Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Lampu hijau dari Eyang putri


__ADS_3

" Jadi Eyang nge restui hubungan Naka dan Tyas ke jenjang lebih serius lagi? " Tanya Naka


"Naka sayang Kamu itu cucu kesayangan juga cucu satu satunya yang Aku miliki, Eyang Putri akan memberikan apapun yang Kamu mau asal Kamu bahagia termasuk merestui hubunganMu dengan Tyas jika itu bisa membuatmu Bahagia." Jawab Eyang Putri seraya menatap wajah Naka dengan seksama


" Terima kasih banyak Eyang Putri, Naka sangat bahagia mendengar kan jawaban Eyang Putri." Balas Naka


" Sama sama Sayang, dan mengingat usiamu sudah cukup matang untuk menikah dan segi finansial Kamu juga sudah cukup mapan lalu kapan Kamu melamar Tyas ? " Tanya Eyang Putri


" Maksud Eyang? " Tanya Naka bingung dengan ucapan Eyang Putri barusan


" Ya maksud Eyang itu Kamu sudah cukup umur untuk segera menikah dan Kamu segera melamar Tyas pada kedua orang tuanya." Jawab Eyang Putri


" Tapi Eyang." Ucap Naka


" Tapi apalagi, Bukankah Kalian sudah saling cinta jadi mau tunggu apa lagi dan Kamu sebagai laki laki yang baik Naka datangilah kedua orang tuanya Tyas minta ijin lah pada Mereka untuk menikahi Tyas." Jawab Eyang Putri seraya menggenggam erat tangan Naka


" Jadi Naka harus segera melamar Tyas? Ucap Naka


" Tentu saja Kamu harus segera melamarnya atau Kamu akan keduluan pria lain melamar Tyas, secara Tyas itu cantik pintar mandiri dan yang terpenting Dia adalah wanita baik baik jadi sangat lumbrah kalau banyak laki laki mengincarnya." Balas Eyang Putri


" Terima kasih Eyang atas saran, masukan nya Naka akan mengikuti semua saran dari Eyang Putri tersebut.


" Ya sudah Kamu istirahat sana, udah malam udah waktunya istirahat." Perintah Eyang Putri pada Naka


Naka pun mengangguk tanda setuju dan pamit beranjak ke kamar tidur untuk istirahat, Sementara itu dikamar pribadi milik Tyas terlihat Dia belum tidur .


Dia membolak mbalik kan badan nya kesamping kanan dan kiri ranjang tempat tidur dan tergambar jelas kegelisahan di raut wajahnya.


Ya benar Tyas tengah gelisah memikirkan apakah langkahnya menerima niatan baik Naka untuk menjalin sebuah hubungan dan ingin mengenalnya secara lebih dekat itu sudah benar


Ditambah dengan dikenalkan nya dirinya kepada Eyang Putri nya Naka membuat Tyas semakin gelisah bagaiamana tidak Dia selama ini berteman baik dengan Eyang Putri dan tentu saja Eyang Putri tau semua tentang dirinya.


Baik tentang kehidupan sosialnya Tyas mulai dari segi ekonomi maupun dari segi status yang mana Tyas pernah gagal dalam membina rumah tangga hingga akhirnya Dia menyandang gelar janda diusia mudanya itu.


Tyas mulai minder saat Dia tau keadaan rumah tempat tinggal Eyang Putri yang begitu mewah dan megah itu membuat Tyas berpikir dan menilai bahwa keluarga Naka bukan lah dari kalangan biasa seperti dirinya.


Meskipun dirinya mulai mencintai Naka dan merasa nyaman berada di samping nya namun Tyas sadar dan ikhlas jika Eyang Putri tidak merestui hubungan Mereka, sebab Tyas sadar siapa dirinya tidak mungkin pantas bersanding dengan Naka.


