
Pagi ini Tyas bangun agak siang tidak seperti biasanya dimana Dia selalu bangun lebih awal dan langsung membersihkan diri ganti baju lalu menuju dapur bersiap membuat menu sarapan yang akan di jual.
Ya hari ini hari minggu hari libur jadi aktifitas di ruko yang disewa Tyas itu terlihat sepi tidak seramai biasanya, dan para karyawan itupun memanfaatkan kesempatan itu untuk membersihkan tempat jualan itu mulai dari mengelap kaca kaca, meja kursi dan lain sebagai nya.
Tyas terlihat berjalan menuruni tangga menuju lantai satu dan nampaknya Dia baru saja mandi juga mencuci rambutnya buktinya saja ada handuk yang masih terlilit di rambut basahnya itu.
" Pagi." Sapa Tyas pada teman temannya yang terlihat tengah sibuk membersihkan ruangan lantai satu itu
" Hay pagi menjelang siang juga. " Balas Diah dengan senyum manisnya itu
Tyas mendengar balasan Diah sembari tersenyum manis kearah sahabatnya itu, Kemudian Dia pun berjalan menuju dapur dan langsung menyeduh secangkir kopi juga membuat sarapan yang sederhana saja yakni omelet dan roti panggang.
" Eh Kalian sudah pada sarapan belum? " Tanya Tyas pada Diah dan Yesi yang tengah sibuk membersihkan ruangan lantai satu itu.
" Sudah dong ini sudah siang bestie Kamu cepetan sarapan gih Kami sudah sarapan semua." Jawab Yesi seraya meminta Tyas agar cepat sarapannya.
Tyas pun tersenyum lalu segera beranjak menuju meja dapur untuk segera sarapan, dan saat Tyas tengah asik sarapan dengan santainya itu tiba tiba Diah datang memiliki Tyas memberi tau kalau Naka datang bersama Eyang Putri.
" Yas, Mas Naka datang tu bersama Eyang Putri." Bisik Diah di telinga Tyas
Mendengar bisikan dari sahabatnya itu Tyas segera menghentikan aktifitas nya lalu langsung menoleh kearah depan dan ternyata benar apa yang dikatakan Diah barusan .
Dia segera membereskan piring juga peralatan makannya itu dan langsung berjalan menyambut kedatangan calon Suami juga calon Nenek mertuanya itu.
" Selamat datang Eyang Putri, Mas Naka, Seketaris Anton ." Sapa Tyas sopan
"Iya Terima kasih." Balas Eyang Putri seraya mencium pipi Tyas
Kemudian Tyas pun mempersilahkan para tamu nya itu untuk duduk di bangku yang biasa di duduki pelanggan, Tyas beranjak ke dapur untuk mengambilkan minuman jus buah segar untuk dihidangkan di hadapan para tamunya itu.
" Silahkan di minum Eyang Putri, Mas, Seketaris Anton." Kata Tyas seraya meletakkan segelas Jus buah untuk Mereka
" Terima kasih sayang, oya gimana kabarnya calon cucu menantunya Eyang ini sehat sehat saja kan dan gimana kabar usahamu lancar lancar saja kan? " Tanya Eyang Putri seraya menggenggam tangan Tyas yang duduk di samping nya itu
Tyas pun tersenyum manis sembari menggenggam erat tangan Eyang Putri, sementara Naka terlihat tengah menatap wajah sang calon istrinya itu dengan tatapan lembut.
" Alhamdulillah Eyang, Tyas baik baik saja juga usaha Tyas alhamdulillah semakin hari semakin lancar dan ini semua juga tak lepas dari bimbingan dan dukungan dari Mas Naka." Jawab Tyas seraya menatap wajah Naka dengan seksama.
Eyang Putri pun lega mendengar jawaban Tyas barusan, sementara Naka menjadi salah tingkah saat mendengar jawaban Tyas barusan ada rasa bangga dan kagum di hatinya pada diri Tyas yang rendah hati itu.
" Oya sayang, Eyang hari ini kesini mau ngajak Kita untuk Fhiting baju pengantin Kamu nggak sedang sibuk kan? " Kata Naka menjelaskan maksud kedatangan Mereka itu
Tyas sedikit kaget mendengar pertanyaan Naka barusan itu ya meskipun dirinya juga senang diajak ngukur baju pengantin bersama Eyang Putri dan Naka itu tanda nya Mereka tidak seperti yang Maritha ucapkan kemarin.
__ADS_1
" Oh tentu saja Aku tidak sedang sibuk Mas . " Jawab Tyas sopan
" Ya sudah kalau begitu Kamu siap siap dulu dan Kita langsung berangkat ya Yas." Sahut Eyang Putri seraya menepuk pundak Tyas lembut
Tyas pun mengangguk kemudian meminta ijin untuk ganti baju juga memoles tipis make up di wajah nya lalu segera beranjak bergabung dengan Mereka semua untuk segera berangkat menuju butik tempat baju pengantin Mereka dibuat.
