
Tak berselang lama dokter yang menangani Tyas pun keluar dari ruang ICU dengan diikuti oleh para Suster di belakang nya.
Naka yang melihat Sang Dokter keluar dari ruang ICU itu segera beranjak berjalan menghampiri Dokter tersebut dengan maksud bertanya tentang keadaan Tyas juga bayi dalam kandungannya itu.
" Maaf Dokter bagaimana keadaan istri Saya juga bayi dalam kandungan nya? " Tanya Baka dengan wajah penuh kecemasan.
Kebetulan Dokter kandung senior yang menangani Tyas ini sudah sangat hafal dengan Naka hingga Beliau pun mengajak Naka keruang kerjanya untuk membicarakan keadaan Tyas juga bayi dalam kandungannya itu.
" Dokter bagaimana keadaan istri Saya juga bayi dalam kandungannya? " Tanya Naka sesaat setelah Mereka telah sampai di dalam ruang kerjanya Dokter ahli kandungan
" Silahkan duduk dulu Tuan Saya akan menjelaskan kondisi Nona Tyas saat ini.' Jawab Dokter kandungan tersebut seraya mempersilakan Naka untuk duduk di kursi depan meja kerjanya itu
Naka pun mengangguk lalu segera duduk berhadapan dengan Dokter kandungan itu.
" Tuan sebelumnya Saya ucapkan beribu ribu maaf kalau nanti apa yang Saya sampai kan berdampak buruk untuk Anda." Kata Dokter kandungan tersebut.
" Ya, Dokter tolong segera Anda jelaskan keadaan istri Saya juga bayi Kami jangan membuat Saya semakin cemas begini." Sahut Naka yang terlihat sangat cemas
Dokter kandungan itu pun terlihat menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan nya panjang sembari menyusun kekuatan untuk mulai menjelaskan keadaan Tyas pada Naka suaminya itu.
" Kondisi Nona Tyas saat ini sangat lemah Tuan Beliau mengeluarkan banyak darah hingga membuat nya lemas dan alhamdulillah nya sudah dapat Kami atasi dengan baik." Kata Dokter tersebut mulai menjelaskan keadaan Tyas
" Alhamdulillah Dokter, lalu bagaimana keadaan calon anak Kami yang ada di dalam kandungannya itu? " Tanya Naka
" Kami mohon maaf Tuan bahwasan nya Kami harus memberitahu Anda tentang kabar buruk ini kepada Anda." Jawab Dokter tersebut yang nampak menatap Naka dengan serius
" Kabar buruk apa itu Dokter, Calon anak Kami baik baik saja kan? " Tanya Naka dengan kecemasan tingkat tinggi
" Sekali lagi Kami mohon maaf Tuan, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolong Bayi yang ada di kandungannya Nona Tyas namun nampaknya Allah lebih menyayangi bayi itu Tuan." Jawab Dokter tersebut dengan nada serius
" Apa maksud Anda Dokter? " Tanya Naka dengan tatapan serius penuh kekhawatiran.
Dokter tersebut nampak menghela nafasnya panjang, Beliau nampak ragu menyampaikan kabar buruk tersebut namun ini sudah menjadi tugasnya untuk menyampaikan kondisi yang sesungguhnya mengenai kondisi pasien yang sebenarnya tanpa mengurangi atau melebihi fakta yang ada.
" Jawab Dokter apa maksud ucapan Anda barusan? " Kata Naka mengulangi pertanyaan nya barusan.
" Tuan mohon maaf sebelumnya bayi dalam kandungan Nona Tyas tidak dapat Kami Selamat kan dengan kata lain bayi itu gugur akibat benturan keras kecelakaan yang menimpa Nona Tyas." Jawab Dokter tersebut
Naka nampak kaget mendengar jawaban Dokter tersebut sungguh Dia sangat terkejut mendengarnya.