Dan saat tengah asik melamun tiba tiba hpnya bunyi sebuah notif tanda ada pesan masuk yang ternyata pesan dari Eyang Putri.


" Besok temani Eyang jalan jalan ya, ada sesuatu yang ingin Eyang bahas." Tulis Eyang Putri dalam pesan tersebut.


" Baik Eyang, Terima kasih." Tulis balasan pesan Eyang Putri yang dikirim kan oleh Tyas


Pesan yang masuk barusan itu pun sukses menambah kegelisahan baru dihati Tyas, Eyang akan membahas soal apa gerangan." Monolog Tyas dalam hati


" Aku harus mempersiapkan hatiku dengan kemungkinan segala terburuk nya hubungan Ku dengan Mas Naka , pasti Eyang akan memberi tahuKu kalau Beliau tidak akan merestui hubungan ini." Kata Tyas lirih


Tyas terus memikirkan apakah yang akan dibahas Eyang dengan nya besok hingga tak terasa dirinya pun tertidur pulas.

__ADS_1


Pagipun tiba dan seperti biasanya rutinitas penuh kesibukan yang luar biasa di ruko tempat tinggal sekaligus tempat usaha milik Tyas itu, dan meskipun kini Tyas memiliki enam orang karyawan yang membantu nya namun nyatanya Tyas masih saja ikut mengerjakan pekerjaan di dapur misalnya memasak maupun menyiapkan menu jualan sarapan pagi itu.


Dia tidak pernah menilai jika dirinya adalah seorang bos yang bisa saja tinggal duduk manis dan memerintah saja, Namun Tyas menilai bahwa Mereka sama saling bahu membahu mengerjakan pekerjaan menyiapkan menu jualan maupun mengerjakan pesanan cake yang terus membludak.


Tyas berpikir dirinya punya tanggung jawab besar pada usahanya itu, dan saat sedang sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan itu, Dia tidak sadar jika Eyang Putri sudah datang di ruko dan terlihat Beliau juga ikut antri membeli sarapan.


Dan baru menyadarinya saat Eyang Putri sudah di depannya dan tengah memesan dua porsi sarapan untuk Beliau sendiri dan Pak sopir .


" Eyang." Sapa Tyas


Eyang Putri hanya tersenyum manis tanpa menjawab sapaan Tyas barusan, kemudian Tyas pun segera mengambilkan menu pesanan Eyang Putri tersebut dan melayani Beliau untuk sarapan dan sebelum beranjak duduk menemani Eyang Putri, Tyas terlebih dahulu meminta Diah untuk menggantikan nya melayani pembeli yang terus berdatangan itu.


" Monggo silahkan dinikmati Eyang sarapannya." Kata Tyas seraya meletakan sepiring spageti berikut toping nya dan segelas jus jeruk di meja depan nya Eyang Putri


" Terima kasih Yas." Balas Eyang Putri


" Sama sama Eyang, maaf tadi Tyas tidak tau kalau Eyang Putri datang." Sahut Tyas


" Nggak papa, wong Kamu sibuk gitu jadi ya wajar kalau Kamu tidak tau Aku datang oya semakin ramai pembeli ya sekarang dan gimana dengan order an cake nya? " Tanya Eyang Putri seraya menatap Tyas dengan seksama kemudian Beliau mulai menyendok spageti tersebut


" Alhamdulillah Eyang, semua berjalan lancar dan Terima kasih atas semua kebaikan Eyang Putri yang telah membantu mempromosikan cake buatan Tyas." Jawab Tyas dengan wajah sumringah


" Meskipun usahamu kini berjalan lancar, Kamu tidak boleh teledor Kamu harus mempertahankan kualitas makanan yang Kamu jual biar orang tidak lari ke tempat lain." Nasehat Eyang Putri


" Iya Eyang dan Terima kasih banyak atas nasehat nya pasti Tyas akan mengingatnya." Balas Tyas


Tyas segera menuruti ajakan Eyang Putri tersebut, Dia segera ganti baju lalu berangkat dengan Eyang Putri jalan jalan di taman samping gedung mewah itu , dan tak berselang lama Mereka telah sampai di taman tersebut kemudian duduk di bangku taman yang berada dibawah pohon.


