Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Terkuak 1


__ADS_3

Maritha menatap wajah Naka dan Seketaris Anton dengan tatapan penuh ketakutan sementara Naka menatap Maritha dengan tatapan penuh kebencian juga murka yang mendalam.


" Naka. " Panggil Maritha dengan nada gemetar


" Aku ingin bicara dengan Kalian." Balas Naka dengan nada ketus


Kemudian Naka pun berjalan menuju sebuah ruangan yang telah di siap kan oleh Manager Han untuk Dirinya dan Seketaris Anton makan siang dengan diikuti oleh Maritha juga Tomy dan Seketaris Anton tentunya.


Tomy mencari celah agar dirinya bisa kabur dan nampaknya usaha nya itu gagal dimana Seketaris Anton lebih sigap dengan meraih tangannya dan memegang nya erat erat lalu menyeretnya sampai di ruang yang Mereka tuju.


Sesampainya di ruang VVIP hotel itu, Naka langsung menyeret kursi dan duduk dengan menghadap kearah Maritha juga Tomy, Dia juga meminta ke manager operasional juga Manager Han untuk meninggalkan Mereka berpartisipasi di ruangan tersebut dengan alasan ada hal penting yang hendak Mereka bahas.


" Maritha tolong jawab dengan jujur apakah Kamu dalang di balik musibah yang dialami oleh Istri Ku? " Tanya Naka dengan nada datar

__ADS_1


Maritha terlihat sangat gugup gemetar dengan pertanyaan Naka barusan sementara Tomy terlihat sedikit santai meskipun sebenarnya hatinya juga sungguh tak karuan.


" Jawab Maritha ? " Kata Naka mengulangi pertanyaan itu


Maritha terlihat semakin gugup saja matanya mulai berkaca kaca hendak menangis sungguh Dia tidak berani menatap wajah Seorang Janaka di wajah itu yang di selalu ingin dipandangi nya itu


" Diam mu itu sudah menandakan bahwa Kamu lah pelakunya dan sekarang Aku tanya kenapa Kamu melakukan ini semua ke istri salah apa Dia ke Kamu hingga Kamu begitu nekat melakukan kejahatan senekat ini? " Tanya Naka dengan emosi yang mulai meninggi


" Naka Aku minta maaf, Aku khilaf sayang." Jawab Maritha setengah memohon


" Apa Kamu bilang khilaf Kamu mencelakai Istriku hingga membuat Kami kehilangan calon bayi Kami dalam kandungannya dan sekarang Kamu bilang khilaf , sungguh nggak masuk akal perbuatan Mu ini sudah tak dapat Aku tolerir lagi." Kata Naka tegas


" Naka Aku mohon maaf kan Aku, ini semua gara gara Kamu hingga Aku menjadi senekad ini disini Kamu yang salah Naka." Sahut Maritha yang emosi nya mulai nampak

__ADS_1


Ucapan Maritha barusan sungguh membuat Naka menjadi naik pitam , emangnya semakin meninggi, Dia menatap wajah Maritha dengan tatapan penuh kebencian.


" Apa maksud ucapan mu itu bukanlah dulu Kamu yang memutuskan hubungan Kita dan Kamu pula yang selingkuh dengan Dia dan puncaknya Kamu meninggalkan Aku tanpa kepastian saat perusahan Ku diambang kebangkrutan lalu sekarang Kamu hadir kembali dan berusaha merusak kebahagiaan Ku bersama istriku apakah Kamu sudah gila Maritha Pranoto? " Ujar Naka emosi .


" Ya Aku memang sudah gila dan gila ku ini karena Kamu tidak mau menerima Aku kembali dan Kamu lebih memilih wanita kampungan itu ketimbang menikahi Aku kurang apa Aku ini Naka , Aku cantik terpelajar, kaya dari kalangan terpandang sedangkan Dia apa coba hanya seorang pengusaha kecil dari kampung tidak terpelajar juga dari kalangan yang tidak sepadan dengan keluarga Bagaskara sungguh sangat miris sekali." Balas Maritha panjang lebar


Naka menjadi sangat emosi dan untung nya Seketaris Anton paham dan langsung berusaha meredam emosi nya Naka dengan cara mengajak nya keluar ruangan tersebut dan sebelum keluar Naka berkata.


" Kalian akan menanggung semua perbuatan Kalian ini ingat perusahan Pranoto grub dan juga perusahan Adiguna itu masih dibawah otoritas perusahan Bagaskara grub. " Kata Naka penuh emosi


Seketaris Anton segera mengajak Naka kelaur ruangan itu bermaksud menghindari pertengkaran yang akan semakin parah dan akan berakibat memburuk nya citra seorang Janaka Bagaskara presdir Bagaskara grub di mata netizen itu.


Sepertinya Naka dan Seketaris Anton, baik Maritha maupun Tomy nampak diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Mereka berdua duduk di kursi tersebut berusaha meredam emosi akibat perselisihan paham tadi dan tak ada sedikitpun rasa penyesalan juga ketakutan akibat dari kemarahannya Naka nanti

__ADS_1


Setelah masing masing dirasa tenang dengan emosi yang stabil, Tomy mengajak Maritha pulang dengan mengendari mobil mewahnya dan ternyata Mereka menuju ke sebuah restoran mewah untuk mencari makan.


Sementara itu Seketaris Anton mengantarkan Naka pulang kerumah Eyang Putri dan didalam perjalanan itu diantara Mereka berdua tidak ada sepatah katapun yang keluar


__ADS_2