Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
pertemuan mengharukan antara mbak rina dengan bapak ibuk


__ADS_3

" Wah wah wah bener katamu le ,ternyata nduk Tyas pinter masak ya ". puji bu Sugeng mertua Tyas saat keenam anggota keluarga itu sedang menikmati sarapan bersama. Dengan menu spageti saos toping daging sapi cincang , salad sayur segar juga roti panggang oles mentega.


Untuk minuman Tyas menyajikan Jus jeruk untuk Ditya dan kedua ibu mereka dan untuk para Bapak Tyas membuatkan Kopi.


Tyas yang mendengar dirinya tengah dipuji mertuanya itu pun tersipu malu hingga merah merona pipinya.


" La ini makanan opo to Bu. Trus kok ada lalapan sayur mentah e juga ?. tanya pak Samsul pada istrinya .


" Ini mie spageti Pak dan salad sayur ?" jawab Tyas


" Salad itu apa Nduk , kok kaya mentah begitu Kamu tidak memasak nya dengan mateng to ." kini giliran ibundanya Tyas menanyai. Semua yang mendengar pun tertawa .


" Ini memang dimakan mentah Mbakyu ". sahut bu Ratih .Kamu pinter ya nduk masak makanan seperti ini siapa yang ngajari." lanjut bu Ratih keheranan .


"Dulu waktu tinggal dirumah mas Abi . Kalau pas libur kerja dipabrik Saya selalu melihat youtube tentang resep dan cara masak memasak Buk lalu mempraktekannya " . jawab Tyas sopan


Setelah selesai sarapan Ditya mengajak Istri ,kedua Orang Tua dan juga kedua mertuanya untuk keluar jalan jalan melihat Monas dan tempat tempat rekreasi lainnya.


" Wah ini to yang dinamakan Tugu Monas itu Mas Sugeng ?" tanya pak Samsul. saat mereka baru sampai dimonas .


" Iya Mas , ini yang dinamakan Tugu Monas ." jawab pak Sugeng .Ini lo Dit dari kemarin bapakmu ini kepengen sekali melihat Monas ". lanjutnya.


Kemudian mereka pun masuk kearea halaman Monas juga masuk gedung naik keatas hingga bisa melihat pemandangan Jakarta dari ketinggian .


Setelah puas melihat lihat juga keliling Tugu Monas Mereka pun melanjutkan jalan jalan Mereka ke sebuah gedung Mall pusat pembelajaan disana mereka singgah disebuah restoran untuk makan siang . Setelah itu mereka pun lanjut jalan belanja beli baju juga oleh oleh untuk saudara dikampung .


Tyas pun sekalian belanja kebutuhan dapur seperti sayur ,buah dan aneka bumbu lainnya .


Setelah dirasa sudah cukup mereka berenam pun pulang kembali ke apartemen .


Sesampainya di apartemen Bu Ratih dan Bu Samsul masuk kekamar .


Pak Samsul dan Pak Sugeng sedang ngobrol diteras balkon apartemen , Ditya mengambil minuman teh dingin untuk kedua ayahnya .


Seangkan Tyas didapur sedang merapikan barang belanjaannya tadi .


Selesai menata dan menyimpan barang belanjaannya tadi Tyas masuk kekamar untuk membersihkan diri lalu menunaikan ibadaha sholat ashar selesai sholat. Tyas duduk ditepi ranjang terlihat Dia memegang hp dengan raut muka sedikit bingung.


Selang 5 menit Ditya masuk kamar . Melihat Tyas yang sedang melamun Ditya pun duduk disamping Tyas dan bertanya.


" Dek kamu kenapa ada masalah to kok kayak bingung begitu ?"


" Nggak kok Mas . Hanya sedikit ragu saja o iya Mas Aku boleh minta masukan Mu nggak ?" tanya Tyas dan diangguki oleh Ditya tanda boleh .


" Begini mas , kemarin Aku lupa mau cerita ke Mas .Kemarin waktu Aku kerja secara tidak sengaja Aku bertemu dengan Kakak kandungku yang nomer 2 Mbak Rina namanya di supermarket sedang belanja ." kata Tyas.


