
Setelah menempuh perjalanan sekian waktu rombongan anak buah nya Seketaris Anton yang terdiri dari Agus, Doni dan Rudi pun telah sampai kota tujuan Mereka yakni alamat kedua orang tuanya Tyas.
" Kita istirahat dulu yuk cari makan, capek dan lapar ni." Ucap Agus seraya menoleh kearah Rudi dan Doni bergantian.
" Ide bagus tu Aku juga lapar banget." Balas Doni semangat
" Apa nggak sebaiknya Kita selesaikan misi Kita dulu menuju alamat kedua orang tuanya Nona, takutnya nanti Tuan marah kalau tau Kita tidak cepat menyelesaikan misi ini? " Tanya Rudi
Diantara ketiga orang itu, Rudi lah yang paling disiplin ya meskipun Doni dan Agus juga disiplin.
" Ah sudahlah toh Kita makan cuma sebentar paling sejaman sudah selesai juga sekalian Kita bisa tanya tanya tentang arah alamat itu." Jawab Doni
Dan akhirnya Mereka pun setuju dan sepakat untuk mampir sebentar ke warung makan untuk makan sebentar sembari mencoba meminta info rute menuju alamat itu.
Tak berselang lama Mereka pun telah usai makan malam dan sudah mengantongi tentang arah rute menuju alamat yang akan dituju dan karena hari sudah larut malam dan perjalan masih lumayan panjang juga medan pegunungan akhirnya Mereka bertiga pun memutuskan untuk menginap di masjid terdekat.
Sementara itu di kediaman keluarga besar Pak Samsul terlihat seluruh anggota keluarga itu sudah tidur semua, maklum hari ini aktivitas cukup banyak dan padat menyiapkan segala sesuatu baik makanan maupun dekorasi dan lainnya untuk persiapan hajatan khitan nya Boby putranya Mas Abi dan Mbak Yuni juga resepsi pernikahan nya Mbak Rina dan Mas Gunawan mengingat dulu Mbak Rina dan Mas Gunawan belum diadakan resepsi hanya akad nikah saja.
Dan diantara anggota keluarga itu Tyas lah yang belum tidur dan terlihat tengah mengotak atik hpnya membuka pesan pesan masuk baik dari Diah yang menanyakan kabar dirinya juga keluarga dan membahas tentang perkembangan bisnis jualan menu sarapan juga cake and pastry miliknya itu.
Dan juga banyak pesan dan panggilan masuk dari Naka namun Dia sungguh belum berniat membalasnya maupun menghubunginya balik Dia masih ingin menenangkan hati dan mencoba menyaring semua nasehat nasehat dari Sang Bunda kemarin meskipun tidak bisa dipungkiri dirinya juga merasakan rindu yang menjulang tinggi pada Naka pria yang selama ini banyak mendukung usahanya dan selalu memberinya rasa nyaman.
Dan entah sengaja atau tidak tiba tiba tanpa disadari oleh Tyas jemarinya menyenggol logo telepon pada nomer kontak milik Naka dan sedetik kemudian Naka pun mengangkat panggilan telepon dari Tyas.
" Hay Sayang akhirnya Kamu menghubungi Ku." Sapa Naka dengan anda senang sebab Sang pujaan hati sudah menelponnya itu
Tyas kaget dan refleks melihat HP nya yang ternyata tengah dalam mode melakukan panggilan dengan Naka.
" Sayang kok Kamu diam? " Tanya Naka dengan nada lirih
__ADS_1
" Maaf Mas tadi Aku salah pencet." Jawab Tyas seraya mematikan panggilan telepon itu.
Tyas merasakan malu yang sangat luar biasa bisa bisanya dirinya menelpon Naka padahal dirinya berusaha untuk tidak mau berhubungan dengan Naka sesaat dengan kata lain Dia ingin jual mahal namun nyatanya kejadian yang tak terduga pun terjadi dimana dirinya tanpa sengaja menelpon Naka.
Sementara Naka pun terlihat beberapa kali mencoba menghubungi Tyas namun hasilnya nihil Tyas tidak mau mengangkat panggilan darinya itu.
Hingga pagi pun tiba suasana dirumah Pak Samsul terlihat sangat sibuk hajatan sudah dimulai semua anggota keluarga sudah bersiap dengan baju seragam keluarga, pihak wanita di dan dani sanggul dan make up sederhana sementara kaum Pria terlihat memakai baju seragam keluarga dengan ditambah memakai kopyah semakin melengkapi penampilan Mereka untuk berjejer dengan kaum wanita untuk menyambut tamu yang mulai hadir untuk menyumbang.
" Loh ini Tyas to Mbak Rukmi? " Tanya seorang tamu pada Bu Rukmi Ibundanya Tyas
"Iya Mbak, ini Tyas." Jawab Bu Rukmi sopan
" Wah sekarang sangat cantik ya." Balas Tamu itu setaya berpamitan pada Mereka semua untuk pulang.
