
Pagi itu Naka dengan ditemani Seketaris Anton harus menghadiri rapat dengan para pimpinan cabang Bagaskara Grub diluar kota yang mana harus menempuh perjalanan lumayan jauh dengan ditambah lagi lalu lintas yang sedikit macet hingga sukses membuat Naka dan Seketaris Anton harus ekstra sabar dalam menempuh perjalanan itu.
Sementara itu di ruko terlihat Tyas sedari tadi hanya mondar mandir saja di dekat pintu masuk ruko seakan tengah menunggu seseorang,
" Kamu lagi nungguin Mas Naka ya Yas? " Tanya Diah seraya merapikan meja bekas tamu sarapan.
Tyas yang tadinya fokus melihat kearah depan ruko itu pun tak menyadari keberadaan Diah dibelakangnya itu hingga pertanyaan Diah barusan lah yang membuyarkan lamunan nya.
" Eh sorry bestie Aku nggak dengar barusan Kamu tanya apa ." Ucap Tyas yang kaget dan langsung menoleh kearah Diah
" Hem sudah ku duga sih, Kamu lagi nungguin Mas Naka ya. " Balas Diah
" Em iya ni kan biasanya jam segini Dia mesti kesini sarapan kok pagi ini belum datang? " Kata Tyas seraya clingukan menatap kearah pinggir jalan raya.
Diah yang paham kalau Tyas tengah merindukan Naka itu pun tersenyum lalu menghentikan sejenak pekerjaan nya lalu berjalan untuk menghampiri Tyas dan menepuk pundaknya seraya berkata .
" Kamu kangen Dia ya normal saja sih Kamu kangen Mas Naka lagian Kalian baru berpisah lama oya Mas Naka tau nggak kalau Kamu sudah kembali ke Jakarta ini?" Tanya Diah seraya menoleh kearah sahabat karibnya itu.
" Aku nggak tau bestie Dia tau atau nggak kalau Aku sudah kembali soalnya tadi malam waktu Aku telepon tidak diangkat lalu ku kirimi pesan sampai sekarang juga nggak di balas ." Jawab Tyas jujur
" Lah kok aneh bukannya Mas Naka selalu merespon panggilan telepon juga SMS dari Mu, Kalian baik baik saja kan tidak sedang bertengkar kan? " Tanya Diah yang mulai bersemi jiwa kepo bercampur khawatir nya itu
" Ya Kami baik baik saja dan tidak sedang bertengkar juga mungkin Mas Naka sudah tidur tadi malam makanya nggak sempat buka HP." Jawab Tyas seraya menatap wajahnya Diah
" Iya juga sih kan Dia itu seorang pengusaha yang memiliki jadwal kerja super padat super sibuk jadi ya wajar saja kalau jam segitu sudah tidur, atau nggak coba sekarang Kamu hubungi Dia aja Yas ." Sahut Diah seraya memberi ide kepada Tyas untuk berinisiatif menghubungi Naka
Tyas pun menatap wajah Diah dengan seksama dan menyetujui ide dari Diah barusan, Tyas segera mengambil HP milik nya di laci meja kasir dan langsung menghubungi Naka satu kali oanggilan tidak ada jawaban, dua kali panggilan juga tidak terjawab begitupun dengan panggilan ke tiga hasilnya masih tetap saja sama hingga akhirnya Tyas memilih untuk tidak menghubunginya dan mengirimi pesan singkat saja yang bertuliskan menanyai dimana berada.
Namun nampak nya Tyas harus sedikit kecewa karena pesan itu benar terkirim tetapi tidak ada balasan dari Naka bahkan lean itu tidak dibuka sama sekali oleh Naka.
" Gimana Yas? " Tanya Diah yang sedari tadi masih saja setia berdiri di sampingnya Tyas itu
" Hasilnya nihil Di, tidak ada jawaban juga balasan pesan dari Mas Naka." Jawab Tyas dengan wajah tertunduk lesu.
__ADS_1
Diah paham kalau Tyas sedang dilanda kesedihan itu pun segera mendekat kearah sahabatnya berusaha menenangkannya.
" Kamu jangan sedih ya Kita berpikir positif saja mungkin Mas Naka sedang sibuk atau nggak HP nya hilang sudah ya jangan murung begitu." Kata Diah seraya mengusap lembut pundak Tyas.
Tyas hanya tersenyum kecut mendengar nasehat dari Diah barusan, dalam hatinya Dia bertanya tanya dimana Mas Naka berada kenapa Dia tidak menghiraukan panggilan telepon darinya juga mengabaikan pesan dari nya.
Dia juga merenungi kesalahan apa yang telah diperbuatnya hingga Naka menghilang tanpa kabar seperti itu
" Atau nggak nanti pas jam istirahat siang Kamu temani Aku ke kantor Bagaskara Grub untuk mengantarkan pesanan kopi Mereka untuk acara meeting klien sekalian ngasih kejutan ke Mas Naka? " Kata Diah mencoba menawari ide baru untuk Tyas.
Tyas terlihat terkejut mendengar ide dari Diah barusan dan Dia pun langsung menoleh kearah sahabatnya itu dan langsung mengangguk setuju dengan ide Diah barusan.
" Ya udah Kamu sarapan dulu sana terus mandi dan ganti baju juga jangan lupa dandan yang cantik nanti siang jam dua Kita ke kantor Bagaskara Grub mengantarkan pesanan kopi sekaligus menemui pangeran tampanMu itu." Kata Diah mencoba menggoda Tyas.