" Tyas Kamu tau kenapa Aku mengajak Kamu jalan jalan pagi ini? " Tanya Eyang Putri seraya menatap Tyas


" Maaf Eyang Putri, Tyas tidak tau pastinya namun apakah ada hubungannya dengan hubungan Kami? " Jawab Tyas


" Ya tentu Kita akan membahas tentang hubungan Mu dengan cucu Ku Naka." Balas Eyang Putri


Tyas terlihat gugup dan gelisah Dia juga menduga pasti Eyang Putri akan memintanya untuk menjauhi Naka.


" Kenapa Kamu terlihat gelisah dan gugup sekali Yas? " Tanya Eyang Putri yang melihat kegugupan dan kegelisahan di raut wajah Tyas


Tyas hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun, Dia berusaha menenangkan hati dan dirinya dan juga Dia mentiapkan hatinya untuk mendengar perkataan Eyang Putri selanjutnya.


" Tyas, Eyang Putri tau Kamu wanita baik baik yang rajin sopan cantik dan mandiri ya hampir sama dengan pribadi Naka." Ucap Eyang Putri seraya menatap Tyas dengan seksama


" Tidak Eyang, Tyas hanya orang biasa orang kampung yang mencoba merubah keadaan agar menjadi lebih baik." Balas Tyas dengan sopan


" Kamu tidak perlu merendahkan dirimu seperti itu, Kamu punya skill yang bagus dan hal itu terbukti dengan semakin pesatnya usaha jualan menu sarapan dan cake itu." Sahut Eyang Putri


Tyas hanya mengangguk seraya tersenyum manis kearah Eyang Putri dan Eyang Putri pun melanjutkan ucapanya.


" Dan yang ingin Eyang tanyakan ke Kamu apakah Kamu sudah mengenal siapa Naka sebenarnya dan apa yang Kamu rasakan saat dekat dengan nya? " Tanya Eyang Putri dengan nada serius

__ADS_1


Tyas sedikit gugup dengan pertanyaan Eyang Putri barusan, Dia terlihat menghirup nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya pelan pelan dan berusaha menenangkan hati nya


" Tyas sudah mengenal Mas Naka seutuhnya Eyang, Dia orang yang baik penyabar Dia pula yang banyak mengajari Tyas tentang dunia usaha dengan memberi kritikan dan masukan agar usaha ini menjadi lebih baik, dan mengenai pertanyaan apa yang Tyas rasakan saat dekat dengannya Jawaban nya singkat Eyang, Tyas merasa nyaman." Jawab Tyas panjang lebar menjelaskan


" Lalu apakah Kamu tau latar belakang sekaligus pekerjaan dan gajinya? " Tanya Eyang Putri


" Tyas cukup mengenal pribadinya saja Eyang tanpa harus tau latar belakang pekerjaan sekaligus gajinya sebab Tyas tau Mas Naka adalah sosok laki laki yang penuh tanggung jawab Dia orang yang kaya akan pengalaman dalam bidang bisnis dan yang terpenting Dia adalah mentor Tyas dalam bidang bisnis sungguh Eyang Tyas bahagia bisa mengenal dan dekat dengan Mas Naka ." Jawab Tyas dengan wajah sumringah bangga bisa mengenal Naka


" Lalu mengenai hubungan percintaan Kalian Bagaiamana kalau Aku tidak merestui hubungan Kalian, apakah Kamu akan marah dan kecewa dengan Ku? " Tanya Eyang Putri


" Tentu saja tidak Eyang , itu adalah hak Eyang Putri sebab Mas Naka adalah cucunya Eyang juga pasti Eyang Putri mau yang terbaik untuk Mas Naka dan jika Eyang Putri tidak merestui hubungan Kami, Tyas ikhlas melepaskan Mas Naka karena restu orang tua adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan." Jawab Tyas dengan nada mantap tanpa ragu ragu


Eyang Putri terlihat manggut manggut paham dengan jawab Tyas barusan, meskipun sebenarnya Beliau tengah menahan tawa di dalam hatinya sembari membatin bagaimana bisa Aku tidak merestui hubungan Kalian sedangkan Kamu adalah calon menantu idaman yang telah lama Aku incar.