Hingga lewat tengah hari tamu yang datang pun semakin ramai saja maklum ini adalah hajatan khas desa jadi sangat wajar dimana pemilik rumah hajatan terlihat berjejer rapi dengan dandanan rapi di depan menyambut tamu tamu yang mulai ramai berdatangan.
Rombongan Rudi Agus dan Doni pun telah sampai di desa suka maju alamat kedua orang Tuanya Tyas itu.
" Iya ya, coba Kita tanya ke Tamu yang baru dan keluar itu." Jawab Agus manggut manggut
Dan tanpa berpikir panjang lagi ketiga pria itupun terlihat menepikan mobilnya lalu turun dari mobil berjalan hendak menghampiri tamu yang barusan pulang dari kondangan itu berniat untuk bertanya.
" Permisi Pak, Buk Kami mau numpang bertanya boleh? " Tanya Rudi dengan nada sopan
" Iya Mas silahkan." Jawab Bapak Bapak yang barusan bertamu itu.
" Maaf apakah benar ini alamatnya Nona Ning Tyas dan itu rumah nya? " Tanya Rudi seraya menunjukan alamat yang sengaja di tulis dikertas itu.
" Iya benar ini alamat rumahnya Tyas putrinya Pak Samsul, dan maaf Mas Mas ini siapa ya kok memanggil Tyas dengan sebutan Nona dan ada urusan apa dengan Tyas? " Tanya Bapak Bapak tadi yang ternyata adalah pamong desa di tempat tinggalnya Tyas
__ADS_1
" Terima kasih banyak Pak atas jawabannya, Kami ini sahabat nya Nona selama di Jakarta dan berniat menyusul nya kesini sekedar ingin tau alamat rumahnya dan mengenai kenapa Kami memanggilnya dengan sebutan Nona itu hanya kebiasaan saja." Jawab Rudi berbohong.
" Oh Saya kira ada urusan apa hehehe." Balas Bapak Pamong desa itu
" Oya Pak maaf ada acara apa ya kok kelihatannya seperti sedang hajatan? " Kini giliran Agus yang bertanya.
" Oh itu Mereka sedang mengadakan hajatan ya katanya sih khitanan cucu pertamanya Pak Samsul anak dari Anak sulungnya dan juga katanya sih resepsi pernikahan putrinya." Jawab Pak Pamong.
Dan duarrrrr bagai di sambar petir rasanya, ketiga sahabat itu pun kaget mendengar nya juga penasaran pernikahan siapa yang dimaksud .
" Maaf Pak kalau boleh tau resepsi pernikahannya siapa ya? " Tanya Rudi sopan
" Waduh kalau itu maaf ya Mas, Saya kurang tau dan Kami pamit dulu ya ini sudah ditunggui tamu dirumah." Jawab Pak Pamong seraya berpamitan untuk pulang.
Agus, Rudi, Doni pun mengangguk dan saling melemparkan pandangan satu sama lainnya dengan pandangan sama sama bingung siapa yang menikah tersebut.
Dan belum sempat Mereka memulai berdiskusi membahasnya tiba tiba dari arah samping lewat lah ibuk ibuk yang baru saja pulang dari kondangan.
" Eh Tyas sekarang cantik sekali ya pantes saja kalau beberapa hari ini Mas Camat terlihat sering wara wiri di desa ini . " Kata Ibuk Ibuk yang lewat itu.
" Iya ya jangan jangan Mas Camat dan Tyas ada hubungan yang spesial dan Aku berharap semoga Mereka jodoh Mas Camat nya ganteng Tyas nya cantik sopan dan dengar dengar Dia punya usaha di Jakarta sana." Balas Ibu yang lainnya.
" Aamiin." Sahut Mereka kompak seraya berjalan pulang
Dan duarrrrr ketiga anak buahnya Seketaris Anton itu pun terkejut kembali mendengar ucapan juga doa doa dari para Ibuk Ibuk yang lewat barusan untuk Tyas dan Mas Camat itu
" Wah gawat gawat jangan jangan yang dimaksud oleh Bapak Bapak tadi adalah resepsi pernikahannya Nona Tyas dan Camat itu." Kata Rudi dengan nada sedikit gemetar.
" Wah wah wah bisa menjadi kabar duka bagi hatinya Tuan Naka ini." Balas Agus dengan sedikit khawatir.
__ADS_1
" Cepat Kita hubungi Seketaris Anton saja untuk memberi tahunya." Ucap Doni
Dan tak perlu waktu lama Doni segera mengeluarkan HP dari saku celananya dan buru buru menghubungi Seketaris Anton untuk memberi tahu tentang kabar ini