
Eyang Putri sudah selesai dengan percakapan nya dengan sosok misterius lewat panggilan telepon di HP nya, Bwgitupun dengan Naka yang sudah kembali dari Starbucks untuk membeli kopi dan jus untuk Mereka bertiga.
" Tyas, Naka maaf ya Eyang harus pamit pergi dulu ada urusan penting yang harus Eyang selesaikan." Ucap Eyang Putri sesat setelah Beliau kembali duduk di sebelah Tyas
" Loh Eyang kok buru buru sekali to kelihatan nya ada urusan penting tentang perusahaan kah? " Tanya Tyas yang keheranan senang sikap terburu buru Eyang Putri itu
"Iya Eyang memangnya ada urusan penting apa sih kan perusahaan sudah ada Seketaris Anton yang mengurus dan ini kopinya aja belum diminum eh malah mau pergi. " Kata Naka menimpali ucapan pertanyaan Tyas barusan
" Iya sayang ada urusan penting sekali yang Kalian berdua nggak perlu tau, nanti kalau urusannya sudah selesai baru Eyang cerita ke Kalian ya sudah Eyang berangkat dulu dan untuk Kopinya biar Eyang bawa aja." Jawab Eyang Putri seraya bangkit dari duduk nya
Eyang putri pun mencium pipi Tyas dan Naka secara bergantian lalu segera beranjak pergi meninggalkan Tyas dan Naka yang masih bingung dan langsung menuju tempat dimana pria misterius itu tengah di sekap oleh orang sewaan nya Eyang Putri.
Se perginya Eyang Putri itu Naka yang masih diliputi rasa heran itu pun memilih duduk di samping kursi rodanya Tyas sembari meletakkan jus buah untuk sang istri Dia pun bertanya.
" Sayang menurut Kamu ada yang tengah di sembunyikan oleh Eyang Putri nggak kok tiba tiba pergi kan katanya mau ngobrol dengan Kita? " Tanya Naka pada Tyas
" Iya Mas, Aku juga merasa aneh tapi yadi sewaktu Kamu beli minuman ini Aku lihat HP milik Eyang Putri berdering beberapa kali dan Aku meminta Beliau untuk mengangkatnya namun aneh nya Beliau berjalan menjauh dari Ku sewaktu mengangkat panggilan telepon itu dan tak lama kemudian Kamu kembali dan Beliau berpamitan untuk pergi. " Jawab Tyas panjang lebar
Naka mendengarkan penuturan Sang Istri itu dengan seksama dan merasa semakin heran ada apa yang sebenarnya di tutupi oleh Eyang Putri itu.
__ADS_1
" Menelpon siapa Sayang apakah Kamu tau atau Eyang Putri memberi tahu Mu? " Tanya Naka semakin penasaran
" Waduh kalau soal itu Aku nggak tau Mas soal nya tadi Eyang bicaranya setengah berbisik dan Beliau hanya bilang sedang bertelpon dengan klien penting perusahaan itu saja. " Jawab Tyas jujur
"Klien, ah nggak mungkin itu kan sudah diurusi oleh Seketaris Anton lagipula Eyang Putri sudah sangat lama tidak mengurusi tentang kepentingan kantor termasuk klien, pasti ada yang sedang di sembunyikan ni." Sahut Naka
" Lalu Kita harus bagaimana Mas kok tiba tiba Aku jadi khawatir begini. " Balas Tyas
"Aku sendiri juga nggak tau ya semoga saja Eyang Putri baik baik saja dan biar Aku menghubungi Doni anak buah nya Seketaris Anton untuk melacak keberadaan Eyang Putri saat ini. " Sahut Naka berusaha menenangkan hati Tyas yang dilanda rasa khawatir itu
Naka segera mengeluarkan ponsel pribadinya dan langsung menghubungi Doni untuk memintanya melacak dan mengikuti dimana Eyang Putri berada ,juga pergi kemana termasuk siapa saja yang ditemui nya itu
" Bagaimana mana Mas? " Tanya Tyas saat melihat Naka telah mengakhiri panggilan telepon itu
" Aku sudah minta tolong ke Doni juga yang lainnya untuk mengikuti mobil yang di tumpangi Eyang Putri hendak kemana. " Jawab Naka seraya duduk kembali di samping nya Tyas
" Semoga saja apa yang Aku khawatir kan nggak terjadi ya Mas." Sahut Tyas
" Iya sayang Kamu jangan khawatir lagi ya, sekarang Kamu minum jus nya dulu." Balas Naka seraya mengambilkan satu gelas jus buah untuk Tyas
__ADS_1
Tyas mengangguk dan langsung meminum jus tersebut pelan pelan, sementara Naka terlihat juga tengah menikmati jus buah yang tadi di beli.
Mereka menikmati suasana pagi dengan di temani pancaran sinar matahari pagi yang menghangatkan seisi bumi itu ditambah dengan di temani oleh pasangan yang Mereka cintai satu sama lainnya.
Obrolan hangat membahas banyak hal mulai dari yang receh bercanda juga tentang kemajuan usaha milik Tyas hingga keinginan Tyas selepas pulang dari rumah sakit nanti sungguh sangat seru obrolan Mereka pagi itu hingga tanpa Mereka sadari ternyata Mbak Rina , Bapak dan Ibuk sudah sampai di rumah sakit tempat Tyas di rawat.
" Tyas, Naka." Panggil Mbak Rina dari kejauhan
Tyas dan Naka yang semula terlihat asik mengobrol itupun menghentikan obrolannya dan kompak menoleh kearah sumber suara tersebut yang tak lain tak bukan adalah suara milik Mbak Rina.
Dan alangkah terkejutnya Tyas saat melihat kedatangan Bapak dan Ibuk nya hingga secara refleks Dia pun berdiri dan ketika hendak berjalan menghampiri kedua orang tuanya itu Naka pun melarangnya.
" Sayang Kamu mau kemana? ' Tanya Naka berusaha menghentikan langkah kaki Tyas
" Aku mau memeluk Ibuk Mas." Jawab Tyas singkat
" Iya tapi kondisi tubuhMu masih kurang sehat jadi jangan buat jalan dulu sementara, Kita tunggu di sini saja." Sahut Naka tegas
" Iya Nduk Kamu disitu saja biar Kami yang ke sana." Ujar Bu Rukmi
__ADS_1
Tyas pun mengangguk dan kembali ke tempat duduknya sembari menunggu Bapak Ibuk dan Mbak Rina itu datang menghampiri nya dan benar saja tak berselang lama kemudian kedua orang tuanya juga Mbak Rina pun sudah datang menghampiri nya juga langsung memeluk nya secara bergantian