" Baiklah Aku akan menuruti semua kata katamu barusan Bu Diah." Sahut Tyas seraya tersenyum manis kearah Diah
Lalu Tyas pun beranjak untuk sarapan dan mandi sementara Diah terlihat melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi merapikan meja bekas tamu yang sarapan juga melakukan pekerjaan lainnya sementara Yesi hari ini ijin pulang untuk menjenguk Adiknya yang tengah sakit.
Sementara itu Naka dan Seketaris Anton kini sudah dalam perjalanan kembali dari rapat dengan para pimpinan cabang dan hendak menuju kantor utama dan kali ini perjalanan Mereka lancar tanpa terhambat macet hingga akhirnya Mereka pun sampai di gedung utama Bagaskara grup.
" Maaf Tuan , ada yang bisa Saya bantu? " Tanya Seketaris Anton yang melihat kebingungan di wajah Sang Majikan itu.
" Anton apakah Kamu tau dimana HP ku, atau kah tertinggal di tempat meeting tadi? " Tanya balik Naka pada Seketaris Anton.
"Maaf Tuan sedari tadi Saya tidak melihat HP Anda baik di mobil maupun di tempat meeting tadi." Jawab Seketaris Anton
Naka pun mengangguk dan mencoba mengingat ingat dimana HP miliknya itu, dan akhirnya Naka pun ingat kalau HP nya itu tertinggal di dalam kamar tidur pribadinya di rumah Eyang Putri .
" Gawat pasti Tyas marah ." Guman Naka lirih
Dan meskipun lirih Seketaris Anton masih bisa mendengarkan nya.
" Ada apa Tuan? " Tanya Seketaris Anton seraya mendekat kearah Naka
__ADS_1
" Nggak ada apa apa, Kamu boleh kembali keruangan Mu lanjutin kerja Aku juga mau menyelesaikan sisa pekerjaan Ku." Jawab Naka tegas.
Seketaris Anton pun mengangguk paham dan langsung pamit undur diri untuk kembali ke ruangannya guna melanjutkan pekerjaan nya menyiapkan dokumen untuk meeting sore ini.
Kini Tyas dan Diah sudah sampai di lobi gedung perkantoran Bagaskara grup, Mereka berdua mengantarkan pesanan kopi dan cake untuk acara meeting nanti sore.
Dan karena sudah menjadi langganan Mereka berdua pun langsung diantar petugas keamanan ke tempat meeting untuk menata kopi dan cake untuk meeting itu.
Setelah selesai menata kopi dan cake itu, Tyas bertanya apakah Tuan Naka ada di ruangannya sembari meminta ijin untuk menemuinya, namun nampak nya petugas keamanan itu sangat disiplin Dia tidak mau memberi ijin kepada Tyas untuk menemui pimpinan perusahaan itu dengan dalih Tyas tidak membuat janji bertemu terlebih dahulu.
" Maaf Pak, tolong ijinkan teman Saya ini untuk menemui Mas Naka, Dia ini calon istrinya Mas Naka Presdir di sini." Kata Diah mencoba mberi tahu satpam itu agar mengijinkan Tyas bertemu dengan Naka.
Dan belum sempat Satpam itu menjawab nya dari arah belakang muncul lah seorang karyawan bagian pengawas yang nama Bu Lili
"Ada apa ini kok ribut ribut disini? " Tanya Bu Lili seraya memandangi Tyas, Diah dan Satpam itu secara bergantian.
"Maaf Bu Lili, Nona ini mengaku sebagai calon istri nya Presdir Naka dan memaksa untuk bertemu dengan Beliau." Jawab Satpam tersebut seraya menunjuk kearah Tyas
"Benarkah yang barusan Saya dengar itu Nona? " Tanya abu Lili pada Tyas.
"Iya benar Bu, perkenalkan nama Saya Tyas dan Saya adalah calon istrinya Mas Naka." Jawab Tyas seraya mengulurkan yang nya berniat untuk Bersalaman.
Melihat hal itu Bu Lili pun tertawa cukup keras dan nampak menolak untuk bersalaman dengan Tyas dan langsung melontarkan kata kata cukup pedas kepada Tyas.
" Anda jangan sembarangan ngaku ngaku sebagai calon istrinya Presdir, Anda ini seperti nya sedang bermimpi mana mungkin seorang Presdir seganteng secakep dan sekaya Tuan Naka mua menikahi seorang penjual kopi murahan seperti ini sungguh sangat sangat tidak pantas untuk di dengar." Ucap Bu Lili dengan nada judes
" Heh Nenek tua jaga ucapan Anda itu, asal Anda tau sahabat Saya ini benar benar calon istrinya Majikan Kalian dan kalau Kalian tidak percaya silahkan Kalian telepon Majikan Kalian untuk memastikan benar atau salahnya." Sahut Diah yang mulai terbakar emosi itu.
Melihat sahabatnya dibakar rasa emosi itu, Tyas pun mencoba menenangkan nya dan berusaha mengajaknya untuk pulang saja, Namun namoaknya Diah sudah sangat emosi hingga akhirnya Dia pun meminta pekerja yang lainnya untuk menghubungi Naka.
" Ada apa." Kata Naka saat menerima panggilan telepon dari pegawai nya
Sang pegawai itu pun memberi tahu Naka kalau ada wanita yang mengaku ngaku sebagai calon istri nya itu dan meminta untuk bertemu.
__ADS_1
Nampaknya Naka kurang begitu tertarik untuk melihat siapa kah Dia, hingga Dia pun meminta Seketaris Anton untuk melihat kerusuhan di ruang meeting itu.
Dan alangkah kagetnya Seketaris Anton saat melihat kehadiran Tyas dan Diah diruang meeting itu terlebih melihat Tyas yang sudah kembali ke Jakarta.