" Lalu ?". tanya Ditya .


" Kami terpisah cukup lama Mas ,karena dulu ada masalah keluarga akhirnya Mbak Rina pergi meninggalkan rumah dan hingga sekarang belum pernah pulang ."jawab Tyas.


ditwya mendengarkan dengan seksama.


" Lalu dimana sekarang mereka tinggal dek dan saran apa yang Kamu butuhkan ?"tanya Ditya.


" Mereka sekarang tinggal di Blok perumahan sebrang jalan dekat supermarket Mas .Nah kebetulan Bapak dan Ibu kan sedang di Jakarta bagaimana kalau Kita pertemukan mereka mwas apakah Kamu setuju ?" Jawab Tyas .


Meski ini adalah urusan keluarga Tyas tetapi sebagai istri yang baik dwia selalu meminta saran pertimbangan Ditya dalam mengambil segala keputusan ini adalah cara ihtiar nya berusaha menghormati Ditya sebagai seorang Suami juga cara nya belajar menjadi istri yang baik .


Meskipun hingga kini Mereka belum sepenuhnya menjadi suami istri yang sesungguhnya .


Ditya yang sejak tadi tengah serius mendengarkan semua kata kata Tyas itu akhirnya membuka suara .


" Dek Aku paham maksudmu. Dan Aku pun setuju dengan rencana Mu mempertemukan mereka . Lalu dimana dan kapan Kamu akan mempertemukan mereka jangan ditunda tunda lagi keburu bapak sama ibu pulang nantinya "


Mereka lalu bermusyawarah membahas tentang rencana mempertemukan Mbak Rina dengan bapak dan ibu .


Kemudian mereka pun sepakat akan mendatangi rumah kediaman mbak Rina dan mas Agus suami mbak Rina nanti malam selesai makan malam bersama.

__ADS_1


Setelah berdiskusi dengan Ditya selesai Tyas keluar kamar untuk menemui kedua orang tua dan kedua mertua nya tadi untuk ngobrol santai.


Kira kira setengah jam berlalu Tyas pun pamit kedapur untuk memasak makan malam.


" Hari ini kamu mau masak apa Nduk ?" tanya ibundanya yang tiba tiba sudah menyusul Tyas di dapur .


"hemmmm Ndak tau masak apa ya Buk malam ini huuuu Tyas bingung ". jawab Tyas


" Ya sudah sini tak masakin soto kesukaan Mu .Kamu punya bumbunya to ." kata ibu dan diangguki Tyas kegirangan .


" Wah sedap sekali mbakyu masak soto ya ?" tanya Bu Ratih yang berjalan menyusul mereka di dapur.


" Iya ini lo mbak . Aku masak Soto bening kesukaan nya Tyas kalau Nak Ditya kesukaannya apa mbak ?" tanya ibu balik.


" Lo sama mbak. Ditya juga suka Soto . Ternyata mereka jodoh ya Mbak ." jawab bu Ratih.


Tyas yang sedang menyiangi sayur kecambah. Mendengar bu Ratih berkata mereka jodoh merasa tercubit hatinya dalam hati bertanya berdosakah Dia telah menyembunyikan semua kenyataan ini di depan Orang Tua mereka dan juga Tyas pun berdoa dalam hati semoga saja mereka berdua benar berjodoh seperti kata bu Ratih barusan .


Ya tidak bisa Tyas pungkiri bahwa dirinya kini sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa dirinya kini sudah menikah meski awalnya tak saling mengenal satu sama lainnya tapi benih benih cinta itu mulai tumbuh dihati Tyas.


Seperti pepatah Jawa lama yang berbunyi witing trisno jalaran soko kulino ( awalnya cinta karena terbiasa ) Tyas mulai terbiasa dengan perhatian perhatian yang selalu Ditya berikan juga kebaikan Ditya yang selalu mengajari banyak hal terutama dalam hal pekerjaan nya sebagai kasir mampu membuat benih cinta tumbuh dihatinya .