__ADS_1
" Apaaaaaaa, Anda tidak salah memeriksa kan Dokter? " Tanya Naka
" Tidak Tuan, Saya tidak salah periksa benturan keras tubuh Nona Tyas yang menghantam jalan itu membuat kandungan Nona mengalami sedikit robekan juga kontraksi hebat yang menyebabkan bayi itu tidak mampu bertahan hingga gugur seketika dan sepertinya Nona ini mengalami semacam tendangan hebat pada bagian perutnya ." Jawab Dokter
Naka yang mendengar oenuturan Dokter tersebut itupun terlihat sangat kaget hatinya hancur berkeping-keping manakala mendengar kalau sepasang bayi yang ada di kandungan Tyas itu gugur sungguh Dia tidak bisa membayangkan betapa histeris nya Tyas saat Dia mengetahui kalau bayi dalam kandungannya itu telah tiada.
Naka terus saja melamun membayangkan kejadian yang menimpa istrinya itu dengan penuh kesedihan hingga tanpa Dia sadari air matanya jatuh menetes membasahi pipinya.
" Tuan ,Anda baik baik saja kan ? " Tanya Dokter tersebut memastikan apakah Naka baik baik saja
" Ya, Aku baik baik saja Dokter meskipun seperti yang Anda tau betapa hancurnya hatiKu saat ini." Jawab Naka seraya mengusap air matanya itu
Dokter itupun berusaha menenangkan hati Naka yang nampak sangat terguncang mendengar perkataan Dokter barusan uang memberitahu dirinya kalau Tyas baru saja kehilangan bayi dalam kandungannya itu
" Lalu bagaimana keadaan Istri Saya, Dokter kapan kita kira Dia bisa pulang ? " Tanya Naka
" Keadaan istri Anda saat ini masih belum sadarkan diri Tuan tadi Kami juga sudah memberikan tindakan pembersihan sisa kotoran yang ada di dalam rahimnya dan untuk kapan bisa pulang harus menunggu kondisi Nona pulih terlebih dahulu ya mungkin sekitar lima hari lagi Tuan." Jawab Dokter tersebut
" Terima kasih banyak Dokter sungguh Saya tidak bisa membayangkan wajah kecewa nya saat Dia tau kalau bayi dalam kandungannya telah tiada." Sahut Naka dengan nada lirih
" Sabar Tuan ini adalah ujian untuk Anda dan Istri pasti ada hikmah dari musibah ini Saya tau ini pasti berat bagi Anda dan keluarga namun bagaimana pun juga ini adalah bagian dari takdir hidup yang harus dijalani." Ujar Dokter tersebut menasehati Naka
Naka hanya mengangguk mendengarkan nasehat dari dokter tersebut meskipun hatinya masih merasa sangat sakit tentunya.
" Lalu Saya harus bagaimana? " Tanya Naka
" Anda tidak perlu khawatir Tuan, Kami akan terus memantau juga memberikan pengobatan untuk kesembuhan rahim Nona Tyas hingga siap untuk hamil kembali dan untuk sementara ini Kami menyarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi dulu." Jawab Dokter
" Apapun yang terbaik untuk istri Saya maka Saya akan ngikut dan sekarang Saya mohon beri tindakan yang bagus untuk Tyas agar kondisi nya stabil dan pulih kembali." Sahut Naka
" Baik Tuan akan Kami usahakan semaksimal mungkin." Kaya Dokter tersebut
Setelah berbincang cukup lama Naka pun berpamitan pada Dokter tersebut untuk segera menyusul Tyas yang masih tak sadarkan diri di ruang ICU itu.
Melihat Naka keluar dari ruang Dokter tersebut, Mbok Rah dan Pak Prapto pun segera berlari kecil menyusul Naka yang terlihat beejalan gontai menuju ruang ICU itu.