Kali ini Mereka naik satu mobil pribadi milik Eyang Putri yang ukurannya lebih besar dari ukuran mobil sport yang biasa di tumpangi Naka kalau sedang berangkat kerja ya tentu saja mobil pribadi Eyang Putri ini tidak kalah mewahnya dari mobil milik Naka.
Tyas duduk berdampingan dengan Eyang Putri sementara Naka duduk berdampingan dengan Seketaris Anton yang sedang mengemudikan mobil
Di sepanjang perjalanan itu terlihat Eyang Putri mengobrol santai dengan Tyas, Mereka terlihat sangat akrab dan hangat membahas hal hal receh yang mengundang gelak tawa terlebih saat Eyang Putri membahas masa kecil nya Naka juga tak lupa Eyang Putri menasehati Tyas agar tidak mudah terhasut oleh omongan orang tentang Naka maupun keluarga besar Bagaskara.
Eyang Putri mengingatkan Mereka akan menikah pasti banyak cobaan yang akan datang menguji, maka dirinya dan Naka harus bersatu melawan cobaan itu , Eyang juga mengingatkan Tyas agar jangan sampai minder masuk ke keluarga besar Bagaskara sebab Mereka semua sudah menerima Tyas dengan senang dan tidak memandang siapa Tyas berikut latar belakang nya yang berbeda dari keluarga Mereka
Mendengar nasehat dari Eyang Putri itu, Tyas merasa senang dan lega karena nasehat dari Eyang Putri barusan itu seperti angin segar di sela sela kepenatan hati juga pikiran Tyas akibat dari ucapannya Maritha tempo hari.
Hingga tanpa terasa perjalanan Mereka telah sampai di tempat tujuan yakni di sebuah butik mewah langganan Eyang Putri juga para konglomerat lainnya.
Seketaris Anton segera memarkirkan mobil lalu segera turun dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil mewah itu untuk agar para majikannya itu keluar.
Tyas meng gandengan tangannya Eyang Putri dan berjalan masuk kedalam butik itu, Sementara Naka yang terkesan dicuekin Tyas itu merasa cemburu dengan Eyang Putri
" Kenapa muka mu cemberut begitu Naka, apakah karena Tyas menggandeng tangan Eyang? " Tanya Eyang Putri seraya menoleh kearah Naka yang sedang berjalan di sampingnya Seketaris Anton itu.
Dan kompak saja Mereka semua tertawa mendengar jawaban dari Naka barusan, bagi Mereka jawaban Naka barusan itu sangat lucu juga bisa menunjukan sikap kekanak kanakan pada diri Naka yang selama ini terlihat sangat cuek dan dingin terhadap wanita terlebih setelah putus dengan Maritha dulu.
" Ya memang Aku sengaja Mas nyuekin Kamu." Sahut Tyas yang kembali mengundang gelak tawa diantara Mereka.
Kemudian Mereka berempat pun segera masuk kedalam butik dan langsung di sambut oleh pemilik butik itu sendiri, dan langsung mempersilahkan para tamu terhormat nya itu untuk duduk di ruang VVIP butik tersebut.
Ini adalah pengalaman pertama Tyas diajak ke butik mewah langganan para artis, pejabat dan konglomerat ibu kota, ada rasa senang yang tak terkira dihati Tyas dimana Dia bisa merasakan hangat nya sambutan pihak butik juga bisa melihat kemewahan butik tersebut namun juga ada rasa harus bercampur takut apakah ini hanya mimpi saja atau nyata.
" Wah ini to calon mempelai wanitanya Jeng Sekar? " Tanya Bu Tanti pada Eyang Putri
" Iya betul sekali Jeng, ini Tyas calon istrinya Naka gimana cantik kan pinter kan Naka cari calon istri dan Dia ini pemilik cake and pastry langganan Kita itu lo ." Jawab Eyang Putri yang terlihat membanggakan Tyas di depan pemilik butik itu.
" Ya betul sekali yang Jeng Sekar ucapkan barusan, Naka pinter cari calon istri cantik dan sopan ya." Sahut Bu Tanti
Kemudian Bu Tanti pun segera memanggil asisten nya untuk mengukur tubuh Tyas untuk di jadikan ukuran baju pengantin itu, Beliau juga mengukur tubuh Naka untuk dijadikan ukuran baju pengantin laki lakinya
Bu Tanti menjelaskan dengan detil model gaun pengantin yang akan dikenakan oleh Tyas nanti yang mana untuk acara Ijab dan acara resepsi Tyas akan memakai gaun yang berbeda.
