Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
nasehat bu ratih dan kepulangan mereka


__ADS_3

" Buk malam ini Tyas tidur dikamar ini ya kan kedua ibuk nya Tyas besuk sudah pulang sedangkan Tyas masih kangen ." Kata Tyas sembari mengelap air mata mendengar nasehat kedua ibuk nya tadi .


" Loh loh loh kok Kamu mau tidur dengan kami. La trus Ditya gimana nduk ?" Tanya Ibuk.


" Nggak papa Buk nanti Tyas tak bilang ke mas Ditya ". Jawab Tyas.


" Iya lo mbakyu ngga papa mungkin Tyas kangen tidur bareng dengan Kita . Dan untuk urusan Ditya nanti tak bilangin ke Dia". Sahut bu Ratih


Tyas pun bahagia mendengar mertuanya akan membantunya bicara dengan Ditya .


Kemudian Bu Ratih pun keluar kamar menemui Ditya yang sedang dikamar.


Sedangkan Pak Sugeng dan Pak Samsul terlihat sedang menonton bola diruang keluarga.


Bu Ratih mengetuk pintu lalu masuk kekamar


terlihat Ditya sedang menyimak laptop nya.


" Sedang apa kamu le ?" Tanya ibu.


" Ini buk sedang membuka file laporan perusahana untuk diteliti ada yang salah atau tidak ." Jawab Ditya sopan.


Kemudian Bu Ratih pun duduk dipinggiran ranjang disamping putra semata wayangnya itu.


" Le ibu pengen bicara sebentar boleh ." Kata Ibu.


Ditya pun mengangguk kemudian dia mematikan dan menutup laptop nya.


" Monggo buk njenengan matur ( silahkan buk sampean ngomong ) ." Kata Ditya mempersilahkan bundanya ngomong .


Kemudian Bu Ratih pun mengelus pundak Putra kesayangan nya itu sembari menasehati nya.


" Le kamu anak kesayangan ibuk dan bapak . Besok kami dan juga kedua mertua mu akan pulang kerumah kami masing masing .Ibu berharap meskipun Kami tidak ada disini kamu tetap bisa menjaga nama baik keluarga . Kamu harus ingat status mu sebagai suami belajar lah menjadi suami yang baik untuk Tyas didiklah dia secara baik dan benar .Meski ibu tau cinta itu belum tumbuh dihati kalian tetapi belajarlah mencintainya Le. Terima lah takdirmu bahwa Tyas lah jodohmu .Tolong jaga Tyas dengan baik Le. Dia istri yang baik .Anak yang baik dan juga mantu yang baik jangan sekali kali kamu menyakitinya. Itu sama saja kamu menyakiti hati kami ." Kata Ibu menasehati Ditya.


Ditya mendengarkan dengan seksama semua nasehat ibunya itu dalam hati ingin rasanya jujur ke Ibu. Bahwa dirinya hingga kini belum bisa seratus persen mencintai Tyas dan juga menunaikan kewajibanya sebagai seorang suami seutuhnya . Juga ingin rasanya jujur bahwa dirinya hingga kini masih berhubungan dengan Wati kekasih hatinya . Ditya memendam seluruh keinginan nya itu .Dia tidak tega melihat wajah penuh sayang dan dan memelas bundanya itu .Ditya hanya bisa menunggu waktu yang tepat dan berharap takdir indah berpihak padanya. Semoga saja Allah berkehendak Meridhoi keinginannya itu .


" O iya le nanti malam Tyas akan tidur dengan kami . Kamu nggak papa kan ?" Kata ibu membuyarkan lamunan Ditya .


" Mboten Buk ( tidak buk ) nanti biar bapak tidur dengan Ditya saja ." balas ditya.


Setelah itu bu Ratih pun keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk suami juga besannya yang sedang nonton bola.


" Bapak dan Mas Samsul nanti tidur dengan Ditya ya Tyas akan tidur dengan Kami. Dan hari ini kita harus tidur lebih awal kan besok pagi Kita harus pulang naik kereta jam 9 takut e kalian malah bangun kesiangan besok." Kata Bu Ratih sembari menyuguhkan masing masing satu cangkir teh panas .


Pak Samsul dan Pak Sugeng pun mengangguk.


Setelah menghabiskan minuman tadi. Pak Sugeng dan Pak Samsul pun masuk kamar Ditya untuk tidur .

__ADS_1


Sedangkan Bu Ratih masuk kekamar menyusul Bu Samsul dan Tyas. Terlihat mereka berdua sudah tidur . Dan bu Ratih pun pelan pelan naik ke kasur menyusul mereka tidur .


Mengingat besok mereka harus bangun lebih awal untuk persiapan pulang naik kereta api pagi jam 9.


Malam berlalu dengan cepat hingga pagi pun tiba Tyas sengaja bangun lebih pagi hari ini .


Sebelum shubuh Dia sudah berkutat didapur menyiapkan menu bahan masakan untuk sarapan dan juga bekal untuk kedua orang tua juga kedua mertuanya.


Selesai menyiapkan bahan makanan. Dia bergegas sholat shubuh selesai sholat Dia memulai masak menu sarapan dan juga kue untuk bekal kedua orang tua dan mertua mereka.