" Nduk kok melamun to " kata Ibu membuyarkan lamunan Tyas.


Setelah hampir 1 jam akhirnya menu makan malam mereka pun sudah siap dimeja makan .


Bu Ratih meminta Tyas memanggil Ditya dan juga para Bapak untuk segera makan malam bersama.


" Wahhh sotooooooo " kata Ditya setengah berteriak kegirangan saat mendapati menu makan malam mereka kali ini Soto bening lengkap dengan sambal plotot ( sambal kukus berbahan cabe , bawang merah ,bawang putih yang dikukus lalu dihaluskan lalu ditambah gula dan garam ) juga kecap dan kerupuk.


Kemudian Tyas mengambil mangkok untuk Ditya.


Dan mulai menyusun isian soto yang tersiri dari bihun rebus taoge kol iris daun kucai daging ayam suwir lalu disiram kuah soto bening panas dan ditaburi bawang merah goreng.


Asap kuah yang mengepul dengan aroma nya yang kuat mampu memikat siapapun yang memandang dan mencium aromanya.


Kini Tyas mulai mengisi mangkoknya sendiri dan mulai memakan nya.


"hemmmmm Segar nya , terima kasih Buk sudah memasakkan soto pengobat rindu ini ." ucap Tyas disela sela makannya .


Ibu pun hanya mengangguk sembari tersenyum senang .


" O iyya Buk Pak maaf apakah keberatan kalau nanti setelah selesai makan malam ini Ditya mau ajak Ibuk dan Bapak jalan jalan keluar rumah sebentar mumpung di Jakarta pak ?" kata Ditya pura pura menawari mertuanya untuk jalan jalan padahal aslinya bukan jalan jalan biasa.


Pak Sugeng yang tau maksud Ditya pun berusaha membujuk kedua besannya itu agar mau ikut Ditya dan Tyas pergi jalan jalan.


Ya Bapak dan Ibundanya Ditya tau maksud diqtya dan Tyas mengajak Pak Samsul dan Istri keluar bukan jalan jalan biasa tapi bermaksud mempertemukan mereka dengan Rina.


Karena tadi Ditya sudah ngomong ke kedua orang tuanya


flash back


" maaf pak ditya mau ngomong sebentar ." kata ditya membisiki telingan pak sugeng yang sedang ngobrol sengan besan sekaligus sahabat karibnya itu .


Pak Sugeng dan Ditya pun beranjak kekamar Ditya . Setelah mengunci pintu kamar Ditya pun mulai pembicaraannya dengan pak Sugeng


Ditya mengutarakan maksud dan rencana nya dan Tyas yang bermaksud untuk mempertemukan kedua mertuanya dengan Rina anak kandung mereka yang telah menghilang lama . Dia juga meminta bantuan ayah nya agar mau membantu membujuk kedua mertuanya itu agar mau keluar rumah untuk jalan jalan dan pak sugeng pun menyanggupinya.


flash off


Setelah dibujuk Tyas ,Ditya dan juga kedua besannya akhirnya Pak Samsul dan Bu Samsul pun setuju dan mau ikut Ditya dan Tyas untuk keluar jalan jalan.


Selesai makan malam dan membereskan semua peralatan makan yang kotor juga sudah menunaikan ibadah sholat isya ,


Akhirnya mereka berempat pun keluar apartemen jalan kaki untuk melihat lihat taman didekat apartemen yang kebetulan ada pasar malam nya itu.


Hanya mereka berempat saja Ditya Tyas dan juga kedua Orang Tua Tyas yang keluar jalan jalan

__ADS_1


sedangkan Pak Sugeng dan Bu Ratih memilih tetap diapartemen dengan alasan sedang menunggu paketan barang dari teman lamanya.


Setelah puas jalan jalan ditaman kini tibalah rencana awal Tyas dan Ditya yaitu mengajak bapak dan ibu jalan kearah perumahan dekat dengan supermarket tempat Tyas bekerja.


Tyas menunjukan pada bapak dan ibu bahwa dirinya suda kerja di supermarket itu dan ibu bapak pun mengangguk bangga pada putri kecil mereka itu.


