
Pagi pun tiba Naka pun telah rapi dengan kemeja dan jas nya dan seperti rutinitas biasanya Dia bersiap turun ke lantai bawah kediaman keluarga besar Bagaskara menemui Eyang Putri yang sudah menunggunya sedari tadi untuk sarapan bersama sebelum dirinya berangkat kerja.
" Selamat pagi Eyang." Sapa Naka seraya mencium pipi kanan dan pipi kiri Eyang Putri orang sangat disayangi dalam hidup nya itu
" Pagi juga cucu Eyang yang semakin hari semakin tampan saja." Balas Eyang Putri seraya menepuk pundak Sang Cucu satu satu nya itu.
Naka pun tersenyum manis dan segera duduk di kursi sebelahnya Eyang Putri lalu segera menyantap menu sarapan yang dimasak oleh Mbok Jum pagi ini.
"Eyang, Naka berangkat dulu ya. " Pamit Naka seraya bangkit dari duduk nya.
" Lo sayang kok nggak dihabiskan dulu sarapan Mu itu.? Tanya Eyang Putri seraya meletakkan sendok nya di piring makan
" Nggak Eyang, Naka ada urusan ." Jawab Naka
" Iya sayang Kamu hati hati ya, dan ingat tolong cari keberadaan Tyas ya Eyang kangen banget." Balas Eyang Putri
Naka pun tersenyum dan mengangguk dan segera berjalan keluar berangkat ke kantor dan sudah dapat di tebak Dia terlebih dahulu mampir ke ruko tempat Tyas berharap Dia sudah kembali.
" Pagi Mas Naka." Sapa Yesi sesaat setelah Naka terlihat memasuki ruko tersebut
" Pagi juga Yes, Tyas sudah kembali belum? " Tanya Naka seraya celingak celinguk mencari keberadaan Tyas
" Belum Mas, Tyas belum kembali." Jawab Yesi seraya berjalan meladeni pembeli yang datang.
__ADS_1
" Hay Mas." Sapa Diah yang tiba tiba muncul dari arah dapur
" Hay juga Di, bisa Kita bicara sebentar? " Tanya Naka dengan nada serius.
Diah terlihat sedikit bingung dengan pertanyaan Naka barusan, ada hal penting apa yang mau Dia bahas dan tentu saja Diah yakin pasti akan membahas soal Tyas.
Dan Diah pun mengajak Naka naik ke lantai atas dan mempersilahkan nya duduk di kursi tuang tamu yang biasa Tyas duduki itu kemudian Dia pun bertanya pada Naka.
" Ada hal penting apa yang mau Kamu bahas Mas? " Tanya Diah seraya menatap wajah Naka dengan tatapan serius tidak seperti biasanya yang sedikit slengean
" Di, Aku minta maaf sebelumnya Kamu tau kan kalau Aku mencintai Tyas sepenuh hatiku dan hubungan Kami ini sudah diketahui oleh masing masing kedua belah pihak keluarga Kami dan alhamdulillah nya Mereka semua sudah merestui hubungan Kami dan Aku yakin Kamu tau kan kalau hubungan Kami sedang bermasalah akibat kesalah pahaman diantara Tyas yang akhirnya mengetahui status Ku yang seorang CEO dan juga pengakuan palsu nya Maritha ? " Tanya Naka dengan nada datar.
" Ya Aku tau Mas, Tyas sedang dikuasai emosi akibat salah paham nya itu namun yang ingin Aku tanyakan ke Kamu kenapa Kamu sembunyikan status Mu yang seorang CEO itu kepada Kami khususnya ke Tyas? " Kata Diah seraya kembali bertanya pada Naka.
" Ya Aku bisa memaklumi nya Mas, lalu bagaimana dengan ucapan pedas Maritha yang mengatai Tyas kalau Tyas ini adalah cewek matre Dia mendekatimu hanya gara gara mengincar hartaMu saja, Maritha mempermalukan Tyas di depan para pelanggan yang datang Mas dan ditambah lagi dengan adegan yang dilihatnya dikantor Mu. " Balas Diah dengan nada tersengar sedikit emosi
Naka kaget dengan ucapan Diah barusan yang memberi tahunya kalau Maritha sudah mempermalukan Tyas di depan pembeli yang datang juga kejadian di kantor kemarin dan secara tidak sadar Naka menduga kalau Maritha lah yang merencanakan semua kejadian dikantor kemarin siang itu hingga membuat Tyas minggat.