Ya selama di Jakarta Tyas mempunyai hobi baru yaitu belajar memasak juga membuat aneka kue dan roti. Ditya pun mendukung hobi Tyas bahkan terkadang Ditya membelikan bahan bahan untuk cake. Dan meminta Tyas membuatkan cake bolu pandan lalu di bawa kekantor untuk dibagi bagikan ke teman temannya .


Dan mereka semua memuji rasa dan penapilan cake itu .Mereka semua menyukainya .


Ditya bangun dengan pelan pelan kemudian beranjak membersihkan diri lalu menunaikan ibadah sholat shubuh .


Selesai sholat Dia keluar kamar dengan pelan pelan dia menutup pintu kamar agar kedua ayah nya tidak kaget dan terbangun .


Kemudian dia berjalan menuju dapur menyusul Tyas yang sedang sibuk memasak .


" Selamat pagi dek. Kamu masak apa to kok wangi nya sampai kekamar ?" Tanya Ditya berdiri disamping Tyas yang sedang memasak.


" Ini lo Mas Aku sedang memasak semur daging dan kentang . Juga tumis kapri wortel udang dan ini Aku buat kan cake pandan juga puding untuk bekal mereka nanti ." jawab Tyas sopan.


Ditya sangat kagum dengan kepiawaian Tyas memasak dan juga membuat kue tanpa sadar hatinya memuji istrinya itu sudah cantik pinter masak perhatian pula .


Ditya pun paham dan menawarkan diri untuk membantu Tyas mengeluarkan cake dari dalam oven.


" Sini biar aku saja yang mengeluarkan kue nya ". Kata Ditya.


Kemudian Ditya pun dengan pelan pelan mengeluarkan cake pandan dari dalam oven . kue nya terlihat sangat cantik mengembang sempurna warnanya pun cantik aromanya pun menggugah selera.


Dikamar Bu Ratih dan Bu Samsul sudah bangun dan sudah membersihkan diri mereka berdua pun mencium aroma sedap masakan.


" Wah ini aroma masakan siapa ya mbakyu pagi pagi begini bikin lapar saja ". Kata bu Ratih.


" Ndak tau mbakyu mungkin restoran sebrang jalan itu . Ayo mbakyu keluar ". Balas bu Samsul.


Kemudian mereka berdua pun keluar kamar.


Alangkah terkejutnya mereka berdua aroma masakan yang mereka cium tadi adalah masakan Tyas bukan masakan restoran sebrang jalan seperti yang dimaksud Bu Samsul.


" Ya Allah . Ternyata ini aroma masakan mu to nduk ". Kata bu Ratih.


Tyas yang sedang menyiapkan Roti Sandwich untuk Ditya pun menoleh sembari menjawab.


" Nggih buk ."

__ADS_1


Bu Ratih berjalan menghampiri Tyas yang sedang menata roti selada tuna suwir panggang tomat telur mata sapi dan mayonaise.


Sedangkan Ditya tengah sibuk membantu memotong motong cake pandan dan bolu caramel buatan Tyas .


Bu Samsul berjalan menuju kamar sebelah untuk membangunkan para bapak bapak .


Selang lima menit Bu Samsul pun menyusul ikut nimbrung didapur.


" Kok masak banyak banget to nduk .Ternyata kamu pinter masak ya ." Kata bu Samsul keheranan ternyata putri manjanya itu pinter masak.


Tyas tersipu malu kemudian menjawab.


" Nggak pinter kok buk Tyas juga masih harus belajar banyak dan ini semua atas dukungan juga suport dari mas Ditya ." Jawab Tyas.


" Iya buk. Tyas ini memang pinter masak buktinya sekarang berat badan ku naik 3 kg ." Sahut Ditya .


Dan mereka pun tertawa bersama


Tyas menata menu masakan di atas meja makan. Dia juga menata bekal untuk kedua Orang Tua juga kedua mertunya selama di perjalanan nanti.


Setelah semuanya tertata rapi kemudian Dia mempersilahkan anggota keluarga untuk segera sarapan dan bersiap untuk ke stasiun takutnya nanti terlambat ketinggalan kereta.


Jam 7 pagi mereka pun selesai sarapan bersama dan sudah bersiap untuk berangkat.


Kebetulan Hari ini Hari sabtu .Tyas dan Ditya juga sedang libur jadi mereka bisa mrngantarkan para orang tuanya ke stasiun.


Mereka berangkat ke stasiun kereta api lebih awal takut kena macet dan akhirnya terlambat.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit. Akhirnya mereka pun sampai di stasiun kereta api.


Ditya kemarin juga sudah membookingkan tiket kereta bisnis class untuk keempat orang tua nya lewat aplikasi online jadi pagi itu mereka tidak usah repot repot antri tiket.


Selang setengah jam petugas stasiun melalui pengeras suara mengumumkan bahwa seluruh penumpang diminta segera masuk ke gerbong kereta karena sepuluh menit lagi kereta akan berangkat.


Setelah bersalaman pamitan dan berpelukan mereka pun berjalan masuk ke gerbong kereta api.


Tyas pun menangis sembari melambaikan tangan kearah keempat orang tuanya.


sedih sekali rasa hati Tyas


bersambung


😘



😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2