" Kita mau kemana lagi nak Ditya ?" Tanya bapak dengan ssdikit kebingungan karena kini mereka tengah berjalan menuju perumahan tempat tinggal mbak Rina.


"O iya Pak Buk maaf kan Saya kita mampir sebentar ambil file kerja dirumah saudara Ditya dulu sekalian sillturrohmi ."jawab Ditya berbohong.


Kemudian mereka pun berjalan hingga sampai didepan pintu sebuah rumah satu lantai dengan gaya minimalis modern dengan ukuran yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil itu.


" Assallamuallaikum ." teriak Ditya sambil memencet bel .


Tak lama setelah itu terdengar suara pemilik rumah menjawab sallam Ditya.


" Waallaikumsallam ."jawab pemilik rumah itu sembari membuka pintu dan alangkah terkejutnya Mbak Rina melihat banyaknya tamu yang datang dirumahnya.


" Siapa dek ?" tanya mas agus keheranan melihat istrinya tak kunjung mempersilahkan masuk tamunya masuk .


" Anu mas ini anu ". jawab Mbak Rina terlihat dia tak kuasa menahan air matanya dan lolos begitu saja membasahi pipinya.


" Mbak Rina ." Sapa Tyas yang sedang berdiri disamping Ditya.


Lalu mereka pun berpelukan.


" Mbak lihat siapa ini yang datang ." kata Tyas melerai pelukannya pada sang kakak.


Kemudian Tyas menarik tangan bapak dan ibuk yang sejak tadi berdiri dibelakang mereka.


" Ya ALLAH bapak ibuk ." Teriak Mbak Rina histeris.


Mas Agus yang sedang makan pun terkejut dan berlari kedepan hendak melihat siapa sebenarnya tamu istrinya itu hingga dia bisa berteriak histeris.


" Rinaaaaaa ya ALLAH anakku " Kini giliran Ibuk yang histeris melihat putri tercintanya sedang berdiri didepan matanya itu.


Bapak tidak berkata apa apa beliau terlihat menunduk menangis sedih


Beliau teringat kesalahannya tempo dulu yang memaksa Rina untuk dijodohkan hingga berakhir dengan minggatnya Rina ke Jakarta bersama Agus kekasihnya dulu.


Setelah bersalaman dengan kedua orang tuanya juga berkenalan dengan Ditya .


Mbak Rina memanggil Mas Agus suaminya.


Kemudian dia mengenalkan suaminya itu dengan kedua orang tuanya dan juga sengan Tyas dan Ditya Lalu mempersilahkan kedua orang tua dan adik nya itu masuk kedalam rumah dan mempersilahkan mereka duduk dulu diruang tamu.


Mereka pun mengobrol diruang tamu suasana yang tadinya sedih campur haru kini sedikit lebih hangat


" Jadi maksudmu tlp tadi sore ini to nduk ?" kata Mbak Rina sambil menyuguhkan teh panas untuk tamu tamu tercinta nya itu


" Iyya Mbak ,maaf kalau mengganggu ." jawab Tyas sembari tersenyum.


Ibu pun tak henti hentinya menghapus air mata dipipinya beliau kini sudah tenang hatinya karena sudah bisa bertemu dengan putri kesayangan nya itu setelah sekian lama berpisah.


Sedangkan bapak terlihat memeluk Mbak Rina beliau meminta maaf atas kesalahannya dulu.


Sementara itu Mas Agus dan Ditya pun mengobrol membahas pekerjaan mereka masing masing hingga tak terasa waktu berlalu cepat hingga malam pun semakin larut dan mereka pun pamit pulang ke apartemen Ditya.


Sungguh hari yang membahagiakan bagi Pak Samsul dan Bu Samsul juga untuk Tyas tentunya.


( bersambung)


hay


hay


hay

__ADS_1


para pembaca budiman mamak mohon saran kritikan like dan dukungannya ya supaya mamak lebih semangat belajar nulis nya 😘


__ADS_2