Tyas mendengarkan penjelasan Bu Tanti tentang gaun itu dengan seksama dan tak bisa dipungkiri di dalam lubuk hatinya yang terdalam ada rasa senang yang teramat besar dengan semua perlakuan yang diberikan oleh Eyang Putri terhadap dirinya itu.
__ADS_1
" Oya Jeng Sekar ini untuk baju Ijab Qabul nya besok lusa sudah bisa diantar ke rumah ya dan untuk gaun resepsi nya mungkin sekitar empat hari lagi sudah jadi juga untuk baju pihak keluarga nya akan diantar bareng dengan gaun resepsi." Kata Bu Tanti seraya menatap wajah Eyang Putri dengan serius
" Wah Terima kasih banyak Jeng Tanti dan untuk baju Ijab Qabul nya bisa di antar kerumah Saya biar Saya sendiri yang memberikannya ke Tyas dan jangan lupa untuk pihak MuA nya agar datang tepat waktu ya." Kata Eyang Putri seraya mengingatkan Bu Tanti itu
" Nggeh Jeng." Sahut Bu Tanti
Kemudian rombongan Eyang Putri bersama Tyas dan lainnya itu pun keluar dari butik dan langsung masuk mobil dan langsung menuju gedung mewah milik Bagaskara grub tempat akan di laksanakan nya acara resepsi pernikahan Naka dan Tyas.
Tyas terlihat takjub dengan kemewahan juga kemegahan gedung ballroom tempat resepsi Mereka nanti namun Dia juga merasa gugup dan juga takut bagaimana nanti Dia harus bersikap di depan para tamu undangan yang hadir yang pastinya dari kalangan pebisnis itu
Dan seperti nya Naka paham dan sadar kalau Tyas sedang gelisah, Dia pun menghampiri Tyas dan langsung meraih tangan nya seraya berkata.
" Kamu jangan takut dan grogi bersikap lah sewajarnya saja, Kamu harus tanamkan pemahaman di hatimu kalau Kamu ini sebentar lagi akan menjadi Nyonya Janaka Bagaskara dan Kamu harus terbiasa masuk kedalam lingkaran kolega bisnis calon SuamiMu ini juga Kamu tidak boleh takut dan minder sayang sebab Aku akan selalu berada di sisimu akan melindungiMu." Ucap Naka lembut
" Apa yang diucapkan Naka barusan itu benar sayang." Sahut Eyang Putri menimpali ucapan Naka barusan
Dan Mereka pun terlihat mengecek persiapan gedung itu mulai dari persiapan dekor dan lain sebagainya hingga akhirnya Mereka pun pulang kerumah masing masing.
Sesampainya di ruko tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya Tyas itu, Dia sangat kaget dan terkejut bercampur senang manakala Dia melihat kedatangan kedua orang tuanya dari kampung
" Lo Pak Buk, kapan sampainya? " Tanya Tyas dengan wajah sumringah nya seraya memeluk bapak dan Ibuk secara bergantian
" Barusan Nduk barusan Kami sampai sini." Jawab Bapak
" Nggeh Pak, Oya bapak dan Ibuk naik apa kesini nya? " Tanya Tyas seraya mengajak Bapak dan Ibuk untuk naik ke lantai dua untuk istirahat.
" Kami dijemput oleh sopir pribadinya keluarga Bagaskara Nduk." Jawab Ibuk
" Dijemput sopir keluarga Bagaskara? " Tanya Tyas kaget
" Iya Kami di jemput oleh sopir, katanya Kami diundang ke Jakarta ini untuk membahas rencana pernikahanmu dengan nak Naka." Jawab Bapak seraya menoleh kearah Tyas
" Ngomong ngomong sudah sejauh mana rencana pernikahan Mu dengan Naka Nduk, kan kurang tiga minggu lagi acara pernikahan Kalian itu? " Tanya Ibuk dengan nada serius
" Ya persiapan nya sudah hampir delapan puluh persen siap Buk, dan semua persiapan itu Eyang Putri lah yang mengurus Beliau lah yang meminta Kami agar tidak usah memikirkan persiapan itu. " Jawab Tyas seraya memeluk tubuh Sang Ibunda itu.
" Em Mereka dari keluarga baik baik ya Nduk, doa Bapak dan Ibuk semoga saja Naka adalah jodoh terbaik dan terahir untuk Mu semoga kehidupan Mu yang akan datang bersama Naka bahagia sakinah mawadah warohmah till Jannah." Ucap Bapak yang mendoakan Tyas itu
" Nggih Pak Terima kasih banyak atas Doanya." Balas Tyas
Kemudian Tyas pun mengajak Bapak dan Ibuknya itu untuk istirahat di dalam kan kamarnya,
Dan tak berselang lama HP milik Tyas pun berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Eyang Putri yang memberitahu nya kalau nanti akan ada sopir yang menjemput Mereka untuk pergi makan malam bersama sekaligus membahas soal pernikahan itu.
__ADS_1