" Ada yang ingin ditanyakan lagi Eyang? " Tanya Tyas seraya tersenyum manis ke arah Eyang Putri


" Em Aku rasa sudah cukup dan ada yang ingin Aku sampaikan ke Kamu mengenai hubunganMu dan Naka cucuKu." Jawab Eyang Putri


" Monggo Eyang Putri, Tyas akan mendengarkan apa yang akan Eyang Putri sampaikan mengenai hubungan Tyas dan Mas Naka dengan baik dan seksama." Balas Tyas


" Tyas Kamu tau Naka itu cucu satu satunya yang Eyang Putri miliki, Dia cucu kesayangan Ku Aku mau yang terbaik untuk Dia." Ucap Eyang Putri dengan nada serius


Tyas mengangguk tanda paham arah pembicaraan Eyang Putri itu yang pasti akan bilang tidak merestui hubungan Mereka


" Eyang Putri ingin kehidupan Naka cucunya Eyang bisa bahagia dengan menemukan sosok wanita yang tepat dan segera menikah punya anak dan hidup bahagia." Lanjut Eyang Putri


" Nggih Eyang." Balas Tyas sopan


" Jadi Kamu mau kan menjadi sosok wanita itu? " Tanya Eyang Putri seraya meraih tangan Tyas


Tyas kaget dengan ucapan juga pertanyaan Eyang Putri barusan Dia melamun hingga Eyang Putri mengulangi pertanyaan nya.


" Tyas Kamu mau kan jadi sosok wanita itu? " Tanya Eyang Putri mengulangi pertanyaan nya


" Maaf bagaimana maksudnya Eyang? " Tanya balik Tyas


" Aku merestui hubungan Kalian dan bertanya padaMu maukah Kamu menjadi sosok wanita yang mau mencintai Naka dengan setulus hati siap menemaninya kalau sudah maupun senang menerima Dia dengan segala kekurangan dan kelebihan nya dan yang terpenting Kalian harus segera menikah." Jawab Eyang Putri dengan nada serius


Tyas semakin kaget dengan ucapan Eyang Putri barusan dan membuyarkan monolog adu argumen dalam hatinya yang mana tadi Dia beranggapan kalau Eyang Putri tidak akan merestui nya.


" InshaAllah Tyas mau dan Tyas ikhlas dengan pilihan Tyas ini Eyang." Jawab Tyas dengan nada serius


" Alhamdulillah Eyang senang dengarnya." Ujar Eyang Putri seraya memeluk tubuh Tyas


" Maaf Eyang Putri lalu bagaimana dengan masa lalu sekaligus derajat sosial Kita yang berbeda? " Tanya Tyas dengan nada memelas


" Kamu jangan berpikir macam macam Masa lalu kegagalan Mu itu adalah pembelajaran agar Kamu lebih baik lagi percayalah tidak ada orang yang menginginkan kegagalan dalam rumah tangga yang ada hanya suratan takdir yang harus Kita jalani dan Eyang tidak mempermasalahkan itu juga mengenai derajat yang berbeda hei bahasan apa tidak ada gunanya Kita ini sama." Jawab Eyang Putri seraya memegang kedua pipi Tyas


Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolan lainnya hingga siang pun tiba Eyang Putri mengajak Tyas untuk makan diluar

__ADS_1


__ADS_2