" Kenapa Kamu diam Mas, ayo jawab pertanyaan ku? " Kata Diah seraya menatap Naka
" Aku benar benar tidak tau kalau Maritha datang kesini dan mempermalukan Tyas di depan para pembeli yang datang dan Aku merasa kalau kejadian dikantor tempo hari itu adalah rencana nya Maritha yang mau merusak hubunganKu dengan Tyas dan akan Aku pastikan Dia akan membayar nya mahal atas semua ini."Jawab Naka seraya mengeratkan kepalan tangannya itu.
" Lalu apa yang akan Kamu lakukan sekarang ? " Tanya Diah kepada Naka
__ADS_1
" Tolong beritahu Aku dimana alamat rumah Tyas, Aku ingin menjelaskan semua kesalahan pahaman ini Aku tidak ingin kehilangan Tyas Aku mohon Di."Jawab Naka seraya memohon pada Diah sahabat karibnya Tyas itu.
Diah kaget dengan permohonan Naka barusan ya meskipun Dia sudah menduga kalau Naka pasti akan meminta alamat itu karena Diah yakin Naka benar benar mencintai Tyas namun nyatanya Dia tidak berani memberi tahunya.
" Maaf Mas Naka, Aku tidak bisa memberi tahumu sebab ini amanat Tyas kalau Dia tidak mau Kami memberi tahu Kamu tentang alamat tempat tinggal kedua Orang Tuanya tersebut." Jawab Diah berusaha jujur menyampaikan kemauan Tyas.
" Tapi Di, Aku mohon beri Aku kesempatan untuk bertemu dengan Tyas." Balas Naka seraya memohon kepada Diah
Diah menjadi tidak tega, Dia melihat sinar kejujuran dan ketulusan dipanacatan netra milik Naka itu, Namun Dia tidak berani memberi tahunya secara jelas dan gamblang hingga hanya memberi tahunya lewat kisi kisi saja.
" Maaf Mas Naka, Aku tidak memberi tahuMu secara detail sebab ini adalah amanah Tyas, Aku hanya memberitahu mu sedikit petunjuk Dia ada di salah satu kota dengan julukan kota dingin di daerah Jawa Timur itu saja petunjuk dari Ku Mas." Jawab Diah mencoba memberi tahu Naka alamat Tyas berada.
"Terima kasih banyak Di atas kebaikanMu memberi sedikit petunjuk untuk Ku kalau begitu Aku pamit dulu ya ada meeting pagi ini dan jangan lupa doakan agar Aku cepat bisa menemukan keberadaan Tyas." Balas Naka seraya berpamitan untuk berangkat kerja
" Iya Mas, hati hati dan semoga saja Kamu bisa cepat menemukan dimana Tyas berada." Sahut Diah seraya tersenyum manis
Naka pun mengangguk dan segera kelua ruko lalu mengendarai mobilnya untuk segera berangkat ke kantor karena pagi ini ada meeting dengan para dewan direksi yang salah satu agendanya adalah membahas tentang penarikan saham milik Bagaskara di perusahaan milik Wijaya Pranoto yang tak lain adalah ayah nya Maritha .
Tak berselang lama anak-anak telah sampai di kantor nya dan segera masuk kedalam ruang kerjanya, dan seperti biasa deretan agenda kerja seharian milik Naka sudah disusun sedemikian rapi oleh Seketaris Anton
" Tuan mana pesan yang dikirim oleh Nona, biar diselidi oleh anak buah Kita? " Tanya Seketaris Anton seraya berdiri di depan Snah Majikan.
" Ini, oya tadi Diah memberi Aku kisi kisi kalau Tyas ada di salah satu kota dingin di daerah Jawa Timur dan dan sekarang Aku minta Kami cepat selidiki dimana Dia berada " Kata Naka seraya menyerah kan ponselnya pada Seketaris Anton segera mengangguk paham dengan ucapan Seketaris Anton barusan, dan Dia pun segera keluar ruangan lalu segera menghubungi anak buahnya yang ahli tentang pencarian orang lewat internet itu.
__ADS_1