
Setelah kereta yang membawa bapak dan ibu juga mertua mereka sudah berangkat.
Ditya dan Tyas pun berangkat pulang keapartemen .
Ditengah tengah perjalan Tyas meminta Ditya untuk menghentikan mobilnya sebentar di dekat pasar sayur.
"Maaf mas nanti tolong berhenti sebentar ya di depan pasar sayur . Aku mau sekalian belanja buat besuk ." kata Tyas.
" Kenapa nggak belanja disupermarket saja Dek ?" tanya Ditya.
" Nggak mas . Dipasar sayuran banyak jenisnya terkadang banyak jenis sayur yang tidak dijual disupermarket dan juga sayuran segar segar lebih murah malaan ." jawab Tyas.
Kemudian Ditya pun memarkirkan mobilnya parkiran khusus mobil depan pasar sayur.
Tyas turun dari mobil hendak membeli sayur dan Ditya pun ikut turun dari mobil untuk menemani Tyas belanja.
" Lo kamu ikut to mas ?" tanya Tyas .kenapa nggak nunggu dimobil Saja " lanjutnya.
" nggak papa dek sekalian aku mau lihat lihat suasana dipasar hehehe ". jawab ditya senyum senyum
kemudian mereka berdua pun berjalan beriringan masuk kepasar , meskipun pasar tradisional tetapi sekarang rata rata hampir semua pasar itu bersih lantainya sudah keramik dan berbaris rapi menurut jenis jualannya
Stand penjual sayur , stand penjual daging ,stand penjual ikan ,stand penjual buah terpisah tidak campur aduk seperti dulu jadi pasar tradisional itu sekarang jauh dari kata kumuh dan bau .
Pertama mereka menuju stand penjual sayur
saat hendak memilih sayur tyas menanyai ditya
" Mas mau dimasakin sayur apa ?" tanya tyas
" Ngikut saja dek yang penting enak hehehe " Jawab Ditya.
Tyas pun terlihat gesit memilih milih aneka sayuran segar tak lupa dia membeli cabe dan bumbu bumbu lainnya.
__ADS_1
Ditya mengamati dengan seksama tingkah tyas yang sedang memilih sayur dan bumbu lainnya.
Dalam hati dia memuji kepiawaian Tyas mengurus rumah tangga dan urusan memilih sayur sudah cantik pinter lagi sungguh paket komplit ah andai saja yang jadi istriku kini adalah wati mungkin aku akan sangat bahagia dan bersukur batinnya .
Setelah belanja sayur ,daging dan buah selesi mereka pun berjalan keluar dati pasar dengan meneteng barang belanjaan tadi.
Saat hendak memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi mobil tiba tiba Tyas melihat gerobak penjual minuman tradisional di sebrang jalan.
" Sebentar ya mas .Aku mau ke sana dulu ." Kata Tyas.
" Mau kemana Dek?" Tanya Ditya sambil memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil.
" Itu mas .Aku mau beli minuman beras kencur itu ." Jawab Tyas sambil menunjuk gerobak penjual minuman tradisional tersebut .
Kemudian Tyas pun berjalan menyebrang jalan dan menghampiri gerobak penjual minuman tersebut.
Saat sedang mengantri beli minuman beras kencur
itu.
Tyas terlihat sangat bahagia dengan menenteng satu botol minuman beras kencur dan dua bungkus minuman es cincau hijau .Dia berjalan kembali ke mobil.
Ditya dari kejauhan nampak memperhatikan Tyas dengan tentengan barang ditangan nya .Terlihat sangat gesit dan cantik Batin Ditya.
" Mari kita pulang mas ." Kata Tyas saat masuk ke dalam mobil.
Ditya pun menjalankan mobil kembali pulang ke apartemen mereka .
Sesampainya di lantai bawah tempat parkir mobil .
Ditya segera memarkirkan mobilnya dan membuka bagasi mobil menurunkan belanjaan mereka tadi .
Tyas pun turun dari mobil dan mengangkat beberapa kantong belanjaan tadi .
__ADS_1
Kemudian mereka berdua berjalan menuju Lift untuk naik ke lantai sepuluh tempat tinggal mereka.
Di dalam Lift mereka bertemu dengan seorang ibu ibu paruh baya yang ternyata tinggal di lantai 11 diatas tempat tinggal mereka.
" Mas ditya ya . Kok belanja banyak banget mas dan gadis cantik ini siapa nya mas Ditya kok ibu belum pernah bertemu ." Kata bu Maya tetangga mereka
Bu Maya ini orang nya baik Beliau tinggal sendiri di apartemennya karena suaminya sudah meninggal dan Sang Putra lebih memilih tinggal di apartemen lainnya .
" iya Buk ini tadi kami baru saja mengantar ayah ibu ke stasiun kereta dan kebetulan Kami tadi melewati pasar sayur jadi ya sekalian belanja .O Iya buk kenalkan ini Tyas istri saya ." Jawab Ditya ramah
Kemudian Tyas pun mengangguk dan mengenalkan diri ke Bu Maya .
"Lo kapan menikahnya mas .Kok ngga kabar kabar to Cantik ya istrinya mas Ditya". Kata bu Maya
Setelah berbasa basi akhirnya Ditya dan Tyas pun sampai dilantai 10 tempat tinggal mereka.
Mereka pun berpamitan dengan Bu Maya .Dan masuk kedalam apartemen mereka .
Tyas bergegas memilah dan membungkus sayuran kemudian menyimpannya di kulkas .Sedangkan Ditya setelah membantu menurunkan belanjaan tadi trngah duduk santai di depan tv.
Setelah urusan sayuran sudah rapi selesai .Tyas mencuci tangan nya dan mengambil 2 mangkok juga sendok untuk mereka berdua .Kemudian menuangkan masing masing satu bungkus es cincau hijau dimangkok mereka masing masing .Kemudian dia membawa nampan berisi mangkok tadi dan menaruhnya di meja depan tv tempat Ditya tengah duduk santai sambil nonton tv.
" Ini mas diminum dulu." kata Tyas sambil menyerahkan satu mangkok es cincau hijau campur blewah dengan kuah santan dan sirup cocopandan ditambah serutan es batu sungguh segar dan cocok dengan cuaca Jakarta yang sedang terik .
" Terima kasih dek .Lo ini apa dek kok kaya agar agar ya ." Balas Ditya sambil memegang mangkok dan menyendok cincau hijau itu.
"Ini cincau hijau mas kalau bahasa jawanya caon .Terbuat dari daun caon sejenis tumbuhan perdu dan ada dua macam jenisnya Mas ada yang mermbat dan ada yang tidak merambat ." Jawab Tyas .
Mereka pun melahap habis minuman es cincau hijau hingga tandas tak tersisa.
Setelah selesai menikmati es cincau hijau hingga habis .Tyas pun mencuc i mangkok dan sendok mereka tadi .
kemudian Dia beranjak kekamar hendak memindahkan barang barang nya kembali ke kamar semula .
__ADS_1
Ditya yang masih setia duduk disofa depan tv pun bangkit hendak menyusul Tyas untuk membantu memindahkan barang barang nya kekamar sebelah .