untuk memberi jawaban pada Wiland
" Gimana Yas, kamu mau menerima nya kan? " Tanya Wiland mencoba mengulangi pertanyaan nya barusan