" Den, bagaimana keadaan Nona juga bayinya? " Tanya Mbok Rah yang nampak sangat cemas itu
Bukannya langsung menjawab pertanyaan itu, Naka malah langsung memeluk erat tubuh pengasuh kecilnya itu dan langsung menumpahkan seluruh air matanya dipundak Mbok Rah Sang pengasuh kecilnya itu
__ADS_1
Hal ini semakin membuat Mbok Rah menjadi sangat cemas bercampur bingung ada gerangan pada diri Tyas hingga membuat seorang Janaka yang biasanya sangat cool dan penuh wibawa itu menjadi menangis layaknya anak kecil yang tengah mengafu pada nenek nya.
" Lah kok malah menangis, apa yang sebenarnya terjadi Den? " Tanya Mbok Rah yang kebingungan itu
" Iya Tuan tolong beritahu Kami tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Nona?" Kata Pak Prapto menimpali ucapan Mbok Rah barusan.
" Mbok hari ini Aku sangat bersedih dan sakit sekali rasanya hati ini kenapa Allah mengujiku sedemikian rupa." Kata Nak seraya melerai pelukan itu
" Loh loh apa yang sebenarnya terjadi Den kenapa Den Naka bilang seperti itu bagai mana keadaan Nona saat ini? " Tanya Mbok Rah yang semakin cemas
" Akibat benturan itu Kami harus kehilangan sepasang calon anak Kami , Bayi itu gugur Mbok." Jawab Naka dengan suara terbata bata
Dan bak di sambar petir di siang bolong begitulah yang tengah dirasakan Mbok Rah dan Pak Prapto sewaktu mendengar ucapan Naka barusan, Mereka berdua sangat terkejut terlebih Mbok Rah Beliau menjadi merasa sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa Tyas hingga membuatnya kegugutan itu.
" Tuan, Anda sedang tidak bercanda kan juga Anda tidak salah dengar kan? " Tanya Pak Prapto yang nampak kaget itu
" Tidak apa yang barusan Aku ucapkan itu benar adanya, Sekarang Mbok Rah dan Pak Prapto pulang lah urus segala sesuatu yang diperlukan untuk pemakaman calon anank Kami sementara Aku akan disini untuk menunggui Tyas yang masih tak sadarkan diri dan nanti setelah Mbak Rina kesini baru Aku akan pulang untuk ikut memakamkan calon anak anak Kami." Jawab Naka seraya meminta kepada Mbok Rah dan Pak Prapto agar pulang untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan untuk pemakaman calon anak Mereka itu.
Sungguh hari ini adalah hari yang menyakitkan sekaligus hari berduka bagi Naka dan Tyas dimana hari ini Mereka berdua harus kehilangan sepasang bayi kembar yang ada di dalam kandungannya Tyas itu akibat ulah dari seorang oknum yang menyimpan dendam pada Tyas itu.
Mbok Rah dan Pak Prapto segera pamit untuk pulang sementara Naka dengan langkah gontai nya berjalan masuk kedalam ruangan tempat Tuas tengah dirawat yang ternyata sudah di oindahkan ke kamar VVIP ruamh sakit tersebut.
Naka berjalan menghampiri tubuh Sang istri yang masih tergolek lemas dan masih belum sadarkan diri itu dan langsung memeluknya erat dengan air mata yang mengucur membasahi pipi Tyas itu
Dia mencium kepala istrinya itu dengan lembut seraya membisikkan sesuatu di telinga istrinya itu.
" Sayang Kamu bangun ya, sesuai janjiku ke Kamu tadi pagi kalau Aku bakalan pulang cepat dan ini Aku sudah pulang sayang cepat bangun ya." Bisik Naka pada telinga Tyas.
Duh mohon maaf ya Mamak nggak kuasa melanjutkan bab ini sebab Mamak ikut bersedih dengan musibah yang dialami oleh Tyas hari ini
Jadi maaf ya malam ini update nya sedikit
iya teman teman Mamak mau mengucapkan Marhaban ya ramadhan
selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan
semoga Kita semua dilimpahi keberkahan baik di dunia maupun di Akhirat nanti
semoga berkah ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa dosa Kita yang telah lalu
__ADS_1
marhaban ya ramadhan
mohon maaf lahir batin 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